Minyak biji kelor mengandung sekitar 40% minyak dengan komposisi utama asam oleat (73,22%). Kandungan asam oleat yang tinggi menjadikan minyak biji kelor potensial sebagai bahan dasar sabun karena sifatnya yang dapat melembapkan kulit. Penggunaan minyak biji kelor sebagai bahan dasar sabun cair masih jarang diteliti, khususnya dalam kaitannya dengan kestabilan fisik sediaan yang dipengaruhi oleh variasi surfaktan seperti Cocamide DEA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pengaruh variasi konsentrasi surfaktan Cocamide DEA terhadap stabilitas fisik sabun cair berbasis minyak biji kelor (Moringa oleifera Lamk.). Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan analisis deskriptif. Sabun cair diformulasikan menggunakan bahan utama seperti minyak biji kelor, kalium hidroksida, natrium lauril sulfat, cocamide DEA, gliserin, dan bahan tambahan lainnya, dalam empat formula (F1-F4). Evaluasi yang dilakukan pada penelitian yaitu uji organoleptik, pH, homogenitas, viskositas, stabilitas busa, daya sebar, iritasi, kelembapan, dan stabilitas fisik. Hasilmenunjukkan seluruh formula stabil selama 12 hari penyimpanan. Formula 2 (F2) dengan konsentrasi Cocamide DEA 3% dipilih sebagai formula terbaik karena dapat meningkatkan kelembapan kulit dengan optimal. Moringa seed oil contains approximately 40% oil with oleic acid (73.22%) as its main component. The high oleic acid content makes moringa seed oil a potential base material for soap due to its skin moisturizing properties. The use of moringa seed oil as a base ingredient in liquid soap formulations has been rarely studied, particularly in relation to the physical stability of the product influenced by variations in surfactants, such as Cocamide DEA. This study aimed to compare the effect of varying concentrations of the surfactant Cocamide DEA on the physical stability of liquid soap formulated from Moringa seed oil (Moringa oleifera Lamk.). The research was conducted using a laboratory experimental method with descriptive analysis. Liquid soap was formulated with key ingredients including Moringa seed oil, potassium hydroxide, sodium lauryl sulfate, Cocamide DEA, glycerin, and other additives, across four different formulations (F1–F4). Evaluations included organoleptic assessment, pH, homogeneity, viscosity, foam stability, spreadability, irritation potential, moisturizing effect, and physical stability. The results showed that all formulas remained stable during 12 days of storage. Formula 2 (F2) with 3% Cocamide DEA concentration was selected as the best formula, because it was able to optimally enhance skin moisture.