Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis faktor yang mempengaruhi efisiensi kerja pada produktivitas alat gali-muat overburden di PT Multi Tambangjaya Utama Rizki, M. Rizali; Hakim, Romla Noor; Putri, Karina Shella
Jurnal Himasapta Vol 8, No 3 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 03 Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i3.11211

Abstract

Evaluasi produktivitas alat mekanis dalam penambangan menjadi penting karena kemampuan kerjanya menjadi pertimbangan dalam perencanaan dan pencapaian produksi. Komponen faktor yang mempengaruhi produktivitas spesifik pada alat gali muat antara lain bucket fill factor dan swell factor (faktor nilai tetap), serta cycle time dan efisiensi (faktor nilai berubah). Faktor mana yang paling berpengaruh dalam setiap evaluasi pencapaian target menjadi pertimbangan untuk penanganan kondisi yang sama. Metodologi penelitian terdiri dari pengumpulan data berdasarkan faktor pengaruh, perhitungan efisiensi dan produktivitas, kemudian membandingkannya dengan target, menganalisis faktor mana yang paling mempengaruhi produktivitas berdasarkan nilai korelasi (r), dan rekomendasi prioritas penanganan masalah berdasarkan diagram pareto. Data diambil untuk fleet PC1250 (No. Unit 5035) selama 16 hari. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh rata-rata produktivitas aktual sebesar 658,32 BCM/jam dengan target sebesar 670 BCM/jam, sehingga diperoleh ketercapaian sebesar 98,27%. Hasil korelasi antar variabel menunjukkan yang paling berpengaruh terhadap produktivitas adalah efisiensi (r = 0,86), dan yang paling mempengaruhi efisiensi adalah delay time (r = -0,96). Permasalahan efisiensi kerja yang diprioritaskan untuk ditanggulangi adalah alat gali muat dalam kondisi gantung menunggu alat angkut dan merapikan front (kumulatif frekuensi kejadian 100% dan kumulatif durasi 96%).
Rencana penambahan peralatan mekanik di PT Binuang Mitra Bersama: kelayakan berdasarkan kriteria ekonomi Rahmawati, Elfina Nur; Hakim, Romla Noor; Putri, Karina Shella
Jurnal Himasapta Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 01 April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i1.12184

Abstract

PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua meningkatkan target produksi batubara dari 7.000.000 ton/tahun menjadi 10.000.000 ton/tahun yang akan dimulai dari tahun 2019 sampai 2025. Penambahan target produksi batubara ini membuat PT Petrosea Tbk sebagai kontraktor dari PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua merencanakan penambahan alat mekanis. Namun penambahan alat mekanis ini memerlukan biaya investasi yang relatif besar dan berdampak jangka panjang sehingga diperlukan pertimbangan berdasarkan kriteria-kriteria keekonomian agar dapat mengambil keputusan yang strategis antara alternatif (1) membeli atau (2) menyewa. Metode yang digunakan dalam  pertimbangan pengambilan keputusan antara lain net present value (NPV), internal rate of return (IRR), payback period (PP), dan analisis sensitivitas. Kemudian untuk mengetahui alternatif yang layak secara ekonomis didasar pada perbandingan hasil perhitungan kriteria-kriteria  ekonomi dari kedua alternatif solusi. Hasil perhitungan kriteria ekonomi NPV, IRR, dan PP berturut alternatif 1 antara lain Rp 37.600.331.709, 13,31%, dan 6 tahun 1 bulan, serta alternatif 2 antara lain Rp 220.947.500.000, tidak ada, dan tahun pertama. Berdasarkan analisis sensitivitas yang berpengaruh pada alternatif 1 dan 2 yaitu parameter pendapatan. Kedua alternatif menunjukkan nilai yang memenuhi kelayakan namun yang lebih menguntungkan dan dijadikan rekomendasi adalah alternatif menyewa alat mekanis. 
Analisis Kinerja Excavator JCB 305-LC dalam Pemindahan Overburden untuk Pembuatan Stockpile Crushing Plant PT BMR Huda, Nurul; Putri, Karina Shella; Syafi'i, Ahmad Ali
Jurnal Himasapta Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 02 Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i2.13314

