Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

REPRESENTASI KRITIK SOSIAL TERHADAP HILANGNYA IDENTITAS BUDAYA DALAM PERMAINAN TRADISIONAL ANAKANAK MELALUI KARYA SENI INSTALASI Amani, Hasna Nareswari; Rachmawanti, Ranti; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tugas akhir ini berjudul “Representasi Kritik Sosial terhadap Hilangnya IdentitasBudaya dalam Permainan Tradisional Anak-Anak melalui Karya Seni Instalasi.” Karya inidilatarbelakangi oleh kegelisahan terhadap pergeseran budaya bermain anak-anak di era digital, dimana permainan tradisional seperti engklek mulai tergantikan oleh aktivitas digital yang bersifatindividual dan pasif. Akibatnya, nilai-nilai sosial, komunal, dan budaya lokal yang terkandung dalampermainan tersebut turut memudar. Melalui pendekatan kritik sosial, karya ini menyampaikankegelisahan tersebut dengan menyoroti hilangnya identitas budaya akibat perubahan gaya hidupanak-anak yang semakin terpaut pada teknologi. Instalasi ini disusun menggunakan sembilanmonitor komputer 19 inci yang membentuk pola permainan engklek klasik, menampilkan animasistop motion bergaya gambar crayon anak-anak. Setiap layar menyajikan elemen visual yangmerepresentasikan fragmen kenangan bermain—seperti lemparan batu, kaki melompat, hinggatawa anak-anak. Layar dimodifikasi dengan penghilangan lapisan polarisasi, sehingga hanya dapatdilihat melalui selembar filter film polarisasi, sebagai metafora bahwa kenangan masa kecil kinitersembunyi di balik gaya hidup modern. Karya ini tidak hanya menyampaikan kritik terhadaplunturnya budaya bermain, tetapi juga menawarkan bentuk adaptasi digital sebagai solusi. Denganmenyatukan unsur tradisional dan teknologi, instalasi ini bertujuan mengajak generasi muda untukkembali mengenal dan menghargai permainan tradisional dalam kemasan yang lebih kontekstualdan relevan. Teknologi dalam karya ini bukan sebagai lawan, melainkan jembatan untukmenghidupkan kembali budaya yang hampir terlupakan.Kata kunci: Teknologi, Kritik Sosial, Permainan Tradisional, Identitas Budaya, Adaptasi Digital,Anak-Anak, Seni Instalasi
KRITIK VISUAL MEROKOK DI RUANG PUBLIK: ANALISIS KARYA INSTALASI FOTOGRAFI “DIALOG DENGAN ASAP” Baehaki, Firman Maulana; Ersyad, Firdaus Azwar; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok di ruang publik merupakan fenomena yang menciptakan risiko kesehatansigniįkan dan ketidaknyamanan sosial, namun kesadaran kritis masyarakat seringkali masihrendah. Penelitian berbasis praktik ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana karya seni instalasifotograį dapat berfungsi sebagai medium kritik visual yang efektif untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif merokok di ruang publik. Menggunakan metode penelitian berbasispraktik (practicebased research), sebuah karya berjudul "dialog dengan asap" diciptakan. Karya ini memadukan fotograį konseptual, desain graįs, dan instalasi dalam wujud prototipe bungkus rokok skala monumental. Analisis karya dilakukan menggunakan pendekatan semiotika visual untuk membongkar lapisan-lapisan makna yang dikonstruksi melalui elemen visualnya. Hasilpenelitian adalah sebuah karya seni yang secara provokatif memvisualisasikan bahaya