Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

EFEKTIVITAS VIRTUAL REALITY (VR) SEBAGAI DISTRAKSI DALAM PENATALAKSANAAN DENTAL PADA ANAK USIA 4-12 TAHUN : SCOPING REVIEW Darmawangsa, Darmawangsa; Yandi, Satria; Adha, Agung Anugerah
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Vol 11, No 1 (2024): Vol 11 No 1, Juni 2024
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v11i1.1094

Abstract

Introduction: Dental anxiety in children aged 4-12 years is an obstacle in dental and oral health care. Anxiety management such as distraction is needed, namely a method to shift the child's focus to other things, such as the use of Virtual Reality (VR). Virtual Reality (VR) is an audiovisual distraction media that can reduce the level of anxiety and pain and unpleasant situations by displaying three-dimensional images along with VR glasses and their voices on the headset. Aim: The purpose of this study was to examine the advantages and disadvantages of Virtual Reality (VR) as a distraction in dental management in children aged 4-12 years, cases of dental management using VR and, the effectiveness of Virtual Reality (VR) as a distraction in dental management in children aged 4-12. Method: The literatures in this review was obtained through searches of the PubMed, Science Direct, and Google Scholar databases using specific keywords along with inclusion and exclusion criteria. Result: The findings of the review of the five articles indicated that virtual reality (VR) was an effective distraction for reducing anxiety and pain levels in children aged 4-12 years undergoing dental treatment. The results of other reviews did not provide specific age range for its use, the ideal duration for its use, the management of adverse effects following its use, or solutions for children who are unable to use it. Conclusion: Virtual reality represents a promising approach for the management of dental management in children aged 4-12 years.
Augmented reality SMILE Go dalam meningkatkan pengetahuan oral bad habits siswa sekolah dasar: studi eksperimental semu Maharani, Arivi Lathifah; Yandi, Satria; Anggestia, Wulan
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 36, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v36i2.53585

Abstract

Pendahuluan: Oral bad habits merupakan kebiasaan yang terjadi pada rongga mulut yang dapat menyebabkan maloklusi. Pendidikan kesehatan gigi dan mulut merupakan langkah awal dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Augmented reality SMILE Go adalah penggabungan antara objek virtual 3D dengan objek nyata. Augmented reality SMILE Go dapat membantu anak-anak semakin mudah dalam memahami dan mengerti terhadap pengetahuan yang didapatkan dengan animasi yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis augmented reality SMILE Go dalam meningkatkan pengetahuan oral bad habits pada siswa sekolah dasar. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu yang meliputi hanya satu kelompok atau kelas yang diberikan pra dan pasca uji dengan rancangan one-group pretest-posttest design. dimana peneliti melakukan pengukuran pertama (pretest) dengan kuesioner dan melakukan pemberian intervensi dalam bentuk demonstrasi langsung edukasi tentang Oral Bad Habits Anak serta melakukan pengukuran kedua (posttest). Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 104 minimal sampel yang diambil secara simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada siswa kelas V SDN 10 Sungai Sapih Padang, analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian diperoleh rata-rata pengetahuan sebelum dan setelah diberikan intervensi media augmented reality SMILE Go pengetahuan siswa meningkat dari 60,32% menjadi 80,28%. Penggunaan media augmented reality SMILE Go dapat meningkatkan pengetahuan mengenai oral bad habits pada siswa sekolah dasar(p=0,001). Simpulan: Augmented reality SMILE Go dapat meningkatkan pengetahuan mengenai oral bad habits siswa sekolah dasar.Augmented reality SMILE Go in improving knowledge of oral bad habits in elementary students: a cross sectional studyIntroduction: Oral bad habits refer to behaviors affecting the oral cavity that can lead to malocclusion. Dental and oral health education is a crucial first step in enhancing children's knowledge and awareness about maintaining oral health. The augmented reality app SMILE Go integrates 3D virtual objects with real-world elements to make learning more engaging and effective through captivating animations. This study aims to analyze the effectiveness of SMILE Go in improving knowledge about oral bad habits among elementary school students. Methods: This quasi-experimental study employed a one-group pretest-posttest design, involving a single class assessed before and after an educational intervention. An initial knowledge assessment (pretest) was conducted using a questionnaire, followed by a direct educational demonstration on oral bad habits using SMILE Go. A follow-up assessment (posttest) measured knowledge improvement. A minimum of 104 participants was selected via simple random sampling from fifth-grade students at SDN 10 Sungai Sapih, Padang. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: The findings showed a significant increase in students' knowledge, from an average pretest score of 60.32% to a posttest score of 80.28% after using SMILE Go (p=0.001). Conclusion: The augmented reality app SMILE Go effectively enhances knowledge about oral bad habits among elementary school students.
Pengaruh Augmented Reality Smile Go Terhadap Pengetahuan Menyikat Gigi Pada Anak Kelas V SDN 10 Sungai Sapih Padang Yandi, Satria; Surya, Leny Sang; Chikalika, Aufa Galuh
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 7 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v7i01.140

