Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal GEOSAPTA

PERANCANGAN SISTEM PENGANGKUTAN BATUBARA MELALUI PIPA (SKALA LABORATORIUM) Riswan Riswan; Hafidz Noor Fikri; Karina Shella Putri
Geosapta Vol 4, No 01 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i01.4441

Abstract

Ketersedian sarana pengangkutan pada kegiatan pertambangan seperti jalan angkut, rel kereta api, dan sungai atau pengerukan sungai akan menjadi permasalahan tersendiri dan menghabiskan banyak energi yang dapat berkontribusi terhadap masalah lingkungan dan keselamatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dibutuhkan alternatif lain untuk pengangkutan batubara tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan Perancangan suatu sistem pengangkutan batubara melalui pipa, dan menganalisa faktor-faktor yang berpengaruh pengangkutan batubara melalui pipa. Metode yang digunakan adalan perancangan alat dan melakukan pengujian dalam skala laboratorium. Peralatan yang digunakan pada perancangan adalah kolam pembuatan slurry, selang isap pompa, pompa, mesin penggerak, pipa, kolam penampungan slurry dan alat pengukur debit aliran. Alat ini dapat di rekomendasi untuk pengangkutan batubara melalui pipa untuk pengembangan penggunaan pada skala industri berdasarkan pengujian laboratorium, dan faktor faktor yang berpengaruh pada pengangkutan batubara melalui pipa adalah komposisi slurry (batubara dan air), rpm pompa dan ukuran pompa dan jenis pompa serta ukuran pipa yang digunakan. Kata-kata kunci: batubara, pengangkutan, pipa, pompa, slurry
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENIRISAN TAMBANG TERBUKA BATUBARA Karina Shella Putri; Uyu Saismana; Agus Triantoro
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4204

Abstract

Pit penambangan PT Darma Henwa, Tbk memiliki tiga daerah tangkapan hujan yang masing-masing memiliki satu sump yaitu Sump I, Sump II, dan Sump III. Sejalan dengan kemajuan tambang, pada lokasi Sump III dilakukan kegiatan penggalian batubara sehingga air yang seharusnya masuk ke Sump III dialirkan menuju Sump I. Hal ini menyebabkan air yang masuk melebihi daya tampung Sump I. Penelitian ini juga mengevaluasi Sump II,  untuk mencegah meluapnya air dari Sump II menuju Sump I.Metode yang digunakan untuk pengolahan data curah hujan rencana dan intensitas curah hujan adalah Log Person tipe III dan Mononobe. Sedangkan perhitungan debit limpasan permukaan, debit saluran, daya tampung sump menggunakan Persamaan Rasional, Manning, dan Water Balance. Luas daerah tangkapan hujan dan volume aktual sump didapatkan dengan bantuan software Autodesk LDD 2004.Curah hujan harian rencana maksimum daerah Asam Asam sebesar 110,52 mm dengan intensitas curah hujan sebesar 268,07 mm/jam. Debit total yang masuk yaitu 15,28212 m3/detik untuk Daerah Tangkapan Hujan I dan 4,16392 m3/detik untuk Daerah Tangkapan Hujan II. Volume maksimal Sump I (504,85 m3) memiliki ketahanan selama 0,55 menit dan volume maksimal Sump II (538,31 m3) memiliki ketahanan selama 2,17 menit. Penambahan volume untuk Sump I menjadi 5.915,5 m3 dan Sump II menjadi 1.610,5 m3. Pompa Volvo Penta SE-405 pada 1700 rpm memiliki kapasitas 0,0778 m3/detik pada total head 52,214 m dengan efisiensi 76% dan daya poros sebesar 54 kW. Pompa Multiflo MF 160 pada 1700 rpm memiliki kapasitas 0,0254 m3/detik pada total head 24,107 m dengan efisiensi 25% dan daya poros sebesar 46 kW. Terdapat 1 parit yang perlu perbaikan dimensi. Kata-kata kunci: Sump, Log Person, Mononobe, water balance, head
IDENTIFIKASI VARIASI MASERAL BERDASARKAN ANALISIS PETROGRAFI DI FORMASI WARUKIN (SEAM O DAN SEAM P) KABUPATEN TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Annisa Annisa; Karina Shella Putri; Wilda Putri Oktavianti
Geosapta Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i1.10111

