Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SPEKTRUM LIFE FORM DAN FISIOGNOMI SPESIES TUMBUHAN PADA KAWASAN VEGETASI DENGAN ALTITUDE BERBEDA DI BENTANGAN BUKIT DESA PENUKTUKAN (TEJAKULA) SAMPAI DESA SIAKIN (KINTAMANI) Ayu Seoulina .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5879

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui spektrum life form dan fisiognomi spesies tumbuhan pada kawasan vegetasi dengan altitude berbeda di bentangan bukit Desa Penuktukan (Tejakula)-Desa Siakin (Kintamani). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan pada kawasan vegetasi dengan altitude berbeda, di bentangan bukit pada ketinggian 0 (mdpl), 800 (mdpl), dan 1.600 (mdpl). Teknik pengambilan sampel secara sistematik sampling. Pengumpulan data life form dengan pengamatan morfologi tumbuhan berdasarkan kategori life form menurut Raunkier. Pengumpulan data fisiognomi dengan cara melakukan pengamatan spesies tumbuhan berdasarkan kategori fisiognomi menurut Danserau. Data life form dan fisiognomi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Spektrum life form pada altitude yang berbeda menunjukkan life form Phanerophyte memiliki persentase tertinggi di setiap altitude. Pada altitude 0 mdpl (84%), 800 mdpl (85%), dan 1.600 mdpl (86%). (2) Fisiognomi kawasan vegetasi pada ketiga altitude memperlihatkan fisiognomi yang berbeda-beda. Pada altitude 0 mdpl menunjukkan fisiognomi 3 strata, altitude 800 mdpl menunjukkan fisiognomi 2 strata. Pada altitude 1.600 mdpl menunjukkan fisiognomi kawasan hutan yang terdiri dari 3 strata sedangkan kawasan perkebunan terdiri dari 1 strata. Kata Kunci : Kata Kunci: Life form, Fisiognomi, Vegetasi, Altitude The purpose of this research was to know the spectrum of life forms and physiognomy plant species on vegetation region with different altitude in the hill of Penuktukan village (Tejakula)-Siakin village (Kintamani). This research is a kind of exploratory research. The population in this research are all species of plants in the vegetation region with different altitude, on a stretch of hills at an altitude of 0 (masl), 800 (masl), 1.600 (masl). Technical sampling used systematic sampling. Data life form collected by observing morphology of plants according to life form category by Raunkier. Data physiognomy collected by observing species of plant according to physiognomy category by Danserau. Data life form and physiognomy analyzed descriptively. The result of this research indicate (1) The spectrum of life form at the different altitude showed Phanerophyte has the largest percentage in any altitude. At an altitude 0 masl (84%), 800 masl (85%), 1.600 masl (86%). (2) Physiognomy of vegetation region at different altitude showed different physionomy. At altitude 0 masl showed 3 strata, altitude of 800 masl showed 2 strata. At altitude of 1.600 masl showed the forst area consists of 3 strata and the plantation area consists of 1 strata.keyword : Key word: Life Form, Physiognomy, Vegetation, Altitude
ANALISIS KARAKTERISTIK KOMUNITAS TUMBUHAN DENGAN SUMMED DOMINANCE RATIO (SDR) DAN ORDINASI TEGAKAN BERBASIS ARAH KONTUR DI BUKIT PENULISAN, KECAMATAN KINTAMANI, BANGLI Tirta Pratiwi Ni Komang .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies tumbuhan yang menjadi karakteristik komunitas berdasarkan SDR dan pola ordinasi tegakan, pada arah kontur yang berbeda di Bukit Penulisan, Kintamani, Bangli. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuadrat, dengan ukuran 20x20 m untuk tumbuhan kategori mature, 10x10m untuk sapling, dan 1x1m untuk kategori seedling, yang diletakkan dengan teknik sistematic sampling. Analisis karekteristik dilakukan dengan penghitungan Summed Dominance Ratio (SDR) dari masing-masing spesies yang searah dan memotong arah kontur. Pola ordinasi tegakan dianalisis melalui statistik ekologi. Hasil penelitian menunjukkan (1) spesies tumbuhan yang menjadi karakteristik komunitas searah kontur adalah Pinus merkusii dengan SDR 15,49% dan karakteristik memotong kontur adalah Eucalyptus urophylla dengan SDR 10,06%, dan (2) Pola ordinasi yang terbentuk pada komunitas searah kontur dan memotong adalah pola kontinu.Kata Kunci : Karakteristik komunitas, SDR, Ordinasi tegakan, Bukit Penulisan The purpose of this research was to determine the species of plants which is characterized the community based on SDR and ordination of stands, on the different direction of contours in Penulisan Hills, Kintamani, Bangli. The research methods employed quadrat with plot size of 20x20m for mature category, 10x10m for sapling and 1x1m for seedling category. The placement of the plot followed sistematic sampling. The characteristic of plants community was analyzed by calculating the Summed Dominance Ratio (SDR) of each species on consisten dan consecutive countour of Penulisan Hills. Ordination of stands was analyzed by statistical ecology. The finding suggested that (1) Pinus merkusii with SDR value 15.49% was characterized the consisten countour of Penulisan Hills, while Eucalyptus urophylla with SDR value 10.06% characterized the consecutive countour, and The Ordination of stands on consisten dan consecutive countour was continuous.keyword : Characteristics of community, SDR, ordination of stands, Penulisan Hills
