Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Kebutuhan Energi Listrik Guna Menggerakkan Sektor Ekonomi Strategis di Provinsi Kalimantan Selatan Putri, Karina Shella; Nurhakim, Nurhakim; Novianti, Yuniar Siska; Safitri, Nurma
Geosapta Vol 8, No 2 (2022): JULI 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i2.14358

Abstract

Pemenuhan kebutuhan energi listrik di Provinsi Kalimantan Selatan diperkirakan tumbuh pesat, dengan adanya kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri, sehingga diperlukan suplai energi listrik yang cukup besar. Kajian akan dihadapkan pada dua kondisi ekonomi, yaitu Business as Usual, dimana Provinsi Kalimantan Selatan masih mengalami pemulihan kondisi perekonomian yang merupakan dampak pandemi Covid-19, dan pertumbuhan ekonomi optimis, dimana Provinsi Kalimanatan Selatan mengalami percepatan ekonomi yang ditandai dengan terlaksananya rencana investasi proyek-proyek dalam kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri. Metode yang digunakan dalam menentukan kebutuhan energi listrik adalah permodelan ekonometrika dengan pendekatan Ordinary Least Square (OLS). Model konsumsi energi listrik menggunakan variabel independent PDRB, jumlah penduduk, tarif rata-rata listrik, dan rasio elektrifikasi. PDRB dimodelkan menggunakan variabel independent jumlah tenaga kerja, pengeluaran pemerintah, dan investasi. Seluruh variabel menggunakan data historis dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2021. Skenario 1 menghasilkan forecast PDRB dengan laju pertumbuhan rata-rata 2,72%. Kebutuhan energi listrik dari tahun 2022 sampai dengan 2025 untuk skenario 1 berturut-turut dalam satuan GWh antara lain 3.159,42; 3.228,31; 3.251,60; dan 3.250,94. Skenario 2 menggunakan pertumbuhan ekonomi optimis sebesar 4,3% sebagai acuan forecast kebutuhan energi listrik dengan hasil berturut-turut dari tahun 2022 sampai dengan 2025 dalam satuan GWh antara lain 3.164,90; 3.251,73; 3.319,55; dan 3.374,17. Skenario 1 dengan asumsi perekonomian masih dalam masa pemulihan menghasilkan rata-rata pertumbuhan permintaan energi listrik sebesar 1,61%. Sedangkan skenario 2 dengan asumsi terealisasinya proyek kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri menghasilkan rata-rata pertumbuhan permintaan energi listrik sebesar 2,55%. 
Analisis faktor yang mempengaruhi efisiensi kerja pada produktivitas alat gali-muat overburden di PT Multi Tambangjaya Utama Rizki, M. Rizali; Hakim, Romla Noor; Putri, Karina Shella
Jurnal Himasapta Vol 8, No 3 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 03 Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i3.11211

Abstract

Evaluasi produktivitas alat mekanis dalam penambangan menjadi penting karena kemampuan kerjanya menjadi pertimbangan dalam perencanaan dan pencapaian produksi. Komponen faktor yang mempengaruhi produktivitas spesifik pada alat gali muat antara lain bucket fill factor dan swell factor (faktor nilai tetap), serta cycle time dan efisiensi (faktor nilai berubah). Faktor mana yang paling berpengaruh dalam setiap evaluasi pencapaian target menjadi pertimbangan untuk penanganan kondisi yang sama. Metodologi penelitian terdiri dari pengumpulan data berdasarkan faktor pengaruh, perhitungan efisiensi dan produktivitas, kemudian membandingkannya dengan target, menganalisis faktor mana yang paling mempengaruhi produktivitas berdasarkan nilai korelasi (r), dan rekomendasi prioritas penanganan masalah berdasarkan diagram pareto. Data diambil untuk fleet PC1250 (No. Unit 5035) selama 16 hari. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh rata-rata produktivitas aktual sebesar 658,32 BCM/jam dengan target sebesar 670 BCM/jam, sehingga diperoleh ketercapaian sebesar 98,27%. Hasil korelasi antar variabel menunjukkan yang paling berpengaruh terhadap produktivitas adalah efisiensi (r = 0,86), dan yang paling mempengaruhi efisiensi adalah delay time (r = -0,96). Permasalahan efisiensi kerja yang diprioritaskan untuk ditanggulangi adalah alat gali muat dalam kondisi gantung menunggu alat angkut dan merapikan front (kumulatif frekuensi kejadian 100% dan kumulatif durasi 96%).
Rencana penambahan peralatan mekanik di PT Binuang Mitra Bersama: kelayakan berdasarkan kriteria ekonomi Rahmawati, Elfina Nur; Hakim, Romla Noor; Putri, Karina Shella
Jurnal Himasapta Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 01 April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i1.12184

