Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH ROLE MODEL GURU WALI KELAS TERHADAP PENINGKATAN KESADARAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT SISWA Mizam Ari Kurniyanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 9 No 2 (2020): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v9i2.231

Abstract

Abstract Education clean and healthy behaviors ( phbs ) to kindergarden is very important because children in kindergarden is age group that is vulnerable to health problems, so phbs should also be applied in schools. Moore says ( 2012 ) teachers have a role in preserving the health of behavior of a .Teachers can serve as counselor , the instruction , motivator , manager , and models in indicate something good like clean and healthy living behavior. The design of this study is analytic observation , with the approach cross sectional .Data analysis that will be used using test t in pairs / wilcoxon where such tests done to determine there were differences in meaningful weighted between 2 groups, namely phbs before guidance and after development in the kindergarten teachers about the importance of phbs to their students , behavior phbs kindergarten students before and after training teachers, while to analyze is there the influence of role model ( knowledge and a role ) of the teacher class size on raising awareness hygienic life behavior healthy kindergarten students witness use wilcoxon test. Research results obtained the significance of knowledge and role of teachers as rolemodel is 0.189 which means there is no significant difference between knowledge and teachers before and after guidance on the importance of phbs on the kids.The analysis of behavior phbs students before and after development in the class teachers, obtained the significance is 0.00 which would mean there are significant influence of behavior phbs students before and after coaching given for the teacher the class.The analysis of the influence of rolemodel ( knowledge and the role of ) teachers the class size on raising awareness behaviors students get healthy the significance of 0.898 which means no influence rolemodel teachers the class size on raising awareness behaviors fresh healthy kindergarten students from.This also means that when knowledge and role of teachers good the attitude phbs students also good will, and when knowledge and role of teachers ugly the attitude PHBS on student is also ugly Keywords: Teacher, PHBS Attitude Abstrak Pendidikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap anak taman kanak-kanak sangat perlu dilakukan mengingat anak usia taman kanak-kanak merupakan kelompok umur yang rawan terhadap masalah kesehatan, sehingga PHBS juga perlu diterapkan di sekolah. Menurut Moore (2012) guru mempunyai peran terhadap perilaku anak dalam memelihara kesehatannya. Guru dapat berperan sebagai konselor, pemberi instruksi, motivator, manajer, dan model dalam menunjukkan sesuatu yang baik misalnya dalam perilaku hidup bersih dan sehat. Desain penelitian ini adalah analitik observasi, dengan pendekatan cross sectional. Analisis data yang akan digunakan menggunakan uji T berpasangan/Wilcoxon dimana uji tersebut dilakukan untuk menentukan terdapat perbedaan rerata yang bermakna antara 2 kelompok yaitu PHBS sebelum pembinaan dan Sesudah pembinaan pada guru TK Syuhada tentang pentingnya PHBS pada siswa, perilaku PHBS siswa TK Syuhada sebelum dan sesudah pembinaan guru, sedangkan untuk menganalisa adakah pengaruh Role Model (pengetahuan dan peran) guru wali kelas Terhadap Peningkatan Kesadaran Perilaku Hidup Bersih Sehat Siswa TK Syuhada menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan hasil signifikansi pengetahun dan peran guru sebagai rolemodel adalah 0.189 yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Pengetahuan dan guru Guru sebelum dan sesudah pembinaan tentang pentingnya PHBS pada siswa. Hasil analisis antara perilaku PHBS siswa sebelum dan sesudah pembinaan pada guru wali kelas, didapatkan hasil signifikansi adalah 0.00 yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara perilaku PHBS siswa sebelum dan sesudah pembinaan yang diberikan pada guru wali kelas. Hasil analisis tentang pengaruh Rolemodel(pengetahuan dan peran) guru wali kelas terhadap peningkatan kesadaran perilaku hidup sehat siswa didapatkan hasil signifikansi sebesar 0.898 yang berarti tidak ada pengaruh Rolemodel Guru wali kelas terhadap peningkatan kesadaran Perilaku Hidup Bersih Sehat Siswa TK Syuhada. Hal ini juga berarti bahwa apabila pengetahuan dan peran guru baik maka sikap PHBS siswa juga akan baik, dan apabila pengetahuan dan peran guru jelek maka sikap PHBS siswa juga akan jelek.
HUBUNGAN STIGMA DIRI DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ARV PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) Mizam Ari Kurniyanti; Wira Daramatasia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 10 No 1 (2021): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v10i1.249

