Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EFEKTIVITAS VIRTUAL REALITY (VR) SEBAGAI DISTRAKSI DALAM PENATALAKSANAAN DENTAL PADA ANAK USIA 4-12 TAHUN : SCOPING REVIEW Darmawangsa, Darmawangsa; Yandi, Satria; Adha, Agung Anugerah
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Vol 11, No 1 (2024): Vol 11 No 1, Juni 2024
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v11i1.1094

Abstract

Introduction: Dental anxiety in children aged 4-12 years is an obstacle in dental and oral health care. Anxiety management such as distraction is needed, namely a method to shift the child's focus to other things, such as the use of Virtual Reality (VR). Virtual Reality (VR) is an audiovisual distraction media that can reduce the level of anxiety and pain and unpleasant situations by displaying three-dimensional images along with VR glasses and their voices on the headset. Aim: The purpose of this study was to examine the advantages and disadvantages of Virtual Reality (VR) as a distraction in dental management in children aged 4-12 years, cases of dental management using VR and, the effectiveness of Virtual Reality (VR) as a distraction in dental management in children aged 4-12. Method: The literatures in this review was obtained through searches of the PubMed, Science Direct, and Google Scholar databases using specific keywords along with inclusion and exclusion criteria. Result: The findings of the review of the five articles indicated that virtual reality (VR) was an effective distraction for reducing anxiety and pain levels in children aged 4-12 years undergoing dental treatment. The results of other reviews did not provide specific age range for its use, the ideal duration for its use, the management of adverse effects following its use, or solutions for children who are unable to use it. Conclusion: Virtual reality represents a promising approach for the management of dental management in children aged 4-12 years.
Augmented reality SMILE Go dalam meningkatkan pengetahuan oral bad habits siswa sekolah dasar: studi eksperimental semu Maharani, Arivi Lathifah; Yandi, Satria; Anggestia, Wulan
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 36, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v36i2.53585

Abstract

Pendahuluan: Oral bad habits merupakan kebiasaan yang terjadi pada rongga mulut yang dapat menyebabkan maloklusi. Pendidikan kesehatan gigi dan mulut merupakan langkah awal dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Augmented reality SMILE Go adalah penggabungan antara objek virtual 3D dengan objek nyata. Augmented reality SMILE Go dapat membantu anak-anak semakin mudah dalam memahami dan mengerti terhadap pengetahuan yang didapatkan dengan animasi yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis augmented reality SMILE Go dalam meningkatkan pengetahuan oral bad habits pada siswa sekolah dasar. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu yang meliputi hanya satu kelompok atau kelas yang diberikan pra dan pasca uji dengan rancangan one-group pretest-posttest design. dimana peneliti melakukan pengukuran pertama (pretest) dengan kuesioner dan melakukan pemberian intervensi dalam bentuk demonstrasi langsung edukasi tentang Oral Bad Habits Anak serta melakukan pengukuran kedua (posttest). Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 104 minimal sampel yang diambil secara simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada siswa kelas V SDN 10 Sungai Sapih Padang, analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian diperoleh rata-rata pengetahuan sebelum dan setelah diberikan intervensi media augmented reality SMILE Go pengetahuan siswa meningkat dari 60,32% menjadi 80,28%. Penggunaan media augmented reality SMILE Go dapat meningkatkan pengetahuan mengenai oral bad habits pada siswa sekolah dasar(p=0,001). Simpulan: Augmented reality SMILE Go dapat meningkatkan pengetahuan mengenai oral bad habits siswa sekolah dasar.Augmented reality SMILE Go in improving knowledge of oral bad habits in elementary students: a cross sectional studyIntroduction: Oral bad habits refer to behaviors affecting the oral cavity that can lead to malocclusion. Dental and oral health education is a crucial first step in enhancing children's knowledge and awareness about maintaining oral health. The augmented reality app SMILE Go integrates 3D virtual objects with real-world elements to make learning more engaging and effective through captivating animations. This study aims to analyze the effectiveness of SMILE Go in improving knowledge about oral bad habits among elementary school students. Methods: This quasi-experimental study employed a one-group pretest-posttest design, involving a single class assessed before and after an educational intervention. An initial knowledge assessment (pretest) was conducted using a questionnaire, followed by a direct educational demonstration on oral bad habits using SMILE Go. A follow-up assessment (posttest) measured knowledge improvement. A minimum of 104 participants was selected via simple random sampling from fifth-grade students at SDN 10 Sungai Sapih, Padang. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: The findings showed a significant increase in students' knowledge, from an average pretest score of 60.32% to a posttest score of 80.28% after using SMILE Go (p=0.001). Conclusion: The augmented reality app SMILE Go effectively enhances knowledge about oral bad habits among elementary school students.
The relationship between maternal motivation for children's dental care and the incidence of caries in children aged 7-9 years in SDN 37 Sungai Bangek: Hubungan motivasi ibu terhadap perawatan gigi anak dengan kejadian karies anak 7-9 tahun di SDN 37 Sungai Bangek Mahata, Intan Batura Endo; Yandi, Satria; Sitorus, Ayu Andira; Ningrum, Valendriyani; Ferdina, Resa
Makassar Dental Journal Vol. 13 No. 3 (2024): Volume 13 Issue 3 Desember 2024
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v13i3.1083

