Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

STUDI FENOMENOLOGI : FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK PEREMPUAN DI KABUPATEN WONOSOBO Setiani, Fibrinika Tuta; Handayani, Sri; Warsiti, Warsiti
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 4 No 2 (2017): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v4i2.414

Abstract

Kasus kekerasan seksual setiap tahun mengalami peningkatan, korbannya bukan hanya dari kalangan dewasa namun sekarang sudah merambah ke remaja, anak-anak bahkan balita. Tindakan kekerasan seksual pada anak membawa dampak emosional dan fisik kepada korbannya.Untuk memperoleh gambaran tentang faktor- faktor yang mempengaruhi terjadinya kekerasan seksual pada anak perempuan di Kabupaten WonosoboPendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Informan utama adalah anak yang mengalami kekerasan seksual dan informan pendukung orang tua atau wali, orang terdekat yang dipercaya responden dan petugas unit pelayanan informasi perempuan dan anak. Pengambilan data melalui purposive sampling.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi terjadinya kekerasan seksual pada anak adalah faktor keluarga, faktor lingkungan, faktor nilai dan faktor individu.Faktor- faktor yang mempengaruhi terjadinya kekerasan seksual pada anak adalah faktor keluarga, faktor lingkungan, faktor nilai dan faktor individu.
UPAYA PENGENDALIAN PENYEBARAN COVID-19 DENGAN 3M Setiani, Fibrinika Tuta; Apriyani, Widie
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v3i2.7854

Abstract

Semakin meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia memiliki dampak kesehatan yang cukup besar bagi masyarakat. Pertumbuhan virus COVID-19 menempel pada tangan setiap harinya melalui kontak fisik dengan lingkungan, dan diantaranya dapat menyebabkan atau menimbulkan berbagai penyakit. Untuk itu mikroorganisme ini perlu dimusnahkan atau dicegah penyebarannya, salah satu cara yang paling mudah dan tepat adalah dengan 3 M yaitu  mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir, memakai masker dan menjaga jarak.Tujuan jangka panjang dari program PKM ini adalah siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan disiplin menggunakan masker, menjaga jarak hindari kerumunan, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir (3M) untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran COVID-19. Metode pengabdian ini dilakukan dengan cara penyuluhan berupa ceramah dan tanya jawab, pelatihan serta simulasi dan praktek tentang cara penggunaan masker yang benar dan cara mencuci tangan yang benar. Berdasarkan wawancara, tanya jawab dan pengalaman langsung selama kegiatan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan hasil yaitu meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) meningkatkan keterampilan masyarakat dalam melakukan cuci tangan. Kesimpulan pengabdian ini tentang upaya pengendalian penyebaran COVID-19 dengan 3M telah terlaksana dengan baik dan lancar. Pengetahuan dan motivasi masyarakat dalam melakukan 3M meningkat.
Relationship of Knowledge and Attitude about Stunting with Stunting Evidence Farihah Indriani; Romdiyah; Fibrinika Tuta Setiani
Babali Nursing Research Vol 3 No 2 (2022): July
Publisher : Babali Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.954 KB) | DOI: 10.37363/bnr.2022.3299

Abstract

Introduction: Stunting is an abnormal growth of children that occurs in toddlers due to lack of nutrition from the womb until birth. Children who experience stunting have impaired growth and development. The objectives of the study was to measure the relationship between knowledge and attitudes about stunting with the incidence of stunting. Methods: The research approach used a descriptive study with a cross sectional design. The respondents in this study were all mothers that had toddlers. The sample of the study were mothers who had children aged 0–59 months as many as 48 mothers. Analysis of univariate with frequency distribution and bivariate analysis with Chi-Square. Results: Based on the results of the research, knowledge about stunting was good, namely 37 (77.1%), and mother's attitude about stunting was positive at 40 (83.3%) and stunting incidence was 62.5%. The findings with the Chi-Square test analysis revealed a significant effect between knowledge, attitudes about stunting and the incidence of stunting where knowledge with prevalence values and confidence intervals is 7.2 (1.59 – 32, 67) and attitudes with prevalence values and confidence intervals of 7, 0 (1.23 – 39.78). Conclusion: The study declares that mothers with good knowledge effect signifantly toward incidence of stunting. Mothers with positive attitudes effect significantly toward stunting incidences.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. M UMUR 24 TAHUN DI PUSKESMAS GARUNG KECAMATAN GARUNG KABUPATEN WONOSOBO Eti Prihatini; Fibrinika Tuta Setiani; Farihah Indriani; Heni Susanawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v7i1.165

