Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN PERKEMBANGANSOSIAL ANAK USIA PRA SEKOLAH DI KELURAHAN BARU KECAMATAN LUWUK KABUPATEN BANGGAI Drova Grano Manorek; Mikaela Delpin Fristalia; Putri Aprilla A
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i2.146

Abstract

The Presence Of Gadgets, Especially In The Form Of Smartphones, Has Contributed A Lot In Everyday Life. Gadgets Are A Medium For Finding Information, Interacting, Getting Entertainment, And Even Doing Business Online. The Development Of Information And Communication Technology Greatly Influences ThePsychosocial Development Of Pre-School Age Children. This Study Aims To Identify The Relationship Between Gadget Use And Psychosocial Development In Pre-School Children In The Baru Village, Luwuk District, Banggai Regency. This Research Is A Quantitative Study With A Research Design Using A Cross- Sectional Study Approach In Which The Independent Variables And The Dependent Variable Can Be Measured Simultaneously At The Same Time. Population 35 People With A Sample Using The Total Population. The Sample In This Study Amounted To 35 Samples. The Results Of The Study Found A Relationship Between The Use Of Gadgets And The Psychosocial Development Of Pre-School-Age Children In The Baru Village, Luwuk District, Banggai Regency With A P Value = 0.001 <0.05. Because The Use Of Gadgets With High Intensity Affects The Psychosocial Development Of Children To Be Low, While The Use Of Gadgets With Low Intensity Affects The PsychosocialDevelopment Of Children To Be High. The Conclusion Of This Study Is That There Is A Significant RelationshipBetween The Use Of Gadgets And The Psychosocial Development Of Children In Baru Kelurahan, Luwuk District, Banggai Regency, So It Is Suggested To Parents Who Have Pre-School Age Children To Control And Supervise The Use Of Gadgets For Their Children, To Divide Their Time In Use Gadgets, And Pay Attention To The Applications In The Gadget So As Not To Exacerbate Psychosocial Development In Children.
Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Terhadap Penurunan Dysmenorrhea Pada Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Palu Maya Diningrat; Vidya Urbaningrum; Mikaela Delpin Fristalia
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v2i2.861

Abstract

Dysmenorrhea dapat diatasi dengan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. pada penderita dysmenorrhea Penggunaan kompres hangat di area perut bertujuan untuk melebarkan pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah kebagian nyeri, dan menurunkan ketegangan otot sehingga mengurangi nyeri. Tujuan penelitian ini untuk diketahui pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan dysmenorrhea Pada Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Palu.Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Experimental Design, dengan one grub prettst-posttest design. Populasi pada penelitian ini 71 dan sampel pada penelitian ini berjumlah 30 responden. Sampel didapatkan menggunakan rumus slovin dengan presisi 0,15, teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dan uji data paired t test. Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata penurunan dysmenorrhea yang dimana sebelum diberikan kompres hangat berada dalam skala nyeri berat sebanyak 19 responden (63,3%) setelah diberikan kompres hangat selama 20 menit sebanyak 20 responden (66,7%) berada dalam skala nyeri ringan. Hasil uji paired t test dengan model pengukuran sebelum dan sesudah diberikan intervensi, didapatkan nilai p= 0.000, nilai ini < α 0,05. Kesimpulan bahwa ada pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan dysmenorrhea pada mahasiswa program studi D-III Keperawatan Palu.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruangan Rawat Inap RSUD Mokopido Tolitoli: Penelitian Saprina; I Made Rio Dwijayanto; Mikaela Delpin Fristalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5471

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai sehingga memerlukan intervensi tambahan selain terapi farmakologis. Relaksasi otot progresif sebagai terapi nonfarmakologis dapat membantu menurunkan kadar gula darah melalui penurunan stres dan peningkatan respons relaksasi tubuh. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one-group pre–post test. Populasi berjumlah 103 responden dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami penurunan kadar gula darah drastis ≥40 mg/dl sebanyak 27 responden (52,9%), sedangkan sebagian kecil tidak mengalami penurunan <15 mg/dl sebanyak 2 responden (3,9%). Uji Paired T-Test menunjukkan nilai signifikan (p < 0,01), yang menandakan adanya pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah. Relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Teknik ini diharapkan dapat diterapkan secara mandiri di rumah sebagai pendukung pengendalian gula darah.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN BEBAN KERJA DENGAN KELENGKAPAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG INTENSIVE RSUD MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH : ASSOCIATION BETWEEN KNOWLEDGE LEVEL AND WORKLOAD WITH THE COMPLETENESS OF NURSING CARE DOCUMENTATION IN THE INTENSIVE CARE UNIT OF MADANI REGIONAL HOSPITAL, CENTRAL SULAWESI PROVINCE Ni Wayan Keristiana; I Made Rio Dwijayanto; Mikaela Delpin Fristalia
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.859