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji produktivitas excavator JCB 305 LC dalam pemindahan overburden pada proyek pembuatan stockpile Crushing Plan (CP 8) di PT Berkat Murah Rezeki, Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kalimantan Selatan. Target produktivitas overburden yang diharapkan adalah 37.000 BCM per bulan. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas rata-rata sebesar 56.90961 BCM per bulan. Data yang diperoleh meliputi waktu siklus (cycle time) rata-rata 2445 detik dan waktu tunda (delay time) sebesar 777 detik. Analisis ini digunakan untuk mengevaluasi efisiensi dan produktivitas excavator serta mengidentifikasi pengaruh waktu siklus dan waktu tunda terhadap kinerja alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara efisiensi kerja dan produktivitas alat erat kaitannya dengan waktu siklus dan waktu tunda, yang dapat digunakan untuk meningkatkan strategi operasional dalam pemindahan overburden.
Pemanfaatan lahan basah buatan sebagai solusi rekayasa untuk penyerapan karbon Baharizki, Fajar Abdala; Hendriyanto, Valentino; Putra, Pilar Fara Menggala; Tumanggor, Trisaputra; Sitanggang, Dian Toga; Putri, Karina Shella
Jurnal Himasapta Vol 9, No 3 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 03 Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v9i3.14732

Abstract

Lahan basah buatan (constructed wetlands, CWs) menawarkan solusi potensial untuk mitigasi perubahan iklim dengan meniru fungsi lahan basah alami dalam menyerap karbon atmosfer dan mengelola emisi gas rumah kaca. Ekosistem lahan basah, termasuk mangrove, dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam menyimpan karbon dalam tanah dan biomassa, namun, degradasi dan konversi lahan telah menurunkan kapasitas ini. Penelitian ini membahas pemanfaatan lahan basah buatan dalam penyerapan karbon, dengan fokus pada teknologi seperti biochar, pemilihan tanaman spesifik, dan sistem inovatif seperti Constructed Wetland-Microbial Fuel Cells (CW-MFC). Studi kasus di berbagai lokasi menunjukkan potensi CWs dalam meningkatkan stok karbon dan menyediakan manfaat tambahan seperti peningkatan biodiversitas, pengelolaan air, serta pengurangan risiko banjir. Meskipun efisiensinya terbatas pada skala kecil, penerapan CWs yang lebih luas, terutama dengan integrasi proyek berbasis komunitas, dapat menjadi strategi mitigasi perubahan iklim yang efektif. Tantangan seperti keterbatasan ruang di daerah perkotaan dan ketidakpastian ilmiah terkait efisiensi penyerapan karbon perlu diatasi melalui kebijakan yang mendukung dan penelitian lebih lanjut. Di Indonesia, lahan gambut memiliki potensi penyimpanan karbon yang sangat besar, dan pengelolaannya dapat menjadi bagian penting dari strategi mitigasi karbon nasional. Secara keseluruhan, pengelolaan yang tepat terhadap lahan basah buatan dan lahan gambut dapat menawarkan solusi berkelanjutan untuk menghadapi perubahan iklim global.
Aplikasi teori antrian dalam penentuan jumlah alat angkut untuk mengoptimalkan pengangkutan overburden PT Kalimantan Prima Persada Yani, Akhmad; Annisa, Annisa; Putri, Karina Shella
Jurnal Himasapta Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i1.14901