Abstract

PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua meningkatkan target produksi batubara dari 7.000.000 ton/tahun menjadi 10.000.000 ton/tahun yang akan dimulai dari tahun 2019 sampai 2025. Penambahan target produksi batubara ini membuat PT Petrosea Tbk sebagai kontraktor dari PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua merencanakan penambahan alat mekanis. Namun penambahan alat mekanis ini memerlukan biaya investasi yang relatif besar dan berdampak jangka panjang sehingga diperlukan pertimbangan berdasarkan kriteria-kriteria keekonomian agar dapat mengambil keputusan yang strategis antara alternatif (1) membeli atau (2) menyewa. Metode yang digunakan dalam  pertimbangan pengambilan keputusan antara lain net present value (NPV), internal rate of return (IRR), payback period (PP), dan analisis sensitivitas. Kemudian untuk mengetahui alternatif yang layak secara ekonomis didasar pada perbandingan hasil perhitungan kriteria-kriteria  ekonomi dari kedua alternatif solusi. Hasil perhitungan kriteria ekonomi NPV, IRR, dan PP berturut alternatif 1 antara lain Rp 37.600.331.709, 13,31%, dan 6 tahun 1 bulan, serta alternatif 2 antara lain Rp 220.947.500.000, tidak ada, dan tahun pertama. Berdasarkan analisis sensitivitas yang berpengaruh pada alternatif 1 dan 2 yaitu parameter pendapatan. Kedua alternatif menunjukkan nilai yang memenuhi kelayakan namun yang lebih menguntungkan dan dijadikan rekomendasi adalah alternatif menyewa alat mekanis. 
Analisis Kinerja Excavator JCB 305-LC dalam Pemindahan Overburden untuk Pembuatan Stockpile Crushing Plant PT BMR Huda, Nurul; Putri, Karina Shella; Syafi'i, Ahmad Ali
Jurnal Himasapta Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 02 Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i2.13314

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji produktivitas excavator JCB 305 LC dalam pemindahan overburden pada proyek pembuatan stockpile Crushing Plan (CP 8) di PT Berkat Murah Rezeki, Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kalimantan Selatan. Target produktivitas overburden yang diharapkan adalah 37.000 BCM per bulan. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas rata-rata sebesar 56.90961 BCM per bulan. Data yang diperoleh meliputi waktu siklus (cycle time) rata-rata 2445 detik dan waktu tunda (delay time) sebesar 777 detik. Analisis ini digunakan untuk mengevaluasi efisiensi dan produktivitas excavator serta mengidentifikasi pengaruh waktu siklus dan waktu tunda terhadap kinerja alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara efisiensi kerja dan produktivitas alat erat kaitannya dengan waktu siklus dan waktu tunda, yang dapat digunakan untuk meningkatkan strategi operasional dalam pemindahan overburden.
Pemanfaatan lahan basah buatan sebagai solusi rekayasa untuk penyerapan karbon Baharizki, Fajar Abdala; Hendriyanto, Valentino; Putra, Pilar Fara Menggala; Tumanggor, Trisaputra; Sitanggang, Dian Toga; Putri, Karina Shella
Jurnal Himasapta Vol 9, No 3 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 03 Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i3.14732