Abstract

Human immunodeficiency virus/Acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) Is one of the worst pandemic, besides impact to the physical cause psikososial anciety.Until now it has not been found the drug therapy / the healer HIV / AIDS so as to cause odha feel down even apathetic, in addition condition self stigma (perceived stigma) in ODHA so can be lowered compliance drink ARV. The purpose of research carried out in peer support groups jombang care center ( kds jcc ) district jombang in general to drink in compliance ARV ODHA .In this research using analytic methods the cross sectional. Observasional respondents were 55 ODHA taken purposive approach based on techniques of sampling of 550 ODHA joined at KDS JCC and meet the criteria for inclusion and ekslusi. The self stigma measured with selected berger stigma scale and drink ARV measured by of the questionnaire was compliance drink a drug ( MMAS ). Data analyse using Somer’s test. the results of the study obtained as follows 61,8% Male ODHA respondent, 78,2% in age 26 year until 45 year, 43,6% Senior High Shool, 67,3% work, 45,5% had income levels under 1 million per month, 47,3%, married and 72,5% had diagnose HIV/AIDS in 1 until 5 years. Perceived stigma from the perception of living most enough as much as 74,5%. Compliance drink were any ARVS in ODHA 56,4% categorized as high compliance .There is a significant relation exists between / meaningful stigma to compliance drink were any ARVS (p=0,024 dan r= 0,276). Advice the strategy koping who focuses on the problem ( problem-focused coping strategies ) used odha is joining social support groups , open hiv status , counseling and improving the optimization of adherence to art is the joint responsibility of of the program , patients , health care providers , and family and community projects
OPTIMALISASI KADER TIWISADA DAN PALANG MERAH REMAJA DALAM SKRINING KESEHATAN DI SEKOLAH PEDESAAN Ahmad Guntur Alfianto; Mizam Ari Kurniyanti; Miftakhul ulfa; Ari Dwi Sulaksono; Subagiyono Subagiyono
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2022 Transisi Global dalam Mencapai SDGs 2030
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan disekolah melalui program UKS disekolah pedesaan belum optimal. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah kesehatan dilingkungan sekolah adalah dengan mengoptimlkan kader Tiwisada dan PMR dalam skrining kesehatan di sekolah pedesaan. Permasalahan mitra yang dihadapi adalah terkait sarana serta prasarana UKS di sekolah tersebut. Mitra pada program ini adalah MTs Nurul Huda dan Puskesmas Bantur. Kegiatan ini dilaksanakan bulan Juli-September 2022. Program tersebut meliputi pendataan dan pengkajian kader Tiwisada dan PMR, pelatihan dan pendampingan kader Tiwisada dan PMR di puskesmas Bantur dalam menjadi kader UKS, pendampingan skrining kader Tiwisada dan PMR, pendidikan kesehatan sebaya serta pelaporan melalui sistem rujukan ke puskesmas Bantur. Hasilnya kader Tiwisada dan PMR memiliki kemampuan pengetahuan cukup dalam PHBS dan UKS, keterampilan kader Tiwisada dan PMR dalam skrining kesehatan teman sebayanya, pendidikan kesehatan sebaya yang baik, dan kemampuan melakukan rujukan siswa ke puskesmas Bantur melalui buku rapor kesehatan dan catatan kesehatan. Dan kesimpulan program ini adalah keaktifan dan kemampuan yang cukup dimiliki oleh Kader Tiwisada dan PMR MTs Nurul Huda dapat meningkatkan pencegahan masalah kesehatan di lingkungan sekolah. Sehingga rencana program tersebut harus selalu di laksanakan sesuai dengan pedoman UKS yang sudah ada.
Gerakan Sehat Inovasi Terpadu (Pojok Gesit) Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Hipertensi Pada Masyarakat Pedesaan Berbasis Kearifan Lokal Mizam Ari Kurniyanti; Ahmad Guntur Alfianto; Miftakhul Ulfa; Ari Dwi Sulaksono
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 1 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.656 KB) | DOI: 10.33379/icom.v3i1.2250

