Claim Missing Document
Check
Articles

Perkembangan Fisiognomi dan Fenologi Spesies Tumbuhan Langka pada Fase Penyemaian sampai Tahapan Bibit Siap Tanam di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Unda Anyar Provinsi Bali Kadek Suyobi .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14384

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui fisiognomi dan fenologi spesies tumbuhan langka dari fase penyemaian sampai tahapan bibit siap tanam dan (2) cara pembibitan untuk menumbuhkan tumbuhan langka. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah spesies tumbuhan langka yang di kawasan hutan Penglipuran dan spesies tumbuhan langka di Balai Pengelolaan Derah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Unda Anyar Provinsi Bali. Sampel penelitian ini adalah 2 spesies profagul tumbuhan langka di kawasan Penglipuran dan 3 spesies profagul tumbuhan langka di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Unda Anyar Provinsi Bali. Pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Fisiognomi spesies tumbuhan memiliki keragaman bentuk yang khas bagi setiap spesies tumbuhan, tinggi tumbuhan dan diameter batang yang paling cepat tinggi dan lebar batang yang paling besar yaitu cempaka dan tinggi tumbuhan yang lambat tumbuh dan diameter batang yang kecil yaitu kayu putih. Jumlah daun yang paling banyak kayu putih. Fenologi pada tumbuhan majegau dan kayu putih memerlukan waktu lama untuk tumbuh yaitu 21 hari lama waktu perkecambahan biji dan 30 hari lama waktu tumbuhnya daun pertama. Faktor klimatik dan edafik berpengaruh terhadap fisiognomi dan fenologi suatu spesies. (2) Cara pembibitan untuk menumbuhkan tumbuhan langka, di bedengan menggunakan media pasir sedangkan di polybag tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 6:1. Penyiraman mahoni tidak terlalu basah karena biji mahoni berbentuk pipih dengan ujung agak tebal dan pengambilan bibit di bedengan dengan cara memasukkan tangan ke dalam lubang akar kemudian secara perlahan bibit diangkat agar akar tidak putus karena biji dari mahoni lunak menyatu dengan akar, sedangkan untuk tumbuhan cempaka, majegau, tabebuya dan kayu putih dicabut secara hati-hati. Kata Kunci : Fisiognomi, Fenologi, Tumbuhan Langka, Penyemaian, Cara Pembibitan The purposes of this research were: (1) to know the physiognomy and phenology of rare plant species from the seeding phase until the seedling stage is ready to plant and (2) the nursery way to grow rare plants. The population in this study is a rare plant species in the area of Penglipuran forest and endangered plant species at center of management of river areas of rivers and forests unda anyar province bali. The samples of this research were 2 specieses of rare plant propagul in Penglipuran area and 3 specieses of rare plant profagul at center of management of river areas of rivers and forests unda anyar province bali. Data collection by observation method, interview and literature review. The results of the research shows that: (1) Physiognomy of plant species has a distinct variety of shapes that are unique to each plant species, plant height and diameter of the fastest stem high and the width of the stem is the largest cempaka while the slow growing plant and the small diameter of the stems eucalyptus. The highest number of leaves is eucalyptus. The Phenology of majegau and eucalpyptus plants takes a long time to grow, 21 days of seed germination time and 30 days of leaf growing time. Climatic and edaphic factors effect the physiognomy and phenology of a species. (2) Breeding method to grow rare plants, in bed using sand medium while in polybag soil and manure with ratio 6: 1. In cempaka plants and majegau seeds soaked before sowing. Mahogany watering is not too wet because the mahogany seed is flat with a slightly thick tip and seedling in the bed by putting the hand into the root hole then slowly removed to the root of the roots do not break because the seeds of soft mahogany blend with the roots, while for cempaka plants, majegau, tabebuya and eucalyptus are carefully removed.keyword : Physiognomy, Phenology, Rare Plant, Seeding, How to Breeding
Distribusi dan Diversitas Spesies Tumbuhan Simbol Tubuh (Tri Angga) Masyarakat Bali Aga Pada Tri Mandala di Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng Ni Kadek Mira Sapitri .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14401

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Spesies tumbuhan simbol tubuh (Tri Angga) apa sajakah yang ada di ruang Tri Mandala pada masyarakat Bali Aga di Desa Tigawasa (2) indeks keanekaragaman spesies tumbuhan simbol tubuh (Tri Angga) yang ada di ruang Tri Mandala pada masyarakat Bali Aga di Desa Tigawasa (3) pola distribusi spesies tumbuhan simbol tubuh (Tri Angga) yang ada di ruang Tri Mandala pada masyarakat Bali Aga di Desa Tigawasa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh tumbuhan simbol tubuh yang terdapat di Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah parameter ekosistem dan parameter sosiosistem. Paramater ekosistem ini yang meliputi makhluk hidup dalam ekosistem yaitu khususnya tumbuhan simbol tubuh. Parameter Sosiosistem yang meliputi budaya Bali Aga Desa Tigawasa dalam pelestarian tumbuhan simbol tubuh. Culture dalam penelitian ini meliputi parameter; (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation dan (5) relational orientation. Teknik pengambilan sampel dilakukan metode kuadrat dengan sistematik sampling sedangkan culture dilakukan dengan pemberian kuesioner dan wawancara. Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Spesies tumbuhan simbol tubuh yang ditemukan pada Tri Mandala Desa Tigawasa yang meliputi Uttama Mandala yaitu 4 spesies (8,89%); pada Madya Mandala yaitu 17 spesies (37,78%); pada Nista Mandala yaitu 5 spesies (11,11%). Tumbuhan simbol tubuh yang terdapat di Desa Tigawasa yaitu 18 spesies (40%), (2) indeks keanekaragaman spesies tumbuhan simbol tubuh di Desa Tigawasa yaitu mencapai 0,886 sedangkan kemelimpahannya 0,114 sehingga dapat dikategorikan kedalam keanekaragaman tinggi, (3) Pola distribusi spesies tumbuhan simbol tubuh dari 18 spesies yang ditemukan untuk pola distribusi tipe teratur yaitu sebanyak 7 spesies (38,39%), tipe acak yaitu 2 spesies (11,11%), tipe mengelompok yaitu 9 spesies (50%). Kata Kunci : Tumbuhan Simbol Tubuh (Tri Angga), Tri Mandala, Desa Tigawasa, Bali Aga. The purpose of this research is to know (1) Species of body symbols (Tri Angga) what are in Tri Mandala room at Bali Aga community in Tigawasa Village (2) index of plant species diversity of body symbol (Tri Angga) Mandala in Bali Aga community in Tigawasa village (3) distribution pattern of plant species of body symbol (Tri Angga) in Tri Mandala room on Bali Aga community in Tigawasa Village. The type of research conducted is explorative research. The population in this research is all the whole plant body symbols that exist in Tigawasa Village, Banjar District, Buleleng Regency. Parameters measured in this study are ecosystem parameters and sociosystem parameters. These ecosystem parameters include living creatures in ecosystems, especially the symbols of the body. This Sosiosistem parameter which encompasses the culture of Bali Aga Tigawasa Village in preserving the body symbol of body. Culture in this study includes parameters Culture dalam penelitian ini meliputi parameter; (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation dan (5) relational orientation. The sampling technique was conducted by quadratic method with systematic sampling while culture was done by giving questionnaire and interview. Data were analyzed in ecological and descriptive statistics. The results showed (1) Species of plant body symbols found in Tri Mandala Tigawasa Village which includes Uttama Mandala which is 4 species (8,89%); in Madya Mandala is 17 species (37,78%); on Nista Mandala which is 5 species (11,11%). With such a symbol of body plants in the village of Tigawasa is 18 species (40%), 2) the index of plant species diversity in Tigawasa village is 0.886 whereas the abundance is 0.114 so it can be categorized into high diversity, (3) Distribution pattern of plant species of body symbol of 18 species found for regular type distribution pattern that is 7 species (38,39%), random type 2 species (11,11%), clustered type is 9 species (50%).keyword : Symbol Body Plants (Tri Angga), Tri Mandala, Tigawasa Village, Bali Aga.
Analisis Diversitas Spesies Tumbuhan Simbol Tubuh (Tri Angga) Masyarakat Bali Majapahit pada Tri Mandala di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng Ni Wayan Ning Sujati .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14548

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) spesies tumbuhan simbol tubuh yang ada di ruang Tri Mandala (2) indeks keanekaragaman spesies tumbuhan simbol tubuh yang ada di ruang Tri Mandala (3) pola distribusi spesies tumbuhan simbol tubuh yang ada di ruang Tri Mandala pada masyarakat. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh spesies tumbuhan simbol tubuh yang ada di seluruh area Desa Lokapaksa. Parameter yang diukur pada aspek abiotic yaitu tekstur tanah, pH tanah, bahan organik tanah, kelengasan tanah, suhu, kelembaban, intensitas cahaya sedangkan komponen biotic meliputi dan ruang terbuka hijau. Culture dalam penelitian ini meliputi parameter; (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation dan (5) relational orientation. Teknik pengambilan sampel dilakukan metode kuadrat dan sistematik sampling. Ukuran dan jumlah kuadrat disesuaikan dengan luas area pada ruang Tri Mandala sedangkan culture dilakukan dengan pemberian kuesioner dan wawancara. Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Spesies tumbuhan simbol tubuh yang ditemukan pada Tri Mandala adalah 16 (35,5%) spesies tumbuhan dari total keseluruhan tumbuhan yaitu 65 spesies. Spesies tumbuhan simbol tubuh di Uttama Mandala sebanyak 15 spesies tumbuhan, Madya Mandala sebanyak 51 spesies tumbuhan, dan di Nista Mandala terdapat 12 spesies tumbuhan, (2) Seluruh spesies tumbuhan simbol tubuh di desa termasuk kategori indeks keanekaragaman yang tinggi, (3) Pola distribusi dari ke-16 spesies tumbuhan simbol tubuh memiliki tipe pola distribusi mengelompok, acak, dan teratur.Kata Kunci : Tumbuhan Simbol Tubuh, Bali Majapahit, Tri Mandala, Desa Lokapaksa The purpose of this research is to know (1) plant species of body symbol in Tri Mandala room (2) index of plant species diversity of body symbol in Tri