Abstract

Dalam operasional penambangan khususnya tambang terbuka, terdapat empat tahapan yaitu, tahap 1 (µ1) loading point, tahap 2 (µ2) di jalan bermuatan, tahap 3 (µ3) disposal, tahap 4 (µ4) di jalan kosong. Hubungan antar alat angkut dengan alat gali muat sangat berperan dalam pencapaian produksi, sehingga sebaiknya dianalisis cara untuk meningkatkan pelayanan dalam aktivitas tersebut. Metode yang sering digunakan yaitu metode match factor. Ada metode lain yang jarang sekali dipakai dalam penyelesaian masalah produksi yaitu, metode teori antrian. Metode ini menjelaskan hubungan antar alat angkut dengan alat gali muat. Selain itu, metode teori antrian dapat mengetahui tingkat pelayanan dari alat gali muat, tingkat kedatangan dari alat angkut, dan persentase terjadinya antrian. Melalui pendekatan menggunakan metode teori antrian, maka didapat perhitungan probabilitas dengan 35 kemungkinan yang artinya ada 35 bentuk keadaan sistem alat angkut pada saat mengatri. Tingkat pelayanan yang bisa dilayani oleh alat gali muat adalah 10.9 unit/jam, tingkat kedatangan dibagi menjadi dua yaitu, tingkat kedatangan ketika tidak adanya antrian adalah 3 unit/jam, dan tingkat kedatangan ketika adanya antrian adalah 2 unit/jam. Dari perhitungan yang didapat maka sebaiknya melakukan pengurangan alat angkut dari 4 unit menjadi 3 unit, dikarenakan persentase antrian lebih besar dibanding tidak adanya antrian.
Analysis of Overburden Transport Equipment Productivity in CV Rizki Bintang Mining Rifqy Rizqullah; Ahmad Ali Syafii; Karina Shella Putri
Jurnal Himasapta Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Himasapta Volume 11 Nomor 1
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v11i1.19447

Abstract

Analisis Produktivitas Alat Angkut Overburden pada Kegiatan Tambang CV Rizki BintangKegiatan pengangkutan overburden merupakan tahapan penting dalam proses penambangan batubara yang berpengaruh besar terhadap pencapaian target produksi dan efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi produktivitas alat angkut tipe Hino 500 pada kegiatan pemindahan material overburden di Pit 3 CV Rizki Bintang. Pengumpulan data dilakukan selama 15 hari, meliputi cycle time, efisiensi kerja, kecepatan rata-rata, serta data pendukung seperti kapasitas bucket, bucket fill factor (BFF), dan swell factor. Hasil analisis menunjukkan efisiensi kerja alat angkut berada pada kisaran 93%–97% dengan cycle time antara 18,71–22,26 menit. Produktivitas aktual per hari berkisar 20,54–27,47 BCM/jam dengan kecepatan rata-rata kendaraan 11,38–12,97 km/jam.  Dibandingkan target produksi perusahaan sebesar 29,92 BCM/jam, produktivitas aktual belum mencapai standar yang ditetapkan. Faktor yang memengaruhi kinerja alat angkut meliputi kondisi medan, keterampilan operator, kebijakan keselamatan kerja, serta waktu travel empty cycle yang kadang lebih besar dibandingkan travel bermuatan akibat prioritas keselamatan di jalur sempit. Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan perbaikan manajemen operasional dan pengaturan lalu lintas alat angkut di jalur tambang agar efisiensi dan produktivitas dapat ditingkatkan. Kata-kata Kunci: Alat angkut, cycle time, kecepatan , overburden, produktivitas  ABSTRACTOverburden transport is a crucial stage in the coal mining process that significantly impacts the achievement of production targets and operational efficiency. This study aims to evaluate the productivity of the Hino 500 type hauling equipment in overburden material transfer activities at Pit 3 CV Rizki Bintang. Data collection was conducted for 15 days, including cycle time, work efficiency, average speed, and supporting data such as bucket capacity, bucket fill factor (BFF), and swell factor. The analysis results show that the hauling equipment's work efficiency is in the range of 93%–97% with a cycle time of 18.71–22.26 minutes. Actual productivity per day ranges from 20.54–27.47 BCM/hour with an average vehicle speed of 11.38–12.97 km/hour. Compared to the company's production target of 29.92 BCM/hour, actual productivity has not yet reached the set standard. Factors affecting hauling equipment performance include terrain conditions, operator skills, work safety policies, and empty cycle travel times, which are sometimes longer than loaded travel times due to safety priorities on narrow paths. Based on the research results, improvements are needed in operational management and traffic management of transportation equipment on mining routes so that efficiency and productivity can be increased. Keywords : Transport equipment, cycle time, speed, overburden, productivity
Evaluation of target achievement of overburden removal at PT Madurejo Jaya Utama Ahsan Derajat Bimantara; Riswan Riswan; Karina Shella Putri
Jurnal Himasapta Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Himasapta Volume 11 Nomor 1
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v11i1.19345