Abstract

Pendahuluan: Permasalahan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya yang di sebabkan oleh kebersihan gigi dan mulut yang buruk. Upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut salah satunya dengan menyikat gigi. Menyikat gigi adalah upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. SMILE GO adalah inovasi terbaru dari buku panduan SMILE yang kini diterbitkan secara digital yang dapat di-download pada aplikasi playstore sehingga pengguna dapat mengakses dimana saja dan kapan saja.  Merupakan aplikasi yang berisikan buku pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut yang didalamnya terdapat animasi, video tutorial dan penjelasan, maupun teks yang menyampaikan mengenai kesehatan gigi dan mulut seperti waktu, erupsi gigi, perawatan yang dapat dilakukan pada penyakit rongga mulut, kebiasaan buruk pada anak dan teknik dalam penyikatan gigi yang baik dan benar. Bahan dan Metode: Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan one-group prestest- posttest design. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 104 minimal sampel yang diambil secara purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada anak kelas 5 SDN 10 Sungai Sapih Padang. Hasil: Hasil penelitian diperoleh rata-rata pengetahuan sebelum diberikan intervensi media Augmented Reality terbanyak adalah kategori cukup yaitu (47,1%) dan setelah diberikan intervensi media buku pengetahuan siswa meningkat menjadi paling banyak kategori baik yaitu (56,7%). Kesimpulan: Penggunaan media Augmented Reality SMILE GO berpengaruh terhadap pengetahuan tentang menyikat gigi anak kelas 5 SDN 10 Sungai Sapih Padang (p=0,000).
Implementasi Permainan Ular Tangga Terhadap Pengetahuan Menyikat Gigi pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Darmawan, Winda Sari; Yandi, Satria; Surya, Leny Sang
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 7 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v7i02.198

Abstract

Pendahuluan: Setiap tahun, jumlah masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia meningkat, terutama karena praktik kebersihan gigi yang buruk. Menggunakan teknik yang tepat saat menyikat gigi adalah cara yang baik untuk meningkatkan kebersihan gigi. Tujuan Penelitian: Melalui penggunaan permainan ular tangga yang dimodifikasi, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas V SDN 10 Sungai Sapih Padang tentang teknik menyikat gigi yang benar. Bahan dan Metode: Purposive sampling digunakan untuk memilih 21 siswa sebagai sampel dalam penelitian ini, dengan desain pre-test post-test satu kelompok. Kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi media yang melibatkan permainan ular tangga digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil: Berdasarkan temuan, sebagian besar siswa (71,4%) memiliki pengetahuan yang cukup sebelum intervensi, tetapi jumlah ini meningkat secara signifikan setelah intervensi, dengan 85,7% siswa memiliki pemahaman yang baik. Peningkatan pengetahuan yang signifikan ditunjukkan dengan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05) yang diperoleh dari analisis statistik dengan menggunakan uji Marginal Homogeneity. Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa permainan ular tangga merupakan cara yang baik untuk membantu anak-anak belajar cara mencuci gigi dengan benar.
PENGARUH PENGGUNAAN AIR HUJAN TERHADAP KARIES GIGI PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN BATANG GASAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN TAHUN 2017 Geovani, Nadia Pinky; Endo Mahata, Intan Batura; Yandi, Satria
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 5, Nomor 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.005 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.137