Mandala space (3) distribution pattern of plant species of body symbol in Tri Mandala room at community. The type of research conducted is explorative research. The population in this study is all species of plant symbols of the body that exist throughout the Village Lokapaksa. Parameters measured in the abiotic aspects of soil texture, soil pH, soil organic matter, soil moisture, temperature, humidity, light intensity while biotic components include and green open space. Culture in this study includes parameters; (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation and (5) relational orientation. The sampling technique is done by quadratic and systematic sampling method. The size and quantity of squares are adjusted to the area of Tri Mandala space while culture is done by giving questionnaires and interviews. Data were analyzed in ecological and descriptive statistics. The results showed (1) Plant species of body symbols found in Tri Mandala were 16 (35.5%) plant species of the total plant total of 65 species. Species of plant body symbol in Uttama Mandala as many as 15 species of plants, Madya Mandala as many as 51 species of plants, and in Nista Mandala there are 12 species of plants, (2) All species of plant body symbols in the village including high diversity index categories, (3) of the 16 species of plant body symbols have the type of distribution patterns are clumped, random, and regular.keyword : Symbol Body Plant, Bali Majapahit, Tri Mandala, Lokapaksa Village
KARAKTERISTIK DAN KEANEKARAGAMAN SPESIES TUMBUHAN IN-SITU PADA LAHAN KERING DI DUSUN MUNTI GUNUNG, DESA TIANYAR BARAT, KECAMATAN KUBU, KABUPATEN KARANGASEM ILA ATTHYKHUL ISLAM .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) komposisi spesies tumbuhan pada lahan kering di Dusun Munti Gunung; (2) karakteristik spesies tumbuhan in-situ yang menyusun lahan kering di Dusun Munti Gunung; dan (3) indeks keanekaragaman spesies tumbuhan pada lahan kering di Dusun Munti Gunung. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan di kawasan Dusun Munti Gunung. Sampel dalam penelitian ini adalah tumbuhan yang tercoveroleh kuadrat pada masing-masing stasiun penelitian. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode kuadrat, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) komposisi spesies tumbuhan di kawasan Dusun Munti Gunung terdiri atas 44 spesies tumbuhan dari yang tersebar di tiga zona, yaitu: 27 spesies tumbuhan yang ada pada Zona I (62-79 mdpl), 23 spesies tumbuhan yang ada pada Zona II (144-193 mdpl), dan 28 spesies tumbuhan yang ada pada Zona III (259-599mdpl); (2) dari 44 spesies yang ditemukan di Dusun Munti Gunung, terdapat 14 spesies tumbuhan in-situ yang terdiri dari 12 famili yang ditemukan pada seluruh zona di Kawasan Dusun Munti Gunung. Spesies yang menjadi karakteristik pada keseluruhan zona adalah spesies Anacardium occidentale (38.42%), Borassus flabellifer (29.86%), Azadirachta indica (18.71%), Tectona grandis (17.86%), dan Leucaena leucocephala(17.12%). Kelima jenis tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan yang menjadi karakteristik dari tumbuhan lahan kering. Dari kelima spesies tumbuhan tersebut, dua diantaranya merupakan spesies in-situ, spesies tersebut diantaranya Borassus flabellifer dan Azadirachta indica. Sedangkan tiga spesies lainnya yakni Anacardium occidentale, Tectona grandis, dan Leucaena leucocephala adalah spesies ex-situ; dan (3) nilai rata-rata indeks keanekaragaman spesies pada penelitian yang dilakukan di kawasan Dusun Munti Gunung secara keseluruhan sebesar 2.17 dengan kategori sedang. Kata Kunci : Kata-kata kunci: karakteristik spesies, keanekaragaman spesies, lahan kering, tumbuhan in-situ This research purposes were to know: (1) composition of plant species on arid land in Dusun Munti Gunung; (2) characteristic of plant species in-situ that compose arid land in Munti Gunung Hamlet; and (3) diversity index of plant specieses on arid land in Dusun Munti Gunung. This type of research was explorative. The population in this research was all of the tree specieses in Dusun Munti Gunung area. The samples in this research were plants covered by squares at each station. The method was used in data collection is quadratic method, interview, and literature study. The results of the research shows that: (1) the composition of tree species in Munti Gunung Hamlet consisted of 44 tree specieses from three zones, that is: 27 species of tree in Zone I (62-79 mdpl), 23 specieses of tree present in Zone II (144-193 mdpl), and 28 specieses of tree present in Zone III (259-599 mdpl). (2) from 44 specieses found in Dusun Munti Gunung, there are 14 specieses of in-situ plant consisting of 12 families found in all zones in Munti Gunung Hamlet area. The species characteristic of the entire zone areAnacardium occidentale species (38.42%), Borassus flabellifer (29.86%), Azadirachta indica (18.71%), Tectona grandis (17.86%), and Leucaena leucocephala (17.12%). Those five types of tree, there are plants that are characteristic of arid land. Among the five species of the plant, two of them are in-situ species, including Borassus flabellifer and Azadirachta indica. The other three species, Anacardium occidentale, Tectona grandis, and Leucaena leucocephala are ex-situ specieses; and (3) the average value of index diversity of species generally is 2.17 that is categorized as medium.keyword : Keywords: species characteristic, species diversity, arid land, plant species in-situ
