Ieva Baniasih Akbar
Department Of Physiology, Faculty Of Medicine, Universitas Islam Bandung, Bandung Indonesia

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Perbedaan Pengaruh Akupunktur dan Vitamin B6 terhadap Penurunan Intensitas Mual Muntah pada Emesis Gravidarum Berat Imtihanul Munjiah; Tita Husnitawati Madjid; Herry Herman; Farid Husin; Ieva Baniasih Akbar; Ahmad Rizal
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 2 (2015): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.852 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i2.10

Abstract

Emesis gravidarum adalah mual-muntah yang menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari, bahkan bisa membahayakan bagi ibu dan janin. Mual muntah dialami sekitar 50−90% wanita. Ada dua cara yang sering digunakan untuk menghilangkan rasa mual, yaitu secara farmakologis salah satunya dengan pemberian vitamin B6 dan non-farmakologis dengan akupunktur. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan perubahan mual muntah pada ibu hamil dengan emesis gravidarum berat yang dikelola dengan akupunktur dan vitamin B6. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan desain penelitian  pos-test only design with control group. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 66 orang dengan teknik pengambilan sampel concecutive sampling dengan memerhatikan kriteria inklusi. Analisis bivariat yang digunakan pada penelitian ini adalah uji kai kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan perubahan mual muntah kelompok akupunktur (64,7%) responden menjadi kategori ringan dan sudah tidak ada yang mengalami mual muntah berat, sedangkan kelompok vitamin B6 (40,6%) responden menjadi kategori ringan  dan masih terdapat (15,6%) responden yang tetap mengalami mual muntah berat. Nilai antara skor emesis gravidarum ibu hamil kelompok akupuntur dengan skor emesis gravidarum ibu hamil kelompok vitamin B6 (p <0,05). Simpulan penelitian ini adalah pengelolaan dengan akupunktur pada emesis gravidarum lebih baik dibandingkan pemberian vitamin B6 (p <0,05).  Akupunktur adalah metode alternatif terpilih dalam menurunkan mual muntah pada ibu hamil dengan emesis gravidarum
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG MENSTRUASI PERTAMA Siti Rusyanti; Achadiyani Achadiyani; Ieva Baniasih Akbar
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 6 No 1 (2019): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v6i1.210

Abstract

Masa remaja adalah masa yang rentan terhadap berbagai masalah reproduksi karena kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi. Hasil studi UNICEF di Indonesia pada tahun 2015 menunjukkan bahwa satu dari enam gadis remaja harus absen dari sekolah selama 1 hari atau lebih selama menstruasi. Sejauh ini materi yang berkaitan dengan pubertas sering diberikan dengan metode ceramah termasuk di kota Serang, Banten, sehingga remaja hanya menggunakan indera pendengaran mereka. Media audiovisual melibatkan pendengaran dan penglihatan pada saat yang sama dalam suatu proses. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan peningkatan pengetahuan remaja setelah menggunakan video dan ceramah tentang menstruasi pertama. Metode penelitian menggunakan Quasi Experiment dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest. Ukuran sampel dalam penelitian ini adalah 35 remaja pada kelompok video dan 34 remaja pada kelompok ceramah. Teknik sampel adalah teknik random permuted blocks dan analisis menggunakan uji U Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan video dapat meningkatkan pengetahuan (nilai p <0,001). Metode ceramah dapat meningkatkan pengetahuan (nilai p <0,001). Terdapat peningkatan pengetahuan remaja pada kelompok video tetapi tidak lebih tinggi dari remaja pada kelompok ceramah (nilai p = 0,185). Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa video meningkatkan pengetahuan remaja dalam menghadapi menstruasi pertama.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Pencegahan terhadap HIV/AIDS pada Siswa-Siswi SMAN X Anggi Sri Mulyani Rukmana; Ieva Baniasih Akbar
Jurnal Riset Kedokteran Volume 2, No.1, Juli 2022, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.203 KB) | DOI: 10.29313/jrk.vi.876