Abstract

Maseral merupakan bahan organik penyusun batubara yang terbagi atas tiga grup, yaitu grup maseral vitrinit, liptinit dan inertinit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi maseral dan nilai reflektansi vitrinit pada batubara. Pengamatan mikroskopis yang dilakukan pada sampel batubara menggunakan metode analisis petrografi. Conto batubara diambil dari lapisan batubara O dan lapisan batubara P  pada Formasi Warukin Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan. Sampling dilakukan pada seam batubara expose atau seam yang sudah dilakukan proses penambangan (coal getting), sampel dipreparasi untuk pembuatan sayatan poles. Berdasarkan hasil analisis petrografi jumlah komposisi grup maseral batubara untuk vitrinit pada lapisan batubara O bagian Roof 72,2%, bagian Body 68,8% dan bagian Floor 60,0%; liptinit bagian Roof 1,6 %, Body 2,2% dan Floor 0,6% sedangkan group maseral inertinit bagian Roof 21,2 %, Body 25,0% dan Floor 36,4%. Komposisi grup maseral batubara untuk vitrinit pada lapisan batubara P bagian Roof 72,8%, bagian Body 72,2% dan bagian Floor 66,2%; liptinit bagian Roof 1,4 %, Body 1,6% dan Floor 2,2% sedangkan group maseral inertinit bagian Roof 23,2 %, Body 21,0% dan Floor 30,4%. Hasil pengamatan ini memberikan informasi variasi maseral batubara seperti pada umumnya batubara Indonesia yang didominasi oleh grup maseral vitrinit. Hasil analisis terhadap reflektansi batubara menunjukkan hasil Rank Batubara Formasi Warukin Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan adalah Sub-Bituminus. Kata-kata kunci: maseral, vitrinit, liptinit, inertinit, reflektansi
PERENCANAAN PENAMBANGAN BATUBARA PIT TIMUR DI PT PADA IDI DESA LUWE HULU KALTENG Heru Cahyo Prasakto; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Karina Shella Putri
Geosapta Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i1.2932

Abstract

PT Pada Idi memerlukan perencanaan dan perancangan tambang pada area prospek yang telah dilakukan eksplorasi sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai pedoman dalam pelaksanaan penambangan, mengurangi ketidakpastian dan pemilihan kemungkinan terbaik.Penelitian dikerjakan dengan bantuan software. Batas penambangan, cadangan tertambang, volume OB ditentukan dengan nilai Stripping Ratio (SR) 7, 9 dan 10. Rancangan pit dan timbunan mengacu pada rekomendasi geoteknik lereng perusahaan. Tahapan penambangan dibuat dengan target produksi 100.000 ton/bulan.Hasil penelitian dengan SR 9 yaitu : pit limit sampai elevasi -10 mdpal, luas pit 128.08 Ha, cadangan  tertambang 2.84 juta ton, volume OB 25.99 juta BCM, umur pit 2 tahun 8 bulan. Hasil penelitian dengan SR  7 yaitu : pit limit sampai elevasi -5 mdpal, luas pit 103.05 Ha, cadangan  tertambang 2.80 juta ton, volume OB 19.72 juta BCM, umur pit 2 tahun 11 bulan. Hasil penelitian dengan SR  10 yaitu : pit limit sampai elevasi -25 mdpal, luas pit 182.3 Ha, cadangan  tertambang 3.93 juta ton, volume OB 39.17 juta BCM, umur pit 3 tahun 10 bulan. Kebutuhan alat mekanis pit SR 9 adalah 7 unit Excavator PC-400, 2 unit Excavator PC-200, 28 unit Dump Truck Nissan CWB dan 10 unit Dump Truck Hino FM260. Kata-kata kunci: Pit, Stripping Ratio, Pit Limit, Cadangan, Alat Mekanis 
SEKTOR PERTAMBANGAN DALAM RANTAI PASOKAN DOMESTIK PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: DAMPAK PENGGANDA Karina Shella Putri; Yuniar Siska Novianti; Djoyakim Parulian Simanungkalit
Geosapta Vol 7, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i2.11111

