Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN POLA KONSUMSI IKAN TERHADAP KADAR KOLESTEROL PADA LANSIA DI POSYANDU AISYIYAH CABANG SOLO UTARA RANTING BANYUANYAR Anggarianti, Aurulia Banuar; Rahmawaty, Setyaningrum; Soviana, Elida
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurkes.v9i2.4589

Abstract

Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang memiliki manfaat sangat berguna, diantaranya dapat menurunkan kadar kolesterol, menurunkan tekanan darah serta memperkecil risiko serangan jantung pada lansia. Mengetahui hubungan pola konsumsi ikan (jenis, jumlah dan frekuensi) terhadap kadar kolesterol pada lansia di Posyandu Aisyiyah Cabang Solo Utara. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan melibatkan 42 lansia yang berusia 46-75 tahun, pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan di Posyandu Lansia Aisyiyah Cabang Solo Utara Ranting Banyuanyar. Data pola konsumsi ikan yang terdiri dari jenis, jumlah dan frekuensi konsumsi ikan didapatkan dengan menggunakan semi quantitative food frequency questionnaire dan kadar kolesterol darah lansia didapatkan dengan cara mengambil sampel darah kapiler menggunakan metode electrode-based biosensor. Duapuluh dua (64,7%) responden mengkonsumsi non oily fish, 23 (67,6%) responden memiliki jumlah konsumsi ikan kurang, 29 (85,3%) responden memiliki frekuensi konsumsi ikan baik dan 19 (55,9%) responden memiliki kadar kolesterol tinggi. Hasil uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan jenis konsumsi ikan dengan kadar kolesterol yang memiliki nilai p = 1,00; jumlah konsumsi ikan terhadap kadar kolesterol memiliki nilai p = 0,060 sedangkan untuk frekuensi konsumsi ikan memiliki nilai p =0,201. Konsumsi oily fish dapat menurunkan kadar kolesterol darah walaupun secara statistik tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi ikan terhadap kadar kolesterol.
HUBUNGAN ASUPAN LEMAK DAN RASIO LINGKAR PINGGANG PANGGUL (RLPP) DENGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) PADA WANITA MENOPAUSE DI POSYANDU NGUDI WALUYO SURAKARTA Rahmawati, Nesti; Rahmawaty, Setyaningrum; Soviana, Elida
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurkes.v9i2.4593

Abstract

Disamping faktor hormonal tingginya asupan lemak dan rasio lingkar pinggang panggul (RLPP) diakui sebagai faktor pencetus peningkatan kadar LDL pada wanita menopause. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan lemak dan RLPP dengan kadar LDL pada wanita menopause. Penelitian ini termasuk studi crossectional yang melibatkan? 33 wanita menopause usia 45-65 tahun dengan teknik simple random sampling di Posyandu Ngudi Waluyo Surakarta. Asupan lemak dihitung dari rata-rata food recall 24 jam selama 3 hari dengan menggunakan Nutrisurvey. Rasio lingkar pinggang panggul diukur menggunakan metlin dan dilakukan sebanyak 2 kali. Kadar LDL diukur dengan pengambilan darah vena menggunakan metode Enzimatik. Tujuh belas (51,5%) responden memiliki asupan lemak tergolong tinggi, 26 (78,8%) responden memiliki RLPP tergolong tinggi (?0,85 cm) dan 15 (45,5%) responden memilik kadar LDL tergolong tinggi (?150 mg/dL). Hasil uji korelasi antara tingkat asupan lemak dengan kadar LDL menunjukkan nilai p=0,261 sedangkan untuk rasio lingkar pinggang panggul dengan kadar LDL menunjukkan nilai p=0,67. Baik asupan lemak maupun RLPP tidak berhubungan dengan kadar LDL pada wanita menopause di Posyandu Ngudi Waluyo Surakarta.
Webinar: Upaya Mendukung Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif Dyah Intan Puspitasari; Siti Nurokhmah; Setyaningrum Rahmawaty
Abdi Geomedisains Vol. 2, No. 2, January 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.946 KB) | DOI: 10.23917/abdigeomedisains.v2i2.351