Abstract

Abstract. Introduction: Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that attacks white blood cells, resulting in a decrease in the immune system. According to data from the World Health Organization (WHO) in 2019, it was stated that 38 million people were infected with HIV worldwide. According to the West Java Health Office in 2018, Cianjur City was ranked 13th out of 27 districts/cities with 124 cases reported. The spread of HIV is common among adolescents due to the low level of knowledge of HIV risk factors. Misunderstanding of knowledge about HIV/AIDS will make many youths experience confusion and tend to be influenced by untrue information. This can be exacerbated by the absence of supporting facilities at the level of formal education and the influence of information technology from unfiltered media. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and the attitude of prevention towards HIV/AIDS in the students of SMAN 1 Cianjur in the academic year 2020-2021. This type of research is quantitative with analytical observational method with cross sectional approach. Data were obtained from distributing questionnaires to students of SMAN 1 Cianjur totaling 95 samples. Data analysis using gamma test. Data processing was carried out using SPSS 2.0 application with a significance degree of p<0.005. The results showed that the level of knowledge was lacking with bad prevention attitudes 3 people (13%) and good 20 people (87%), the level of knowledge was sufficient with bad prevention attitudes 6 people (9%) and good 59 people (91%), good knowledge levels with a bad attitude 10 people (10%) and 85 people (90%). There was no significant relationship between the level of knowledge and the attitude of prevention (p = 0.828). In conclusion, there is no relationship between the level of knowledge and the attitude of preventing HIV/AIDS among students of SMAN 1 Cianjur for the academic year 2020–2021. Abstrak. Pendahuluan: Human Iimmunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sel darah putih sehingga terjadi penurunan sistem imun. Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2019 dinyatakan 38 juta orang terinfeksi HIV di seluruh dunia. Menurut Dinas Kesehatan Jawa Barat tahun 2018, Kota Cianjur menempati peringkat ke-13 dari 27 kabupaten/kota dengan laporan 124 kasus. Penyebaran HIV banyak terjadi di kalangan remaja akibat rendahnya tingkat pengetahuan terhadap faktor risiko HIV. Kesalahpahaman pengetahuan HIV/AIDS akan menjadikan banyak remaja mengalami kebingungan dan cenderung terpengaruh terhadap informasi tidak benar. Hal tersebut dapat diperparah dengan tidak adanya fasilitas pendukung di tingkat pendidikan formal dan pengaruh teknologi informasi dari media tanpa filter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan terhadap HIV/AIDS pada siswa-siswi SMAN 1 Cianjur tahun ajaran 2020–2021. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada siswa-siswi SMAN 1 Cianjur berjumlah 95 sampel. Analisis data menggunakan uji gamma. Pengolahan data dilakukan dengan aplikasi SPSS 2.0 dengan derajat signifikansi p<0,005. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan kurang dengan sikap pencegahan buruk 3 orang (13%) dan baik 20 orang (87%), tingkat pengetahuan cukup dengan sikap pencegahan buruk 6 orang (9%) dan baik 59 orang (91%), tingkat pengetahuan baik dengan sikap buruk 10 orang (10%) dan baik 85 orang (90%). Tidak terdapat hubungan bermakna tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan (p=0,828). Simpulan, tidak terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS di kalangan siswa-siswi SMAN 1 Cianjur tahun ajaran 2020–2021.
Edukasi kesehatan imunisasi Measles Rubella menggunakan video animasi dan pesan teks melalui WhatsApp Yunita Andriani; Kusnandi Rusmil; Ieva Baniasih Akbar
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 36, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.576 KB) | DOI: 10.22146/bkm.52501

Abstract

Purpose: This study aimed to compare the effect of health education using animated video and text messages through WhatsApp on parental knowledge and attitude. Method: This study used a quasi-experimental design on two groups that consisted of 36 respondents in each group. The first group received animation videos about MR immunization, and the second group received text messages through WhatsApp. The instruments of this study consisted of a knowledge questionnaire and an attitude questionnaire. The study was conducted on parents who had an infant less than nine months old, had a smartphone and WhatsApp account. Results: The pretest-posttest scores show increased knowledge and attitude about MR immunization after educational animation video and text message intervention. Video animation had a higher mean of knowledge and attitude than text messages. Conclusion: Health education using animation videos through WhatsApp can improve parental knowledge and attitude higher than a text message.
Efek Samping Kemoterapi Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Pengobatan Anak Leukemia Limfoblastik Akut Dandi Putra Nurfajriansyah; Ieva Baniasih Akbar; Widayanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5552