Abstract

Penemuan kasus Hipertensi, serta Perilaku berisiko seperti merokok yang terjadi di desa Pojok. Tujuan program ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui POJOK GESIT sebagai upaya pencegahan penyakit Hipertensi berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Alat ukur yang digunakan adalah Spignomanometer, lembar pengakjian keperawatan, dan kuesioner. Tahapan yang digunakan meliputi pengkajian keperawatan, musyawarah masyarakat desa (MMD), pemberdayaan masyarakat dan evaluasi. Selama program berlangsung terdapat kasus hipertensi sebanyak 39%, kasus merokok 27%. Saat MMD mitra memilih bekegiatan dengan program inovasi POJOK GESIT. Peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan (0,000), terdapat penurunan tekanan darah setalah diberikan senam antihipertensi (0,000), kemampuan membuat menu kudapan anti Hipertensi dari buah pisang dan daun kelor, serta di evaluasi terdapat usulan melanjutkan program dengan mengintegrasikan dalam program dinas kesehatan kabupaten Malang dan penggerak PKK desa pojok. Kesimpulan POJOK GESIT gerakan inovasi kesehatan melalui ditemukannya kasus Hipertensi dio desa Pojok selama pengkajian, masyarakat dalam MMD memilih untuk melakukan pencegahan dengan pendidikan kesehatan, senam dan pengolahan kudapan anti Hipertensi dengan menggunakan tanaman di sekitar rumah. Dan setelah diberikan pendidikan kesehatan dan senam anti Hipertensi terjadi peningkatan pengetahuan, penurunan tekanan darah serta mampu pemilihan kudapan menu sehat anti Hipertensi pada masyarakat desa Pojok.
Terapi Tertawa terhadap Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi Dominggas Bete; Mizam Ari Kurniyanti; Senditya Indah Mayasari
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.48 KB)

Abstract

Lansia merupakan tahap akhir dari proses penuaan yang dapat mengakibatkan kemunduran fisiologis, salah satunya adalah pada sistem kardiovaskuler, yang menyebabkan kekuatan untuk memompa jantung berkurang serta kehilangan elastisitas arteri besar dimana arteri tidak mengembang saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut yang menyebabkan naiknya tekanan darah. Salah satu terapi non farmakologi adalah terapi tertawa yang dapat melebarkan pembuluh darah, meningkatkan elastisistas pembuluh darah dan melancarkan peredaran darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Rumah Asuh Anak dan Lansia (RAAL) Griya Asih Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Desain penelitian menggunakan quasi experiment rancangan two group design pretest-posttest dengan sampel berjumlah  masing-masing 10 responden pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan SOP terapi tertawa dan SOP tekanan darah. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji T-Test berpasangan. Terdapat nilai rata-rata tekanan darah pretest sistolik 146,56 mmHg dan diastolik 83,00 mmHg sedangkan posttest sistolik 126,41 mmHg dan diastolik 72,00 mmHg. Hasil analisis uji t-test berpasangan kelompok intervensi tekanan darah sistolik menunjukkan p=0,000 (p<0,05), dan tekanan darah diastolik menunjukkan p=0,000 (p=<0,05). Terdapat efektifitas terapi tertawa terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.
Pemberian TERNAK (Terapi Senam Otak) Terhadap Resiko Jatuh Lansia Panti Werdha Malang Mizam Ari Kurniyanti; Diaz capriani
Media Publikasi Penelitian Kebidanan Vol. 6 No. 1: MARET 2023
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Bisnis Graha Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan fisiologis muskuloskeletal pada lansia adalah penurunan massa dan kekuatan otot yang menyebabkan lansia berisiko jatuh. Salah satu terapi yang dapat diberikan adalah TERNAK (Terapi Senam Otak). Tujuam ini untuk engetahui efektifitas pemberian TERNAK terhadap resiko jatuh lansia. Metode menggunakan teknik purposive sampling dan metode penelitian pre-experimental design dengan Uji Wilcoxon sedangkan jumlah responden lansia sebanyak 24 orang. Alat yang digunakan untuk mengukur risiko jatuh adalah Morse Fall Scale (MFS). Hasil pre test diperoleh rata-rata skor risiko jatuh = 38,12 (15-70), hasil post test diperoleh rata-rata skor risiko jatuh = 36,38 (13-68), dan hasil analisis diperoleh pvalue = 0,000 yang berarti pemberian TERNAK (Terapi Senam Otak) berpengaruh terhadap penurunan lansia. Pemberian TERNAK (Terapi Senam Otak) efektif digunakan sebagai terapi lansia dengan resiko jatuh.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN SPO PEMASANGAN INFUS TERHADAP KEJADIAN PHLEBITIS DI RS JUVITA EKA SAFITRI; ABDUL QODIR; MIZAM ARI KURNIYANTI
Media Husada Journal Of Nursing Science Vol. 4 No. 1 (2023): Maret
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjns.v4i1.118