Abstract

Pengupasan lapisan overburden merupakan kegiatan penting pada operasi tamabng terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produksi alat gali muat dan alat angkut dan kinerjanya dalam mencapai target pembongkaran overburden. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan di lapangan yaitu cycle time alat angkut, cycle time alat angkut, dan kondisi loading point. Data sekunder yang diperoleh dari perusahaan yaitu spesifikasi alat, bucket fill factor, target produktivitas, dan swell factor. Pengolahan data berupa perhitungan produktivitas alat gali muat dan alat angkut serta match factor. Berdasarkan perhitungan data yang diambil dari lapangan, produktivitas alat gali muat dan alat angkut tidak mencapai target. Rata-rata produktivitas alat gali muat dengan jumlah passing 2 kali dan 3 kali ke setiap alat angkut adalah 302.84 bcm/jam dan 423.79 bcm/jam. Rata-rata produktivitas alat angkut dengan jumlah passing 2 kali dan 3 kali ke setiap alat angkut adalah 100.94 bcm/jam dan 141.27 bcm/jam. Alat gali muat dan alat angkut tidak mampu mencapai target produktivitas yang direncanakan oleh perusahaan yaitu 480 bcm/jam untuk alat gali muat dan 160 bcm/jam untuk alat angkut. Hasil analisis match factor, 0.70 dan 0.99, menunjukkan bahwa diperlukan alat angkut tambahan atau perbaikan cycle time pemuatan untuk meningkatkan produktivitas fleet/pasangan alat. Kata-kata kunci: produktivitas, cycle time, alat gali muat, alat angkut, passingABSTRACTOverburden stripping is a critical activity in surface mining operations. This study evaluates the productivity and performance of loading and hauling equipment in achieving the planned overburden removal target. Primary data were collected through field observations, including loading and hauling cycle times and loading point conditions. Secondary data obtained from the company included equipment specifications, bucket fill factor, productivity targets, and swell factor values. Equipment productivity and match factor were calculated to assess fleet performance. The results show that neither the loading nor hauling equipment achieved the company’s productivity targets. The average productivity of the loading equipment under two-pass and three-pass loading configurations was 302.84 bcm/h and 423.79 bcm/h, respectively. The corresponding average productivity of the hauling equipment was 100.94 bcm/h and 141.27 bcm/h. These values were below the planned targets of 480 bcm/h for loading equipment and 160 bcm/h for hauling equipment. The calculated match factor values of 0.70 and 0.99 indicate an imbalance between the loading and hauling fleets, resulting in suboptimal equipment utilization. To improve fleet performance and increase overburden removal productivity, additional hauling units and/or improvements in loading cycle time are recommended. Key words: productivity, cycle time, loading equipment, hauling equipment, passing
Pelatihan dasar budaya organisasi pada perusahaan pertambangan di CV Rizky Dwi Utama, Provinsi Kalimantan Selatan Karina Shella Putri; Yuniar Siska Novianti; Nurhakim Nurhakim
Jurnal Warta Bumi Teknika Vol 1, No 01 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Warta Bumi Teknika Volume 01 Nomor 01 April 2026
Publisher : Department of Geological Engineering, Faculty of Engineering, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/wbt.v1i01.17944

