Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Puitika

Toponimi Kawasan Penduduk di Kenagarian Tanjung Gadang Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung Sastra Putri Juniarti; Nadra Nadra; Alex Darmawan
Puitika Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.2.66-79.2022

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih sedikitnya penelitian toponimi yang dilakukan di daerah Sumatera Barat. Penelitian toponimi di Kenagarian Tanjung Gadang difokuskan pada nama-nama kawasan tempat tinggal penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan arti leksikal dan arti kultural penamaan kawasan penduduk di Kenagarian Tanjung Gadang dan (2) mengklasifikasikan nama kawasan penduduk di Kenagarian Tanjung Gadang berdasarkan asal-usul penamaan.Dalam pemecahan masalah penelitian ini, terdapat tiga tahap strategis yang dilakukan, yaitu penyediaan data, penganalisisan data, dan penyajian hasil analisis data. Metode dan teknik penyediaan data yang digunakan adalah metode cakap dan metode simak. Dalam analisis data digunakan metode padan translasional dan padan referensial. Selanjutnya, dalam penyajian hasil analisis data digunakan metode informal.Berdasarkan analisis data yang dilakukan, didapatkan arti leksikal dan arti kultural nama kawasan tempat tinggal penduduk di Kenagarian Tanjung Gadang. Nama-nama kawasan tempat tinggal penduduk di Kenagarian Tanjung Gadang diklasifikasikan menjadi tujuh kelompok. Pengklasifikasian tersebut, antara lain pengklasifikasian nama berdasarkan topografi, tumbuhan, suku masyarakatnya, fungsi daerah, peristiwa yang terjadi, posisi, dan nama binatang.
Variasi Bahasa Minangkabau Di Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota: Tinjauan Dialektologi Angelia Ariesty; Nadra Nadra; Noviatri Noviatri
Puitika Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.1.1-14.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di Kecamatan Mungka; 2) Memetakan variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di Kecamatan Mungka; 3) Menghitung persentase variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di Kecamatan Mungka. Metode dan teknik penyediaan data yang digunakan adalah metode cakap dengan teknik dasar: teknik pancing dan teknik lanjutan, yakni teknik cakap semuka, teknik rekam, dan teknik catat. Dalam analisis data digunakan metode padan translasional dan padan referensial dengan teknik pilah unsur penentu (PUP) sebagai teknik dasar dan hubung banding membedakan sebagai teknik lanjutan. Selanjutnya, dalam penyajian analisis data digunakan metode formal dan informal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, (1) terdapat 130 variasi leksikal dari 600 daftar pertanyaan yang diajukan kepada informan di Kecamatan Mungka. (2) sebanyak 130 data yang berbeda tersebut kemudian dipetakan dalam bentuk peta lambang. (3) Hasil penghitungan dialektometri variasi leksikal bahasa Minangkabau yang ditemukan di Kecamatan Mungka termasuk ke dalam kategori tidak ada pembeda, dengan hasil persentase sebanyak 6%―18,5%. Dari hasil presentase tersebut, daerah yang tidak menunjukkan perbedaan disebabkan oleh luas daerah yang tidak begitu besar, masyarakatnya pun mudah berkomunikasi dengan masyarakat daerah lain, sehingga bahasa Minangkabau yang digunakan tidak terlalu banyak memiliki perbedaan.
Variasi Leksikal Bahasa Minangkabau di Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar: Tinjauan Dialektologi Selvi Oktary Pujiama; Nadra Nadra; Fajri Usman
Puitika Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.1.33-50.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntukmendeskripsikan varaisi leksikal bahasa Minangkabau Isolek Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang meliputi lima titik pengamatan yaitu Nagari Labuah (TP 1), Nagari Parambahan (TP 2), Nagari Cubadak (TP 3), Nagari Lima Kaum (TP 4), dan Nagari Baringin (TP 5). Dalam mendeskripsikan varaisi leksikal, data penelitian dikumpulkan dengan metode cakap semuka dengan teknik lanjutannya teknik pancing disertai dengan teknik catat dan teknik rekam. Data dianalisis dengan metode padan referensial dan metode padan translasional yang dilakukan dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan teknik hubung banding membedakan (HBB). Tahap penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan metode informal. Perhitungan perbedaan leksikal antartitik pengamatan dilakukan dengan menerapkan rumus dialektometri. Temuan-temuan hasil penelitian berupa 210 variasi leksikal dari 692 daftar tanyaan yang digunakan. 
Sistem Fonologi Bahasa Sunda di Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten Aulia Ramadhanti; Nadra Nadra; Sri Wahyuni
Puitika Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.2.70-85.2021