Abstract

Memberikan ASI eksklusif memiliki manfaat yang sangat besar bagi ibu dan juga bayi. Untuk mencapai target nasional (80%) cakupan ASI eksklusif, diperlukan berbagai upaya, salah satunya adalah dengan memberikan edukasi kesehatan. Pemberian edukasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman agar nantinya kelompok sasaran ini dapat berperan aktif dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan memberikan edukasi melalui Webinar kepada masyarakat. Materi yang diberikan adalah kebijakan terkait ASI eksklusif, manfaat ASI, dan juga kiat menyusui pada ibu bekerja. Secara umum kegiatan berlangsung dengan lancar. Peserta memiliki antusias yang tinggi dalam mengikuti kegiatan tersebut dengan memberikan berbagai pertanyaan pada sesi diskusi. Pengetahuan peserta juga mengalami peningkatan secara signifikan (p=0,000) terlihat dari peningkatan nilai pretest dan posttest dari rata-rata 7,29 menjadi 8,55. Kegiatan Webinar series dengan tema yang mendukung praktek-praktek menyusui yang direkomendasikan dan terbentuknya komunitas yang mendukung ASI eksklusif diharapkan menjadi upaya tindak lanjut untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif.
Validasi Berat Ikan Pada Produk Olahan Ikan Dalam Kemasan Kaleng Di Surakarta Setyaningrum Rahmawaty; Dita Ayu Setyaningtyas
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.12538

Abstract

Fish is the main dietary source of omega-3 long chain polyunsaturated fatty acids (n-3 LCPUFA) including eicosapentaenoic acid (EPA), docosapentaenoic acids (DPA) and docosahexaenoic acid (DHA) which have benefits to maintain an optimal health. The purpose of this study was to validate fish content in canned fish products in order to develop fish database for dietary assessment. A market survey was performed in 10 supermarkets which were randomly selected in Surakarta followed by laboratory analysis to measure fish content based on CODEX standard for canned fish. The study was conducted in July until November 2019. Results showed that there were 32 serving size from 11 branches of canned fish with the majority fish type was sardine (n=24) followed by mackerel (n=5) and tuna (n=3). They served in various taste such as in tomato sauce, chili sauce, brine and vegetable oil. The percentage of fish content in the labels was in a range from 50% to 70%. There was no significance difference between the percentage of fish mentioned in the canned fish labels and based on measurement in laboratory (Independent Sample T-test dan Mann-Whitney U test, p0.05). Given the variation of fish content in the canned fish products, it is recommended to consider the percentage of fish in estimating individual fish intake.
HUBUNGAN ASUPAN LEMAK DAN RASIO LINGKAR PINGGANG PANGGUL (RLPP) DENGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) PADA WANITA MENOPAUSE DI POSYANDU NGUDI WALUYO SURAKARTA Nesti Rahmawati; Setyaningrum Rahmawaty; Elida Soviana
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v9i2.4593

Abstract

Disamping faktor hormonal tingginya asupan lemak dan rasio lingkar pinggang panggul (RLPP) diakui sebagai faktor pencetus peningkatan kadar LDL pada wanita menopause. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan lemak dan RLPP dengan kadar LDL pada wanita menopause. Penelitian ini termasuk studi crossectional yang melibatkan  33 wanita menopause usia 45-65 tahun dengan teknik simple random sampling di Posyandu Ngudi Waluyo Surakarta. Asupan lemak dihitung dari rata-rata food recall 24 jam selama 3 hari dengan menggunakan Nutrisurvey. Rasio lingkar pinggang panggul diukur menggunakan metlin dan dilakukan sebanyak 2 kali. Kadar LDL diukur dengan pengambilan darah vena menggunakan metode Enzimatik. Tujuh belas (51,5%) responden memiliki asupan lemak tergolong tinggi, 26 (78,8%) responden memiliki RLPP tergolong tinggi (≥0,85 cm) dan 15 (45,5%) responden memilik kadar LDL tergolong tinggi (≥150 mg/dL). Hasil uji korelasi antara tingkat asupan lemak dengan kadar LDL menunjukkan nilai p=0,261 sedangkan untuk rasio lingkar pinggang panggul dengan kadar LDL menunjukkan nilai p=0,67. Baik asupan lemak maupun RLPP tidak berhubungan dengan kadar LDL pada wanita menopause di Posyandu Ngudi Waluyo Surakarta.
HUBUNGAN POLA KONSUMSI IKAN TERHADAP KADAR KOLESTEROL PADA LANSIA DI POSYANDU AISYIYAH CABANG SOLO UTARA RANTING BANYUANYAR Aurulia Banuar Anggarianti; Setyaningrum Rahmawaty; Elida Soviana
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v9i2.4589

