Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan Eksplan Pisang Cavendish Tahap Subkultur dengan Penambahan Bahan Organik pada Media Murashige and Skoog Muhammad Radif Ashabi; Sutini; Widiwurjani
Jurnal Galung Tropika Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v13i1.1193

Abstract

The productivity of cavendish bananas needs to be increased to meet the large export demand. Tissue culture techniques can produce large quantities of good-quality seedlings. This technique can use organic materials such as coconut water and bean sprout extract, which are easy to obtain at a relatively low price. This study aims to determine the effect of using coconut water and bean sprout extract on the growth of cavendish banana explants in vitro. This experiment was prepared using a completely random design (CRD) consisting of 12 treatments, namely coconut water and bean sprout extract, with concentrations of 7.5%, 10%, 12.5%, 15%, 17.5%, and 20%, respectively. The results showed that the use of coconut water was better than bean sprout extract. Treatment with coconut water at a concentration of 7.5% had the highest average value on the parameters of plantlet length. At a concentration of 12.5%, it had the highest average value on the plantlet length parameter. Meanwhile, in the concentration of coconut water, coconut water has the best concentration of 20% in the number of roots.
Pengaruh Konsentrasi dan Selang Waktu Pemberian Pupuk AB Mix terhadap Hasil Panen Buah Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Dwi Utomo, Puput; Sulistyono, Agus; Widiwurjani
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 12 No. 1: Januari 2024
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v12i1.137

Abstract

Kebutuhan akan buah cabai merah (Capsicum annuum L.) tiap tahunnya semakin meningkat akibat pertambahan populasi manusia. Peningkatan jumlah kebutuhan cabai merah dapat diatasi melalui peningkatan produktivitas cabai merah dengan cara pemberian dan pengaturan selang waktu pemberian pupuk AB mix. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kombinasi terbaik antara konsentrasi dan selang waktu pemberian pupuk AB mix terhadap hasil panen tanaman cabai merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk dan faktor kedua adalah selang waktu pemberian, masing-masing faktor terdiri atas 4 taraf perlakuan sehingga terdapat 16 kombinasi yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 2000 ppm dan selang waktu pemberian 1 hari sekali merupakan perlakuan terbaik pada parameter jumlah buah per minggu panen, bobot buah per minggu panen, bobot buah per buah, dan panjang buah.
Akuaponik Dan Microgreen Sebagai Unggulan Wirausaha Kampung Tangguh Ketahanan Pangan Di Kelurahan Kepanjenkidul Kota Blitar Widiwurjani, Widiwurjani; Djarwatiningsih, Djarwatiningsih; Azizah, Siti Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i1.772

Abstract

Informasi dan penerapan tentang urban Farming perlu digalakkan di daerah perkotaan. Urban farming merupakan strategi pemanfaatan lahan sempit untuk menghasilkan bahan makanan segar sebagai upaya pemenuhan ketersediaan pangan perkotaan dan dapat meningkatkan akses fisik karena sifatnya memperpendek proses distribusi dan dapat meningkatkan akses ekonomi rumah tangga melalui pendapatan rumah tangga. Metode bercocok tanam secara aquaponik dan microgreen menjadi sebuah pilihan model urbanfarming yang akan disosialisasikan dan diterapkan pada masyarakat. Pemilihan system pertanian Akuaponik dikarenakan hasil pertanian tidak hanya berupa sayuran saja akan tetapi juga di budidaya perikanannya. Sehingga akan menambah nilai tambah penghasilan untuk KWT “Melati” tersebut. Sistem pertanian Akuaponik merupakan system pertanian yang dimana menggabungkan system hidroponik dengan perikanan dalam satu wadah. Budidaya microgreen menjadi sebuah pilihan wirausaha dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dikarenakan dalam budidaya sayuran dengan system tersebut dapat dilakukan panen sayuran pada waktu yang singkat. Proses budidayanya tidak terlalu banyak menggunakan tempat atau tidak memerlukan lahan yang sangat luas. Sehingga system pertanian ini sangat tepat untuk dikenalkan kepada masyarakat tersebut. Warga di kelurahan Kepanjenkidul, kota Blitar Jawa Timur khususnya ibu rumah tangga dan remaja yang putus sekolah sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi budidaya akuaponik dan microgreen. Interkasi dan komunikasi antara audiens dengan penyuluh berjalan dengan baik. Pemilihan dan pelaksanaan model urban farming berupa akuaponik dan microgreen disambut baik oleh masyarakat dalam rangka wirausaha peningkatkan ketahanan pangan secara lokal didaerah tersebut dengan luas lahan yang relative sempit. Metode pelatihan yang diterapkan secara terpadu antara metode A (sosialisasi media), metode B sosialisasi, Teknik komunikasi dan metode C (banyaknya peserta).
Hydroponic Cultivation business of Lettuce (Lactuca sativa L.) at BBPP Ketindan Lawang Malang Widiwurjani; Muhammad Farhan Firmansyah
Nusantara Science and Technology Proceedings Seminar Nasional Agroteknologi 2023
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2024.4006