Abstract

Air minum merupakan air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung  di  minum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan air hujan terhadap indeks karies di Kecamatan Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi  pada  penelitian ini adalah Masyarakat Kecamatan Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman yang masih menggunakan air hujan yang berjumlah 158 orang dan Masyarakat Kecamatan Batang Gasan yang menggunakan air PDAM yang berjumlah 232 orang dengan 30 sampel masyarakat menggunakan air PDAM dan air hujan, waktu penelitian pada Bulan Desember - Maret 2018 dan instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner dan indeks karies DMF-T. Analisis secara univariat ditampilkan dengan tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dengan kepercayaan 95% α = 0.05. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan responden menggunakan air PDAM paling banyak indeks karies gigi rendah yaitu (56,7%) dan pada responden menggunakan air hujan paling banyak indeks karies gigi tinggi (50%), Indeks karies gigi populasi berdasarkan indeks DMF-T responden menggunakan air PDAM dengan rata-rata 2,6 berada pada kategori rendah dan kelompok menggunakan air hujan dengan rata-rata 6,7 kategori sangat tinggi dan terdapat pengaruh menggunakan air hujan dan tidak menggunakan air hujan dengan prevalensi karies di Kecamatan Batang Gasan. P = 0,000 < 0,05.
Comparison of Plaque Index (PI) calculation time between a Digital Dental Calculator (DDC) app and the manual method: a quasi-experimental study Putri, Syaida Erma; Yandi, Satria; Amran, Ricky; Anggraini, Netta; Ningrum, Valendriyani; Lee, Shih- Chieh
Padjadjaran Journal of Dentistry Vol 37, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjd.vol37no3.61740

Abstract

Introduction: Dental plaque is a soft biofilm that accumulates on the tooth surface and around the gingival margin. If not properly managed, it can lead to oral diseases such as gingivitis. The manual assessment of the Plaque Index (PI) has several limitations, including variability in the number of teeth examined, assessor subjectivity, and potential inaccuracy, particularly at low or high plaque levels. To overcome these challenges, a technology-based approach is needed to enhance standardization and consistency. This study aims to compare the calculation time of PI using a Digital Dental Calculator (DDC) app and the conventional manual method. Methods: A quasi-experimental study with a one-group posttest-only design was conducted among 70 dental students at Universitas Baiturrahmah who had completed the periodontics module and met inclusion and exclusion criteria. Participants performed PI calculations using both manual and digital methods under standardized conditions. The time required for each method was measured in seconds. Data were analyzed using descriptive statistics (mean ± SD) and the Mann–Whitney U test to compare calculation times between the two methods, with a significance level of p < 0.05. All analyses were conducted using IBM SPSS Statistics version 26.0 to ensure transparency and reproducibility. Results: The mean PI calculation time using the manual method was 178.74 seconds, while the digital DDC method required 143.97 seconds, showing a mean difference of 34.77 seconds. Statistical analysis revealed a highly significant difference between the two methods (p < 0.001), indicating that the DDC significantly reduced PI calculation time. Conclusion: The use of the Digital Dental Calculator (DDC) significantly shortened the time required to calculate the Plaque Index compared to the manual method. These findings highlight the potential of digital tools to improve efficiency, standardization, and accuracy in both clinical and educational dental settings.
The effect of educational videos through the tiktok application on increasing knowledge about caries of State Islamic High School: Study experimental Pitri, Sulpia; Taursia Wisnu, Fredy Rendra; Yandi, Satria
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i3.66286

