Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Penggunaan Kosmetik Aman Bagi Generasi- Z di Lab School Palu sebagai paya Mencegah Dampak Negatif Produk Ilegal Sejak Dini Sulaiman , Sri Sulistiana; Sulastri, Evi; Syamsidi, Armini; Sultan, Asriana; Sharon, Nela; Aanisah, Nuur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 7 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i7.3118

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema Sosialisasi Penggunaan Kosmetik Aman bagi Generasi-Z di Lab School Palu sebagai Upaya Mencegah Dampak Negatif Produk Ilegal Sejak Dini” telah dilaksanakan pada 6 Agustus 2025 dan diikuti oleh 40 siswa kelas XII. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kosmetik aman, membekali peserta agar mampu membedakan produk legal dan ilegal, memahami dampak kesehatan dari kosmetik berbahaya, serta memperkenalkan cara praktis memeriksa legalitas produk dengan mengecek nomor izin edar kosmetik melalui situs maupun aplikasi resmi BPOM. Metode pelaksanaan mencakup survei awal, koordinasi dengan mitra kegiatan, penyusunan media edukasi berupa leaflet, pemaparan materi, simulasi interaktif, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran siswa tentang pentingnya menggunakan kosmetik yang aman dan legal serta adanya peningkatan pengetahuan siswa sebesar 22,13% dengan antusiasme tinggi selama pelaksanaan. Hasil ini menegaskan bahwa sosialisasi efektif dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya memilih kosmetik aman, sekaligus menjadi langkah preventif untuk mencegah dampak negatif produk ilegal sejak dini.
PELATIHAN PEMBUATAN KOSMETIK MOISTURIZING LIPCREAM SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN DAN KEWIRAUSAHAAN DI SLB HUNTAP PALU Aanisah, Nuur; Sulastri, Evi; Syamsidi, Armini; Sultan, Asriana; Sulaiman, Sri Sulistiana
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v9i2.13492

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pelatihan Pembuatan Kosmetik Moisturizing Lipcream sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan dan Kewirausahaan bagi Siswa/i di SLB Huntap Palu telah dilaksanakan pada 5 Agustus 2025, dengan melibatkan guru-guru SLB Huntap Palu sebagai peserta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru agar mampu mengajarkan keterampilan pembuatan lipcream kepada siswa, sehingga mereka memperoleh bekal keterampilan praktis sekaligus peluang berwirausaha. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan mitra, penyampaian materi dan brosur, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan instrumen pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 24,67% serta keterampilan yang baik dalam menghasilkan lipcream dengan kualitas tekstur, warna, dan kemampuan melembapkan yang optimal. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Temuan ini menegaskan bahwa program pelatihan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru, serta membuka peluang di masa depan bagi pengembangan keterampilan siswa berkebutuhan khusus melalui pendampingan para guru yang telah mengikuti pelatihan.
Low Glycemic Index Taro Tuber (Colocasia esculenta L.) Flakes as Alternative Food Product for Diabetes Management Sultan, Asriana; Rinaldi, Rinaldi; Sulaiman, Sri Sulistiana; Aanisah, Nuur; Khumaidi, Akhmad; Bahar, Zulhaerana; Syamsidi, Armini
Sciences of Pharmacy Volume 4 Issue 4
Publisher : ETFLIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0404402

Abstract

Flakes are a type of instant food product commonly consumed as a breakfast alternative, especially those labelled “low-glycaemic index” can be suitable for individuals with diabetes. Taro tubers (Colocasia esculenta L.) containing high fibre and low fat are among the raw materials that can be processed into instant food. Therefore, this study aimed to develop and determine the glycaemic index (GI) of Taro tuber flakes as an alternative processed food product for individuals with diabetes. Three distinct formulas, namely F1, F2, and F3, were developed with varying drying temperatures of 40 °C, 60 °C, and 80 °C. These were comprehensively evaluated through sensory testing (hedonic and scoring), followed by the analysis of moisture content, ash content, microbial examination, and glycaemic index. The results showed that all three developed formulas F1, F2, and F3 xhibited low glycaemic index values (below 55), along with acceptable moisture and ash content, and were free from Escherichia coli and Salmonella typhi contamination. Among them, F2, which was dried at 60 °C, showed the lowest glycaemic index value of 15.1, indicating its potential to produce a minimal postprandial blood glucose response. Furthermore, F2 received an average hedonic score of 6, which indicates favorable sensory acceptance in terms of taste, color, texture, and aroma. Therefore, F2 was selected as the most suitable formula that can be consumed as an alternative food product to help manage diabetes through low-GI dietary strategies.
Pengaruh Variasi Surfaktan Cocamide DEA terhadap Stabilitas Fisik Sabun Cair Minyak Biji Kelor (Moringa oleifera Lamk.) Sulaiman, Sri Sulistiana; Sharon, Nela; Ibrahim, Nurlina; Wahyuningsih, Indah
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 8 No. 1 (2026): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v8i1.7699

Abstract

Minyak biji kelor mengandung sekitar 40% minyak dengan komposisi utama asam oleat (73,22%). Kandungan asam oleat yang tinggi menjadikan minyak biji kelor potensial sebagai bahan dasar sabun karena sifatnya yang dapat melembapkan kulit. Penggunaan minyak biji kelor sebagai bahan dasar sabun cair masih jarang diteliti, khususnya dalam kaitannya dengan kestabilan fisik sediaan yang dipengaruhi oleh variasi surfaktan seperti Cocamide DEA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pengaruh variasi konsentrasi surfaktan Cocamide DEA terhadap stabilitas fisik sabun cair berbasis minyak biji kelor (Moringa oleifera Lamk.). Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan analisis deskriptif. Sabun cair diformulasikan menggunakan bahan utama seperti minyak biji kelor, kalium hidroksida, natrium lauril sulfat, cocamide DEA, gliserin, dan bahan tambahan lainnya, dalam empat formula (F1-F4). Evaluasi yang dilakukan pada penelitian yaitu uji organoleptik, pH, homogenitas, viskositas, stabilitas busa, daya sebar, iritasi, kelembapan, dan stabilitas fisik. Hasilmenunjukkan seluruh formula stabil selama 12 hari penyimpanan. Formula 2 (F2) dengan konsentrasi Cocamide DEA 3% dipilih sebagai formula terbaik karena dapat meningkatkan kelembapan kulit dengan optimal. Moringa seed oil contains approximately 40% oil with oleic acid (73.22%) as its main component. The high oleic acid content makes moringa seed oil a potential base material for soap due to its skin moisturizing properties. The use of moringa seed oil as a base ingredient in liquid soap formulations has been rarely studied, particularly in relation to the physical stability of the product influenced by variations in surfactants, such as Cocamide DEA. This study aimed to compare the effect of varying concentrations of the surfactant Cocamide DEA on the physical stability of liquid soap formulated from Moringa seed oil (Moringa oleifera Lamk.). The research was conducted using a laboratory experimental method with descriptive analysis. Liquid soap was formulated with key ingredients including Moringa seed oil, potassium hydroxide, sodium lauryl sulfate, Cocamide DEA, glycerin, and other additives, across four different formulations (F1–F4). Evaluations included organoleptic assessment, pH, homogeneity, viscosity, foam stability, spreadability, irritation potential, moisturizing effect, and physical stability. The results showed that all formulas remained stable during 12 days of storage. Formula 2 (F2) with 3% Cocamide DEA concentration was selected as the best formula, because it was able to optimally enhance skin moisture.