Abstract

Budaya organisasi dapat didefinisikan sebagai sistem asumsi, nilai, norma dan sikap yang diwujudkan melalui simbol-simbol yang telah ditetapkan dan diadopsi oleh anggota organisasi melalui pengalaman bersama, yang membantu mereka mendefinisikan makna dunia luar dan kemudian cara mereka berinteraksi dengannya. Budaya organisasi dapat dipahami sebagai kekuatan sosial yang bersifat tidak kasatmata namun mampu memengaruhi perilaku individu dalam menjalankan aktivitas kerja. Budaya organisasi yang kuat berfungsi memperkuat pencapaian tujuan perusahaan, sedangkan budaya organisasi yang lemah cenderung menjadi faktor penghambat dalam upaya mencapai sasaran organisasi. Manajemen setiap organisasi menciptakan budaya yang spesifik dan unik. Budaya nasional juga memiliki pengaruh yang besar terhadap terciptanya budaya dan manajemen organisasi. Karyawan datang ke organisasi dengan sistem nilai tertentu yang sudah terdefinisi dengan baik berdasarkan budaya nasional mereka, dan yang merupakan dasar budaya organisasi. Perusahaan pertambangan merupakan bisnis yang dicirikan oleh pekerjaan dan struktur organisasi dengan kompleksitas yang tinggi. Budaya organisasi mendukung terciptanya struktur organisasi yang memadai. Penyelarasan struktur dan budaya organisasi yang memadai dapat memungkinkan perusahaan menjadi lebih menguntungkan dan meningkatkan posisi pasar. Manajemen perusahaan-perusahaan pertambangan perlu memahami keterkaitan yang kompleks antara struktur organisasi dan budaya organisasi, serta pengaruh budaya nasional terhadap kinerja organisasi.
Analisis produktivitas alat gali muat dan alat angkut pada pemindahan overburden PT Riung Harapan Mitra Lestari Jerry Michael Kuratji; Karina Shella Putri; Hafidz Noor Fikri
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.18062

Abstract

ABSTRAKPeralatan mekanis dalam operasi penambangan memegang peranan penting untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Kajian teknis yang mencakup faktor manusia, alat, dan alam perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas alat gali muat dan alat angkut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan rekomendasi perbaikan terhadap produktivitas alat gali muat Excavator Komatsu 501 dan alat angkut Dump Truck Volvo FMX 400 yang digunakan di PT Riung Harapan Mitra Lestari. Berdasarkan hasil perhitungan, produktivitas aktual Excavator Komatsu 501 adalah 260,77 BCM/jam, sedangkan Dump Truck Volvo FMX 400 adalah 37,85 BCM/jam. Meskipun alat gali muat telah mencapai target produktivitas perusahaan sebesar 260 BCM/jam, terdapat dua hari (5 Agustus dan 13 Agustus) yang tidak tercapai. Di sisi lain, alat angkut belum mencapai target perusahaan sebesar 42 BCM/jam. Faktorfaktor yang mempengaruhi produktivitas antara lain cycle time, delay time, dan kecepatan alat angkut. Rekomendasi perbaikan untuk Excavator Komatsu 501 meliputi pengurangan delay time dan cycle time, yang dapat meningkatkan produktivitas menjadi 260,60 BCM/jam dan 260,15 BCM/jam. Untuk Dump Truck Volvo FMX 400, perbaikan dilakukan melalui peningkatan kecepatan alat dan pengurangan delay time, yang dapat meningkatkan produktivitas menjadi 42,50 BCM/jam setelah dilakukan simulasi perbaikan kedua.Kata-kata Kunci: Cycle time, Delay time, Excavator Penambangan, Truk ABSTRACTMechanical equipment in mining operations plays a crucial role in achieving the production targets set by the company. Atechnical study that includes human, equipment, and environmental factors is necessary to improve the productivity of excavator and haulage equipment. This study aims to analyze and provide recommendations for improving productivity of Komatsu 500 Excavator and Volvo FMX 400 Dump Truck used in PT Riung Harapan Mitra Lestari. Based on the calculations, the actual productivity of Komatsu 500 Excavator is 260.77 BCM/hour, while Volvo FMX 400 Dump Truck is 37.85 BCM/hour. Although the excavator has met the company's productivity target of 260 BCM/ hour, there were two days (August 5th and August 13th) when the target was not achieved. On the other hand, the haulage truck has not reached the company's target of 42 BCM/ hour. Factors affecting productivity include cycle time, delay time, and haulage truck speed. The recommended improvements for Komatsu 500 Excavator involved reducing delay time and cycle time, which could increase its productivity to 260.60 BCM/hour and 260.15 BCM/hour, respectively. For Volvo FMX 400 Dump Truck, improvements can be made by increasing speed and reducing delay time, which could increase productivity to 42.50 BCM/hour after the second improvement simulation. Keywords: Cycle time, Delay time, Mining Excavator, Truck
Estimasi biaya operasional kegiatan coal getting dan match factor Komatso PC400 pada PT Semesta Centramas Meilita Sari; Eko Santoso; Karina Shella Putri; Satrio Ramadhan
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.17962