Abstract

Keberlimpahan sumberdaya batubara yang dimiliki Provinsi Kalimantan Selatan menjadikan sektor pertambangan sebagai kontributor terbesar dalam nilai tambah bruto (PDRB). Kontribusi tersebut diharapkan juga memberi dampak yang besar terhadap sektor-sektor ekonomi lain sehingga dapat mendukung pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Besarnya dampak pengganda yang ditimbulkan oleh sektor pertambangan dalam rantai pasokan domestik dapat dihitung dan dianalisis menggunakan permodelan multipliers effect dalam tabel input-output yang mana didapatkan output multiplier senilai 1,8017; income multiplier senilai 1,4638; employment multiplier senilai 1,8439; value added multiplier senilai 1,6227; dan operating surplus multiplier senilai 2,5605. Walau tidak sebesar sektor pengolahan (setiap nilai multiplier > 2), namun sektor pertambangan tetap dapat memberikan dampak secara langsung dan tidak langsung terhadap sektor-sektor lain seperti peningkatan produksi, pendapatan pekerja, peluang tenaga kerja, nilai tambah, dan surplus usaha. Dampak pengganda sektor pertambangan dapat ditingkatkan dengan mengutamakan penggunaan produk dari sektor hulunya dalam pasar domestik seperti pembelian dan penyewaan alat berat mekanis, pembelian spare part, penyedia makan-minum, pengadaan listrik, dan jasa pengangkutan. Pembatasan ekspor batubara untuk dapat memenuhi kebutuhan domestik juga dapat miningkatkan efek pengganda dari sektor pertambangan, akan tetapi sektor yang membutuhkan batubara sebagai sumber daya energi juga perlu ditingkatkan jumlahnya agar pembangunan ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan yang berkelanjutan dapat terwujud.     
KAJIAN SISTEM PENIRISAN TAMBANG UNTUK MENANGGULANGI LIMPASAN AIR DARI AREA PIT 4 TIMUR KE ARAH PIT 4 BARAT DI PT DARMA HENWA TBK, ASAM ASAM COAL PROJECT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Karina Shella Putri; Muhammad Alfarisi; Robian Nuur
Geosapta Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i2.5171

Abstract

Pit 4 Timur di PT Darma Henwa ACP merupakan pit dengan status tidak aktif produksi sehingga air dibiarkan meluap dari sump dan menggenangi pit. Area Pit 4 Timur berbatasan dengan Pit 4 Barat yang berstatus pit aktif produksi dimana elevasi kritis yang membatasi agar air pada Pit 4 Timur tidak melimpas ke Pit 4 Barat adalah -51,4 mdpl. Penelitian ini memprediksi lama pemompaan pada Pit 4 Timur agar dapat menanggulangi genangan air yang ada ditambah dengan penambahan air limpasan permukaan dari hasi prediksi curah hujan dan durasi hujan hingga 10 bulan ke depan sehingga tidak mengganggu aktivitas produksi di Pit 4 Barat.Metode yang digunakan untuk memprediksi curah hujan dan durasi hujan adalah dengan tiga metode exponential smoothing, antara lain Metode Brown, Metode Holt, dan Metode Winter. Hasil prediksi curah hujan dan durasi hujan digunakan untuk menentukan intensitas hujan yang digunakan dalam Persamaan Rasional untuk menghitung debit limpasan permukaan. Simulasi dalam menentukan lama pemompaan menggunakan persamaan Water Balance berdasarkan pertimbangan prediksi air yang masuk berupa volume limpasan permukaan dan bawah permukaan, serta volume air yang dapat dikeluarkan berdasarkan kemampuan pemompaan.Hasil pengukuran debit aktual dua unit pompa Multiflo 420 yaitu 0,148 m3/detik dengan head total 110 meter dan debit rata-rata air bawah permukaan sebesar 2,038 m3/detik. Hasil prediksi debit air limpasan permukaan dari bulan April 2016 sampai dengan Desember 2016 berturut-turut yaitu 1,33 m3/s, 1,14 m3/s, 1,15 m3/s, 0,71 m3/s, 1,95 m3/s, 1,26 m3/s, 1,88 m3/s, 1,26 m3/s, dan 1,22 m3/s. Berdasarkan hasil pengukuran, perhitungan, dan prediksi tersebut didapatkan lama waktu pemompaan adalah selama 2 bulan 5 hari. Kata-kata kunci: exponential smoothing, pit, water balance
Aplikasi Ekonometrika dalam Penentuan BESR: Studi Kasus Penahapan Penambangan PT Gunungbayan Pratamacoal Putri, Karina Shella; Triantoro, Agus; Samosir, Randy Lavianus
Geosapta Vol 10, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i1.15922