Abstract

Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang memiliki manfaat sangat berguna, diantaranya dapat menurunkan kadar kolesterol, menurunkan tekanan darah serta memperkecil risiko serangan jantung pada lansia. Mengetahui hubungan pola konsumsi ikan (jenis, jumlah dan frekuensi) terhadap kadar kolesterol pada lansia di Posyandu Aisyiyah Cabang Solo Utara. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan melibatkan 42 lansia yang berusia 46-75 tahun, pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan di Posyandu Lansia Aisyiyah Cabang Solo Utara Ranting Banyuanyar. Data pola konsumsi ikan yang terdiri dari jenis, jumlah dan frekuensi konsumsi ikan didapatkan dengan menggunakan semi quantitative food frequency questionnaire dan kadar kolesterol darah lansia didapatkan dengan cara mengambil sampel darah kapiler menggunakan metode electrode-based biosensor. Duapuluh dua (64,7%) responden mengkonsumsi non oily fish, 23 (67,6%) responden memiliki jumlah konsumsi ikan kurang, 29 (85,3%) responden memiliki frekuensi konsumsi ikan baik dan 19 (55,9%) responden memiliki kadar kolesterol tinggi. Hasil uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan jenis konsumsi ikan dengan kadar kolesterol yang memiliki nilai p = 1,00; jumlah konsumsi ikan terhadap kadar kolesterol memiliki nilai p = 0,060 sedangkan untuk frekuensi konsumsi ikan memiliki nilai p =0,201. Konsumsi oily fish dapat menurunkan kadar kolesterol darah walaupun secara statistik tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi ikan terhadap kadar kolesterol.
Pengenalan Teknologi Pengolahan Tepung Okara untuk Produk Pangan pada Masyarakat di Masa Pandemi: Introduction of Processing Technology of Okara Flour for Food Products in the Community during the Pandemic Aan Sofyan; Eni Purwani; Pramudya Kurnia; Setyaningrum Rahmawaty; Laras Pratiwi; Alya Alvionita Sukma
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.513 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.838

Abstract

The Covid-19 pandemic impacts all aspects of human life both health and economic aspects. The utilization of soybean dregs flour or okara flour in food products will have the opportunity to increase household income. The purpose of this service activity was to introduce the processing of food products in the form of flakes and caramel sponges made from okara flour. This activity was carried out through several stages, namely: situation analysis survey consisting of 22 members of the PKK group in Jatisari Village, Sambi District, Boyolali Regency, Central Java; preparation for the implementation of activities; workshop on making flakes and caramel sponge; and evaluation. The result of this activity was that there was a public interest in using soybean dregs as an ingredient to make food products. It can be seen from the enthusiasm of the community in participating in both workshops and workshops that have been carried out at these activities. At the evaluation stage, it was also known that the community was interested in developing food products made from soybean dregs flour that had economic value. Therefore, it had the opportunity to be used as a new business in the hope of increasing household income.   ABSTRAK Pandemi Covid-19 berdampak terhadap seluruh aspek kehidupan manusia, baik aspek kesehatan maupun ekonomi. Pemanfaatan tepung ampas kedelai atau tepung okara menjadi produk pangan akan berpeluang menjadi usaha peningkatan pendapatan rumah tangga. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu mengenalkan tentang pengolahan produk pangan berupa flakes dan bolu karamel berbahan tepung ampas kedelai. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: survei analisis situasi mitra yang terdiri dari 22 anggota kelompok PKK Desa Jatisari Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali Jawa Tengah; persiapan pelaksanaan kegiatan; sarasehan; workshop pembuatan flakes dan bolu karamel; serta evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini yaitu adanya minat dan ketertarikan masyarakat untuk memanfaatkan ampas kedelai sebagai bahan untuk membuat produk pangan. Hal ini terlihat dari antusias masyarakat dalam mengikuti kegiatan baik sarasehan maupun workshop yang telah dilakukan pada kegiatan tersebut. Pada tahap evaluasi juga diketahui bahwa masyarakat tertarik untuk mengembangkan produk pangan berbahan tepung ampas kedelai yang memiliki nilai ekonomi sehingga berpeluang untuk dijadikan usaha baru dengan harapan dapat menambah pendapatan rumah tangga.
Correlation betwen Fiber Intake and Energy Adequacy Based on 7-Days food diary of primary school children age 8-12 years in Surakarta Ufairoh Maliha Shofwah; Afrianus Karo; Ari Murti Nindiyanti; Dian Nazikha Khusna; Niki Dwi Astuti; Setyaningrum Rahmawaty
Jurnal Dunia Gizi Vol 3, No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : Study Program of Nutrition, Public Health Faculty, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v3i1.4654