Abstract

Abstract. The primary treatment for ALL is chemotherapy. The side effects of chemotherapy drugs that appear will depend on the chemotherapy drugs given to the patient. Non-adherence plays a role in the failure of chemotherapy. This study aims to analyse the relationship between the side effects of chemotherapy drugs and the level of adherence to treatment of pediatric acute lymphoblastic leukemia patients at Al-Islam Hospital Bandung. This research method is an observational analytic approach to cross-sectional. The sample of this research is 50 people with total sampling technique in ALL pediatric patients at Al-Islam Hospital Bandung. Data was collected using a questionnaire called Pediatric-Patient Reported Outcome-Common Terminology Criteria for Adverse Events (Ped-PRO-CTCAE) and Medication Adherence Rating Scale (MARS). Data analysis using chi-squares test. This study showed that subjects who experienced side effects were in the criteria grade 1 such nausea, vomiting, alopecia, dry mouth, and fatigue are 74%, and high percentage of adherence rate of are 78%. Test results obtained a value of p = 0.015 (p <0.05), which shows a relationship between the side effects of chemotherapy drugs and the level of adherence to treatment of pediatric acute lymphoblastic leukemia patients at Al-Islam Hospital Bandung. Level of adherence to treatment effect the success of chemotherapy. Abstrak. Pengobatan ALL utamanya dengan kemoterapi. Efek samping obat kemoterapi yang muncul akan bergantung pada obat kemoterapi yang diberikan kepada pasien. Ketidakpatuhan berperan dalam kegagalan kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan efek samping obat kemoterapi dengan tingkat kepatuhan pengobatan pasien anak leukemia limfoblastik akut di RS Al-Islam Bandung. Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian ini adalah 50 orang dengan teknik total sampling pada pasien anak ALL di RS Al-Islam Bandung. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Pediatric-Patient Reported Outcome-Common Terminology Criteria for Adverse Events (Ped-PRO-CTCAE) dan Medication Adherence Rating Scale (MARS). Analisis data menggunakan uji chi–square. Hasil penelitian ini menunjukkan subjek yang mengalami efek samping dalam kriteria grade 1 seperti mual muntah, alopesia, dan mulut kering sebanyak 74% dan persentase tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 78%. Hasil uji didapatkan nilai p=0,015 (p<0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan antara efek samping obat kemoterapi dengan tingkat kepatuhan pengobatan pasien anak leukemia limfoblastik akut di RS Al-Islam Bandung. Kepatuhan pengobatan kemoterapi dapat mempengaruhi keberhasilan kemoterapi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Mengenai Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru pada Masyarakat Kelurahan Banjar Salshabilla Rahma Putri; Ieva Baniasih Akbar; Dony Septriana
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6678

Abstract

Abstract. Knowledge can directly affect individuals, while attitudes can arise with the knowledge of individuals about the prevention of tuberculosis transmission. Tuberculosis (TB) is the 13th leading cause of death in the world and is a deadly infectious disease after COVID-19. TB disease is transmitted through the air, and is influenced by several risk factors that play a role in this transmission, namely knowledge, attitudes and behavior. The aim of the study was to determine the relationship between the level of public knowledge and attitudes regarding efforts to prevent TB disease in RT.04 RW.05 Banjar Village, Banjar City, West Java Province. This research was carried out using an observational quantitative analytic method with a cross-sectional design. The research subjects were 101 respondents who were taken through a simple random sampling technique that was adjusted to the study's inclusion criteria. Univariate and bivariate analysis using the Spearman rank correlation coefficient test. The results showed that of the 22 respondents with insufficient knowledge about preventing pulmonary TB, the majority had a negative attitude about preventing pulmonary TB, namely 20 people (90.9%). Of the 49 respondents with sufficient knowledge about preventing pulmonary TB, the majority had a positive attitude about preventing pulmonary TB, namely 47 people (95.9%). Of the 30 respondents with good knowledge of pulmonary tuberculosis prevention, the majority had a positive attitude about pulmonary tuberculosis prevention, namely 28 people (93.3%). The results of the analysis using the Spearman Rank Correlation Coefficient test obtained a significance value of 0.00 which is smaller than the error rate (α) = 0.05 and the coefficient correlation value obtained was 0.629 so that it can be concluded that this study shows that there is a moderate relationship between knowledge and attitudes community about tuberculosis prevention efforts. in RT. 04 RW. 05, Banjar Village. Abstrak. Pengetahuan dapat langsung mempengaruhi individu, sedangkan sikap dapat timbul dengan adanya pengetahuan dari individu tentang pencegahan penularan tuberkulosis. Tuberkulosis (TBC) menjadi penyakit penyebab kematian yang berada diurutan ke-13 dunia dan merupakan penyakit menular mematikan setelah COVID-19. Penyakit TBC menular melalui udara, dan dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko yang berperan dalam penularan ini, yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dan sikap terkait upaya pencegahan penyakit TBC di RT.04 RW.05 Kelurahan Banjar Kota Banjar Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan design cross-sectional. Subjek penelitian sebanyak 101 responden yang diambil melalui teknik simple random sampling yang disesuaikan dengan kriteria inklusi penelitian. Analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji spearman rank correlation coefficient. Hasil penelitian menunjukkan dari 22 responden dengan pengetahuan tentang pencegahan TBC paru yang kurang, sebagian besar memiliki sikap negatif tentang pencegahan TBC Paru yaitu 20 orang (90,9%). Dari 49 responden dengan pengetahuan tentang pencegahan TBC paru yang cukup, sebagian besar memiliki sikap positif tentang pencegahan TBC paru yaitu 47 orang (95,9%). Dari 30 responden dengan pengetahuan tentang pencegahan TBC Paru yang baik, sebagian besar memiliki sikap positif tentang pencegahan TBC paru yaitu 28 orang (93,3%). Hasil analisis menggunakan uji Spearman Rank Correlation Coefficient diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,00 yang lebih kecil dari tingkat kesalahan (α) = 0,05 serta nilai coefficient correlation diperoleh sebesar 0,629 sehingga dapat kesimpulan bahwa penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang sedang antara pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai upaya pencegahan penyakit tuberkulosis. di RT. 04 RW. 05, Kelurahan Banjar.
Perbedaan Tingkat Kecemasan Orangtua Anak Penderita Leukemia Limfoblastik Akut Sebelum dengan Sesudah Kemoterapi Fase Induksi di RS Al Islam Bandung Suchi Aulia Nur Silmi; Ieva Baniasih Akbar; Sara Puspita
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6591