Abstract

Penelitian sistem fonologi bahasa Sunda ini bertujuan untuk mengetahui bunyi, fonem, dan pola suku kata bahasa Sunda yang terdapat di Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Metode yang digunakan untuk memperoleh data ialah metode simak dan metode cakap. Selama proses pengumpulan data berlangsung, hasilnya direkam dengan media handphone dan dicatat menggunakan traskripsi fonetik. Metode analisis data yang digunakan untuk menganalisis bunyi bahasa adalah metode padan artikulatoris dan padan translasional. Kemudian data-data tersebut dikelompokkan berdasarkan persamaan dan perbedaan bunyi. Untuk menganalisis fonem bahasa digunakan prosedur analisis pasangan minimal dan distribusi komplementer, sedangkan untuk menganalisis pola suku kata digunakan prosedut fonotaktik. Hasil analisis data disajikan dengan pebyajian formal dan informal. Hasil penelitian terhadap bahasa Sunda di daerah pengamatan, ditemukan adanya tujuh fonem vokal dengan variasinya, seperti: [a~ã], [ɤ̃~ɤ], dan [i~I~ĩ]; enam belas fonem konsonan, seperti /b/, /j/, /c/, dan fonem /k/ dengan variasinya [k~ɂ]; enam fonem difong, seperti /uy/, /ay/, dan /iə/; dua fonem semivokal /w/ dan /y/. Ditemukan pula sembilan belas deret vokal, seperti: /o.e/, /a.a/, dan /u.i/; 34 deret konsonan, seperti: /ŋ.b/, /n.j/, dan /l.b/; dua belas gugus konsonan, seperti /pr/, /kl/, dan /jr/; empat deret konsonan gabungan dari deret dan gugus konsonan, yaitu: /ŋkl/, /ŋkr/, /mpl/, dan /ncl/. Kata dasar dalam bahasa Sunda terdiri atas satu hingga empat suku kata dan pola yang terdapat dalam bahasa Sunda, yaitu: V pada [a.bi], VK pada [əm.be], KV pada [po.toŋ], KVK pada [cak.cak], KKV pada [klu.wih], dan KKVK [aŋ.kluŋ].
Nama-Nama Gala Datuak Di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam: Tinjauan Antropolinguistik Gia Fadhila; Nadra Nadra; Alex Darmawan
Puitika Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.1-19.2022

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini, yaitu: (1) Apa saja nama-nama gala datuak dan latar belakang penamaan nama-nama gala datuak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten agam. (2) Apa saja makna nama yang terdapat dalam nama-nama gala datuak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. (3) Apa saja nilai-nilai budaya yang terdapat dalam nama-nama gala datuak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Adapun tujuan penelitian ini, yaitu untuk menjelaskan nama-nama latar belakang penamaan, makna nama dan nilai-nilai budaya di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Metode dan teknik yang dikemukakan oleh Sudaryanto tahapan dalam penelitian yaitu: metode dan teknik penyediaan data, metode dan teknik analisis data, metode dan teknik penyajian hasil analisis data. Pada bagian penyediaan data, metode yang digunakan adalah metode simak dan metode cakap. Pada metode simak, teknik yang digunakan ada dua macam yaitu teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasarnya menggunakan teknik sadap, sedangkan teknik lanjutannya menggunakan teknik simak libat cakap (SLC), teknik rekam, dan teknik catat. Pada tahap analisis data, metode yang digunakan adalah metode padan yaitu metode padan referensial. Pada tahap penyajian hasil analisis data, metode yang digunakan adalah metode penyajian informal. Berdasarkan hasil analisis data, nama-nama gala datuak yang ada di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam antara lain, yaitu: Datuak Bagindo Sati, Datuak Rang Batuah, Datuak Nan Barantai, Datuak Mangkudun Datuak Sagalo Kayo, Datuak Panghuu Kayo, Datuak Sinaro Nan Panjang, Datuak Junjungan, Datuak Bapayuang, Datuak Panglimo Kayo, Datuak Putih, Datuak Bakampia Ameh, Datuak Nagari Basa Datuak Sipanjang, Datuak Basa Balimo, Datuak Singo Batuah, Datuak Panduko Sutan, Datuak Rajo Endah Datuak Kampuang Basa, Datuak Diateh, Datuak Maruhun. Latar belakang penamaan namanama gala datuak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam yaitu: latar belakang penamaan berdasarkan penyebutan sifat khas, penemu dan pembuat, tempat asal, keserupaan. Makna nama pada gala datuak yang ditemukan di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam, yaitu: makna nama futuratif terdapat pada makna situasional. Nilai-nilai budaya pada gala datuak yang ditemukan di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam, yaitu: nilai kesejahteraan sosial, nilai politik dan nilai kuasa,nilai keagamaan dan nilai ketuhanan. nilai kerukunan dan penyelesaian konflik nilai pelestarian dan kreatifitas budaya
Preposisi dalam Hikayat Raja Handak Zulfa Zulfa; Nadra Nadra; Noviatri Noviatri
Puitika Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.1.51-71.2021

