Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENYULUHAN OPTIMALISASI LAHAN USAHATANI KELAPA DI DESA MUARA SUNGSANG Ritonga, Utan Sahiro; Wahyuni, Reshi; Silvian, Trissa; Yuliani, Maulidia Tri; Swasdiningrum, Trisna Wahyu; Sari, Serly Novita; Zuliansyah, Muhammad Andri; Adriani, Dessy; Purbiyanti, Erni; Malini, Henny; Thirtawati, Thirtawati
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): Inpress
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i1.2459

Abstract

Tanaman kelapa pada area yang mengalami siklus pasang surut dan penggenangan air mengahadapi beberapa kendala jika tidak dikelola dengan optimal. Untuk itu penyuluhan budidaya yang tepat, dan pengenalan pola tanam yang optimal untuk dapat meningkatkan penerimaan yang maksimal pada usahatani kelapa menjadi sangat perlu. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman petani pada pengetahuan tentang tumpang sari meningkat dari 36,4% (4 orang) menjadi 90,9% (10 orang), pemahaman terhadap manfaat meningkat dari 27,3% (3 orang) menjadi 81,8% (9 orang), dan keyakinan akan nilai ekonomi tumpang sari meningkat dari 45,5% (5 orang) menjadi 72,7% (8 orang). Sebanyak 10 dari 11 petani menyatakan ketertarikan untuk menerapkan optimalisasi lahan melalui teknik tumpang sari, meskipun masih ditemukan satu petani yang ragu karena terbatasnya modal, usia petani, dan usia tanaman yang sudah tidak memungkinkan untuk melakukan adaptasi terhadap metode budidaya baru. Kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan berhasil mengubah persepsi dan minat petani, membuka peluang peningkatan produktivitas dan pendapatan petani. Untuk keberlanjutan diperlukan kegiatan penyuluhan sesuai kebutuhan yaitu pelatihan maupun pengetahuan dalam analisis pasar dan praktik lapangan.Abstract. Coconut plants in areas that experience ebb and flow cycles and waterlogging face several obstacles if not managed optimally. For this reason, appropriate cultivation extension and introduction of optimal planting patterns to be able to increase maximum income from coconut farming are very necessary. The results showed an increase in farmers' understanding of intercropping knowledge increased from 36.4% (4 people) to 90.9% (10 people), understanding of the benefits increased from 27.3% (3 people) to 81.8% (9 people), and belief in the economic value of intercropping increased from 45.5% (5 people) to 72.7% (8 people). As many as 10 out of 11 farmers expressed interest in implementing land optimization through intercropping techniques, although one farmer was still hesitant due to limited capital, age of the farmer, and age of the plants that no longer allow for adaptation to new cultivation methods. The extension activities that have been carried out have succeeded in changing farmers' perceptions and interests, opening up opportunities for increasing farmer productivity and income. For sustainability, extension activities are needed according to needs, namely training and knowledge in market analysis and field practice.
Analisis Perkembangan Produksi dan Efisiensi Teknis Komoditas Pangan di Indonesia Purba, Khairul Fahmi; Intan, Dian Retno; Tafarini, Meitry Firdha; Sari, Yulia; Wardani, Azqia; Yuliani, Maulidia Tri
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 10 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Food security is a critical concern for Indonesia which is well-known as an agricultural country. The risk of a food crisis can be mitigated through comprehensive assessments of production trends and efficiency analysis of Indonesia’s food crops commodities. This study aims to demonstrate the production trends of Indonesia’s strategic food crops commodities namely paddy, maize, soybean, cassava, and sugarcane. This study also aims to measure the technical efficiency score among the food crop commodities. The research utilized secondary time-series data from 1999 to 2023, comprising agricultural input variables such as land area, fertilizer, agrochemical, and labor, alongside the output of food commodity production. The analytical methods applied were Data Envelopment Analysis (DEA) and descriptive statistics. The results showed that the production of food crops commodities in Indonesia over the past 25 years has been relatively volatile and varied, with most commodities demonstrating adequate satisfying technical efficiency. However, soybean production requires particular attention due to its lower performance in both production volume and technical efficiency. The study also analyzed the agricultural input use trends. The finding highlights an ongoing increase in land area for food crop cultivation through extensification programs. Meanwhile, the use of chemical fertilizers and agrochemicals has continued to rise. On the other hands, the use of organic fertilizers has declined, raising concerns about sustainability. These findings are expected to inform policymakers in designing and implementing agricultural development programs to achieve national food self-sufficiency.
Pendampingan Inovasi Kemasan dan Digital Marketing Produk Lokal Kemplang Tunu Pada Kelompok Usaha Perempuan Seroja di Kabupaten Ogan Komering Ilir: Community Service in Packaging Innovation and Digital Marketing of Local Product Kemplang Tunu for Seroja Women’s Group in Ogan Komering Ilir Junaidi, Yulian; Purba, Khairul Fahmi; Tafarini, Meitry Firdha; Sari, Dwi Wulan; Wardani, Azqia; Yuliani, Maulidia Tri
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.922