Abstract

Abstract. Acute lymphoblastic leukemia (ALL) is children's most common type of cancer. Acute lymphoblastic leukemia can be cured with chemotherapy. The initial treatment for ALL is induction chemotherapy, lasting 4–6 weeks using 3 or 4 drugs. Parents who have children with ALL will experience anxiety, especially mothers. This study aims to analyze the differences in the anxiety levels of parents of children with acute lymphoblastic leukemia before and after the induction phase of chemotherapy. The research was conducted in July–October 2022. The research method is a comparative research design with a longitudinal study approach. The sample of this study was 45 people using a total sampling technique on the parents of children with ALL at Al-Islam Hospital in Bandung. Data collection was carried out using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire. Data analysis used the McNemar test. The results showed that 28 mothers experienced severe–very severe levels of anxiety before the induction phase of chemotherapy, and 28 experienced mild–moderate anxiety levels after the induction phase of chemotherapy. The results of the McNemar test obtained a value of p=0.001 (p<0.05). In conclusion, parents' anxiety in children with ALL increased before chemo and tended to decrease after the induction phase of chemotherapy. Abstrak. Leukemia limfoblastik akut (LLA) merupakan jenis kanker yang paling banyak terjadi pada anak. Leukemia limfoblastik akut dapat disembuhkan dengan kemoterapi. Terapi awal LLA yaitu kemoterapi fase induksi, berlangsung 4–6 minggu menggunakan 3 atau 4 obat. Orangtua yang memiliki anak LLA akan mengalami kecemasan terutama ibu. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan tingkat kecemasan orangtua anak penderita leukemia limfoblastik akut sebelum dengan sesudah kemoterapi fase induksi. Penelitian dilakukan pada bulan Juli–Oktober 2022. Metode penelitian adalah desain penelitian komparatif dengan pendekatan studi longitudinal. Sampel penelitian ini adalah 45 orang dengan teknik total sampling pada orangtua anak penderita LLA di RS Al-Islam Bandung. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji McNemar. Hasil penelitian menunjukan ibu mengalami tingkat kecemasan berat–sangat berat sebelum kemoterapi fase induksi sebanyak 28 dan mengalami tingkat kecemasan ringan–sedang sesudah kemoterapi fase induksi sebanyak 28. Hasil uji McNemar didapatkan nilai p=0,001 (p<0,05). Simpulan, kecemasan orangtua pada anak penderita LLA meningkat sebelum kemoterapi dan cenderung menurun sesudah kemoterapi fase induksi.
Hubungan Derajat Hipertensi dengan Kecemasan di Klinik Pratama Biddokkes Polda Jawa Barat Tahun 2024 Rifki, Muhammad Hikmal; Akbar, Ieva Baniasih; Widayanti
Jurnal Riset Kedokteran Volume 5, No.2, Desember 2025, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v5i2.8369