Abstract

The need for food such as vegetables is increasing along with the growing population. However, the high demand for lettuce is not matched by the expansion of the area of ??agricultural land, which is actually getting narrower. Utilization of narrow land in lettuce cultivation can use a hydroponic system which has become an increasingly popular choice for farmers and consumers. The research was conducted on January 2, 2023, at the Ketindan Agricultural Training Center (BBPP). Observations were made when the lettuce was 7, 14, 21 and 35 DAP (Day After Planting) with measurement parameters namely number of leaves, plant height, and farming analysis. The results of observations made on hydroponically cultivated lettuce at the age of 35 DAP had an average number of leaves of 15.74 with the highest number of leaves being 19 and the least being 14. Lettuce plants have an average height of 18.81 cm, with the highest plant being 22.5 cm and the lowest being 17 cm. the profit earned is Rp. 284,070 in each harvest. The value of hydroponic lettuce farming is profitable because the R/C ratio reaches 2.32. The growth in height of lettuce plants is directly proportional to the increase in the number of leaves of lettuce plants and the cultivation of lettuce plants that have been carried out can be categorized as profitable because the value of the R/C ratio is more than 1.
Induction of EMS (Ethyl Methanesulfonate) Chemical Mutations on Hemp Seed Germination (Boehmeria nivea L.) Siti Nur Azizah; Widiwurjani
Nusantara Science and Technology Proceedings Seminar Nasional Agroteknologi 2023
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2024.4009

Abstract

A Hemp plants are plants that have not been much research and exploration. Propagation of flax plants can be carried out by propagation of rhizomes. Other propagation can use cuttings of rootstocks, middle stems, and shoots, although such propagation is not yet optimal and has a presentation of about 60% on its failure. Genetic diversity in hemp plants aims to increase germplasm. Genetic diversity in multiplying germplasm means to increase the collection of hemp plants. Environmental changes in plant populations can be overcome by genetic diversity. This study aims to identify the germination and success of EMS chemical mutations in the results of hemp plant seed mutations (Boehmeria nivea L.). Observations were made on several hemp seed accessions, namely Kumamoto (KM), Bandung A (BDA), Lembang A (LA), Indochina (IDC) and Seiki Selskin (SS). Observational measurements were carried out when the seeds were 7, 14, and 21 DATT with parameters of percentage of germinated seeds and percentage of mutation results. From the observations, the highest percentage was obtained in 2 accessions, namely Bandung A (BDA) and Lembang A (LA) with a percentage of 41.3%. The lowest percentage was found in Indochina's accession with a presentation of 29.3%. The percentage of inhibited germination was highest in EMS treatment of 0.25% with a soaking period of 6 hours. When compared again with treatment control which is almost close to the percentage of germination is at a soaking duration of 3 hours.
The Role of in Vitro Culture Producing Secondary Metabolites and Plant Conservation Techniques to Overcome the Environmental Crisis Sutini; Widiwurjani; Didik Utomo Pribadi; Nora Augustien
Nusantara Science and Technology Proceedings Seminar Nasional Agroteknologi 2022
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2023.3108

Abstract

This paper aims to examine the role of in vitro culture as a technique to produce secondary metabolites that are needed in various fields. In addition to producing secondary metabolites, in vitro culture can also be used as a plant conservation technique that can produce plantlet asexually in large numbers. This large number of plantlets besides being commercialized, its growth and development of plants is useful for overcoming the decline in environmental quality. An example of a plant will be useful as the lungs of an area and its roots will reduce the erosion of land areas. The conceptual framework of this study is that in addition to producing secondary metabolites, in vitro culture also has a function for plant conservation which in the future can prevent environmental damage. The problem in this study is the instability in the secondary metabolite biomass production and the need for optimization in the domain of conservation techniques. The method of this paper writing was extracting data information from journals, books and online sources which being analysed descriptively and qualitatively to verify the data objectively. The result of this study showed the role of in vitro culture that can produce secondary metabolites and can be implemented in plant conservation that overcome environmental crises.
Respon Pertumbuhan Stek Jeruk Pamelo Akibat Perlakuan Media Tanam Dan ZPT Akar : Growth Response of Pamelo Orange Cuttings Due to Planting Media and Root PGR Treatment Indah Yuliani; Widiwurjani, Widiwurjani
Agrocentrum Vol. 2 No. 2 (2024): Agrocentrum
Publisher : Agriculture Faculty - UPN "Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrocentrum.v2i2.30

