Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

MEMAHAMI NILAI-NILAI KULTURAL MASYARAKAT SEBAGAI WADAH DAKWAH (PERSPEKTIF AL-QUR’AN) M Galib
Sulesana Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v11i1.3545

Abstract

Al-Qur’an sebagai kitab suci terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. berlaku sampai akhir zaman. Ajaran-ajarannya mencakup berbagai aspek kehidupan manusia dan selalu relevan dengan situasi dan kondisi masyarakat. Ajaran-ajaran yang tercantum di dalam al-Qur’an, pada umumnya disampaikan hanya pokok-pokok saja secara global, sedang rinciannya ditemukan dalam hadis Rasulullah saw., serta penjelasan para ulama sepanjang sejarah al-Qur’an, sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi al-Qur’an. Karena itu petunjuk al-Qur’an yang bersfat umum, dalam pelaksanaannya dimungkinkan terjadi perbedaan pada setiap masyarakat, karena perbedaan kultur masyarakat. Karena itu cultural dalam bentuk makruf dan mungkar, seharusnya merupakan pengejawantahan dari konsep al-khaer dalam al-Qur’an yang bersifat umum.
AL-MARAD (PENYAKIT) PERSPEKTIF AL-QUR’AN Muh. Khumaidi Ali; Achmad Abubakar; M. Galib M
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 6, No 2 (2021): AL-MUADDIB : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL DAN KEISLAMAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v6i2.366-378

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan makna kata marad beserta derivasi dan sinonimnya berdasarkan perspektif al-Qur’an. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan cara mengelompokkan kata dan menganalisis kata yang ada dalam al-Qur’an. Dalam tulisan ini diuraikan bahwa kata marad sendiri bermakna penyakit hati/rohani. Sedangkan derivasi dan sinonimnya yaitu: marid, marda, maridtu, saqim, durr, nusb, ya'lamun, dan ta'lamun berkaitan erat dengan penyakit jasmani.
AN ISLAMIC PERSPECTIVE ON HALAL FOOD AND PHARMACEUTICAL PRODUCTS Muhammad Galib Mattoala
Jurnal Tafsere Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.068 KB)

Abstract

Islam memberikan perhatian yang sangat besar bagi kesehatan jasmani dan rohani. Oleh karena itu, Islam memberikan penekanan agar umatnya mengkonsumsi makanan yang baik, bersih dan halalb aik dari aspek fisiknya maupun aspek spiritualnya, dan menghindari makanan yang kotor, mengandung najis dan haram.Islam juga memerintahkan kepada umatnya agar berobat jika ditimpa penyakit, tetapi obat yang boleh digunakan hanyalah obat yang bersumber dari bahan yang halal, kecuali kalau dalam kondisi yang darurat. 
AN ISLAMIC PERSPECTIVE ON HALAL FOOD AND PHARMACEUTICAL PRODUCTS Muhammad Galib Mattoala
Jurnal Tafsere Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.068 KB)

Abstract

Islam memberikan perhatian yang sangat besar bagi kesehatan jasmani dan rohani. Oleh karena itu, Islam memberikan penekanan agar umatnya mengkonsumsi makanan yang baik, bersih dan halalb aik dari aspek fisiknya maupun aspek spiritualnya, dan menghindari makanan yang kotor, mengandung najis dan haram.Islam juga memerintahkan kepada umatnya agar berobat jika ditimpa penyakit, tetapi obat yang boleh digunakan hanyalah obat yang bersumber dari bahan yang halal, kecuali kalau dalam kondisi yang darurat. 
AN ISLAMIC PERSPECTIVE ON HALAL FOOD AND PHARMACEUTICAL PRODUCTS Muhammad Galib Mattoala
Jurnal Tafsere Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1231.718 KB)