Abstract

Kehamilan dengan resiko sangat berpengaruh terhadap proses persalinan hingga penentuan alat kontrasepsi sehingga dapat menyebabkan peningkatan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Anemia adalah salah satu resiko tinggi yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Tahun 2020 di Kabupaten Wonosobo terdapat AKI sebanyak 15 kasus per 100.000 kelahiran hidup dan AKB sebanyak 112 kasus per 1.000 kelahiran hidup. Data yang ada menjadikan bidan sebagai ujung tombak dalam meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi dengan cara melakukan asuhan kebidanan secara Continuity of Care. Tujuan penelitian ini mampu melaksanakan asuhan kebidanan komprehensif sesuai Standar Pelayanan Kebidanan pada hamil, bersalin, bayi baru lahir, neonatus, nifas sampai keluarga berencana dengan menggunakan manajemen kebidanan Continuity of Care dan didokumentasikan dalam bentuk Subyektif Obyektif Assesment Planning. Jenis penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan Continuity of Care. Subjek penelitian dalam kasus ini adalah Ny M Umur 24 Tahun di Puskesmas Garung, pada tanggal 18 Juni sampai 23 Juli 2021. Hasil penelitian ini pada kehamilan terdapat resiko tinggi dengan anemia ringan, pada persalinan tidak ditemukan komplikasi, bayi lahir spontan, tidak terdapat kelainan pada BBL hingga neonatus, masa nifas normal dan Ny M menggunakan alat kontrasepsi Implant. Kesimpulan penelitian ini adalah asuhan kebidanan komprehensif ditemukan kehamilan resiko tinggi dengan anemia ringan, namun tidak ada komplikasi pada persalinan, BBL, neonatus, nifas dan KB.
Faktor Risiko Stunting pada Bayi dan Balita (Anak Usia 0-59 Bulan) di Wonosobo Fibrinika Tuta Setiani; Abdullah Azam Mustajab
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i7.8971