Abstract

Pomelo is a type of orange that has distinctive characteristics, namely large size, sweet taste and has prospects for development. This study aims to determine the effect of planting media and the provision of root growth regulators on the growth of pomelo plant cuttings. The study was conducted in Setren Village, Ngasem District, Bojonegoro in January-March 2024. The study was arranged using a Randomized Block Design (RAK) with two factors. The first factor is the planting media with 3 levels of soil treatment + rice husk charcoal + cow manure (1:1:1), (1:2:1), and (1:1:2). While the second factor is the provision of Rootone-F with 2 levels of treatment 0 and 2 grams. Observation parameters include when shoots appear, number of shoots, shoot height, number of roots, and root length. The best combination treatment results were obtained from the M3R1 treatment (soil + rice husk charcoal + cow manure 1:1:2 and Rootone-F 2 grams).
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK ORGANIK GRANULA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogea L.) Prawestri, Hanis; Triani, Nova; Widiwurjani, Widiwurjani
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v9i2.5287

Abstract

ABSTRAK Kacang tanah (Arachis hypogea L.) merupakan salah satu jenis tanaman palawija yang menduduki urutan ketiga setelah jagung dan kedelai. Rendahnya produksi dari kacang tanah di Desa Cangkring, Kabupaten Pacitan salah satunya disebabkan oleh rendahnya kesuburan tanah. Rendahnya kesuburan tanah diakibatkan karena adanya kekurangan unsur hara pada tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari pupuk kandang kambing dan pupuk organik granula terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman kacang tanah. Penelitian dilakukan di Desa Cangkring, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2023. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk kandang kambing dengan 3 taraf K1 (30 g), K2 (60 g) dan K3 (90 g). Faktor kedua yaitu pupuk organik granula dengan 3 taraf yaitu G1 (1 g), G2 (3 g) dan G3 (5 g). Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), umur muncul bunga (hari), persentase polong isi (%), dan persentase polong hampa (%). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara kedua perlakuan pada parameter persentase polong isi dan persentase polong hampa. Pupuk kandang kambing berpengaruh terhadap tinggi tanaman. Pupuk organik granula berpengaruh terhadap jumlah daun. Kata kunci: pupuk kandang kambing, pupuk organik granula, kacang tanah, polong isi ABSTRACT Peanuts (Arachis hypogea L.) are a type of secondary crop that ranks third after corn and soybeans. The low production of peanuts in Cangkring Village, Pacitan Regency is partly caused by low soil fertility. Low soil fertility is caused by a lack of nutrients in the soil. This research was conducted to determine the effect of goat manure and granulated organic fertilizer on the growth and yield of peanut plants. The research was conducted in Cangkring Village, Ngadirojo District, Pacitan Regency, East Java from July to October 2023. The design used was a factorial Randomized Block Design with 2 treatment factors. The first factor is goat manure with 3 levels K1 (30 g), K2 (60 g) and K3 (90 g). The second factor is granular organic fertilizer with 3 levels, namely G1 (1 g), G2 (3 g) and G3 (5 g). The parameters observed were plant height (cm), number of leaves (pieces), age at flower emergence (days), percentage of filled pods (%), and percentage of empty pods (%). Based on the research results, it shows that there is an interaction between the two treatments on the parameters of the percentage of filled pods and the percentage of empty pods. Goat manure affects plant height. Granular organic fertilizer affects the number of leaves. Keywords: goat manure, granular organic fertilizer, peanuts, filled pods
PELATIHAN TEKNIK PERBANYAKAN MANGGA SECARA SAMBUNG PUCUK DI DESA CUKURGONDANG KECAMATAN GRATI KOTA PASURUAN Liemendy, Vanessa Gabrielle; Widiwurjani, Widiwurjani; Augustine, Nora
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v8i2.5159

Abstract

Tim pelaksana dari jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memberikan informasi tentang perbanyakan tanaman buah secara vegetatif. Selain memberikan informasi, tim juga mendampingi warga dalam praktek langsung perbanyakan tanaman mangga dengan teknik sambung pucuk. Kegiatan ini berlangsung pada 3 Agustus 2024 dan diikuti oleh sekitar 12 peserta. Warga sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, mulai dari mendengarkan penjelasan materi hingga melakukan praktek. Hasil penyambungan yang dilakukan oleh masyarakat mempunyai Tingkat keberhasilan 80%, sedangkan yang 20% tidak berhasil karena membusuk dan mati. Manfaat dari kegiatan ini adalah mengajarkan pada masyarakat teknik perbanyakan vegetatif dengan metode sambung pucuk dan melakukan secara mandiri.
PENGARUH KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) Fitriana, Vira Divka; Sulistyono, Agus; Widiwurjani, Widiwurjani
JURNAL AGROTROPIKA Vol 24, No 1 (2025): Jurnal Agrotropika Vol 24 No 1, Mei 2025
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v24i1.8905