Abstract

Abstract. Hypertension, a global health threat, frequently coexists with anxiety, yet specific data on this association in local, high-stress populations are limited. This study aimed to analyze the relationship between hypertension grade and anxiety among patients at the Pratama Biddokkes Clinic of the West Java Regional Police. Employing an observational cross-sectional design, the study included 88 adult hypertensive patients (aged 30–69 years) with a normal body mass index; data was collected during November–December 2024. Hypertension was classified as grade 1 or 2, and anxiety was quantitatively measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). The relationship's strength and risk were analyzed using the Gamma test and Odds Ratio (OR). Results showed a majority of respondents had grade 2 hypertension (74%) and experienced anxiety (64%). A significant relationship was confirmed via chi-square analysis (p = 0.025). The Gamma test yielded a coefficient of +0.518, indicating a positive, moderate-strength relationship. Patients with grade 2 hypertension were 3.14 times more likely to experience anxiety (OR = 3.14). In conclusion, a significant, positive, and moderately strong relationship exists between hypertension grade and anxiety. A higher hypertension grade increases the likelihood of anxiety, emphasizing the critical importance of screening and managing anxiety as part of holistic care to improve treatment outcomes. Abstrak. Hipertensi sering disertai kecemasan, namun bukti mengenai hubungan keduanya pada populasi dengan tingkat stres tinggi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara derajat hipertensi dan kecemasan pada pasien di Klinik Pratama Biddokkes Polda Jawa Barat. Studi observasional cross-sectional ini melibatkan 88 pasien hipertensi dewasa berusia 30–69 tahun dengan indeks massa tubuh normal. Data dikumpulkan pada November–Desember 2024. Derajat hipertensi diklasifikasikan menjadi derajat 1 dan derajat 2, sementara kecemasan dinilai menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis dilakukan melalui uji chi-square, Gamma, dan Odds Ratio (OR). Hasil menunjukkan sebagian besar responden mengalami hipertensi derajat 2 (74%) dan kecemasan (64%). Ditemukan hubungan signifikan antara derajat hipertensi dan kecemasan (p = 0,025). Koefisien Gamma +0,518 menunjukkan hubungan positif berkekuatan moderat. Pasien dengan hipertensi derajat 2 memiliki risiko 3,14 kali lebih tinggi mengalami kecemasan (OR = 3,14). Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan derajat hipertensi berhubungan dengan meningkatnya kecemasan, sehingga skrining dan penanganan kecemasan perlu menjadi bagian dari pendekatan perawatan yang komprehensif.
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR DALAM MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PEREMPUAN I’anah, Fauzah Cholashotul; Terawan, Vita Murniati; Akbar, Ieva Baniasih; Mose, Johannes C.; Herawati, Dewi Marhaeni Diah
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i3.874

Abstract

Anemia lebih sering terjadi pada remaja khususnya pada negara berkembang dan kekurangan zat besi merupakan penyebab paling utama yang memengaruhi 50% anemia pada perempuan. Daun kelor mengandung zat gizi makornutrien dan mikronutrien yang tinggi dan dapat meminimalkan risiko anemia. Tujuan dari riset ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak daun kelor dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja perempuan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian systematic review dan meta analisis dengan metode Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses Protocols (PRISMA-P) yang dilakukan secara sistematis dengan mengikuti tahapan atau protokol penelitian yang benarserta hanya menggunakan studi primer dari penelitian Kuantitatif Quasi Eksperimental. Hasil meta analisis Z sebesar 2.32 dengan p value adalah 0.02 menunjukkan p value < level of significance (?=0.05) dan didapatkan juga mean difference sebesar -2.39 pada 95% confident interval antara [-4.41; -0.38]. Karena pada 95% confident interval tidak memuat titik nol yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kadar hemoglobin antara grup experimental dengan grup kontrol dari keseluruhan studi. Kesimpulan riset ini terdapat pengaruh ekstrak daun kelor dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja perempuan. Diharapkan bagi orang tua yang memiliki anak remaja perempuan menyediakan makanan dengan bahan dasar daun kelor untuk memenuhi kebutuhan gizi agar tidak terjadi ataupun mengobati anemia pada remaja perempuan.