Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF DIRECTED LEARNING TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SEKOLAH DASAR Anjun; Khoimatun; Tobroni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.31871

Abstract

This research is entitled The Influence of the Self Directed Learning Model on Activities and Learning Outcomes in Class IV Elementary School Science. This research was motivated by the low level of student activity and learning outcomes. This research aims to determine the effect of the self-directed learning model on science learning activities and outcomes in grade IV elementary school. This research is a type of quasi-experimental research. The research design used was a pretest-posttest only control group design, with the research sample consisting of two classes, namely class IVA as an experimental class with a total of 38 students and class IVB as a control class with a total of 34 students. This research uses questionnaire and test data collection, all of this data is to determine the effectiveness of the influence of the self-directed learning model. Based on the data analyzed, it shows that for learning activities using the independent sample t test the results obtained a sig value (2-tailed) 0.030<0.05 which shows that there is a difference in the results of the questionnaire in the experimental class and the control class, while the learning results obtained the results sig (2-tailed) 0.013<0.05 which shows that there is a difference in the learning outcomes of experimental class students with the control class, and to increase learning outcomes using the n-gain test which shows that the average score of the experimental class pretest 74.02 posttest 80.13 and n-gain value 0.83 with high criteria while the average value of the pretest control class was 75.11 posttest 76.44 and n-gain value 0.65 with medium criteria. This shows that the self-directed learning model can improve student learning outcomes.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN OUTDOOR LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BEREKSPLORASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SD Surtinih, Surtinih; Khoimatun; Rasilah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4345

Abstract

Keprihatinan penulis terhadap rendahnya kemampuan bereksplorasi serta hasil belajar siswa kelas III UPTD SDN 3 Kapringan dalam mata pelajaran pengelompokan hewan serta keterbatasan Guru dalam merancang model pembelajaran yang efektif untuk dapat meningkatkan kemampuan bereksplorasi siswa dan hasil belajar dalam mata pelajaran IPA dengan materi pengelompokan hewan melatarbelakangi dilakukanya penelitian ini, salah satu upaya yang dapat di lakukan yaitu dengan penerapkan model pembelajaran Outdoor Learning dalam pembelajaran pengelompokan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menerapkan model pembelajaran Outdoor Learning pada siswa kelas III UPTD SDN 3 Kapringan, 2) mengetahui peningkatan kemampuan bereksplorasi siswa dengan menerapkan model pembelajaran Outdoor Learning pada siswa kelas III UPTD SDN 3 Kapringan dan 3) mengetahui peningkatan hasil belajar pada siswa kelas III UPTD SDN 3 Kapringan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindak kelas dengan desain penelitian tindak kelas Arikuntoro (Paizaludin & Ermalinda, 2016) dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan dengan jumblah siswa 31 yang di jadikan sebagai sample penelitian dari jumlah populasi sebanyak 450 siswa. Berdasarkan hasil perhitungan olah data dari siklus I sampai siklus III diperoleh adanya peningkatan di setiap siklusnya yang terbagi menjadi tiga aspek penilaian yaitu penerapan model pembelajaran Outdoor Learning, peningkatan kemampuan bereksplorasi, dan hasil belajar siswa yang akan diuraikan sebagai berikut : Penerapan model pembelajaran Outdor Learning pada siklus I memperoleh jumblah skor sebesar 40 dengan nilai rata-rata 3,0 dan persentase 76,5% yang termasuk kriteria cukup baik. Kemudian pada siklus II di peroleh hasil skor sebesar 42 dengan nilai rata-rata 3,2 dan persentase 81% yang tergolong kriteria baik. Kemudian siklus III diperoleh jumblah nilai sebesar 46 dengan nilai rata-tata sebesar 3,5 dan persentase 88% yang tergolong dalam kriteria sangat baik. Peningkatan kemampuan eksplorasi pada siklus I diperoleh hasil skors sebesar 37 dengan nilai rata-rata 5,7 dan hasil persentase 65,5% yang masuk dalam kriteria cukup baik. Kemudian pada siklus II diperoleh hasil skor sebesar 43 dengan nilai rata-rata 6,1 dan persentase 76,5% yang masuk kriteria baik. Kemudian pada siklus III diperoleh jumblah skor sebesar 49 dengan nilai rata-rata 69 dan hasil persentase 87% yang masuk dalam kriteria sangat baik. Peningkatan hasil belajar memiliki nilai ketuntasan sebesar 80%. Pada siklus I diperoleh persentase ketuntasan sebesar 51,61% kemudian pada siklus II diperoleh hasil persentase sebesar 64,74% dan pada siklus III diperoleh hasil persentase sebesar 90,32% berdasarkan hasil nilai tersebut maka penelitian sudah dapat dihentikan karena sudah mencapai standar ketuntasan klasikal yaitu 80%.