EKSPLORASI DAN ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS TUMBUHAN LANGKA DI HUTAN WISATA MONKEY FOREST, KECAMATAN UBUD, GIANYAR Reynaldi Setyawan .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i1.7290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi floristik, densitas, dan fisiognomi spesies tumbuhan langka yang ada di Hutan Wisata Monkey Forest, Kecamatan Ubud, Gianyar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan yang ada di seluruh area hutan dengan luas area ±27 hektar. Sampel dalam penelitian ini adalah spesies tumbuhan yang termasuk kategori langka yang terkover dalam kuadrat sebanyak 36 kuadrat. Sedangkan sampel untuk sosial masyarakat dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat, masyarakat biasa, penglingsir, dan petugas konservasi Hutan Wisata Monkey Forest. Pengambilan sampel dilakukan secara sistematik sampling dengan menggunakan metode kuadrat dengan ukuran 1x1 meter (seedling), 5x5 meter (sapling), 10x10 meter (mature). Data komposisi floristik, densitas, dan fisiognomi spesies tumbuhan langka dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Komposisi floristik spesies tumbuhan langka di Hutan Wisata Monkey Forest terdapat 20 familia, 37 spesies, dan 584 individu spesies tumbuhan langka; (2) Densitas spesies tumbuhan langka yang memiliki presentase densitas tertinggi adalah Baccaurea racemosa dengan densitas sebesar 4,75%, sedangkan spesies tumbuhan langka yang memiiki presentase densitas terendah adalah Ficus religiosa, Antidesmus bunius, Anttidesmus gheasimbela, Lansium domesticum, Bisofhia javanica, Citrus maxima, Phyllanthus buxifolius, Ficus superba, Palaquium rostratum, Aistonia Scholaris, dan Rauwolfia serfintina dengan densitas sebesar 0,03%; (3) Fisiognomi spesies tumbuhan langka didominasi oleh spesies tumbuhan yang termasuk habitus pohon dengan jumlah sebanyak 412 individu spesies dengan persentase kategori mature (80,50%), sapling (19,02%), dan seedling (0,48%). Pada habitus perdu dengan jumlah sebanyak 1 individu dengan persentase kategori mature (100%). Sedangkan habitus liana dengan jumlah sebanyak 131 individu spesies dengan persentase kategori mature (3,08%), dan seedling (96,18%). Kata Kunci : Tumbuhan Langka, Fisiognomi, Densitas, Hutan Wisata Monkey Forest This study aims to determine the floristic composition, density, and the physiognomy of rare plant species that exist in Forest Tourism Monkey Forest, District of Ubud, Gianyar. Type of research is a kind of exploratory research. The population in this study were all plant species that exist in the entire forest area of ± 27 hectares. The sample in this study is a plant species including rare category that is excluded in the squares by 36 squares. While the sample to the social community in this research are public figures, ordinary people, penglingsir, and conservation officers Tourism Forest Monkey Forest. Sampling was done by systematic sampling using the 1x1 meter squared (seedlings), 5x5 meters (sapling), 10x10 meter (mature). Data floristic composition, density, and the physiognomy of rare plant species were analyzed statistically and descriptive ecology. The results showed (1) the floristic composition of plant species rare in Monkey Forest Tourism Forest there are 20 familia, 37 species and 584 individual species of rare plants; (2) The density of rare plant species that have the highest density percentage is baccaurea racemosa with a density of 4.75%, while the rare plant species who coined the percentage of lowest density is Ficus religiosa, Antidesmus bunius, Anttidesmus gheasimbela, Lansium domesticum, Bisofhia javanica, Citrus maxima , Phyllanthus buxifolius, Ficus superba, Palaquium rostratum, Aistonia scholaris, and Rauwolfia serfintina with a density of 0.03%; (3) physiognomy of rare plant species is dominated by plant species including tree habitus with a total of 412 individual species to the percentage of mature category (80.50%), sapling (19.02%), and seedling (0.48%). At the habitus of shrubs with a total of 1 individuals with the percentage of mature categories (100%). While habitus lianas with a total of 131 individual species to the percentage of mature category (3.08%), and seedling (96.18%).keyword : Rare Plants, physiognomy, Density, Monkey Forest Forest Tour