Abstract

 ABSTRAK Pencapaian target produksi pada kegiatan penggalian batubara sangat dipengaruhi oleh produktivitas peralatan serta keseimbangan antara unit muat dan unit angkut, yang dikenal sebagai match factor. Match factor yang tidak sesuai dapat menurunkan efisiensi dan meningkatkan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai kondisi match factor terhadap produktivitas dan biaya operasi guna menentukan konfigurasi peralatan yang paling optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis match factor untuk mengevaluasi alternatif komposisi peralatan. Operasi penambangan menggunakan satu unit excavator PC400 dengan kapasitas bucket 2,2 m³ sebagai alat muat dan dump truck Hino DT500 sebagai alat angkut dengan kapasitas muatan 20 ton dan 30 ton. Tiga skenario operasi dianalisis, yaitu kondisi under-trucking (match factor = 0,8), kondisi serasi (match factor = 1,0), dan kondisi over-trucking (match factor = 1,1). Perhitungan produktivitas dan biaya operasional dilakukan untuk masing-masing skenario. Pada kondisi under-trucking, produktivitas yang dihasilkan sebesar 189,22 ton/jam atau 95% dari target produksi. Kondisi seimbang menghasilkan produktivitas sebesar 216,84 ton/jam (109% dari target), sedangkan kondisi over-trucking menghasilkan produktivitas tertinggi sebesar 227,64 ton/jam (115% dari target). Biaya operasional masing-masing kondisi berturut-turut adalah USD 0,03745/ton, USD 0,003357/ton, dan USD 0,00361/ton. Meskipun kondisi over-trucking menghasilkan produktivitas tertinggi, kondisi seimbang memberikan biaya operasional terendah. Biaya paling optimal sebesar USD 0,003357/ton dicapai dengan penggunaan sepuluh unit dump truck berkapasitas muatan 30 ton, yang menunjukkan bahwa match factor yang seimbang memberikan kombinasi terbaik antara produktivitas dan efisiensi biaya. Kata-kata Kunci: faktor keserasian, produktivitas, biaya operasi  ABSTRACTThe achievement of production targets in coal getting activities depends on equipment productivity and the balance between loading and hauling units, commonly expressed by the machinery match factor. An inappropriate match factor can reduce efficiency and increase operational costs. This study evaluates the influence of different match factor conditions on productivity and operating costs in order to identify the most optimal equipment configuration. This study applied quantitative match factor analysis to assess alternative equipment compositions. The mining operation utilizes a PC400 excavator with a bucket capacity of 2.2 m³ as the loading unit and Hino DT500 dump trucks as hauling units with payload capacities of 20 tons and 30 tons. Three operating scenarios were analyzed: under-trucking (match factor = 0.8), matched condition (match factor = 1.0), and over-trucking (match factor = 1.1). Productivity and operational cost calculations were performed for each scenario. Under the under-trucking condition, productivity reached 189.22 tons/hour, equivalent to 95% of the production target. The matched condition resulted in a productivity of 216.84 tons/hour (109% of target), while the over-trucking condition achieved the highest productivity of 227.637 tons/hour (115% of target). Operational costs were USD 0.03745/ton, USD 0.003357/ton, and USD 0.00361/ton for under-trucking, matched, and over-trucking conditions, respectively. Although over-trucking produced the highest productivity, the matched condition yielded the lowest operational cost. The most optimal cost of USD 0.003357/ton was achieved using ten dump trucks with a payload capacity of 30 tons, indicating that a balanced match factor provides the best trade-off between productivity and cost efficiency. Keywords: match factor, productivity, operation costs