Abstract

Kemplang tunu merupakan produk lokal khas Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Produk ini banyak diminati oleh konsumen namun sayangnya cakupan pemasarannya masih terbatas secara regional dan kemasan produk yang perlu untuk diperbaiki. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan inovasi pengemasan dan digital marketing untuk meningkatkan penjualan kemplang tunu bagi kelompok usaha perempuan “Seroja”. Kegiatan pendampingan ini melibatkan 28 perempuan di Desa Pedamaran 6 Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Dalam hal aspek produksi, kegiatan pendampingan ini menghasilkan penerapan teknologi pengemasan dengan ziplock untuk meningkatkan masa simpan dan peningkatan kualitas produk. Lebih lanjut, desain kemasan juga membuat produk kemplang tunu memiliki branding baru sebagai produk lokal. Selain itu pelatihan pemanfaatan e-commerce juga dilaksanakan untuk peningkatan aspek pemasaran. Hasil evaluasi dengan uji statistik Wilcoxon menunjukkan bahwa adanya perubahan pengetahuan, keterampilan dan sikap dari peserta kegiatan pendampingan setelah dan sebelum terlaksananya kegiatan pendampingan inovasi kemasan dan digital marketing. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan untuk memajukan ekonomi lokal pedesaan serta adanya pern pemerintah daerah untuk memajukan usaha kemplamg sebagai peningkatan ekonomi daerah.
Pemberdayaan Ekonomi Petani Singkong Desa Tanjung Seteko melalui Diversifikasi Produk Keripik Singkong Amelia, Rosa; Sari, Reta Pajar; Ramandani, Intan; Putri, Indah Aulia; Pradita, Lora Malika; Nabila, Vina; Rahman, Muhammad Lutfhi Abdul; Lantax, Gintan Rembige; Adriani, Dessy; Purbiyanti, Erni; Putri, Nurilla Elysa; Huanza, M. Huanza; Yuliani, Maulidia Tri
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): December
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v6i3.6603

Abstract

The village of Tanjung Seteko, situated in Ogan Ilir District, has significant potential for cassava production; however, farmers in the village face challenges, including low selling prices. This is due to their continued dependence on middlemen and a lack of product processing. The goal of this empowerment program is to increase farmers' incomes by diversifying products through the processing of cassava into chips, which have better selling prices and wider market access. This program was implemented with the active participation of farmers and housewives, using the Participatory Action Research (PAR) method. The results of this activity show a change in the participants' perspective, from previously only selling raw Cassava, which has low economic value to individuals, can be leveraged to provide higher profits and open up opportunities for sustainable home businesses.
Kontribusi Curahan Tenaga Kerja Perempuan Terhadap Pendapatan Rumah Tangga di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI Yuliani, Maulidia Tri; Purba, Khairul Fahmi; Tafarini, Meitry Firdha; Wardani, Azqia; Junaidi, Yulian; Huanza, M.; Lestari, Etika Fuji
Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Management Agribisnis (Jimanggis)
Publisher : Magister Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jimanggis.v6i2.337

Abstract

Perempuan memiliki peran yang tidak kalah pentingnya dibandingkan pria dalam rumah tangga. Kontribusi tenaga dan penghasilan perempuan sering kali tidak dipertimbangkan sehingga nilainya dalam mendukung pendapatan rumah tangga kurang diapresiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kontribusi curahan tenaga kerja perempuan terhadap pendapatan rumah tangga di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara sensus yaitu melakukan wawancara pada semua anggota perempuan yang tergabung dalam unit usaha pembuat kemplang dan pengrajin purun. Total responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah 48 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan total rata-rata curahan waktu kerja prempuan untuk unit usaha pengrajin purun sebesar 2,6 jam perhari dan selama 1 minggu rata-rata bekerja selama 4,7 hari kerja dan unit usaha pembuat kemplang curahan waktu kerja lebih lama yaitu sebesar 4,6 jam per hari dan 5,8 hari kerja dalam 1 minggu. Kontribusi yang diberikan masih tergolong kecil karena dibawah 50% dari total pendapatan rumah tangga yaitu dari usaha pengrajin purun hanya sebesar 33,33% dan usaha pembuat kemplang memberikan kontribusi sebesar 40,71%. Temuan ini mengisyaratkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membantu pendapatan dan menopang ekonomi rumah tangga. Perlunya pemberdayaan perempuan untuk memposisikan peran perempuan pedesaan dalam kontribusi ekonomi rumahh tangga.