Abstract

Lahan basah buatan (constructed wetlands, CWs) menawarkan solusi potensial untuk mitigasi perubahan iklim dengan meniru fungsi lahan basah alami dalam menyerap karbon atmosfer dan mengelola emisi gas rumah kaca. Ekosistem lahan basah, termasuk mangrove, dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam menyimpan karbon dalam tanah dan biomassa, namun, degradasi dan konversi lahan telah menurunkan kapasitas ini. Penelitian ini membahas pemanfaatan lahan basah buatan dalam penyerapan karbon, dengan fokus pada teknologi seperti biochar, pemilihan tanaman spesifik, dan sistem inovatif seperti Constructed Wetland-Microbial Fuel Cells (CW-MFC). Studi kasus di berbagai lokasi menunjukkan potensi CWs dalam meningkatkan stok karbon dan menyediakan manfaat tambahan seperti peningkatan biodiversitas, pengelolaan air, serta pengurangan risiko banjir. Meskipun efisiensinya terbatas pada skala kecil, penerapan CWs yang lebih luas, terutama dengan integrasi proyek berbasis komunitas, dapat menjadi strategi mitigasi perubahan iklim yang efektif. Tantangan seperti keterbatasan ruang di daerah perkotaan dan ketidakpastian ilmiah terkait efisiensi penyerapan karbon perlu diatasi melalui kebijakan yang mendukung dan penelitian lebih lanjut. Di Indonesia, lahan gambut memiliki potensi penyimpanan karbon yang sangat besar, dan pengelolaannya dapat menjadi bagian penting dari strategi mitigasi karbon nasional. Secara keseluruhan, pengelolaan yang tepat terhadap lahan basah buatan dan lahan gambut dapat menawarkan solusi berkelanjutan untuk menghadapi perubahan iklim global.
LAMPU DIGITAL: Model Monitoring Air Berbasis Komunitas di Cempaka Syafi'i, Ahmad Ali; Triantoro, Agus; Putri, Karina Shella; Annisa, Annisa; Pillayati , Pillayati; Ramadhan, Satrio
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/3tryjv95

Abstract

Aktivitas pertambangan rakyat di kawasan Intan Cempaka, Kalimantan Selatan meninggalkan lubang-lubang tambang dan genangan air yang berpotensi menjadi sumber pencemaran lingkungan. Kurangnya keterampilan masyarakat dalam melakukan pemantauan kualitas air menyebabkan tidak adanya basis data lingkungan yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based). Program pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan pendekatan teknologi sederhana LAMPU DIGITAL (Lakmus, pH meter, dan pelaporan digital) dengan tujuan meningkatkan kapasitas warga dalam mengukur kualitas air, mendokumentasikan hasil secara digital, dan membangun sistem komunitas pemantau air yang mandiri. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan teknis, implementasi lapangan, pendampingan rutin, serta pembentukan komunitas pemantau air. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan warga dalam menggunakan alat monitoring, terbentuknya sistem pelaporan digital berbasis Google Form, serta keterlibatan aktif Pokdarwis Trisakti Pumpung dalam pengumpulan data. Program ini mendorong terciptanya sistem monitoring partisipatif yang dapat dikembangkan menuju integrasi kebijakan lingkungan daerah.
Analisis produktivitas alat gali muat dan alat angkut pada pemindahan overburden PT Riung Harapan Mitra Lestari Kuratji, Jerry Michael; Putri, Karina Shella; Fikri, Hafidz Noor
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.18062

Abstract

ABSTRAKPeralatan mekanis dalam operasi penambangan memegang peranan penting untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Kajian teknis yang mencakup faktor manusia, alat, dan alam perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas alat gali muat dan alat angkut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan rekomendasi perbaikan terhadap produktivitas alat gali muat Excavator Komatsu 501 dan alat angkut Dump Truck Volvo FMX 400 yang digunakan di PT Riung Harapan Mitra Lestari. Berdasarkan hasil perhitungan, produktivitas aktual Excavator Komatsu 501 adalah 260,77 BCM/jam, sedangkan Dump Truck Volvo FMX 400 adalah 37,85 BCM/jam. Meskipun alat gali muat telah mencapai target produktivitas perusahaan sebesar 260 BCM/jam, terdapat dua hari (5 Agustus dan 13 Agustus) yang tidak tercapai. Di sisi lain, alat angkut belum mencapai target perusahaan sebesar 42 BCM/jam. Faktorfaktor yang mempengaruhi produktivitas antara lain cycle time, delay time, dan kecepatan alat angkut. Rekomendasi perbaikan untuk Excavator Komatsu 501 meliputi pengurangan delay time dan cycle time, yang dapat meningkatkan produktivitas menjadi 260,60 BCM/jam dan 260,15 BCM/jam. Untuk Dump Truck Volvo FMX 400, perbaikan dilakukan melalui peningkatan kecepatan alat dan pengurangan delay time, yang dapat meningkatkan produktivitas menjadi 42,50 BCM/jam setelah dilakukan simulasi perbaikan kedua.Kata-kata Kunci: Cycle time, Delay time, Excavator Penambangan, Truk ABSTRACTMechanical equipment in mining operations plays a crucial role in achieving the production targets set by the company. Atechnical study that includes human, equipment, and environmental factors is necessary to improve the productivity of excavator and haulage equipment. This study aims to analyze and provide recommendations for improving productivity of Komatsu 500 Excavator and Volvo FMX 400 Dump Truck used in PT Riung Harapan Mitra Lestari. Based on the calculations, the actual productivity of Komatsu 500 Excavator is 260.77 BCM/hour, while Volvo FMX 400 Dump Truck is 37.85 BCM/hour. Although the excavator has met the company's productivity target of 260 BCM/ hour, there were two days (August 5th and August 13th) when the target was not achieved. On the other hand, the haulage truck has not reached the company's target of 42 BCM/ hour. Factors affecting productivity include cycle time, delay time, and haulage truck speed. The recommended improvements for Komatsu 500 Excavator involved reducing delay time and cycle time, which could increase its productivity to 260.60 BCM/hour and 260.15 BCM/hour, respectively. For Volvo FMX 400 Dump Truck, improvements can be made by increasing speed and reducing delay time, which could increase productivity to 42.50 BCM/hour after the second improvement simulation. Keywords: Cycle time, Delay time, Mining Excavator, Truck
PERENCANAAN SETTLING POND 6RA PADA AREA DISPOSAL PT ADARO INDONESIA KABUPATEN TABALONG PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Wandari, Iesa Fitri; Putri, Karina Shella; Syafi'i, Ahmad Ali
Jurnal Himasapta Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i2.16310