Abstract

ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem which results in very short or stunted children's height. Stunting results in increased morbidity, mortality, poor child development, learning capacity, increased risk of infection, non-communicable diseases in adulthood, decreased productivity and economic capacity. The purpose of the study was to determine the relationship between risk factors and the incidence of stunting in the village of Slukatan, Wonosobo. The study used a cross-sectional design with a population of 161 toddlers and 56 toddlers who were stunted. Data analysis used chi square analysis and logistic regression. The results of the chi square analysis showed low birth weight (OR= 4.89), gender (OR= 2.60), exclusive breastfeeding (OR= 3.11), disease (OR= 3.42), economic status (OR= 2.25), mother's education (OR= 3.97) and mother's height (OR=5.61) are risk factors for stunting. The results of the logistic regression test showed that three independent variables were significantly related, such as economic status (OR= 4.05, 95%CI= 1.40-8.90), mother's education (OR= 4.42, 95%CI= 1.49-7.71) and mother's height (OR= 4.98 , 95% CI = 1.60-12.35). There are four variables that are not significantly related, such as low birth weight (OR= 1.52, 95% CI= 0.42-2.33), gender (OR= 1.73, 95% CI= 0.55-1.79), exclusive breastfeeding (OR= 2.30, 95% CI= 0.83 -3.51) and disease (OR= 2.32, 95% CI= 0.84-2.43). The conclusion of research variables such as low birth weight, gender, exclusive breastfeeding, disease, economic status, mother's education and mother's height are risk factors for stunting. Keywords: Infants, Toddlers, Risk Factors, Stunting  ABSTRAK Stunting menjadi permasalah gizi kronik yang mengakibatkan tinggi badan anak sangat pendek atau kerdil. Stunting mengakibatkan morbiditas dan mortalitas meningkat, buruknya perkembangan anak, kapasitas belajar, risiko infeksi meningkat, penyakit tidak menular di masa dewasa, produktivitas dan kemampuan ekonomi menurun. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor risiko terhadap kejadian stunting di desa Slukatan, Wonosobo. Peneltian menggunakan desain cross-sectional dengan populasi 161 bayi balita dan 56 bayi balita yang mengalami stunting. Analisis data menggunakan analisis chi square dan regresi logistik. Hasil analisis chi square menunjukkan BBLR (OR= 4.89), jenis kelamin (OR= 2.60), ASI eksklusif (OR= 3.11), penyakit (OR= 3.42), status ekonomi (OR= 2.25), pendidikan ibu (OR= 3.97) dan tinggi badan ibu (OR=5.61) menjadi faktor risiko stunting. Hasil uji regresi logistik menunjukkan tiga variabel bebas berhubungan signifikan seperti status ekonomi (OR= 4.05, 95%CI= 1.40-8.90), pendidikan ibu (OR= 4.42, 95%CI= 1.49-7.71) dan tinggi badan ibu (OR= 4.98, 95%CI= 1.60-12.35). Terdapat empat variabel tidak berhubungan signifikan seperti BBLR (OR= 1.52, 95%CI= 0.42-2.33), jenis kelamin (OR= 1.73, 95%CI= 0.55-1.79), ASI eksklusif (OR= 2.30, 95%CI= 0.83-3.51) dan penyakit (OR= 2.32, 95%CI= 0.84-2.43). Kesimpulan variabel penelitian seperti BBLR, jenis kelamin, ASI eksklusif, penyakit, status ekonomi, pendidikan ibu dan tinggi badan ibu menjadi faktor risiko stunting. Kata Kunci: Bayi, Balita, Faktor Risiko, Stunting
Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu Hamil dalam ANC Class di Desa Slukatan Kecamatan Mojotengah, Wonosobo Nazilla Nugraheni; Romdiyah Romdiyah; Farihah Indriani; Fibrinika Tuta Setiani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: April
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v3i1.1617

Abstract

Program kesehatan di Indonesia saat ini difokuskan untuk meningkatkan derajat kesehatan pada kelompok yang rentan salah satunya ibu hamil. Kehamilan merupakan bertemunya ovum dengan sperma, dimana kondisi ibu yang dapat menggambarkan keadaan janin di dalam rahim selama 40 minggu atau lebih dari 9 bulan. Kehamilan adalah suatu proses yang alamiah, dimana untuk ibu dan janinnya dalam keadaan sehat harus dilakukan asuhan yang tepat. Kelas ibu hamil merupakan metode pendekatan dalam meningkatkan kesehatan ibu selama kehamilan. Tujuan diadakan kelas ibu hamil bertujuan menambah pengetahuan, sikap serta perilaku ibu hamilpada antenatal sampai postnatal. Fokus kegiatan ini yaitu ibu hamil di Dusun Bismo dan silandak. Tujuan dari kegiatan kelas ibu hamil ini adalah menambah pengetahuan dan ketarmpilan ibu selama kehamilan. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan pemutaran video. Pembicara dalam kegiatan ini yaitu bidan pembina wilayah, dosen Fakultas ilmu Kesehatan dan mahasiwa. Hasil dari kegiatan ini peserta antusias mengikuti kegiatan secara aktif selama kelas ibu hamil dan mampu mendemonstrasikan perawatan payudaran dan senam hamil di rumah.
“GONG CETING” GERAKAN KOLABORATIF PERGURUAN TINGGI DAN PEMERINTAH DALAM UPAYA PENURUNAN STUNTING Ika Purnamasari; Candra Dewi Rahayu; Fibrinika Tuta Setiani; Nazila Nugraheni; Anisa Ell Raharyani
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): MEI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v7i1.1106