EKSPLORASI DAN PENYUSUNAN KAMUS MINI BERGAMBAR SPESIES TUMBUHAN PADA HUTAN WISATA MONKEY FOREST, UBUD, KABUPATEN GIANYAR Amelia Chiquita .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i1.7291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) komposisi floristik yang terdistribusi pada hutan wisata Monkey Forest; (2) Untuk mengetahui model kamus mini bergambar yang tersusun dari hasil kajian. Jenis Penelitian ini adalah jenis penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan yang ada di seluruh area hutan wisata Monkey Forest di Ubud, Kabupaten Gianyar dengan luas area ±27 hektar. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan yang terkaver dalam kuadrat sebanyak 36 dengan kuadrat 10x10m. Sedangkan sampel yang terkait dengan pembuatan kamus mini bergambar adalah uji coba yang akan dilakukan kepada kelompok kecil sebanyak 5 orang yang dipilih secara acak dari Mahasiswa semester 8 Pendidikan Biologi yang telah mengikuti mata kuliah ekologi tumbuhan atau Ilmu Pengetahuan lingkungan. Serta untuk uji kelompok besar digunakan sampel sebanyak 18 orang dari semester 2 kelas B. Pengambilan sampel dilakukan secara sistematik sampling. Pengumpulan data komposisi floristik berdasarkan kategori mature, sapling, dan seedling. Pembuatan kamus mini bergambar dengan cara menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Development, Design, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Komposisi floristik spesies tumbuhan di Hutan Wisata Monkey Forest terdiri dari 28 familia, 63 spesies, dan 755 individu spesies. (2) Model kamus yang dikembangkan pada penelitian adalah kamus mini bergambar yang berisikan nama ilmiah, gambar, nama lokal, familia, dan deskripsi dari spesies tumbuhan. Sehingga, kamus mini bergambar yang yang dikembangkan dalam penelitian ini layak untuk dikembangkan sebagai media pembelajaran serta sarana informasi tambahan yang dapat dimanfaatkan. Kata Kunci : Komposisi Spesies, Kamus Mini Bergambar, Hutan Wisata Monkey Forest This study aims to determine: (1) the composition of which is distributed in the forest floristic Monkey Forest travel; (2) To identify model mini pictorial dictionary composed of the results of the study. This type of research is a kind of exploratory research. The population in this study were all plant species in the entire forest area travel Monkey Forest in Ubud, Gianyar with an area of ± 27 hectares. The sample in this study were all plant species terkaver in as many as 36 squared by the square of 10x10m. While the sample associated with creating mini pictorial dictionary is a test will be done to small groups of as many as five people selected at random from eighth semester student of Biology Education who have followed the course of plant ecology or environmental studies. As well as to test a large group used a sample of 18 people from the 2nd half of the class B. Sampling was done by systematic sampling. Floristic composition data collection by categories mature, sapling and seedling. Making mini pictorial dictionary by using a development model ADDIE (Analysis, Development, Design, Implementation, Evaluation). The results showed: (1) the floristic composition of plant species in Monkey Forest Tourism Forest consists of 28 familia, 63 species and 755 individual species. (2) Model dictionaries developed in the study are illustrated mini dictionary containing scientific name, image, local name, familia, and descriptions of plant species. Thus, the dictionary mini display developed in this study deserves to be developed as a learning medium as well as a means of additional information that can be utilized. keyword : Species Composition, Mini Picture Dictionary, Monkey Forest