Abstract

Factors that influence motivation are age, education, occupation, environment and economy. The most motivation comes from parents, especially mothers, as the closest person to the child's role to accompany, provide motivation and education related to oral health maintenance in children. This study discusses the relationship between maternal motivation for dental care for child-ren aged 7-9 years with the incidence of caries at SDN 37 Sungai Bangek. Quantitative research of analytical survey type with cross-sectional design was conducted in December 2023 with a sample size of 79 people by simple random sampling. Data were collected from the results of questionnaires and dental caries examinations, univariate analysis was presented in the form of frequency distribution and percentage, bivariate analysis using the chi-square test, and processed with the SPSS v.26.0 pro-gramme. The results showed that most mothers' motivation was weak as much as 64.5%, most dental caries status was very high as much as 32.9%, and there was a relationship between maternal motivation towards dental care for the children with the inci-dence of caries (p=0.003). It was concluded that there was a relationship between maternal motivation towards dental care for child-ren aged 7-9 years with the incidence of caries at SDN 37 Sungai Bangek with a weak motivation category and very high caries.
Pengaruh Augmented Reality Smile Go Terhadap Pengetahuan Menyikat Gigi Pada Anak Kelas V SDN 10 Sungai Sapih Padang Yandi, Satria; Surya, Leny Sang; Chikalika, Aufa Galuh
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 7 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v7i01.140

Abstract

Pendahuluan: Permasalahan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya yang di sebabkan oleh kebersihan gigi dan mulut yang buruk. Upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut salah satunya dengan menyikat gigi. Menyikat gigi adalah upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. SMILE GO adalah inovasi terbaru dari buku panduan SMILE yang kini diterbitkan secara digital yang dapat di-download pada aplikasi playstore sehingga pengguna dapat mengakses dimana saja dan kapan saja.  Merupakan aplikasi yang berisikan buku pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut yang didalamnya terdapat animasi, video tutorial dan penjelasan, maupun teks yang menyampaikan mengenai kesehatan gigi dan mulut seperti waktu, erupsi gigi, perawatan yang dapat dilakukan pada penyakit rongga mulut, kebiasaan buruk pada anak dan teknik dalam penyikatan gigi yang baik dan benar. Bahan dan Metode: Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan one-group prestest- posttest design. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 104 minimal sampel yang diambil secara purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada anak kelas 5 SDN 10 Sungai Sapih Padang. Hasil: Hasil penelitian diperoleh rata-rata pengetahuan sebelum diberikan intervensi media Augmented Reality terbanyak adalah kategori cukup yaitu (47,1%) dan setelah diberikan intervensi media buku pengetahuan siswa meningkat menjadi paling banyak kategori baik yaitu (56,7%). Kesimpulan: Penggunaan media Augmented Reality SMILE GO berpengaruh terhadap pengetahuan tentang menyikat gigi anak kelas 5 SDN 10 Sungai Sapih Padang (p=0,000).
Implementasi Permainan Ular Tangga Terhadap Pengetahuan Menyikat Gigi pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Darmawan, Winda Sari; Yandi, Satria; Surya, Leny Sang
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 7 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v7i02.198