Abstract

Background; The dietary fiber intake is an important part of childern’s diet and has a role in development of non-commuicable disease. The percentage of fiber intake based on the consumption of fruit and vegetables has been reported lack of children in Surakarta. Purposes; The aim of this research were to analyse the correlation between fiber intake and energy adequacy and to assess the contribution of food source containing fiber to energy intake of primary school children age 8-12 years old in Surakarta. Method; This type of this research was observational with a cross sectional approaches. One hundred and thirteen elementary school children age 8-12 years old in Surakarta were participated in this study which were recruited using multistage random sampling. The intakes data were analysed used Nutrisurvey fo Windows 2007 based on 7-days food diary filled by each child under her/his parent supervision. Dietary Allowance Intake for Indonesia called AKG 2013 was used as a refernce intake. Correlation test used Chi-Square. Result; Median fiber intake and energy adequacy of all children were 3.11 gram/day and 42% respectively.  There was no correlation between fiber and energy adequacy intake (p=0.05). Food source contributed fiber intake were white rice, processed flur products, and other vegetable food such as carrots, guava, and fermented soybean or tempeh. Conclusion; The low fiber intake in school age 8-12 years old in Surakarta was not correlated with their low energy adequacy.
Optimalisasi Pencegahan Anemia dengan Edukasi Gizi Via Daring Pada Remaja Putri Di Masa Pandemi Covid-19 Muwakhidah Muwakhidah; Luluk Ria Rakhma; Endang Nur Widiyaningsih; Listyani Hidayati; Setyaningrum Rahmawaty
Abdi Geomedisains Vol. 3, No. 1, July 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/abdigeomedisains.v3i1.345

Abstract

Permasalahan gizi yang sering pada remaja adalah anemia. Dampak dari anemia gizi pada remaja putri diantaranya prestasi belajar menurun karena daya konsentrasi belajar menurun. Angka kejadian anemia di Kabupaten Sukoharjo didapatkan anemia pada usia sekolah sebesar 26,5% menurut data Dinkes Provinsi Jateng 2014 dan meningkat menjadi 51,36 % pada 2018. Salah satu faktor penyebab terjadinya anemia adalah faktor pengetahuan. Penanganan permasalahan anemia pada remaja adalah pemberian edukasi gizi secara benar sehingga dapat meningkatkan pengetahuan. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang anemia pada remaja putri di Sukoharjo.  Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah penyuluhan melalui media daring (zoom meeting). Mitra yang terlibat antara lain, remaja putri tingkat SMP dan SMA di wilayah Sukoharjo sebanyak 112 orang. Materi yang diberikan berkaitan dengan trend kejadian anemia pada remaja putri, diet, factor risiko dan dampak/ akibat anemia serta penanggulangan anemia pada remaja putri yang telah dilakukan Dinkes Kabupaten Sukoharjo. Hasil kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi terhadap pengetahuan remaja putri. Remaja putri mendapatkan nilai yang baik pada dampak anemia 96%, memahami cara konsumsi tablet tambah darah 96%, memahami zat gizi penyebab anemia 86% dan memahami mengenai porsi isi piringku 73%.  Tingkat pengetahuan tentang anemia ini diharapkan dapat meningkatkan sikap dan perilaku remaja putri tentang anemia gizi. Remaja putri diharapkan dapat menerapkan pola makan gizi seimbang dalam konsumsi makanan sehari-hari sehinggan dapat meningkatkan kadar hemoglobin remaja putri.
Pengenalan Ensikol (Enteral Substitusi Ikan Tongkol/Euthynnus Affinis) kepada Ahli Gizi Alumni Prodi Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta Setyaningrum Rahmawaty; Elida Soviana; Aan Sofyan; Salma Widya Azhari; Tsaltsa Rizqa Maulida; Syagita Wahyu Nur Ramadhoni; Amalia Jati Mahanani; Feny Rosilia Nurhayati; Ika Mukti Virgiyanti
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v5i2.384

Abstract

Ikan tongkol (Euthynnus Affinis) selain kaya protein, juga sumber asam lemak omega-3 rantai panjang yang berperan dalam modulasi respon inflamasi, seperti pada pasien yang membutuhkan makanan enteral. Pengabdian ini merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian kami dalam rangka meningkatkan nilai gizi makanan enteral standar (Modisco) yang biasa digunakan di rumah sakit di Indonesia dengan substitusi ikan tongkol (Ensikol). Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk webinar sosialisasi Ensikol yang dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu sosialisasi kegiatan, pelaksanaan webinar dan evaluasi. Webinar diikuti oleh 108 ahli gizi alumni Prodi Ilmu Gizi UMS yang telah bekerja di berbagai instansi seperti rumah sakit, puskesmas, dll yang telah menerapkan enteral di tempat kerja masing-masing. Materi webinar disampaikan oleh 3 narasumber yang masing-masing membahas tentang peran enteral sebagai dukungan gizi pasien, potensi pengambangan enteral dari pangan lokal dan jaminan kehalalannya, serta hasil riset Ensikol. Hasil evaluasi menunjukkan antusias peserta dalam sesi tanya jawab cukup baik dan terdapat peningkatan nilai rerata (minimun; maximum) post-test=82,6 (40;100) dibandingkan nilai pre-test=53,8 (13;100).