Karakteristik Gulma Tanaman Anggur Berdasarkan Nilai Penting dan SDR (Summed Dominance Ratio) Wenta Ginting .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i1.7292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) struktur floristik gulma pada tanaman anggur, (2) besarnya indeks nilai penting gulma pada tanaman anggur, (3) besarnya indeks SDR (Summed Dominance Ratio) gulma pada tanaman anggur. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksploratif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh gulma yang terdapat di kebun anggur. Sampel penelitian ini adalah spesies gulma yang ada pada 3 Zona di kebun anggur yang terkaver oleh kuadrat ukuran 1 x 1 m sebanyak 30 kuadrat. Pengambilan sampel dilakukan secara sistematik sampling. Pengumpulan data floristik dengan menggunakan metode kuadrat dan deskriptif. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Struktur floristik gulma pada tanaman anggur terdiri dari 20 spesies gulma dengan 12 familia, (2) Karakteristik gulma pada tanaman anggur berdasarkan 5 Nilai Penting terbesar secara keseluruhan ialah Commelina benghalensis L (55.8%), Cyperus rotundus (32.5%), Digitaria ciliaris (29.2%), Portulaca oleracea L (19.2%), Axonopus compressus (17.2 %), (3) Karakteristik gulma pada tanaman anggur berdasarkan 5 SDR terbesar secara keseluruhan ialah Commelina benghalensis L (27.9%), Cyperus rotundus (16.2%), Digitaria ciliaris (14.6%), Portulaca oleracea L (9.61%), Axonopus compressus (8.61%). Kata Kunci : Gulma, Floristik, Nilai Penting, Summed Dominance Ratio The aims of this research is to know (1) the floristic structure of weeds on the grape plant, (2) the magnitude of important value index of weeds on the grape plant, (3) the magnitude of SDR (Summed Dominance Ratio) index of weeds on the grape plant. This research is exploratory research. The population in this study are all weeds contained in the vineyard. The sample of this research was the weed specieses that exist in the three zones in the vineyard covered by the square sized of 1 x 1 m by 30 squares. Sampling was done by systematic sampling. Floristic data collected by quadrate method. The collected data was then analyzed by ecologycal statistic and descriptive. The results of this research indicate (1) The structure of floristic weeds on the grape plant consists of 20 specieses of weeds with 12 familia, (2) Characteristics of weeds in crops of grape plant by 5 Important overall is Commelina benghalensis L (55.8%), Cyperus rotundus (32.5%), Digitaria ciliaris (29.2%), Portulaca oleracea L (19.2%), Axonopus compressus (17.2%), (3) Characteristics of weeds on the vines by SDR 5 overall is Commelina benghalensis L (27.9%), Cyperus rotundus (16.2%), Digitaria ciliaris (14.6%), Portulaca oleracea L (9.61%), Axonopus compressus (8.61%). keyword : Weeds, Floristic, Importance Value, Summed Dominance Ratio
FENOLOGI, FISIOGNOMI DAN PERIODISITAS SPESIES TANAMAN CABAI DI DESA BATURITI KABUPATEN TABANAN Gokmaria Susiyanti Nababan .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.7884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Fenologi spesies tanaman cabai, (2) Fisiognomi spesies tanaman cabai, (3) Periodisitas spesies tanaman cabai, (4) Masing-masing karakter cabai terhadap fenologi, fisiognomi dan periodisitasnya. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif. Tempat penelitian Desa Baturiti Kabupaten Tabanan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh spesies tanaman cabai. Sampel penelitian ini adalah 30 pohon cabai besar, 30 pohon cabai keriting dan 30 pohon cabai rawit. Pengambilan sampel dilakukan secara secara acak. Pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan kajian pustaka. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Fenologi ketiga spesies tanaman cabai memiliki persamaan terlihat pada perkecambahan dan munculnya daun pertama, sedangkan perbedaan yaitu pada munculnya pertumbuhan cabang, pembungaan dan pembuahan, (2) Fisiognomi ketiga spesies tanaman cabai memiliki Persamaan pada life form, bentuk daun, bentuk bunga, tipe buah dan jenis akar sedangkan perbedaan yaitu terlihat pada tinggi tanaman, ukuran buah, tekstur buah dan rasa buah. (3) Periodisitas ketiga spesies tanaman cabai memiliki persamaan pada perubahan daun sedangkan perbedaan tampak pada pembungaan, pembuahan kecil, sedang dan besar. (4) Karakteristik masing-masing fenologi, fisiognomi dan periodisitas tanaman cabai menunjukkan adanya perbedaan pada masa pembungaan dan pembuahan, ukuran buah, tekstur buah, rasa buah. Kata Kunci : Fenologi, Fisiognomi, Periodisitas, Cabai besar, Cabai keriting, Cabai rawit The aims of this research are to know (1) phenology chili plant species, (2) physiognomy chili plant species, (3) periodicity chili plant species, (4) Each character chili on phenology, physiognomy and periodicity. Type of research is descriptive. The population in this study are all plant of chili species. The sample of this research was 30 each of chili plant. Sampling was done randomly. The collection of data using the method of observation, interviews and a literature review. The collected data was then analyzed descriptively. The results of this research indicate (1) Phenology of the each chili