Abstract

Desain penambangan merupakan bagian yang penting dalam perencanaan tambang. Wilayah yang akan ditambang dipartisi menjadi beberapa fase berbeda. Maksud dari penelitan ini adalah menentukan tahapan penambangan di PT Gunungbayan Pratamcoal yang memberikan nilai ekonomis. Penentuan tahapan penambangan menggunakan analisis Break Even Stripping Ratio (BESR). Data-data yang digunakan dalam perhitungan BESR antara lain data deret waktu harga batubara beserta variabel yang mempengaruhinya seperti produksi batubara Indonesia, konsumsi batubara Indonesia, konsumsi batubara India, konsumsi batubara Jepang, dan harga minyak mentah dunia, serta biaya penambangan seperti biaya pembongkaran dan pengangkutan overburden dan batubara. Variabel seperti harga batubara diramalkan dengan pendekatan ekonometrika, serta biaya penambangan berdasarkan perubahan jarak angkut per tahun. Data-data yang dibutuhkan untuk desain penambangan antara lain data hasil eksplorasi (singkapan, log bor, test pit), topografi situasi, geometri lereng, dan data alat gali muat dan alat angkut yang digunakan dari ketersediaan alat di perusahaan. Hasil prediksi harga batubara dari tahun 2019 sampai dengan 2021 yaitu 93,63 USD/ton, 108,16 USD/ton dan 111,35 USD/ton. SR yang digunakan dalam rancangan tahapan penambangan dari tahun 2019 sampai dengan 2021 yaitu 11,48; 12,98; dan 12,38. Volume overburden, tonase batubara, dan luas area yang menjadi target penambangan dari tahun 2019 sampai dengan 2021 berturut-turut yaitu 4.335.153 BCM, 377.492 ton, dan 16,04 ha; 4.898.514 BCM, 377.338 ton, dan 29,74 ha; 4.427.264 BCM, 357.492 ton, dan 39,40 ha.
Variasi Blok Model pada Pemodelan Seam Batubara Fikri, Hafidz Noor; Nurhakim, Nurhakim; Fauzi, Resti; Novianti, Yuniar Siska; Santoso, Eko; Putri, Karina Shella
Geosapta Vol 10, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i1.19321

Abstract

Penerapan model blok dengan geostatistika terapan pada pertambangan batubara semakin banyak digunakan karena mampu merespon perhitungan sumberdaya batubara secara detail. Ukuran model blok yang sesuai sangat penting pada saat SMU diproses. Selain itu, ukuran model blok berpengaruh terhadap hasil estimasi. Penelitian ini mengevaluasi tiga variasi ukuran model blok endapan batubara dengan menggunakan nilai kemiringan regresi dan efisiensi kriging. Variasi ukuran blok ini ditentukan sebesar ¼, ½, ¾, dan 1 kali dari jarak rata-rata lubang bor. Data yang digunakan adalah dua lapisan batubara yang berbeda di Kalimantan Tengah dengan jumlah lubang bor sebanyak 12 dan 15 lubang bor. Nilai kemiringan bias bersyarat dan efisiensi kriging pada setiap ukuran blok model yang diolah, mampu memberikan jawaban mengenai penentuan ukuran blok model yang ideal berdasarkan data yang ada.
Kebutuhan Energi Listrik Guna Menggerakkan Sektor Ekonomi Strategis di Provinsi Kalimantan Selatan Putri, Karina Shella; Nurhakim, Nurhakim; Novianti, Yuniar Siska; Safitri, Nurma
Geosapta Vol 8, No 2 (2022): JULI 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i2.14358

Abstract

Pemenuhan kebutuhan energi listrik di Provinsi Kalimantan Selatan diperkirakan tumbuh pesat, dengan adanya kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri, sehingga diperlukan suplai energi listrik yang cukup besar. Kajian akan dihadapkan pada dua kondisi ekonomi, yaitu Business as Usual, dimana Provinsi Kalimantan Selatan masih mengalami pemulihan kondisi perekonomian yang merupakan dampak pandemi Covid-19, dan pertumbuhan ekonomi optimis, dimana Provinsi Kalimanatan Selatan mengalami percepatan ekonomi yang ditandai dengan terlaksananya rencana investasi proyek-proyek dalam kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri. Metode yang digunakan dalam menentukan kebutuhan energi listrik adalah permodelan ekonometrika dengan pendekatan Ordinary Least Square (OLS). Model konsumsi energi listrik menggunakan variabel independent PDRB, jumlah penduduk, tarif rata-rata listrik, dan rasio elektrifikasi. PDRB dimodelkan menggunakan variabel independent jumlah tenaga kerja, pengeluaran pemerintah, dan investasi. Seluruh variabel menggunakan data historis dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2021. Skenario 1 menghasilkan forecast PDRB dengan laju pertumbuhan rata-rata 2,72%. Kebutuhan energi listrik dari tahun 2022 sampai dengan 2025 untuk skenario 1 berturut-turut dalam satuan GWh antara lain 3.159,42; 3.228,31; 3.251,60; dan 3.250,94. Skenario 2 menggunakan pertumbuhan ekonomi optimis sebesar 4,3% sebagai acuan forecast kebutuhan energi listrik dengan hasil berturut-turut dari tahun 2022 sampai dengan 2025 dalam satuan GWh antara lain 3.164,90; 3.251,73; 3.319,55; dan 3.374,17. Skenario 1 dengan asumsi perekonomian masih dalam masa pemulihan menghasilkan rata-rata pertumbuhan permintaan energi listrik sebesar 1,61%. Sedangkan skenario 2 dengan asumsi terealisasinya proyek kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri menghasilkan rata-rata pertumbuhan permintaan energi listrik sebesar 2,55%.