Abstract

Pendahuluan: Setiap tahun, jumlah masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia meningkat, terutama karena praktik kebersihan gigi yang buruk. Menggunakan teknik yang tepat saat menyikat gigi adalah cara yang baik untuk meningkatkan kebersihan gigi. Tujuan Penelitian: Melalui penggunaan permainan ular tangga yang dimodifikasi, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas V SDN 10 Sungai Sapih Padang tentang teknik menyikat gigi yang benar. Bahan dan Metode: Purposive sampling digunakan untuk memilih 21 siswa sebagai sampel dalam penelitian ini, dengan desain pre-test post-test satu kelompok. Kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi media yang melibatkan permainan ular tangga digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil: Berdasarkan temuan, sebagian besar siswa (71,4%) memiliki pengetahuan yang cukup sebelum intervensi, tetapi jumlah ini meningkat secara signifikan setelah intervensi, dengan 85,7% siswa memiliki pemahaman yang baik. Peningkatan pengetahuan yang signifikan ditunjukkan dengan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05) yang diperoleh dari analisis statistik dengan menggunakan uji Marginal Homogeneity. Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa permainan ular tangga merupakan cara yang baik untuk membantu anak-anak belajar cara mencuci gigi dengan benar.
PENGARUH PENGGUNAAN AIR HUJAN TERHADAP KARIES GIGI PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN BATANG GASAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN TAHUN 2017 Geovani, Nadia Pinky; Endo Mahata, Intan Batura; Yandi, Satria
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 5, Nomor 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.005 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.137

Abstract

Air minum merupakan air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung  di  minum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan air hujan terhadap indeks karies di Kecamatan Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi  pada  penelitian ini adalah Masyarakat Kecamatan Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman yang masih menggunakan air hujan yang berjumlah 158 orang dan Masyarakat Kecamatan Batang Gasan yang menggunakan air PDAM yang berjumlah 232 orang dengan 30 sampel masyarakat menggunakan air PDAM dan air hujan, waktu penelitian pada Bulan Desember - Maret 2018 dan instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner dan indeks karies DMF-T. Analisis secara univariat ditampilkan dengan tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dengan kepercayaan 95% α = 0.05. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan responden menggunakan air PDAM paling banyak indeks karies gigi rendah yaitu (56,7%) dan pada responden menggunakan air hujan paling banyak indeks karies gigi tinggi (50%), Indeks karies gigi populasi berdasarkan indeks DMF-T responden menggunakan air PDAM dengan rata-rata 2,6 berada pada kategori rendah dan kelompok menggunakan air hujan dengan rata-rata 6,7 kategori sangat tinggi dan terdapat pengaruh menggunakan air hujan dan tidak menggunakan air hujan dengan prevalensi karies di Kecamatan Batang Gasan. P = 0,000 < 0,05.
Comparison of Plaque Index (PI) calculation time between a Digital Dental Calculator (DDC) app and the manual method: a quasi-experimental study Putri, Syaida Erma; Yandi, Satria; Amran, Ricky; Anggraini, Netta; Ningrum, Valendriyani; Lee, Shih- Chieh
Padjadjaran Journal of Dentistry Vol 37, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjd.vol37no3.61740

Abstract

Introduction: Dental plaque is a soft biofilm that accumulates on the tooth surface and around the gingival margin. If not properly managed, it can lead to oral diseases such as gingivitis. The manual assessment of the Plaque Index (PI) has several limitations, including variability in the number of teeth examined, assessor subjectivity, and potential inaccuracy, particularly at low or high plaque levels. To overcome these challenges, a technology-based approach is needed to enhance standardization and consistency. This study aims to compare the calculation time of PI using a Digital Dental Calculator (DDC) app and the conventional manual method. Methods: A quasi-experimental study with a one-group posttest-only design was conducted among 70 dental students at Universitas Baiturrahmah who had completed the periodontics module and met inclusion and exclusion criteria. Participants performed PI calculations using both manual and digital methods under standardized conditions. The time required for each method was measured in seconds. Data were analyzed using descriptive statistics (mean ± SD) and the Mann–Whitney U test to compare calculation times between the two methods, with a significance level of p < 0.05. All analyses were conducted using IBM SPSS Statistics version 26.0 to ensure transparency and reproducibility. Results: The mean PI calculation time using the manual method was 178.74 seconds, while the digital DDC method required 143.97 seconds, showing a mean difference of 34.77 seconds. Statistical analysis revealed a highly significant difference between the two methods (p < 0.001), indicating that the DDC significantly reduced PI calculation time. Conclusion: The use of the Digital Dental Calculator (DDC) significantly shortened the time required to calculate the Plaque Index compared to the manual method. These findings highlight the potential of digital tools to improve efficiency, standardization, and accuracy in both clinical and educational dental settings.