plant have similar on germination and emergence of the first leaf, while the difference is the emergence of branch growth, flowering and fruiting, (2) physiognomy of the each chili plant have similarity life form, leaf shape and type of fruit while the difference are size of fruit, texture and taste of the fruit. (3) periodicity of the each chili plants have similarities at the changing leaves while the differences seen in flowering, fruiting small, medium and large. (4) The characteristics of each phenological, physiognomy and periodicity of chili plants showed difference in the time of flowering and fruiting, size, texture and taste of the fruit. keyword : Phenology, Physiognomy, Periodicity, Capsicum annuum var. abreviata Eingerhuth, Capsicum annuum var. longum Sendt, Capsicum frustescens
Perubahan Densitas Seed, Seedling, Sapling, Dan Mature Spesies Tumbuhan Pakan Kera Di Hutan Wisata Monkey Forest, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar Ida Ayu Indra Putri Dewangkara .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.7919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) seberapa besar densitas seed/fruit, seedling, sapling dan mature spesies tumbuhan pakan kera dan (2) pola perubahan seed/fruit, seedling, sapling dan mature spesies tumbuhan pakan kera. Penelitian ini dilakukan di Hutan Wisata Monkey Forest, Ubud, Gianyar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan yang ada di area Hutan Wisata Monkey Forest dengan luas area ± 27 hektar, sedangkan sampel pada peneltian ini adalah spesies tumbuhan yang termasuk kategori tumbuhan pakan alami kera yang berjumlah 6 spesies yaitu Antidesmus bunius, Ficus racemosa L, Pterospermium javanicum, Baccaurea racemosa, Glyricida sepium, dan Bachania arboresces. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan sistematik sampling dengan menggunakan metode kuadrat dengan ukuran 1x1 untuk seed/fruit dan seedling, 5x5 untuk sapling, dan 10x10 untuk mature sebanyak 35 kuadrat. Data dianalisis dengan menggunakan statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) besar densitas setiap tumbuhan pakan alami berbeda-beda, yaitu Ficus racemosa L (seed/fruit 24,5%, seedling 24,49%, sapling 21,43%, dan mature 16,66%), Antidesmus bunius (seed/fruit 22,6%, seedling 18,78%, sapling 18,57%, dan mature 16,67%), Baccaurea racemosa (seed/fruit 44,25%, seedling 43,88%, sapling 40,71%, dan mature 36,67%), Glyricida sepium (sapling 7,14% dan mature 11,67%), Pterospermium javanicum (seed/fruit 7,9%, seedling 8,16%, sapling 8,57%, dan mature 13,33%), dan Bachania arboresces (seed/fruit 1%, seedling 3,47%, sapling 3,57%, dan mature 5%). (2) terdapat 2 pola perubahan densitas yaitu pola struktur tidak seumur dengan tipe kurva L dan kurva J serta pola struktur bentuk cadangan. Kata Kunci : Densitas, Pakan Alami Kera, Stadia Pertumbuhan. This research was aims to determine (1) how much the density of seed/fruit, seedling, sapling and mature monkeys feed plant and (2) the pattern changes of seed/fruit, seedling, sapling and mature monkeys feed plant. The location this research at Monkey Forest, Ubud, Gianyar. This type of research is explorative research. The population in this research are all plant species that exist in the area of Monkey Forest with an area of ± 27 hectares, while the sample of this research is a plant species belonging to the category of natural feed of monkeys plants totaling 6 species that are Antidesmus bunius, Ficus racemosa L, Pterospermium javanicum, Baccaurea racemosa, Glyricida sepium, and Bachania arboresces. Data collection techniques of this research is to use systematic sampling, using squares method, with 1x1 to seed/fruit and seedling, 5x5 for sapling, and 10x10 for mature as much as 35 squares. Data were analyzed using statistical ecology, and descriptive. The results showed (1) a large density of every natural feed plants vary, that are yaitu Ficus racemosa L (seed/fruit 24,5%, seedling 24,49%, sapling 21,43%, dan mature 16,66%), Antidesmus bunius (seed/fruit 22,6%, seedling 18,78%, sapling 18,57%, and mature 16,67%), Baccaurea racemosa (seed/fruit 44,25%, seedling 43,88%, sapling 40,71%, and mature 36,67%), Glyricida sepium (sapling 7,14% and mature 11,67%), Pterospermium javanicum (seed/fruit 7,9%, seedling 8,16%, sapling 8,57%, and mature 13,33%), and Bachania arboresces (seed/fruit 1%, seedling 3,47%, sapling 3,57%, and mature 5%). (2) there are two patterns of density changes, namely uneven-age structural pattern with the type L curve and J curve and the reserve structural pattern.keyword : Density, Natural Feed of Monkey, Growth Stadia.