merokok melalui penggunaan simbol-simbol kuat seperti skala monumental, warna merah dominan, dan kolase foto dokumenter. Karya ini berhasil menjadi sebuah intervensi visual yang kuat dan menunjukkan potensi seni sebagai alat komunikasi kesehatan publik alternatif. Manfaat dari penelitian ini adalah mendorong reňeksi kritis dan perubahan perilaku yang lebih bertanggung jawab dalam masyarakat terkait isu merokok di ruang publik. Kata kunci: fotograį konseptual, instalasi seni, kesehatan masyarakat, kritik sosial, merokok
VISUALISASI EMOSI PADA ANAK TUNALARAS DALAM SEBUAH KARYA FILM EKSPERIMENTAL YANG BERJUDUL “PALET EMOSI” Handriyandi, Muhammad Adli; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PALET EMOSI adalah Įlm eksperimental yang mengeksplorasi dinamikaemosional anak tunalaras melalui pendekatan visual berbasis warna. Film inimengangkat empat emosi utama marah, bahagia, sedih, dan jijik yangdivisualisasikan melalui warna merah, kuning, biru, dan hijau sebagai representasikondisi baƟn tokohnya. Dengan menghapus dialog dan struktur naraƟfkonvensional, Įlm ini mengandalkan gestur tubuh, ritme visual, dan atmosfer bunyiuntuk menyampaikan perasaan yang kompleks namun seringkali tak terucap olehanak-anak berkebutuhan khusus. Pendekatan sinemaƟk ini bertujuan untukmembuka ruang interpretasi sekaligus empaƟ, serta mengajak penonton untukmemahami bahwa emosi dapat hadir dan dimengerƟ melalui medium non-verbal.Palet Emosi adalah upaya arƟsƟk sekaligus edukaƟf dalam membangunpemahaman lintas empaƟ tentang dunia emosional yang selama ini tersembunyi dibalik perilaku anak tunalaras.Kata Kunci: Įlm eksperimental, psikologi warna, anak tunalaras, visualisasi emosi,komunikasi non-verbal
VISUALISASI INNER CHILD PADA FILM EKSPERIMENTAL INNER LIGHT Azizah, Fathimah Nur; Ersyad, Firdaus Azwar; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film eksperimental Inner Light memiliki konsep Inner Child denganpengungkapan emosi yang mendalam, penyajian visual berupa transisi masa kanak-kanakhingga dewasa. Inner Light memiliki visualisasi aspek rasio 1:1 dengan paduan filter hitamputih untuk menghadirkan suasana nostalgia yang kuat. Penulis ingin mengajak penontonuntuk mengenang momen-momen kecil yang sering kali terlupakan, serta menyadaraibagaimana pentingnya pola asuh orang tua akan berpengaruh pada perkembanganemosional anak. Karakter pada film eksperimental Inner Light terbagi menjadi dua. Yaitu:perempuan dewasa berusia 21 tahun dan seorang anak kecil perempuan berusia 9 tahun.Masing-masing karakter memiliki pengalaman berbeda. Hal ini menunjukkan bagaimanapentingnya masa lalu dalam membentuk identitas dan emosi seseorang. Tujuanpembuatan karya Inner Light adalah penulis ingin memberikan perspektif berbeda terkaitInner Child. Inner Child tidak hanya tentang luka, namun terdapat kebahagiaan kecildidalamnya. Kesadaran terhadap Inner Child merupakan bagian penting dalam prosespenyembuhan diri, hal ini akan membantu seseorang mengatasi trauma masa lalu. InnerLight dapat memberikan wawasan baru tentang dampak pengalaman masa lalu terhadapKesehatan mental dan pengembangan diri.Kata kunci: Inner Child, Film Eksperimental, Emosi, Nostalgia, Pengembangan Diri.