DISTRIBUSI DAN DIVERSITAS SPESIES TUMBUHAN SIMBUL TUBUH (TRI ANGGA) MASYARAKAT BALI AGA PADA TRI MANDALA, DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN, KABUPATEN KARANGASEM, BALI Gede Rendra Widyotama .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14850

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui : (1) Spesies tumbuhan simbul tubuh (2) Distribusi spesies tumbuhan simbul tubuh (3) Diversitas tumbuhan simbul tubuh di Tri Mandala Desa Tenganan Pegringsingan, serta (4) Sosiosistem tumbuhan simbul tubuh oleh masyarakat Bali Aga Tenganan Pegringsingan. Jenis dan rancangan penelitian ini eksploratif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Banjar Tengah dan Banjar Kauh Desa Tenganan Pegringsingan, Sampel dalam penelitian ini meliputi parameter ekosistem dan parameter sosiosistem, sampel pada parameter ekosistem yaitu tumbuhan simbul tubuh yang terdapat pada 33 kuadrat dengan ukuran kuadrat 10x10 m2, dan parameter sosiosistemnya yaitu 15 orang dari tiga komponen masyarakat meliputi tokoh masyarakat 5 orang, tokoh agama 5 orang, dan masyarakat umum 5 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Data pola distribusi dianalisis menggunakan analisis Poison, Indeks keanekaragaman menggunakan analisis indeks keanekaragaman Simpson. Hasil penelitian ini adalah: (1) Desa Tenganan Pegringsingan memiliki 14 spesies tumbuhan simbul tubuh (2) Distribusi tumbuhan simbul tubuh pada pola distribusi ditemukan 1 spesies yaitu Beringin (Ficus Benjamina) memiliki pola distribusi teratur, sedangkan 13 spesies tumbuhan simbul tubuh lainnya memiliki pola distribusi mengelompok, serta persebaran spesies tumbuhan simbul tubuh sebanyak 3 spesies memiliki persebaran sedang, dan 11 spesies lainnya memiliki persebaran sempit (3) Keanekaragaman tumbuhan simbul tubuh menunjukkan keanekaragaman yang tinggi, dan Densitas tumbuhan secara keseluruhan termasuk kedalam kategori rendah (4) Masyarakat Bali Aga Tenganan Pegringsingan tidak mengetahui, dan tidak menggunakan tumbuhan simbul tubuh, tidak mengenal konsep Tri Angga, mereka juga tidak melakukan ngaben melainkan mendem, kendati demikian mereka mengetahui, melaksanakan dengan baik Tri Mandala dibuktikan dengan pola rumah mereka yang sesuai dengan Tri Mandala dan menggunakan jalan utama yang linear membagi desa sebagai hulu (utama mandala), pola ini berbeda dengan konsep Tri Mandala pada Bali Majapahit yang menggunakan kaja arah gunung sebagai hulu, dan kelod atau arah laut sebagai hilir.Kata Kunci : Bali Aga, Densitas, Edafik, Indeks Keanekaragaman, Klimatik, Komposisi, Persebaran Spesies, Pola Distribusi, Tri Mandala. The aim of this research were to determine: (1) Species plants of body symbols (2) Distributions plants of body symbols (3) Diversity plants of body symbols in Tri Mandala Tenganan Pegringsingan Village, and (4) Sosiosistem of plants of body symbols by Balinese Aga Tenganan Pegringsingan. The type of this research is descriptive explorative research. The research location is done in Tengah hamlet and Kauh hamlet in Tenganan Pegringsingan Village. The sample in this study includes ecosystem parameters and sociosystem parameters, samples on ecosystem parameters ie plants of body symbols contained in 33 squares with 10x10 m2 squares size, and sociosystem parameter of 15 people from three components of society include community leaders 5 people, religious leaders 5 people, and the general public 5 people. Sampling technique using stratified random sampling. Data distribution patterns were analyzed using Poison analysis, Diversity Index using Simpson diversity index analysis. The results of this study were: (1) There are 14 species plants of body symbols (24.66 % of body symbols of the entire plant community) (2) Distribution of plants includes distribution patterns found in 1 species, namely Beringin (Ficus benjamina) has a regular distribution pattern, while 13 species of other body symbols have a clustered distribution pattern, as well as the spread of plant species of body symbols as many as 3 species have medium distribution ie Coconut (Cocos nucifera L.), Teleng (Clitoria ternatea) and Eggplant (Solanum melongena), while the other 11 species have a narrow distribution (3) The diversity index of all plant and plants of body symbols shows a high diversity, while Plant density as a whole belongs to the low category (4) The Balinese Age Tenganan Pegringsingan people do not know, and do not use plants of body symbols, do not recognize the concept of Tri Angga, they also do not do ngaben or cremation but mendem, even though they know, properly implement Tri Mandala evidenced by the pattern of their house in accordance with Tri Mandala which uses the main road that linearly divides the village as the main headwaters of the mandala, slightly different from the Tri Mandala concept which uses the mountain direction as upstream.keyword : Bali Age, Climatic, Composition, Density, Distribution Pattern Diversity Index, Edaphic, Species Distribution, Tri Mandala.