Abstract

Pertambangan adalah proses mengambil bahan alam dari bawah permukaan tanah untuk digunakan secara ekonomis di atas permukaan. Mencakup penelitian, eksploitasi, dan pengelolaan mineral atau batubara, termasuk tahap penyelidikan, eksplorasi, studi kelayakan, pembangunan, ekstraksi, pengolahan, pemurnian, transportasi, penjualan, dan kegiatan pasca-tambang. Kegiatan pertambangan merupakan salah satu sektor industri yang memiliki peran penting dalam perekonomian, baik di tingkat nasional maupun global. Intensitas curah hujan adalah jumlah hujan yang jatuh dalam periode waktu yang relatif singkat, diukur dalam satuan seperti mm/jam, mm/menit, dan mm/detik. Besarnya curah hujan selama satu jam dihitung dengan menggunakan metode partial series, yang melibatkan data curah hujan dalam periode satu jam. Intensitas curah hujan berkaitan dengan jumlah hujan yang terjadi dan berbanding terbalik dengan durasi waktu kejadian tersebut. Saat ini, PT Adaro Indonesia memiliki settling pond yang berada di sisi timur kaki disposal overburden. Kondisi settling pond tersebut dinyatakan sudah mulai jenuh oleh mine infrastructure planning. Sehingga dibutuhkan perencanaan pembuatan settling pond baru di lokasi yang berbeda. Perencanaan settling pond dibuat berdasarkan perhitungan kecepatan pengendapan dan debit air limpasan permukaan. Penentuan rekomendasi pembuatan desain settling pond dengan 4 kompartemen dan 1 sedimen pond.
Aplikasi teori antrian dalam penentuan jumlah alat angkut untuk mengoptimalkan pengangkutan overburden PT Kalimantan Prima Persada Yani, Akhmad; Annisa, Annisa; Putri, Karina Shella
Jurnal Himasapta Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i1.14901

Abstract

Dalam operasional penambangan khususnya tambang terbuka, terdapat empat tahapan yaitu, tahap 1 (µ1) loading point, tahap 2 (µ2) di jalan bermuatan, tahap 3 (µ3) disposal, tahap 4 (µ4) di jalan kosong. Hubungan antar alat angkut dengan alat gali muat sangat berperan dalam pencapaian produksi, sehingga sebaiknya dianalisis cara untuk meningkatkan pelayanan dalam aktivitas tersebut. Metode yang sering digunakan yaitu metode match factor. Ada metode lain yang jarang sekali dipakai dalam penyelesaian masalah produksi yaitu, metode teori antrian. Metode ini menjelaskan hubungan antar alat angkut dengan alat gali muat. Selain itu, metode teori antrian dapat mengetahui tingkat pelayanan dari alat gali muat, tingkat kedatangan dari alat angkut, dan persentase terjadinya antrian. Melalui pendekatan menggunakan metode teori antrian, maka didapat perhitungan probabilitas dengan 35 kemungkinan yang artinya ada 35 bentuk keadaan sistem alat angkut pada saat mengatri. Tingkat pelayanan yang bisa dilayani oleh alat gali muat adalah 10.9 unit/jam, tingkat kedatangan dibagi menjadi dua yaitu, tingkat kedatangan ketika tidak adanya antrian adalah 3 unit/jam, dan tingkat kedatangan ketika adanya antrian adalah 2 unit/jam. Dari perhitungan yang didapat maka sebaiknya melakukan pengurangan alat angkut dari 4 unit menjadi 3 unit, dikarenakan persentase antrian lebih besar dibanding tidak adanya antrian.
Estimasi biaya operasional kegiatan coal getting dan match factor Komatso PC400 pada PT Semesta Centramas Sari, Meilita; Santoso, Eko; Putri, Karina Shella; Ramadhan, Satrio
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.17962