HUBUNGAN KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DENGAN KONDISI LINGKUNGAN DI HUTAN WISATA DASONG, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG Komang Desmi Indraswari .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.7920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) indeks keanekaragaman tumbuhan paku (Pteridophyta) di Hutan Wisata Dasong dan (2) hubungan keanekaragaman tumbuhan paku (Pteridophyta) dengan kondisi lingkungan (faktor edafik dan klimatik) di Hutan Wisata Dasong. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan paku yang hidup di Hutan Wisata Dasong. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan paku yang tumbuh di bawah naungan tumbuhan inang yang tersentuh line transect dan tercakup ke dalam 30 titik sampel yang terbagi dalam tiga zona (Zona I, Zona II dan Zona III). Sampel faktor lingkungan yang diteliti adalah faktor edafik dan klimatik di sekitar titik sampel tumbuhan paku. Metode sampling yang digunakan adalah metode line transect. Keanekaragaman tumbuhan paku dianalisis berdasarkan indeks keanekaragaman Simpson. Analisis regresi ganda dilakukan untuk mengetahui korelasi antara keanekaragaman tumbuhan paku dengan kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata indeks keanekaragaman tumbuhan paku (Pteridophyta) di Hutan Wisata Dasong pada masing-masing titik sampel bervariasi dari kategori sedang hingga tinggi. Indeks keanekaragaman tumbuhan paku pada Zona I, II, dan III berturut-turut adalah 0,8578, 0,8793, dan 0,8222. Secara keseluruhan, indeks keanekaragaman tumbuhan paku di Hutan Wisata Dasong adalah sebesar 0,8658 dengan kategori tinggi. Hasil analisis regresi ganda menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara keanekaragaman tumbuhan paku (Pteridophyta) dengan kondisi lingkungan (faktor edafik dan klimatik) di Hutan Wisata Dasong. Walau secara statistik tidak ada korelasi, namun secara ekologi ada hubungan antara keanekaragaman tumbuhan paku dengan faktor edafik dan klimatik.Kata Kunci : Keanekaragaman Paku (Pteridophyta), Faktor Edafik, Faktor Klimatik, Hutan Wisata Dasong. The aims of this research: (1) The diversity index of ferns (Pteridophyta) in Dasong Tourism Forest, and (2) the relationship of the diversity of ferns (Pteridophyta) with environmental conditions (factor edafic and climatic) in Dasong Tourism Forest. This research is an exploratory and correlational research. The population in this study are all species of ferns that live in Dasong Tourism Forest. The sample in this study are all species of ferns that grow in the shade of host plants that touched the line transect and included into the 30 sample points were divided into three zones (Zone I, Zone II and Zone III). To sample the environmental factors were edafic and climatic factors around the sample point of ferns. The sampling method used is the line transect method. Diversity of ferns analyzed by Simpson diversity index. Multiple regression analysis was conducted to determine the correlation between the diversity of ferns with environmental conditions. The results showed the average index of the diversity of ferns (Pteridophyta) in Dasong Tourism Forest at each sample point varies from medium to high category. Diversity index of ferns in Zone I, II, and III respectively are 0.8578, 0.8793, and 0.8222. Overall, the diversity index of ferns in Dasong Tourism Forest is at 0.8658 with high category. The results of multiple regression analysis showed that there was no relationship between the diversity of ferns (Pteridophyta) with environmental conditions (edafic and climatic factors) in Dasong Tourism Forest. Although statistically there is no correlation, but ecologically there is correlation between the diversity of ferns with edafic and climatic factors.keyword : Fern (Pteridophyta) Diversity, Edafic Factors, Climatic Factors, Dasong Tourism Forest.
ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS GULMA PADI SECARA SPASIAL DAN TEMPORAL DI SUBAK KECAMATAN BULELENG, KABUPATEN BULELENG Ni Luh Novi Yuni Ari .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.7928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Komposisi floristik; (2) Indeks similaritas dan desimilaritas keanekaragaman; dan (3) Perubahan biomassa gulma padi secara spasial dan temporal di Subak Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dan eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan gulma yang hidup pada sawah yang ditanami padi yang berada pada Desa Penarukan, Jineng Dalem dan Alasangker. Sampel dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan gulma yang tercakup oleh kuadrat dengan ukuran 1 x 1 meter sebanyak 25 kuadrat yang diambil di Subak Delod Sema, Subak Tingkih Keleb dan Subak Simpang dari minggu 1 hingga minggu 3 setelah bibit padi ditanam. Metode yang digunakan dalam pengambilan data penelitian ini adalah metode kuadrat. Data komposisi floristik dan perubahan biomassa gulma dianalisis secara deskriptif; Indeks keanekaragaman dianalisis dengan indeks Shannon-Wiener, indeks similaritas dan desimilaritas dianalisis menggunakan indeks Sorensen. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Terdapat 27 spesies gulma yang tergolong ke dalam 13 familia yang tersebar secara spasial dan temporal. (2) Secara spasial indeks similaritas keanekaragaman spesies gulma < 75% dan menunjukkan indeks desimilaritas yang tinggi. Indeks similaritas secara temporal antara minggu 1 dengan 2 dan minggu 1 dengan 3 sebesar < 25% dan indeks similaritas antara minggu 2 dengan 3 > 25%. Indeks desimilaritas gulma secara temporal > 63%. (3) Ada perubahan biomassa gulma secara spasial dan temporal.Kata Kunci : Gulma Padi, Struktur Komunitas Spasial, Struktur Komunitas Temporal This study aimed to determine the (1) floristic composition; (2) Index of similarity and diversity of dissimilarities; and (3) Biomass change paddy weed spatially and temporally in Subak at sub district Buleleng, district Buleleng. This type of research was descriptive research and exploratory. The population in this study were all species of plants as weeds growing in paddy fields cultivated with rice which is at Penarukan, Jineng Dalem and Alasangker village. The sample in this research were all weeds species covered by the square with a size of 1 x 1 meter by 25 squares drawn in Subak Delod Sema, Subak Tingkih Keleb and Subak Simpang from 1st week to 3rd weeks after the paddy seeds were planted. Least squares method was used in this research to collect the data. The Data floristic composition and changes in weed biomass were analyzed descriptively; Diversity index was analyzed with Shannon-Wiener index, an index of similarity and dissimilarities analyzed using Sorensen index. The results showed (1) There are 27 weed species belonging to the 13 family scattered spatially and temporally. (2) In the spatial diversity of weed species similarity index 63%. (3) There was a change in weed biomass spatially and temporally.keyword : Paddy Weeds, Spatial Community Structure, Temporal Community Structure
ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP DITINJAU DARI ASPEK (ABC) ENVIRONTMENT DI KAWASAN WISATA PANTAI KUTA Ni Pt Novi Wulandari .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i2.7933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui: (1) Kualitas lingkungan hidup ditinjau dari aspek Abiotic, Biotic, Culture (ABC) di kawasan wisata pantai Kuta; dan (2) Sumber dampak terhadap perubahan kualitas lingkungan hidup ditinjau dari aspek Abiotic, Biotic, Culture (ABC) di kawasan wisata pantai Kuta. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian ekploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh komponen lingkungan hidup yang meliputi komponen Abiotic (A) yang meliputi air laut, udara, dan tanah, Biotic (B) yang meliputi spesies tumbuhan yang ada di pantai Kuta, dan Culture (C) yang diperoleh dari wawancara dengan masyarakat setempat yang ada pada kawasan wisata pantai Kuta. Sampel untuk parameter vegetasi, stratifikasi, dan edafik adalah area yang tercakup dalam kuadrat. Sampel parameter kulaitas air laut diambil dibagin tepi (A), tengan (B), dan dalam (C). Sampel parameter culture diambil dari 30 orang masyarakat dengan wawancara dan pengisian kuesioner. Metode pengambilan data menggunakan metode kuadrat dengan teknik sistematik sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kualitas lingkungan hidup ditinjau dari aspek Abiotic, Biotic, Culture (ABC) di kawasan wisata pantai Kuta masuk kualitas buruk; dan (2) Sumber dampak terhadap perubahan kualitas lingkungan hidup ditinjau dari aspek Abiotic, Biotic, Culture (ABC) di kawasan wisata pantai Kuta adalah polutan dari kegiatan