DISTRIBUSI DAN DIVERSITAS SPESIES TUMBUHAN SIMBOL TUBUH (TRI ANGGA) MASYARAKAT BALI MAJAPAHIT PADA TRI MANDALA, DESA BUDAKELING, KABUPATEN KARANGASEM, BALI Ni Luh Putu Wirayanti .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) komposisi spesies tumbuhan Simbol tubuh di Desa Budakeling (2) densitas dan indeks keanekaragaman spesies tumbuhan Simbol tubuh di Desa Budakeling (3) distribusi dan pola distribusi spesies tumbuhan Simbol tubuh di Desa Budakeling (4) pengetahuan, sikap, dan implementasi masyarakat di Desa Budakeling mengenai Tri Mandala dan Tumbuhan Simbol Tubuh. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh spesies tumbuhan yang terdapat di Desa Budakeling. Sampel dalam penelitian ini adalah tumbuhan simbol tubuh yang terdapat di 33 kuadrat penelitian. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah parameter ekosistem dan parameter sosiosistem. Paramater ekosistem yaitu tumbuhan simbol tubuh. Parameter Sosiosistem meliputi adat dan budaya Bali Majapahit di Desa Budakeling dalam pelestarian tumbuhan simbol tubuh. Culture dalam penelitian ini meliputi parameter (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation dan (5) relational orientation. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling sedangkan culture dilakukan dengan pemberian kuesioner dan wawancara. Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Komposisi Spesies Tumbuhan Simbol Tubuh di Desa Budakeling sebanyak 18 familia yang terdiri dari 22 spesies dengan jumlah individu sebanyak 178 individu (20,94%), (2) Densitas Tumbuhan pada Tri Mandala di Desa Budakeling adalah 1,1628% yang termasuk ke dalam kategori rendah, sedangkan Indeks keanekaragaman spesies tumbuhan simbol tubuh pada Tri Mandala di Desa Budakeling yaitu 0,996412 dengan makna indeks keanekaragaman tinggi, (3) Pola distribusi spesies tumbuhan simbol tubuh di Desa Budakeling yaitu terdapat 1 spesies (4,5%) dengan pola distribusi teratur, 2 spesies (9,0%) dengan pola distribusi acak, dan 19 spesies (86,3%) dengan pola distribusi mengelompok, sedangkan kategori persebaran spesies tumbuhan simbol tubuh yaitu 1 spesies (4,5%) dengan kategori luas, 5 spesies (22,7%) dengan kategori sedang, dan 16 spesies (72,7%) dengan kategori sempit (4) Masyarakat di Desa Budakeling telah memiliki pengetahuan, sikap, dan implementasi mengenai Tri Mandala dan tumbuhan simbol tubuh.Kata Kunci : Tumbuhan Simbol Tubuh, Bali Majapahit, Desa Budakeling, Tri Mandala The aims of this study were to know: (1) composition of body symbol plant species in Budakeling village (2) density and index diversity of body symbol plant species in Budakeling village (3) distribution and distribution pattern of body symbol plant species in Budakeling village (4) knowledge, attitude, and implementation of community in Budakeling village, Tri Mandala, and body symbol plant. The type of this study was descriptive explorative research. The population in this study were all plant species in Budakeling village, Karangasem regency. The samples in this study were body symbols plants which contained in 33 research squares. Parameters that measured in this study were ecosystem parameter and socio-system parameter. Ecosystem parameter included body symbol plant. Socio-system parameter included the custom and culture of Bali Majapahit in Budakeling village in preserving body symbol plant. Culture in this study included the parameters (1) human nature orientation, (2) man nature orientation, (3) time orientation, (4) activity orientation, and, (5) relational orientation. The sampling technique was using stratified random sampling while culture was done by giving questionnaire and doingf interview. The data was analyzed with ecological and descriptive statistics. The results of this study indicated (1) The composition of body symbol plant species in Budakeling village was 18 families from 22 species with the amount of 178 individual (20,94%), (2) Plant density at Tri Mandala in Budakeling village was 1,1628% which belonging to low category, while diversity index of body symbol plant on Tri Mandala in Budakeling village was 0,9964 with high diversity index meaning, (3) Distribution pattern of body symbol plant in Budakeling village was 1 species (4,5%) with a regular distribution pattern, 2 species (9,0%) with a random distribution pattern, and 19 species (86,3%) with a clustered distribution pattern, whereas the distribution category of body symbol plant was 1 species (4,5%) with large category, 5 species (22,7%) with medium category, and 16 species (72,7%) with narrow category (4) Community in Budakeling village had knowledge, attitude, and implementation about Tri Mandala and body symbol plant.keyword : Body Symbol Plant, Bali Majapahit, Budakeling Village, Tri Mandala
ANALISIS SPESIES TUMBUHAN LANGKA DAN KEBERMANFAATANNYA DI HUTAN PUAKAN DALAM RANGKA PENGEMBANGAN DAERAH TUJUAN WISATA DI DUSUN PUAKAN, DESA TARO I Gede Budiasa .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14859

