Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

DESAIN TUGU MEMORIALISASI SITUS PEMBANTAIAN TRAGEDI ANTI-KOMUNIS 1965/1966 DI OESAO KABUPATEN KUPANG Mberu, Yuliana Bhara; Lily, Budhi Benyamin; Lapenangga, Apridus K; Uak, Alexianus T M; Nawa, Marnix Ivano Lodo
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v8i2.224

Abstract

Pada tanggal 6 Februari 1966 di malam hari, sebanyak 18 orang korban tragedi 1965-1966 dieksekusi di sebuah lokasi Oesao. Lokasi tersebut saat ini menjadi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Oesao. Meskipun peristiwa kekerasan itu masih diingat dengan baik oleh para korban dan penyintas yang masih hidup, namun rasa takut dan trauma kolektif masyarakat setempat membuat ingatan tentang sejarah dan lokasi pembantaian massal itu terabaikan. Korban dan penyintas beserta keluarga mereka hanya dapat memendam keinginan untuk mengenang dan melakukan ziarah ke kuburan suami, ayah, dan saudara mereka secara layak dan aman. Permasalahan Lokasi Kuburan masal teletak di Kabupaten Kupang tepatmya di TPU Oesao, hanya ditandai dengan sebuah pohon duri. Penyintas dan keluarga korban biasanya mengunjungi tempat tersebut pada waktu-waktu tertentu. Merupakan kerinduan bagi mereka agar makam keluarga ditandai dengan layak agar bisa menjadi tanda dan pemulihan bagi mereka. Solusi yang diberikan untuk membantu permasalahan yang ada adalah dengan  mendesain Tugu memorialisasi/situs pembantaian tragedi anti komunis 1965/1966 di TPU Oesao-Kab Kupang. Harapannnya desain ini dapat membantu permasalahan yang ada yang mana apabila berhasil dibangun dapat menjadi media pemulihan bagi penyintas dan keluarga korban. Metode: (1) Survey kondisi lapangan. Survey ini dilakukan untuk mengetahui topografi tanah dan juga keadaan sekitar situs  yang akan didesain. (2) Pembuatan desain dilakukan oleh tim dan disosialisasikan kepada mitra JPIT dan Penyintas sesuai dengan tujuannya yakni situs memorialisasi yang dapat membantu memulihkan penyintas dan keluarga korban (3)Luaran yang ditargetkan adalah tersedianya draft desain tugu memorialisasi.
Dari Lisan ke Tulisan: Penyusunan Modul Tenun untuk Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Bonen: From Oral to Written: Developing a Weaving Module for Cultural Preservation and Community Empowerment in Bonen Lakapu, Meryani; Leton, Samuel Igo; Mberu, Yuliana Bhara; Sau, Antonius Arnoldus Janssen; Benu, Cindy Ahia Pricilia
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. Suppl-1 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11iSuppl-1.10919

Abstract

This community service program was carried out in Bonen Village, Kupang Regency, aiming to preserve traditional weaving culture while empowering women and young generations. The leading partner of this activity was the Ume Halan Foundation, which mentors the Pasuklo Weaving Community. The primary problems identified were the lack of regeneration of young weavers and the absence of written guidelines for the weaving learning process. The program was implemented through a participatory approach comprising several stages: preparation and socialization; focus group discussions to enrich data; module revision and trials; training on module use; and continuous mentoring and evaluation. The outcome of this program is a locally wisdom–based weaving module that introduces motifs, basic weaving techniques, tools and materials, and the use of natural dyes. The module was produced in both printed and digital formats to ensure accessibility across generations. The training involved approximately 15 elementary school students from SD Inpres Bonen and 12 senior weavers from the Pasuklo Community. The participatory evaluation showed that 80% of participants found the module easy to understand and engaging, and that teachers and local weavers agreed it effectively facilitated intergenerational knowledge transfer. Overall, this program contributes to cultural preservation, women's empowerment, and the revitalization of young weavers in Bonen Village, while strengthening Ume Halan's role as a sustainable community learning center.