Abstract

Islam memberikan perhatian yang sangat besar bagi kesehatan jasmani dan rohani. Oleh karena itu, Islam memberikan penekanan agar umatnya mengkonsumsi makanan yang baik, bersih dan halalb aik dari aspek fisiknya maupun aspek spiritualnya, dan menghindari makanan yang kotor, mengandung najis dan haram.Islam juga memerintahkan kepada umatnya agar berobat jika ditimpa penyakit, tetapi obat yang boleh digunakan hanyalah obat yang bersumber dari bahan yang halal, kecuali kalau dalam kondisi yang darurat.
AL-BIGAL DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Asmi Ashari Shabran; Muhammad Galib; hasyim haddade
Jurnal Tafsere Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.115 KB)

Abstract

Al-Bigal merupakan salah satu dari sekian banyak hewan yang disebutkan di dalam al-Qur’an. Hewan ini lahir dari hasil perkawinan silang antara kuda (al-khail) dan keledai (al-hamir) yang disebutkan secara bersamaan dalam QS al-Nahl/16: 8.Sebagian orang mengatakan bahwa hewan ini lebih kuat daripada kuda karena ketahanan fisiknya yang melebihi kuda. Meskipun hanya disebutkan satu kali, tetapi melalui penyebutannya di dalam al-Qur’an mengandung makna adanya isyarat bagi manusia dalam melakukan inovasi untuk kemajuan sarana transportasi. Wujud al-bigal yang disebutkan dalam al-Quran yaitu sebagai hewan tunggangan (li tarkabuha) dan perhiasan (zinah) bagi manusia. Rasulullah saw. sendiri mempunyai beberapa al-bigal yang sering ia tunggangi, baik itu ketika melakukan perjalanan jauh ataupun ketika berperang, bahkan hingga saat ini, di beberapa negara, al-bigal masih digunakan sebagai hewan tunggangan. Adapun wujudnya sebagai perhiasan yaitu keindahan bentuk fisik dan beragam manfaat lain yang dimiliki hewan ini. Al-Bigaljuga memiliki beberapa manfaat bagi kehidupan manusia,yaitu dapat dijadikan sebagai sarana transportasi, pengangkut logistik atau pembawa barang dan jugasebagai hewan ternak.  
Analisis Korelasi antara Kecemasan dan Kejadian Preeklamsia pada Ibu Hamil Muhammad Saddam; Saharuddin Saharuddin; Purnamaniswaty Yunus; Rini Fitriani; M. Galib
UMI Medical Journal Vol 8 No 1 (2023): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v8i1.166

Abstract

Latar belakang: Preeklamsia masih menjadi tiga besar penyebab kematian ibu dalam bidang obstetri. Preeklamsia menduduki peringkat dua sebagai penyebab kematian langsung pada ibu hamil dan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kecemasan merupakan unsur kejiwaan yang menggambarkan perasaan, keadaan emosional yang dimiliki oleh seseorang pada saat menghadapi kenyataan atau kejadian dalam hidupnya. Hal ini meningkatkan eksresi hormon vasoaktif atau neuroendokrin lainnya yang dapat meningkatkan risiko hipertensi dan juga memicu perubahan pembuluh darah sehingga menyebabkan terjadinya preeklamsia. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analitik korelatif, dengan pendekatan cross sectional sebanyak 93 responden (1:2) yang dikumpulkan secara purposive sampling. Hasil: Hasil uji statistik diperoleh P-value ≤ 0,05 dan PR = 4,646 (95% CI 1,824-7,288). Kesimpulan: Pada penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan kejadian preeklamsia di Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Pertiwi Makassar.
Konsep Keseimbangan Harta dalam Al-Qur’an: Analisis Ayat-Ayat Al Qur’an mengenai Hak Milik dan Distribusi Harta Kekayaan Harjana, Dwi; Abubakar, Achmad; Galib, Muhammad
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v11i1.3360