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) jumlah spesies tumbuhan langka, (2) apakah yang termasuk tumbuhan langka, (3) bagaimana sebaran titik koordinat tumbuhan langka, dan (4) manfaat tumbuhan langka bagi masyarakat setempat yang ada di Dusun Puakan, Desa Taro. Jenis penelitian ini termasuk ke dalam penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan langka yang tercover dalam kuadrat, yang ada di seluruh area Hutan Puakan dan populasi sosiosistem yaitu masyarakat Dusun Puakan, Desa Taro. Sementara sampel dalam penelitian ini adalah vegetasi spesies tumbuhan yang tercover oleh kuadrat dengan ukuran 10 x 10 meter sebanyak 45 kuadrat dan sampel sosiosistem sebanyak 15 orang yang terdiri atas Pengayah Banjar dan Prajuru sejumlah 5 orang, Kepala Desa dan Staf sejumlah 3 orang, tokoh Masyarakat sejumlah 2 orang, dan Masyarakat Umum sejumlah 5 orang. Data yang telah terkumpul lebih lanjut dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan (1) secara keseluruhan ditemukan 24 spesies dari 12 familia sebaran tumbuhan langka dengan jumlah 112 individu yang ditemukan di wilayah Hutan Puakan, (2) tumbuhan langka yang ada di Hutan Puakan ini memiliki sebaran yang mengelompok dan acak, (3) sebaran titik kordinat tumbuhan langka terdapat 24 spesies tumbuhan langka dan 112 titik koordinat tumbuhan langka di 45 kuadrat di Hutan Puakan, (4) manfaat tumbuhan yang digunakan adalah sebagai papan 75%, rumah tangga 58%, obat 33,33%, upacara agama 29,16%, pangan 20,83%, dan sandang 4,16%. sedangkan bagian tumbuhan yang digunakan adalah batang 95,83%, daun 29,16%, buah 20,83%, bunga 12,5%, dan akarKata Kunci : Daerah Tujuan Wisata, Hutan Puakan, Sosiositem, Tumbuhan Langka The purpose of this research is to know (1) the number of rare plant species, (2) what are rare plants, (3) how the distribution of rare plant coordinate points, and (4) rare plant benefits for local people in Puakan Village, Taro Village. This research included in exploratory research. The population in this study were all rare plant species covered in quadrats, which existed throughout the Puakan Forest area and the sociosystem population of the Puakan Village, Taro Village. While the sample in this study is vegetation of plant species that covered by the square with the size of 10 x 10 meters as many as 45 squares and sociosystem samples as many as 15 people consisting of Pengayah Banjar and 5 Prajuru, 3 people consisting of community leader and staff, 2 public figures and the 5 public society. The data that has been collected were analyzed by descriptive analysis. The results of this study shows (1) overall found 24 species from 12 families of rare plant and 112 individuals found in the Puakan Forest area, (2) distribution of rare plants in Puakan Forest were clustered and random distribution, (3) distribution of rare plant point coordinates were found 24 species of rare plants and 112 rare plant point coordinates in 45 squares in Puakan forest (4) the benefits of plants that used for building as many as 75%, 58% for household, 33.33% for medicine, 29,16% for religious ceremony , 20,83 % for food, and for clothing 4.16%. While the parts of plants that used are stem 95.83%, leaves 29.16%, fruit 20.83%, flower 12.5%, and roots 0%keyword : Puakan Forest, Rare Plants, Sociosystem, Tourist Destination
ANALISIS KEANEKARAGAMAN SPESIES DAN UPAYA PELESTARIAN VEGETASI HUTAN PUAKAN, DI DUSUN PUAKAN, DESA TARO, TEGALALANG GIANYAR I NYOMAN SRI YUDIANA .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14860

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi spesies, keanekaragaman spesies, dan upaya pelestarian pada kawasan vegetasi Hutan Puakan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini terdiri dari populasi ekosistem meliputi vegetasi, faktor edafik dan klimatik serta populasi sosiosistem yaitu masyarakat Dusun Puakan, Desa Taro dan sampel terdiri dari spesies tumbuhan dan aparat desa sebanyak 15 orang. Pengambilan data komposisi spesies, keanekaragaman spesies dan titik sebaran spesies menggunakan metode kuadrat dan pengambilan data upaya pelestarian dengan metode wawancara. Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi spesies yang menyusun lokasi penelitian terdiri atas 146 individu, indeks keanekaragaman spesies tertinggi dimiliki oleh Ficus altissima. sebesar 0,27, upaya pelestarian meliputi melakukan reboisasi, menerapkan sistem tebang pilih, menerapkan sistem tebang-tanam, melakukan penebangan secara konservatif, memberikan sangsi bagi penebang yang melakukan penebangan sembarangan, tidak membuang sampah sembarangan di hutan, melindungi dan menjaga habitat yang ada di hutan. tidak mencoret-coret pohon yang ada di hutan, mengidentifikasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan melakukan seminar pelestarian hutan, titik koordinat spesie sebanyak 146 titik koordinat.Kata Kunci : komposisi spesies, keanekaragaman spesies, upaya pelestarian, titik koordinat spesies, kawasan Hutan Puakan The purposes of this research were to know the composition of species, species diversity and conservation efforts species in the vegetation area of Forest Puakan. The population and samples in this research consisted of ecosystem populations including vegetation, edafic and climatic factors and the sociosystem were society of Taro Village and the sample were species of plant and 15 person of village apparatus. Data retrieval of species composition, species diversity and point of distribution of species used quadratic method and data retrieval of conservation effort used interview method. Data analyzed in ecological statistic and descriptive. The results showed that the composition of the species that composed the research site consisted of 146 individuals, the highest species diversity index was owned by Ficus altissima in the amount of 0.27, conservation efforts includes reforestation, implementing selective logging, implementing slash-planting systems, conservatively harvesting, sanctions for loggers who are felling haphazardly, not littering in the forest, protecting and preserving the habitats in the forest, do not scribble trees in the forest, identify and prevent forest fires and conduct forest conservation seminars, the species distribution point as much as 146 point coordinates.keyword : species composition, species diversity, conservation effort, species distribution point, Forest Puakan area.