Abstract

Kacang panjang merupakan komoditas hortikultura yang tumbuh menjalar dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai sayuran yang dikonsumsi sehari hari karena nilai gizi yang cukup tinggi. Namun, hasil produksi tanaman kacang panjang di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Penyebab rendahnya produksi tanaman kacang panjang dan penurunannya dari tahun ke tahun meliputi teknik bertanam yang kurang optimal, keterbatasan pengetahuan petani dalam budidaya, penggunaan varietas lokal dengan produktivitas rendah, serta pemupukan yang tidak tepat sehingga produktivitas tanaman kacang panjang menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi paclobutrazol dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Penelitian dilakukan di Desa Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dari Desember 2023 hingga Maret 2024. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah konsentrasi paclobutrazol (P) dengan 4 tingkat perlakuan: 0 ppm (P0), 125 ppm (P1), 150 ppm (P2), dan 175 ppm (P3). Sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (N) dengan 4 tingkat perlakuan: 300 kg/ha (N1), 350 kg/ha (N2), 400 kg/ha (N3), dan 450 kg/ha (N4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi paclobutrazol berpengaruh signifikan terhadap panjang tanaman, jumlah daun, umur muncul bunga, jumlah bunga, berat polong total per tanaman, berat polong total per petak, berat polong per hektar, diameter polong, dan daya simpan. Sementara itu, dosis pupuk NPK berpengaruh signifikan terhadap panjang tanaman pada 42-63 HST, jumlah daun pada 21 HST, 35 HST, dan 42 HST dan diameter polong. Interaksi antara konsentrasi paclobutrazol dan dosis pupuk NPK yang paling optimal terjadi pada perlakuan dengan konsentrasi paclobutrazol 150 ppm dan dosis pupuk NPK 450 kg/ha, yang dapat meningkatkan diameter polong.
Co-Authors A. Hendi AA Sudharmawan, AA Abdul Hamid Abdul Hamid Agus Sulistyono Agus Sulistyono Ahmad Najibur Rohman Amri Muhaimin Anggraini, Auliana Ardianti Pramesti Istiqomah Augustien K, Nora Augustien, Nora Augustine, Nora Auliya, Shinta Nanda Cahya Ayu Wulandari Damayanti Prasetyaningsih Decky Zulkarnaen Dewi Mayangsari Dewi Novita Rahma Dita Widianti Djarwatiningsih Pongki Soedjarwo Djarwatiningsih, Djarwatiningsih Djoko Agus Purwanto Dwi Utomo, Puput Dyah Pramesti Kusumaningtyas Efendy, Yessy Pristika Ella Nadya Erlinda Sari Farikatu Daroini Febrianti, Amelia Fitriana, Vira Divka Fitriyah Fitriyah Guniarti Guniarti Guniarti Guniarti Guniarti Hadi Suhardjono I. Y. Purbasari Ilmatus Sa’diyah Indah Yuliani Irfianti, A. D. Khofifah Umrotul Aini Kirana Sekar Ayunda Kirana, Citra Dewi Kusumaningrum, Nora Augustien Latifah, Zahrotul Liemendy, Vanessa Gabrielle Mahadwi, Ken Aditya Makhziah Martalina, Savira Dwi Muhammad Farhan Firmansyah Muhammad Radif Ashabi Mulianti, Salsabila Muslihatin, Wirda Nora Augustien Nora Augustien Nova Triani Pangesti Nugrahani Prawestri, Hanis Pribadi, Didik Huswo Pribadi, Didik Utomo Purnomo Edi Sasongko Puspitasari, Adelia Eka Putri Andansari R.A. Nora Augustien K. Raissa, Widya Shafa Ramdan Hidayat Riza Intikhatus Sholikhah Rizky Ayu Arista Rr. Djarwatiningsih Pongki.S Ryan Dwiky Atikabudi Sa'diyah, Ilmatus Santoso, Juli Siti Nur Azizah Siti Nur Azizah Sukendah Sukendah Sukendah Sukendah Suryandika, Fadila Sutini Sutini Sutini, Sutini Suwandi` Suwandi Syafiqa, Daiyatul Ayu Tiara Cinta, Septi Vanessa Gabrielle Liemendy Wanti Mindari Zulkarnaen, Decky