Abstract

ABSTRAKIntroduction: Dental caries is a common oral health problem among teenagers, partly caused by low levels of knowledge about dental care. Social media can be an effective alternative for obtaining information and supporting learning activities, and one such platform is Tiktok. Objective the aim of this study was to analyze changes in knowledge regarding dental caries before and after providing educational video interventions through the TikTok application. Methods: This quantitative study used a quasi-experimental design. The population in this study consisted of 80 tenth-grade students at MAN 3 Padang City, selected using simple random sampling. Results: The results showed that before the intervention, most students had a moderate level of knowledge (49 students, 61.3%), while after viewing the educational videos, most students demonstrated good knowledge (54 students, 67.5%). There was a significant increase in knowledge levels before and after the educational video educational video intervention delivered via TikTok regarding dental caries among tenth-grade students at MAN 3 Padang City (p=0.004). Conclusion:  Knowledge about dental caries increased after the educational video intervention through the TikTok application. This research may serve as a reference for educators and healthcare professionals to utilize social media as an innovative and effective educational tool.KEYWORDS: tiktok, health education, educational videos, caries knowledge, teenagers Peningkatan pengetahuan mengenai karies setelah pemberian intervensi video edukasi melalui aplikasi tikTok pada siswa madrasah aliyah negeri: studi eksperimentalABSTRACTPendahuluan: Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada remaja, salah satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan tentang perawatan kesehatan gigi. Media sosial dapat menjadi alternatif yang efektif untuk mendapat informasi dan menunjang kegiatan pembelajaran, salah satunya adalah Tiktok. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan pengetahuan mengenai karies gigi sesudah pemberian intervensi video edukasi melalui aplikasi TikTok Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas X di MAN 3 Kota Padang sebanyak 80 yang diambil secara simple random sampling. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Tingkat pengetahuan siswa sebelum diberikan video edukasi paling banyak dengan kriteria cukup yaitu 49 orang (61,3%), sedangkan tingkat pengetahuan siswa sesudah diberikan video edukasi paling banyak dengan kriteria baik yaitu 54 orang (67,5%) dan terdapat peningkatan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan video edukasi melalui tiktok mengenai karies gigi pada siswa kelas X MAN 3 Kota Padang (p=0,004). Simpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan mengenai karies gigi setelah diberikan intervensi pemberian video edukasi melalui aplikasi TikTok. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi yang inovatif dan efektif.KATA KUNCI: tiktok, edukasi kesehatan, video edukasi, pengetahuan karies, remaja
STARSMILE APP TO IMPROVE KNOWLEDGE OF DENTAL AND ORAL HEALTH AND TOOTH BRUSHING BEHAVIOR Satria Yandi; Restu Putri Purwany Susilo; Tiara Rahma Sabilla; Dwi Anggun Vidiza Putri
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Vol. 13 No. 1 (2026): Vol 13 No 1 (Juni 2026)
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Poor oral hygiene is a common problem among preschool children and is influenced by parental guidance and socioeconomic factors. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of the StarSMILE App, a game-based educational tool, in improving tooth brushing knowledge and behavior among preschool children and their parents. Methods: This study employed a Level 3 Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model and systematic validation by subject matter, media, and learning experts. Five parents and children tested the StarSMILE App to determine user-level validation. Results: The StarSMILE App was proven to be suitable for use after passing expert validation and user trials. The assessment details showed 89% approval from media experts, 85% approval from subject matter experts, and 84% approval from learning experts. Positive feedback was also received from users, with a very high feasibility rate of 91.2%.
Effect of Modified Snakes and Ladders Game for on Dental Caries Knowledge among Fifth- Grade Students at SDN 10 Sungai Sapih Padang Salsabila, Silvi; Yandi, Satria; Zia, Hanim Khalida; Ferdina, Resa; Surya, Leny Sang
Denta Journal Kedokteran Gigi Vol 20 No 2 (2026): August
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/denta.v20i2.7

Abstract

Background: Dental caries is one of the most common dental health problems in Indonesia, with a high prevalence in school-aged children. One of the main causes is the lack of knowledge about how to maintain oral health. To overcome this, educational media was developed in the form of a modified snake and ladder game designed to increase student knowledge through an interactive and fun approach. Objective: This study aimed to determine whether the use of a modified snakes and ladders game can improve the understanding of dental caries among fifth-grade students at SDN 10 Sungai Sapih, Padang. Materials and methods: This study used a one-group pretest-posttest design based on previous experimental research. Using a selection approach, 21 fifth-grade students from SDN 10 Sungai Sapih, Padang were became the research sample. The intervention was carried out with dentition cards, and data were collected using ‘RoMu (Rongga Mulut / Oral Cavity) question cards’ as a survey. The Marginal Homogeneity of Test was used to analyze the data, and a significance threshold of p≤0.05 was used. Results: The results showed that the implementation of modified snakes and ladders game media significantly improved students' caries knowledge. The average knowledge score increased from 8.00 before the intervention to 9.33 after the intervention. This score is the average number of correct answers obtained by respondents in the knowledge questionnaire. The results of the Marginal Homogeneity test showed that the increase was statistically significant (p < 0.001). However, the implementation of the media still requires improvements, especially in explaining the game rules and user guides to make them easier for participants to understand, and thus make the learning process more effective. Conclusion: The modified snakes and ladders game media has the potential to be an effective dental health education medium if accompanied by improvements in the aspects of user instructions and game mechanics.