DISTRIBUSI DAN DIVERSITAS SPESIES TUMBUHAN SIMBOL TUBUH (TRI ANGGA) MASYARAKAT BALI AGA PADA TRI MANDALA DI DESA SONGAN KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI NI NYOMAN ARTINI .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.14887

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Komposisi spesies seluruh tumbuhan di Desa Songan 2) Keanekaragaman tumbuhan simbol tubuh di Desa Songan dan 3) persebaran spesies tumbuhan simbol tubuh di Desa Songan . Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh tumbuhan di kawasan Desa Songan. Sampel dalam penelitian ini adalah spesies tumbuhan, yang terdapat dalam 32 kuadrat penelitian. Metode pengumpulan data di lapangan menggunakan metode teknik systematic sampling Data dianalisis dengan menggunakan statistik ekologi dan disajika dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) terdapat 78 spesies tumbuhan yang termasuk kedalam 47 familia 2) Indeks keanekaragaman spesies tumbuhan simbol tubuh di Desa Songan sebesar 0,9850 yang tergolong tinggi.Kata Kunci : Keanekaragaman, Komposisi Floristik, Tumbuhan Simbol Tubuh. The aims of this research were to know 1) Composition of all species in Songan village, 2) Diversity of plant species of body symbol in Songan village and distribution of plant species body symbol in Songan village. The kind of this research was an explorative research. The population in this research were entire plants that exist on the Songan village and distribution of . The samples in this research are all plant species whichis covered in 32 quadrat of research area. The method of collecting data was quadratic method with using systematic sampling technique.The composition of species data analysis were done using ecology statistc calculation and shown in a form of descrptive data. The results of this research indicate that, 1) there are 78 plant species found that belong to 47 families in Songan village. 2) The diversity index of plant species body symbol on Songan village, is 0,9850 which means highly variated. keyword : Diversity,Floristic composition, Plant spescieses of body symbol
ANALISIS DISTRIBUSI DAN DIVERSITAS SPESIES TUMBUHAN SIMBOL TUBUH (TRI ANGGA) MASYARAKAT BALI AGA PADA TRI MANDALA DI DESA TRUNYAN, BANGLI I GUSTI NGURAH WAHYU ANDITYARAMA .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i1.15502

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Komposisi floristik secara umum serta komposisi spesies tumbuhan simbol tubuh (Tri Angga) yang ada di ruang Tri Mandala pada masyarakat Bali Aga di Desa Trunyan, Bangli, 2) indeks keanekaragaman spesies tumbuhan simbol tubuh dan 3) pola distribusi spesies tumbuhan simbol tubuh. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksploratif. Populasi pada penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan simbol tubuh yang ada di seluruh area desa Trunyan, Bangli, sedangkan sampel pada penelitian ini yaitu tumbuhan yang digunakan sebagai simbol tubuh yang terdapat di Tri Mandala desa Trunyan, Bangli. Pada penelitian ini menggunakan metode kuadrat dengan teknik systematic sampling. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif dan menggunakan statistik ekologi yang selanjutnya dipaparkan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) terdata 51 spesies tumbuhan dan34 famili dengan 5.386 individu spesies, serta terdapat 5 spesies tumbuhan simbol tubuh dengan 15 individu spesies, 3) Indeks keanekaragaman tumbuhan simbol tubuh berada pada kategori keanekaragaman tinggi dengan nilai rata-rata yaitu 0,9475 dan 4) Pola sebaran spesies tumbuhan simbol tubuh tergolong pada 2 kategori pola sebaran yaitu pola sebaran mengelompok dan pola sebaran teratur. Kata Kunci : Tumbuhan Simbol Tubuh, Tri Mandala, Indeks Keanekaragaman, Pola Sebaran The aim of this research are to know 1) general floristic composition and composition of plant species of body symbol (Tri Angga) in Tri Mandala area on Bali Aga community in Trunyan village, Bangli, 2) index of plant species diversity of body symbol and 3) distribution pattern of the body symbol plant. This research is a kind of explorative