Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

EFEKTIVITAS INTERNAL AUDIT DAN PELAKSANAAN GOOD UNIVERSITY GOVERNANCE PADA PERGURUAN TINGGI Lia Dahlia Iryani; Selvi Arsanti
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol 5, No 1 (2013): Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34203/jimfe.v5i1.717

Abstract

ABSTRAK Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pendidikan tinggi saat ini semakin menjadi pacuan bagi setiap institusi pendidikan tinggi meningkatkan mutu akademik beserta pelayanannya. Menyikapi kondisi ini, sudah seyogyanya perguruan tinggi mengembangkan sistem penjaminan mutu dan melakukan pengendalian internal dengan melaksanakan audit mutu akademik.Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui efektivitas internal audit pada Perguruan Tinggi, dan pelaksanaan Good University Governace (GUG) pada Perguruan Tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, bahwasanya Efektivitas Internal Audit. Tanggapan responden mengenai masing – masing kategori efektivitas internal audit, yaitu independensi sebesar 83% yang berarti independensi internal audit di perguruan tinggi sudah sangat tinggi, kompetensi sebesar 88,57% yang berarti kompetensi internal audit di perguruan tinggi sudah sangat baik, kecermatan sebesar 88,8% yang berarti kecermatan internal audit di perguruan tinggi sudah sangat baik, lingkup pekerjaan sebesar 88,16% yang berarti lingkup pekerjaan audit internal di perguruan tinggi sudah sangat luas, program audit sebesar 93% yang berarti program audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, pelaksanaan audit internal sebesar 92,4% yang berarti pelaksanaan audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, laporan audit sebesar 93% yang berarti laporan hasil audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, tindak lanjut sebesar 92,67% yang berarti tindak lanjut atas laporan audit internal di perguruan tinggi sudah sangat baik, dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa efektivitas internal audit di perguruan tinggi sudah sangat baik dengan nilai sebesar 89,98%, hal tersebut bisa diperoleh karena perguruan tinggi sudah melaksanakan kedelapan hal tersebut (independensi, kompetensi, kecermatan, lingkup pekerjaan, program audit internal, pelaksanaan audit internal, laporan hasil audit internal, tindak lanjut atas laporan audit) dengan baik. Sedangkan pelaksanaan Good University Governance meliputi 5 prinsip, yaitu: 1) transparansi; 2) independensi; 3) akuntabilitas; 4) responsibilitas; 5) fairness, jawaban responden akan diuraikan berdasarkan masing-masing prinsip, yaitu transparansi sebesar 76% yang berarti transparansi di perguruan tinggi sudah baik, independensi sebesar 80,67% yang berarti independensi di perguruan tinggi sudah sangat baik, akuntabilitas sebesar 77,5% yang berarti akuntabilitas di perguruan tinggi sudah baik, responsibilitas sebesar 81,75% yang berarti responsibilitas di perguruan tinggi sudah sangat baik, fairness sebesar 79,71% yang berarti fairness di perguruan tinggi sudah baik. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan good university governance di perguruan tinggi sudah baik dengan nilai sebesar 78,52. Kata kunci: Audit Internal (independensi; kompetensi; kecermatan; lingkup pekerjaan; program audit internal; pelaksanaan audit internal; laporan hasil audit internal; tindak lanjut atas laporan audit), GUG (transparansi, independensi, akuntabilitas, responsibilitas, fairness)
PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS PENDAPATAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN BADAN STUDI KASUS PADA PT.X Lia Dahlia Iryani
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol 3, No 1 (2011): Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34203/jimfe.v3i1.600

Abstract

Abstraksi PT.X merupakan suatu perusahaan asuransi yang bergerak di bidang pertanggungan jiwa atas pemberian jaminan kepada seseorang atau keluarga yang disebabkan oleh kematian, kecelakaan atau sakit, termasuk juga jaminan hari tua/masa depan dan pendidikan. Permasalahan yang terjadi pada PT.X adalah ketidaksesuaian perhitungan pajak penghasilan badan tahun 2007 yang dihitung perusahaan. Untuk kepentingan pembahasan masalah tersebut, maka penulis membuat operasionalisasi variabel dengan variabel pertama yaitu penyajian laporan Laba Rugi menurut akuntansi, sub variabel laporan laba rugi dengan indikator jumlah pendapatan premi yang diakui perusahaan dan jumlah laba yang diakui perusahaan. Variabel kedua yaitu perlakuan perpajakan, sub variabel laporan laba rugi fiskal dengan indikator pendapatan yang diakui menurut perpajakan dan biaya yang dapat dibiayakan dan biaya yang tidak dapat dibiayakan, variabel kedua perhitungan pajak penghasilan badan dengan indikator yang menjadi pengurang dan penambah penghasilan kena pajak dan tarif pajak penghasilan badan yang dikenakan terhadap perusahaan. Berdasarkan permasalahan yang terjadi, penulis mengajukan dugaan sementara (hipotesis penelitian), yaitu: perlakuan akuntansi atas pendapatan perusahaan asuransi jiwa berpengaruh terhadap perhitungan pajak penghasilan badan pada PT.X. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan menggunakan metode penelitian 45nálisis kualitatif. Untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan, maka penulis melakukan penelitian pada PT.X Bogor dengan melakukan wawancara dan mengambil data berupa laporan keuangan tahun 2006-2007. Setelah dilakukan rekonsiliasi (koreksi) fiskal berdasarkan UU PPH No. 17 tahun 2000, terlihat bahwa perhitungan pajak penghasilan badan menjadi lebih besar dari perhitungan pajak penghasilan badan yang dihitung PT.X. Dengan tarif perhitungan sebagai berikut: 10% x Rp. 50.000.00 = Rp. 5.000.000; 15% x Rp. 50.000.000 = Rp.7.500.000; 30% x Rp. 115.692.700.000 = Rp. 34.707.810.0. Sehingga perhitungan pajak penghasilan badan PT.X seharusnya sebesar Rp. 34.720.310.000.