Abstract

EFEKTIVITAS ELDERLY FITNESS EXERCISE PADA LANSIA DENGAN NYERI SENDI DI PANTI WERDHA BLITAR Mizam Ari Kurniyanti
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i1.1327

Abstract

Masalah kesehatan yang diakibatkan karena gangguan pada sistemmuskuluskeletal pada lansia yaitu osteoarthritis. Rasa sakit yang diakibatkan bisamengganggu dan membatasi aktivitas kegiatan sehari-hari. Menganalisisefektivitas elderly fitness exercise terhadap penurunan nyeri pada lansia yangmengalami osteoarthritis. Jenis penelitian pre-eksperimen One-Group PretestPosttest Design. Populasi yang digunakan adalah lansia yang mengalamiosteoarthritis dengan sampel sebanyak 7 responden. Instrumen pada penelitianini adalah kuisioner paindect dan dianalisis menggunakan Uji-T berpasangan. UjiT berpasangan nilai p-V = 0.001 (p<0.05) sehingga keputusan yang diambil adaefektivitas elderly fitness exercise pada lansia dengan nyeri sendi. Gerakanelderly fitness exercise membantu menggerakkan tubuh sehingga dapatmeningkatkan produksi cairan yang ada disendi berguna untuk memberikanpelumas pada sendi untuk menggurangi nyeri. Elderly fitness exercise terhadappenurunan lansia terbukti efektif menurunkan nyeri sendi pada lansia
Gempa Perekat: The movement to process garbage becomes an educational game tool for early childhood through self-help groups for family welfare development Mizam Ari Kurniyanti; Ahmad Guntur Alfianto; Miftakhul Ulfa; Ari Dwi Sulaksono
Journal of Community Empowerment for Health Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.80622

Abstract

Garbage is a major problem in urban areas. One of the efforts that can be made against the waste problem is reprocessing it into useful materials. The Family Welfare Development Group (PKK) is a community action coaching group that demonstrates ways that people can turn waste into media material for educational games for PAUD students through self-help groups. This community service project and research aimed to empower and assist PKK activist groups in optimizing waste as an educational game tool for young children. The mixed-methods research followed quantitative and qualitative approaches. The quantitative data were in the form of demographic data, knowledge, and skills. Meanwhile, the qualitative data were collected from structured interviews and focus group discussions (FGDs) with a grid of questions about waste, the efforts that have been made, and the benefits of recycling the waste as an educational game tool. The measuring tool used was a questionnaire about waste knowledge and a waste processing checklist sheet. The research was conducted in June-August 2019 among 25 PKK groups at RW 02 of Merjosari subdistrict, Lowokwaru district, Malang City, because this location clearly shows a waste problem, and the community can manage it with facilities that can be readily utilized. ThisGempa Perekatactivity consisted of health education, FGDs, and forming self-help groups. The results of this activity indicated that the respondents’ knowledge increased after receiving health education about waste management (0.000). The results showed an average value of 73 with description skills in processing waste into a good educational game tool. Respondents stated that waste was previously disposed of in plastic bags or burned. Furthermore, they hoped that there would be waste management approaches that could be useful for PAUD students by processing waste into educational games. This activity concluded that the Gempa Perekatprogram is a feasible form of intervention in dealing with garbage in the city by empowering the PKK as a self-help group in making educational game tools for PAUD students from waste.
STUDI KASUS KESIAPAN PENINGKATAN PERKEMBANGAN DAN KESEHATAN JIWA ANAK USAI PRASEKOLAH Yulia Candra Ismawati; Ahmad Guntur Alfianto; Mizam Ari Kurniyanti
Jurnal El-Audi Vol. 4 No. 2 (2023): Vol. 4 No. 2 September 2023
Publisher : Institut Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56223/elaudi.v4i2.116

Abstract

The purpose of this case study is to seereadiness for increased development in preschool-aged children, in order to achieve age-appropriate growth and development, which occurs simultaneously between physical, cognitive, psychosocial, moral and spiritual. The method used is a case study by focusing on three preschool children aged 4 years. The results of this case study are that there are two aspects that have not been fulfilled in children's abilities and family abilities, which are related to children who do not want to separate from their parents, sibling rivalry and parenting styles in stimulating developmental preparations so that children can feel confident in every aspect they have such as fantasizing, high sense of initiative, curiosity, developing creativity and imagination, the ability to interact and hone children's cognitive.