research. The population in this research is all species of body symbols plant that exist throughout the village of Trunyan, Bangli, while the sample in this research is the plant used as a symbol of the body contained in Tri Mandala Trunyan village, Bangli. In this research using quadratic method with systematic sampling technique. The data that have been collected is analyzed descriptively and using ecological statistics which then presented descriptively. The results of this research indicate that 1) recorded 51 plant species and 34 families with 5,386 individual species, and there are 5 species of body symbol plant with 15 species of individuals, 3) Plant diversity index of body symbol is in high diversity category with average value that is 0,9475 and 4) Distribution pattern of plant species body symbols are classified into 2 categories of distribution patterns that are the pattern of group distribution and pattern of regular distribution. keyword : Body Symbol Plant, Tri Mandala, Diversity Index, Spreading Pattern
Co-Authors ., Amelia Chiquita ., Feni Ilma Hidayati ., Gede Rendra Widyotama ., I Gede Andy Wira Sanjaya ., I Gede Budiasa ., I Gusti Ayu Apti Purbayani ., I GUSTI NGURAH WAHYU ANDITYARAMA ., I Made Ada Wiguna ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. ., Ida Ayu Indra Putri Dewangkara ., Kadek Dedi Santa Putra ., Kadek Suyobi ., Komang Adi Purnama Putra ., Komang Desmi Indraswari ., Ni Kadek Mira Sapitri ., Ni Luh Novi Yuni Ari ., Ni Luh Putu Wirayanti ., Ni Made Diah Intan Purwanti ., Ni Made Dwi Sintya Prabayanthi ., Ni Nyoman Artini ., Ni Pt Novi Wulandari ., Ni Putu Siswandari ., Ni Wayan Ning Sujati ., Novi Awaliyah ., Putri Erma Rosita ., Putu Arisna Damayanty ., Reynaldi Setyawan ., Safaratul Aini ., Sintya Pramita I Gusti Ayu Istri ., Wenta Ginting ., YULY SAFNA MEGAWATI Ajeng Istyorini Asmoning Dewanti . Ajeng Istyorini Asmoning Dewanti ., Ajeng Istyorini Asmoning Dewanti Amelia Chiquita . Anita Dea Prafikti . Anita Dea Prafikti ., Anita Dea Prafikti Anton Santiasa, I Made Pasek Ayu Seoulina . Ayu Seoulina ., Ayu Seoulina Desak Made Citrawathi Drs.I Ketut Artawan,M.Si . Drs.I Nengah Sumardika,M.Pd. . Feni Ilma Hidayati . Gede Ari Yudasmara Gede Astra Wesnawa Gede Rendra Widyotama . Gokmaria Susiyanti Nababan . Haribaik, Yuliana Alicia Heri Budiatmoko . Heri Budiatmoko ., Heri Budiatmoko I Gede Andy Wira Sanjaya . I Gede Astra Wesnawa I Gede Budiasa . I Gusti Agung Nyoman Setiawan I Gusti Ayu Apti Purbayani . I Gusti Ngurah Nala I GUSTI NGURAH WAHYU ANDITYARAMA . I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. . I Made Ada Wiguna . I Made Oka Riawan I Made Pasek Anton Santiasa I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. . I Made Sutajaya I NYOMAN SRI YUDIANA . I Wayan Sukra Warpala Ida Ayu Indra Putri Dewangkara . Ida Ayu Putu Suryanti Ida Bagus Jelantik Swasta Ida Bagus Putu Arnyana ILA ATTHYKHUL ISLAM . Kadek Dedi Santa Putra . Kadek Suyobi . Ketut Artawan Ketut Tirtayasa Komang Adi Purnama Putra . Komang Desmi Indraswari . Luh Putu Amelia Rahayu M, Sanusi M, Sanusi Ni Kadek Mira Sapitri . Ni Luh Novi Yuni Ari . Ni Luh Pt. Cariastini . Ni Luh Pt. Cariastini ., Ni Luh Pt. Cariastini NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI Ni Luh Putu Wirayanti . Ni Made Ayu Trisna Aprilia Sari Ni Made Diah Intan Purwanti . Ni Made Dwi Sintya Prabayanthi . Ni Nym.Yuli Adelina . Ni Nym.Yuli Adelina ., Ni Nym.Yuli Adelina Ni Nyoman Artini . Ni Pt Novi Wulandari . Ni Putu Apriantini Ni Putu Mawar Larassatiningtias . Ni Putu Siska Ayu Safitri . Ni Putu Siska Ayu Safitri ., Ni Putu Siska Ayu Safitri Ni Putu Siswandari . Ni Putu Sri Dewi Tyoasti . Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Ning Sujati . Novi Awaliyah . Putri Erma Rosita . Putu Arisna Damayanty . Putu Indah Rahmawati Reynaldi Setyawan . S.Pd.,M.Si. I M P Anton Santiasa . Safaratul Aini . Sanusi Mulyadiharja Sg. Ayu Wulan Pradnyamita . Sintya Pramita I Gusti Ayu Istri . Sukri, Made Tirta Pratiwi Ni Komang . Tirta Pratiwi Ni Komang ., Tirta Pratiwi Ni Komang Wenta Ginting . Yuliana Alicia Haribaik YULY SAFNA MEGAWATI .