Abstract

 ABSTRAK Pencapaian target produksi pada kegiatan penggalian batubara sangat dipengaruhi oleh produktivitas peralatan serta keseimbangan antara unit muat dan unit angkut, yang dikenal sebagai match factor. Match factor yang tidak sesuai dapat menurunkan efisiensi dan meningkatkan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai kondisi match factor terhadap produktivitas dan biaya operasi guna menentukan konfigurasi peralatan yang paling optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis match factor untuk mengevaluasi alternatif komposisi peralatan. Operasi penambangan menggunakan satu unit excavator PC400 dengan kapasitas bucket 2,2 m³ sebagai alat muat dan dump truck Hino DT500 sebagai alat angkut dengan kapasitas muatan 20 ton dan 30 ton. Tiga skenario operasi dianalisis, yaitu kondisi under-trucking (match factor = 0,8), kondisi serasi (match factor = 1,0), dan kondisi over-trucking (match factor = 1,1). Perhitungan produktivitas dan biaya operasional dilakukan untuk masing-masing skenario. Pada kondisi under-trucking, produktivitas yang dihasilkan sebesar 189,22 ton/jam atau 95% dari target produksi. Kondisi seimbang menghasilkan produktivitas sebesar 216,84 ton/jam (109% dari target), sedangkan kondisi over-trucking menghasilkan produktivitas tertinggi sebesar 227,64 ton/jam (115% dari target). Biaya operasional masing-masing kondisi berturut-turut adalah USD 0,03745/ton, USD 0,003357/ton, dan USD 0,00361/ton. Meskipun kondisi over-trucking menghasilkan produktivitas tertinggi, kondisi seimbang memberikan biaya operasional terendah. Biaya paling optimal sebesar USD 0,003357/ton dicapai dengan penggunaan sepuluh unit dump truck berkapasitas muatan 30 ton, yang menunjukkan bahwa match factor yang seimbang memberikan kombinasi terbaik antara produktivitas dan efisiensi biaya. Kata-kata Kunci: faktor keserasian, produktivitas, biaya operasi  ABSTRACTThe achievement of production targets in coal getting activities depends on equipment productivity and the balance between loading and hauling units, commonly expressed by the machinery match factor. An inappropriate match factor can reduce efficiency and increase operational costs. This study evaluates the influence of different match factor conditions on productivity and operating costs in order to identify the most optimal equipment configuration. This study applied quantitative match factor analysis to assess alternative equipment compositions. The mining operation utilizes a PC400 excavator with a bucket capacity of 2.2 m³ as the loading unit and Hino DT500 dump trucks as hauling units with payload capacities of 20 tons and 30 tons. Three operating scenarios were analyzed: under-trucking (match factor = 0.8), matched condition (match factor = 1.0), and over-trucking (match factor = 1.1). Productivity and operational cost calculations were performed for each scenario. Under the under-trucking condition, productivity reached 189.22 tons/hour, equivalent to 95% of the production target. The matched condition resulted in a productivity of 216.84 tons/hour (109% of target), while the over-trucking condition achieved the highest productivity of 227.637 tons/hour (115% of target). Operational costs were USD 0.03745/ton, USD 0.003357/ton, and USD 0.00361/ton for under-trucking, matched, and over-trucking conditions, respectively. Although over-trucking produced the highest productivity, the matched condition yielded the lowest operational cost. The most optimal cost of USD 0.003357/ton was achieved using ten dump trucks with a payload capacity of 30 tons, indicating that a balanced match factor provides the best trade-off between productivity and cost efficiency. Keywords: match factor, productivity, operation costs