Abstract

Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan linguistik dalam bidang kajian Sintaksis. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bentuk-bentuk preposisi yang digunakan dalam Hikayat Raja Handak dan mendeskripsikan makna masing-masing bentuk preposisi yang ditemukan. Metode yang digunakan dalam penyediaan data adalah metode simak dan teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap, serta teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik sadap bebas libat cakap. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung sebagai teknik dasar dan teknik baca markah sebagai    teknik lanjutan. Metode yang digunakan dalam penyajian hasil analisis data adalah metode informal. Berdasarkan hasil analisis data terhadap penggunaan preposisi dalam Hikayat Raja Handak, ditemukan bentuk-bentuk preposisi dan makna preposisi. Bentuk-bentuk preposisi yang ditemukan adalah bentuk preposisi tunggal dan bentuk preposisi majemuk. Contoh preposisi tunggal adalah preposisi ke, preposisi di, preposisi dari, preposisi oleh, preposisi dengan, dan preposisi pada. Contoh preposisi majemuk adalah preposisi kepada dan preposisi daripada. Makna preposisi daripada adalah menyatakan perlawanan, menyatakan sebab, dan menyatakan asal atau sumber. Makna preposisi dengan adalah kesertaan dan cara. Makna preposisi ke adalah   tempat dengan kondisi arah. Makna preposisi kepada adalah tujuan. Makna preposisi di adalah tempat dengan kondisi letak. Makna preposisi pada adalah tempat dengan kondisi letak. Makna preposisi oleh adalah pelaku. Makna preposisi dari adalah  asal atau sumber.
Klausa yang Digunakan dalam Media Siber Infoindonesia.id Defrizal Ahmad Nugraha; Nadra Nadra; Noviatri Noviatri
Puitika Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v19i2.221

Abstract

This research aims to examine the types of clauses used in the cyber media Infoindonesia.id. There are three stages in this research; the data provision stage, the data analysis stage, and the data analysis presentation stage. At the data provision stage, the observation method is used. At the data analysis stage, the referential equivalent method is used. At the presentation stage of the data analysis results, the informal presentation method is used. Based on the data on the clauses used in the Infoindonesia.id cyber media, there are various types of clauses. The types of clauses are clauses based on their internal structure, clauses based on the presence or absence of negative words that grammatically negate P, and clauses based on the category of words that occupy the function of P. Clauses based on their internal structure, clauses consist of complete clauses and incomplete clauses. Based on whether there are negative words that grammatically negate P, the clause consists of positive and negative clauses. Based on the category of words that occupy the P function, clauses consist of noun clauses, verb clauses, numeral clauses, and preposition clauses. Verb clauses themselves have several types, namely active verb clauses, intransitive verb clauses, passive verb clauses, verb clauses, adjective verb clauses, reflexive verb clauses, and reciprocal verb clauses.