VISUALISASI KRISIS IDENTITAS SEBAGAI DAMPAK EXCESSIVE EXPECTATION DARI KELUARGA DALAM SENI INSTALASI Meilano, Tamba Firman Hendro; Rachmawanti, Ranti; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya seni instalasi “Peti Harapan” merupakan representasi visual dari krisisidentitas yang dialami individu, khususnya remaja, akibat tekanan ekspektasiberlebihan dari keluarga. Melalui pendekatan interaktif dan imersif, karya inimenggabungkan elemen cahaya, suara, dan proyeksi teks untuk membangun suasanapsikologis yang menggambarkan ketegangan batin serta kebingungan dalampencarian jati diri. Instalasi ini menggunakan media seperti tube light, proyektor,speaker, dan ruang gelap untuk menciptakan pengalaman multisensorik yangmengajak pengunjung merasakan langsung tekanan yang dirasakan oleh individu dibawah harapan keluarga yang tidak realistis. Penelitian ini bertujuan untukmenyuarakan pengalaman krisis identitas, menciptakan kesadaran sosial, sertamembuka ruang refleksi terhadap peran keluarga dalam pembentukan identitas diriseseorang. Melalui eksplorasi artistik ini, diharapkan tercipta pemahaman yang lebihdalam mengenai dampak psikologis dari excessive expectation dan bagaimana senidapat menjadi medium kritis sekaligus terapeutik dalam menyampaikan isu-isupersonal yang seringkali tersembunyi.Kata Kunci: krisis identitas, ekspektasi berlebihan, seni instalasi, cahaya dan suara,tekanan keluarga.
VISUALISASI PERASAAN KEHILANGAN ARAH DALAM KARYA LOSING A FATHER’S GUIDANCE Anggraeni, Rosa; Endriawan, Didit; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya fotografi "Losing a Father's Guidance" ini mengkaji pengalamanmendalam individu yang menghadapi kehilangan sosok ayah, suatu peristiwa yangsignifikan memengaruhi pembentukan identitas dan arah hidup. Penelitian inibertujuan menghadirkan representasi visual tentang bagaimana kehilangan ayahtidak hanya memicu kesedihan, tetapi juga memicu pencarian makna dan identitasbaru, serta membangkitkan empati audiens terhadap dampak psikologis kehilanganini. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana fotografi dapat secaraefektif menggambarkan kompleksitas kehilangan ayah melalui penggunaan arsipvisual, narasi, dan simbolisme kreatif. Metode yang digunakan dalam proyek iniadalah fotografi dokumenter dan konseptual, memanfaatkan elemen visual sepertipencahayaan, komposisi, dan simbolisme. Proses berkarya meliputi pengarsipankenangan masa kecil dalam nuansa sepia, dokumentasi tempat-tempat bermaknayang menampilkan kesunyian dan kehampaan, serta rekreasi perasaan kehilangan distudio dengan teknik double exposure dan efek shutter speed lambat untukmenggambarkan disorientasi dan transformasi emosional.Kata kunci: Losing A Father Guidance, Fotografi, Identitas, Kenangan, Arsip Visual.
VISUALISASI PUPPET MASTER DENGAN MEDIUM FILM EKSPERIMENTAL Nurseha, Muhamad Rizki; Ersyad, Firdaus Azwar; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puppet Master adalah sebuah film eksperimental yang merepresentasikankondisi manusia dalam kendali kekuatan tak terlihat melalui pendekatan visualsimbolik. Film ini menggambarkan seorang individu yang menjalani hidup dalambayang-bayang manipulasi, digambarkan melalui metafora boneka tali yangdikendalikan oleh entitas tak kasat mata. Inspirasi utama berasal dari pengalamanpribadi orang terdekat penulis yang mengalami kontrol sosial dalam relasi tidaksetara. Melalui teknik sinematografi non-linear, manipulasi suara, warna, danpencahayaan yang ekstrim, film ini berupaya mengganggu persepsi konvensionalpenonton dan membangun suasana surealis. Unsur seperti kostum, tata rias, sertaelemen visual seperti cermin dan glitch ditata sedemikian rupa untuk memperkuatnarasi tentang kehilangan identitas dan krisis eksistensial. Film ini bukan hanyabentuk eksperimen media, melainkan juga ajakan untuk menyadari bagaimanakontrol sosial dapat membentuk perilaku dan cara pandang individu. Pendekatan inidiharapkan membuka ruang reflektif tentang realitas yang sering kali tidak kitasadari telah dikendalikan oleh kekuatan luar.Kata kunci: film eksperimental, Pengalaman Pribadi, boneka tali, visual simbolik,identitas