Abstract

One of the important themes of property rights in which the Qur'an provides the position of property rights, both how to obtain property rights, maintain property rights and distribute wealth that has been syarized. This paper aims to reveal the role of the Qur'an in maintaining property rights and distributing property so as to create a balance of property. The method used in the research is descriptive qualitative and tafsir approach from the language of the verse in the Qur'an relating to maintaining property rights and distributing wealth. This study confirms that the Qur'an teaches Muslims to acquire wealth in a halal way, use it wisely, and fulfill social responsibilities. The application of the concept of the balance of wealth in the Quran in the economic life of modern Muslims can create an economy that is fair, sustainable, and brings blessings to individuals and society.
Takwa: Landasan Spiritual dalam Menghadapi Ketimpangan Ekonomi dan Mewujudkan Keadilan Sosial Susanto, Dedi; Abubakar, Achmad; Galib, Muhammad
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v11i1.3362

Abstract

This research examines the role of piety in promoting social justice, with a particular focus on the growing economic inequality in society. Piety, defined as moral and spiritual awareness of responsibility to God, is expected to motivate individuals and communities to act justly and contribute to the improvement of social welfare. Using a descriptive qualitative approach, this study integrates the concept of piety with the theory of social justice proposed by John Rawls, which emphasizes the importance of fair and equitable distribution of resources. The results show that piety has great potential as a driver of inclusive and equitable social policies, encouraging individuals to care more about others. However, challenges in its implementation, including ambiguity in understanding and misuse of piety values to justify injustice, remain to be overcome for piety to truly become a tool for change. The findings are expected to make a significant contribution to the development of more just and equitable public policies, and inspire concrete actions in a more prosperous society.
Tafsir Mushafi Tentang Fonologi dan Ragam Modelnya : (Perbedaan Vokal aalam Quran dalam Pandangan Fonetik Modern) Husain Nasir; Abubakar, Achmad; Galib, Muhammad; Kasim, Amrah; Mahfudz, Muhsin
ELOQUENCE : Journal of Foreign Language Vol. 2 No. 2 (2023): AUGUST
Publisher : Language Development Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/eloquence.v2i2.655

Abstract

Background: In the science of Qiraat, the problem of vowel reading on letters and words in the Qur'an is still much that has not been revealed, both from the aspect of classical and modern scholarly opinions. Purpose: This study aims to describe and introduce several rules about the process of occurrence of vowel a/i/u in certain words and verses, which are caused by the presence of letters, hamzah, sukun, and ishmam, including exploring new ways of analyzing the phonology of modern Arabic vowels based on standard generative theory. Method: This research is literature research. Primary data sources were obtained by al-Našr fi al-Qirā'at al-Islāmiyyah, and several verses of the Qur'an for comparison. Secondary data sources are literature, both in the form of books, journals, and research results related to phonology. Data collection is carried out by documentation techniques, listening, and recording. Data analysis techniques use open coding, then analyzed descriptively using grounded theory. Results and Discussion: This study informs about the rule that the variety of vowel punctuation on some verbs in the Qur'an will change according to the readings attributed to the ten Qira'at. The Vowel sign emphasizes the reading of dhamma/kasrah). The emphasis mark on nouns requires the insertion of dhamma while on verbs and insertion of kasrah. The round distinguishing mark (sifr) is important in turning kasrah into dhamma. Both Kasrah and dhamma have the property of 'Al, but some of them are distinguished by round marks on dhamma and square marks on kasrah. The Vowel sign for classical scholars indicates that the kasrah from the letter "waw" in the verb "qul" moved to the letter "qaf" after hadzf dhamma, then "waw" changed to "ya" to correspond to the kasrah in front of it. Modern linguists believe that the dhamma of the letter "qaf" can be changed to Kasrah and then "waw" removed, so that the existence of the two kasrahs is merged and becomes a long shaddah Conclusions and Implications: The differences and changes in vowels in phonetics cannot be separated from the debate that exists between classical and modern scholars. This indicates that the problem of qira'at is closely related to diacritical marks that are icons of producing sounds with various characters. This research has implications that having to study Qur'anic verses from a Vowel aspect will require us to see how scholars used to read so that the sounds produced are not only one variant but have a variety of very detailed and interesting reasons to be studied based on modern linguistic theory.