Abstract

The prevalence of stunting in Wonosobo Regency, which ranks the highest at 28.1%. This condition requires serious attention from various parties including universities and stakeholders. The impact of stunting not only affects physical growth, but what is more dangerous is the effect on brain growth that is not maximized. The purpose of this community service by Faculty of Health Sciences of UNSIQ team is to empower the community according to its capacity in order to accelerate the reduction of stunting in Wonosobo. The Gong Ceting program method in 10 selected villages was carried out through planning, implementation and evaluation stages. Activities in the form of training to improve TPK skills in data collection & identification of stunting risks, anthropometric measurement training for Posyandu cadres, training for cadres and families at risk of stunting on the preparation of healthy family menus, training and selection of Youth Ambassadors, Pakwalisanak Gong Ceting formation. Results and Conclusions All activities can be carried out well thanks to the cooperation of all parties and the support of the district government to the village government levels. In general, gong ceting activities can increase community knowledge and skills in efforts to prevent and handle stunting.
Pengetahuan Siswa-Siswi SMP terhadap Kesehatan Reproduksi Fibrinika Tuta Setiani; Abdullah Azam Mustajab
Jurnal Gawat Darurat Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Gawat Darurat: Juni 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/jgd.v4i2.1447

Abstract

Kesehatan reproduksi menjadi salah satu hak bagi setiap manusia termasuk remaja. Masalah kesehatan reproduksi dan seksualitas pada remaja semakin lama samakin memprihatinkan dan kompleks. Kondisi tersebut dikarenakan kurangnya kepahaman remaja terhadap berbagai aspek reproduksi yang berhubungan dengan dirinya sendiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan siswa-siswi SMP Al-Madina terhadap kesehatan reproduksi. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan desain crossectional, sampel penelitian berjumlah 96 responden. Data penelitian didapatkan dari hasil pengisian kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi yang dilakukan oleh responden. Hasil penelitian mendapatkan pengetahuan siswa-siswi SMP Al-Madina mempunyai pengetahuan baik sebanyak 75% dan pengetahuan cukup sebanyak 25%. Uji chi square menunjukkan bahwa jenis kelamin dan majalah/koran berpengaruh signifikan tehadap pengetahuan remaja dengan nilai p<0,05. Pentingnya remaja terpapar sumber informasi tentang kesehatan reproduksi, semakin banyak informasi tentang kesehatan reproduksi yang didapatkan oleh remaja maka semakin baik pengetahuan remaja.  
Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara di Komunitas Setiani, Fibrinika Tuta; Setyowati, Eko; Mustajab, Abdullah Azam
Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2023): Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fik.v13i2.2602

Abstract

Breast cancer is one of the most common cancers that affects society, especially women. Cancer can grow in the lobes or glands that produce milk or in the ducts that carry milk from the lobes to the nipple. Breast cancer is the second leading cause of mortality in women. The aim is to describe awareness of early detection or screening of breast cancer in the community. Quantitative research method using observational analytics on secondary data on breast cancer screening at the Sukoharjo Health Center 01 Wonosobo from June to December 2022. The target achievement results carried out by the examination were still low at 24 (27.27%) people out of a total of 3% PKP of 88 people, which was determined by the Wonosobo District Health Service. Examination results showed that 20.83% of women had lumps in their breasts. The conclusion is that public awareness to carry out SADANIS examinations is still low. Future research can innovate to increase public awareness in early detection of breast cancer.
Nutritional Status of Participants in The Integrated Development Post for Non-Communicable Diseases : a Descriptive Study Abdullah Azam Mustajab; Fibrinika Tuta Setiani
International Journal of Public Health Vol. 1 No. 4 (2024): December : International Journal of Public Health
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijph.v1i4.183

Abstract

The study was to describe the nutritional status of participants in the Integrated Development Post for Non-Communicable Diseases. The method used was descriptive quantitative with 35 respondents. Respondents were measured anthropometrically including weight, height, waist circumference and body mass index (BMI) then descriptive analysis was carried out using SPSS. The results showed that respondents who had BMI in the obesity category were 15 (42.90%), normal 14 (40%) and obese 6 (17.10%) and based on the measurement of waist circumference, respondents who experienced central obesity were 30 (85.70%) and not central obesity were 5 (14.30%). Conclusion: Maintaining nutritional status is very beneficial because someone who is overweight is at risk of experiencing several diseases such as hypertension, diabetes mellitus and heart disease.