masyarakat sekitar, para wisatawan, serta polutan yang berasal dari daerah lain akibat terbawa arus laut.Kata Kunci : abiotic, biotic, culture, kualitas lingkungan This study aims to determine: (1) The quality of the environment in terms of aspects abiotic, Biotic, Culture (ABC) in the tourist area of Kuta beach; and (2) Source impacts on environmental quality changes in terms of aspects abiotic, Biotic, Culture (ABC) in the tourist area of Kuta beach. Type of research is explorative research. The population in this study are all components of the environment, which includes abiotic (A) which includes sea, air, and land, Biotic (B) which includes plant species that exist on Kuta beach, and Culture (C) obtained from interviews with of local communities in tourist areas of Kuta beach. Samples for vegetation parameters, stratification, and edafik is the area covered by the squares. Kulaitas parameter samples of seawater taken dibagin edge (A), Middle (B), and in (C). Samples were taken from the culture parameter 30 communities with interviews and questionnaires. The data collection method using squares method with systematic sampling technique. The data were analyzed descriptively. The results showed (1) The quality of the environment in terms of aspects abiotic, Biotic, Culture (ABC) in the tourist area of Kuta beach sign of poor quality; and (2) Source impacts on environmental quality changes in terms of aspects abiotic, Biotic, Culture (ABC) in the tourist area of Kuta beach is a pollutant of the activities surrounding communities, tourists, as well as the pollutants that come from other areas due to drifting through the oceans.keyword : abiotic, biotic, culture, environmental quality
Co-Authors ., Amelia Chiquita ., Feni Ilma Hidayati ., Gede Rendra Widyotama ., I Gede Andy Wira Sanjaya ., I Gede Budiasa ., I Gusti Ayu Apti Purbayani ., I GUSTI NGURAH WAHYU ANDITYARAMA ., I Made Ada Wiguna ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. ., Ida Ayu Indra Putri Dewangkara ., Kadek Dedi Santa Putra ., Kadek Suyobi ., Komang Adi Purnama Putra ., Komang Desmi Indraswari ., Ni Kadek Mira Sapitri ., Ni Luh Novi Yuni Ari ., Ni Luh Putu Wirayanti ., Ni Made Diah Intan Purwanti ., Ni Made Dwi Sintya Prabayanthi ., Ni Nyoman Artini ., Ni Pt Novi Wulandari ., Ni Putu Siswandari ., Ni Wayan Ning Sujati ., Novi Awaliyah ., Putri Erma Rosita ., Putu Arisna Damayanty ., Reynaldi Setyawan ., Safaratul Aini ., Sintya Pramita I Gusti Ayu Istri ., Wenta Ginting ., YULY SAFNA MEGAWATI Ajeng Istyorini Asmoning Dewanti . Ajeng Istyorini Asmoning Dewanti ., Ajeng Istyorini Asmoning Dewanti Amelia Chiquita . Anita Dea Prafikti . Anita Dea Prafikti ., Anita Dea Prafikti Anton Santiasa, I Made Pasek Ayu Seoulina . Ayu Seoulina ., Ayu Seoulina Desak Made Citrawathi Drs.I Ketut Artawan,M.Si . Drs.I Nengah Sumardika,M.Pd. . Feni Ilma Hidayati . Gede Ari Yudasmara Gede Astra Wesnawa Gede Rendra Widyotama . Gokmaria Susiyanti Nababan . Haribaik, Yuliana Alicia Heri Budiatmoko . Heri Budiatmoko ., Heri Budiatmoko I Gede Andy Wira Sanjaya . I Gede Astra Wesnawa I Gede Budiasa . I Gusti Agung Nyoman Setiawan I Gusti Ayu Apti Purbayani . I Gusti Ngurah Nala I GUSTI NGURAH WAHYU ANDITYARAMA . I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. . I Made Ada Wiguna . I Made Oka Riawan I Made Pasek Anton Santiasa I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. . I Made Sutajaya I NYOMAN SRI YUDIANA . I Wayan Sukra Warpala Ida Ayu Indra Putri Dewangkara . Ida Ayu Putu Suryanti Ida Ayu, Purnama Bestari Ida Bagus Jelantik Swasta Ida Bagus Putu Arnyana ILA ATTHYKHUL ISLAM . Kadek Dedi Santa Putra . Kadek Suyobi . Ketut Artawan Ketut Tirtayasa Komang Adi Purnama Putra . Komang Desmi Indraswari . Luh Putu Amelia Rahayu M, Sanusi M, Sanusi Ni Kadek Mira Sapitri . Ni Luh Novi Yuni Ari . Ni Luh Pt. Cariastini . Ni Luh Pt. Cariastini ., Ni Luh Pt. Cariastini NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI Ni Luh Putu Wirayanti . Ni Made Ayu Trisna Aprilia Sari Ni Made Diah Intan Purwanti . Ni Made Dwi Sintya Prabayanthi . Ni Nym.Yuli Adelina . Ni Nym.Yuli Adelina ., Ni Nym.Yuli Adelina Ni Nyoman Artini . Ni Pt Novi Wulandari . Ni Putu Apriantini Ni Putu Mawar Larassatiningtias . Ni Putu Siska Ayu Safitri . Ni Putu Siska Ayu Safitri ., Ni Putu Siska Ayu Safitri Ni Putu Siswandari . Ni Putu Sri Dewi Tyoasti . Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Ning Sujati . Novi Awaliyah . Putri Erma Rosita . Putu Arisna Damayanty . Putu Indah Rahmawati Reynaldi Setyawan . S.Pd.,M.Si. I M P Anton Santiasa . Safaratul Aini . Sanusi Mulyadiharja Sg. Ayu Wulan Pradnyamita . Sintya Pramita I Gusti Ayu Istri . Sukri, Made Tirta Pratiwi Ni Komang . Tirta Pratiwi Ni Komang ., Tirta Pratiwi Ni Komang Wenta Ginting . Yuliana Alicia Haribaik YULY SAFNA MEGAWATI .