Abstract

Pendahuluan. Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan bagian penting dalam menjamin mutu pelayanan, kesinambungan perawatan, serta akuntabilitas profesional. Namun, ketidaklengkapan dokumentasi masih sering ditemukan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tingkat pengetahuan dan beban kerja perawat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan beban kerja dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang intensive RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah Metode. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 35 perawat dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data pengetahuan dan beban kerja diperoleh melalui kuesioner, sedangkan kelengkapan dokumentasi dinilai melalui audit rekam medis berdasarkan instrumen Depkes RI (2005). Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (51,4%) dan mengalami beban kerja tinggi (57,1%), sementara kelengkapan dokumentasi menunjukkan bahwa sebagian perawat masih belum mendokumentasikan asuhan secara lengkap. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kelengkapan dokumentasi (p = 0,005), serta hubungan signifikan antara beban kerja dan kelengkapan dokumentasi (p = 0,021). Kesimpulan. Tingkat pengetahuan dan beban kerja berhubungan secara signifikan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan. Peningkatan edukasi, pelatihan, serta manajemen beban kerja diperlukan untuk meningkatkan mutu dokumentasi keperawatan.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA ANAK DI RUANG PERAWATAN RAMBUTAN RSUD MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH: THE CORRELATION BETWEEN DIETARY PATTERNS AND LIFESTYLE WITH THE INCIDENCE OF DYSPEPSIA AMONG CHILDREN IN THE RAMBUTAN INPATIENT UNIT OF RSUD MADANI, CENTRAL SULAWESI PROVINCE Hildayanti; Agnes Erlita Distriani Patade; Mikaela Delpin Fristalia
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.862

Abstract

Pendahuluan. Dispepsia merupakan gangguan pencernaan yang sering dialami anak dan berdampak pada kenyamanan serta aktivitas sehari-hari. Faktor yang paling berperan dalam munculnya dispepsia pada anak adalah pola makan tidak teratur dan gaya hidup yang kurang sehat, seperti rendahnya aktivitas fisik dan kebiasaan makan yang kurang tepat. Kondisi ini ditemukan meningkat pada pasien anak di Ruang Perawatan Rambutan RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Tujuan. Mengetahui hubungan pola makan dan gaya hidup dengan kejadian dispepsia pada anak di Ruang Perawatan Rambutan RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Metode. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah anak usia 5–18 tahun sebanyak 65 orang. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling berjumlah 53 responden. Data diperoleh melalui kuesioner pola makan dan gaya hidup serta telaah rekam medis. Analisis menggunakan uji continuity correction dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil. Sebagian besar responden memiliki pola makan baik, gaya hidup baik, dan terdiagnosis dispepsia. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian dispepsia (p=0,040) dan antara gaya hidup dengan kejadian dispepsia (p=0,030). Kesimpulan. Terdapat hubungan pola makan dan gaya hidup dengan kejadian dispepsia pada anak di Ruang Perawatan Rambutan RSUD Madani. Edukasi mengenai pola makan teratur dan gaya hidup sehat penting untuk pencegahan dispepsia.
Hubungan Pengetahuan Orang Tua dan Durasi Paparan Gadget dengan Kejadian Speech Delay pada Anak Usia Prasekolah di Poliklinik Anak RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Nurafifah; Ni Nyoman Udiani; Mikaela Delpin Fristalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5989

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan bicara merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia prasekolah. Salah satu gangguan yang sering ditemukan adalah speech delay yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya pengetahuan orang tua dan durasi paparan gadget. Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai stimulasi bicara yang tepat serta tingginya durasi paparan gadget dapat mengurangi interaksi verbal dua arah antara anak dan orang tua maupun lingkungan sekitar, sehingga berpotensi menghambat perkembangan bicara anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dan durasi paparan gadget dengan kejadian speech delay pada anak usia prasekolah di Poliklinik Anak RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah orang tua pasien di Poliklinik Anak RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Sampel dihitung menggunakan rumus Roscoe yang menghasilkan 30 responden. Teknik penelitian ini yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan orang tua dan kuesioner durasi paparan gadget, serta DDST II untuk menilai kejadian speech delay. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji fisher exact test. Hasil: Sebagian besar orang tua memiliki tingkat pengetahuan kurang dan durasi paparan gadget yang tinggi. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan orang tua dan durasi paparan gadget dengan kejadian speech delay..
Pengaruh Terapi Butterfly Hug terhadap Penurunan Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Apendisitis Di Rumah Sakit Woodward Palu: Penelitian Ni Kadek Sari Savitri Anjani; Arniawan; Mikaela Delpin Fristalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5992

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan merupakan masalah umum pada pasien pre-operasi apendisitis yang dapat memengaruhi kondisi fisiologis dan psikologis sehingga mengganggu kesiapan operasi. Intervensi farmakologis berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif non-farmakologis yang efektif, salah satunya terapi butterfly hug. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel terdiri dari 14 pasien pre-operasi apendisitis yang dipilih melalui consecutive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji Shapiro–Wilk dan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat kecemasan yang signifikan setelah pemberian terapi butterfly hug (p = 0,001). Sebelum intervensi, sebagian besar pasien berada pada kategori kecemasan berat hingga sangat berat, sedangkan setelah intervensi mayoritas pasien berada pada kategori kecemasan ringan dan sebagian tidak mengalami kecemasan. Kesimpulan: Terapi butterfly hug terbukti efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre-operasi apendisitis di Rumah Sakit Woodward Palu. Saran: Terapi butterfly hug direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis dalam praktik keperawatan untuk membantu mengurangi kecemasan pasien pre-operasi.