Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Edukasi dan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita purnamasari, ika; Romdiyah, Romdiyah; Setiani, Fibrinika Tuta; Nugraheni, Nazila
Jurnal of Community Health Development Vol 6 No 2 (2025): Journal Of Community Health Development Terbitan Bulan Juli 2025
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2025.6.2.16802

Abstract

Permasalahan tumbuh kembang balita menjadi salah satu fokus utama dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Edukasi pada ibu balita sangat diperlukan untuk memastikan kemampuan ibu dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan balita yang optimal. Deteksi dini gangguan tumbuh kembang balita sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya keterlambatan yang berdampak pada aspek kognitif, sosial, dan motorik anak. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang balita serta melakukan deteksi dini perkembangan balita menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Kegiatan dilaksanakan di Desa Slukatan wilayah kerja Puskesmas Mojotengah Kabupaten Wonosobo dengan metode edukasi melalui penyuluhan interaktif, media LCD, dan simulasi pengisian KPSP. Materi edukasi yang diberikan meliputi definisi pertumbuhan dan perkembangan balita, faktor-faktor yang mempengaruhi, tahapan tumbuh kembang sesuai usia, deteksi dini dan cara perawatan balita sesuai dengan usianya serta bagaimana cara melakukan deteksi dini mandiri menggunakan buku KIA. Ibu juga dilatih secara langsung untuk mengisi dan menilai KPSP sesuai usia anaknya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak dan deteksi dini menggunakan KPSP dengan peningkatan nilai pre-test dan post-test sebesar 7,1 dari rata-rata nilai 75,6 menjadi 83,5. Selain itu, dari hasil deteksi dini yang dilakukan terhadap 54 balita, ditemukan sebanyak 43 balita (79,6%) perkembangan sesuai dengan usia, 10 balita (18,5%) mengalami perkembangan meragukan dan 1 balita (1,9%) mengalami penyimpangan perkembangan. Edukasi dan pelibatan aktif ibu dalam pemantauan tumbuh kembang terbukti efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam deteksi dini gangguan tumbuh kembang pada balita. Kata kunci: balita, deteksi dini perkembangan, edukasi ibu, KPSP, tumbuh kembang.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. M UMUR 24 TAHUN DI PUSKESMAS GARUNG KECAMATAN GARUNG KABUPATEN WONOSOBO Prihatini, Eti; Setiani, Fibrinika Tuta; Indriani, Farihah; Susanawati, Heni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v7i1.165

Abstract

Kehamilan dengan resiko sangat berpengaruh terhadap proses persalinan hingga penentuan alat kontrasepsi sehingga dapat menyebabkan peningkatan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Anemia adalah salah satu resiko tinggi yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Tahun 2020 di Kabupaten Wonosobo terdapat AKI sebanyak 15 kasus per 100.000 kelahiran hidup dan AKB sebanyak 112 kasus per 1.000 kelahiran hidup. Data yang ada menjadikan bidan sebagai ujung tombak dalam meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi dengan cara melakukan asuhan kebidanan secara Continuity of Care. Tujuan penelitian ini mampu melaksanakan asuhan kebidanan komprehensif sesuai Standar Pelayanan Kebidanan pada hamil, bersalin, bayi baru lahir, neonatus, nifas sampai keluarga berencana dengan menggunakan manajemen kebidanan Continuity of Care dan didokumentasikan dalam bentuk Subyektif Obyektif Assesment Planning. Jenis penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan Continuity of Care. Subjek penelitian dalam kasus ini adalah Ny M Umur 24 Tahun di Puskesmas Garung, pada tanggal 18 Juni sampai 23 Juli 2021. Hasil penelitian ini pada kehamilan terdapat resiko tinggi dengan anemia ringan, pada persalinan tidak ditemukan komplikasi, bayi lahir spontan, tidak terdapat kelainan pada BBL hingga neonatus, masa nifas normal dan Ny M menggunakan alat kontrasepsi Implant. Kesimpulan penelitian ini adalah asuhan kebidanan komprehensif ditemukan kehamilan resiko tinggi dengan anemia ringan, namun tidak ada komplikasi pada persalinan, BBL, neonatus, nifas dan KB.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PRAKTIK PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI SMA TAKHASUS KALIBEBER Romdiyah, Romdiyah; Indriani, Farihah; Setiani, Fibrinika Tuta; Resmi, Dewi Candra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v9i2.253

Abstract

Kanker termasuk salah satu penyakit tidak menular yang dapat mematikan manusia di seluruh dunia. Kanker payudara salah satunya yang saat ini masih menjadi penyumbang besar dan paling ditakuti oleh perempuan. pada tahun 2020 kanker payudara menjadi kasus tertinggi di dunia dengan angka kejadian 2.261.429 kasus baru. Kanker payudara berada diurutan pertama penyebab kematian di dunia, dengan angka kematian 684.996 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap tentang sadari dengan praktik sadari. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis kuantitatif dengan pendekatan survei analitik dan dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja putri kelas XII sejumlah 58. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah 58. Analisa bivariat menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebesar 34 repsonden (59%). Hasil uji chi square diperoleh nilai signifikan sebesar 0,021 < 0,05 terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan praktik pemeriksaan payudara sendiri. Responden memiliki sikap negatif dan sebesar 35 responden (60%). Hasil uji chi square diperoleh nilai 0,033 < 0,05 terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan praktik pemeriksaan payudara sendiri. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap perilaku sadari dan terdapat hubungan antara sikap dan perilaku SADARI.
Skrining Faktor Risiko dan Konseling Penyakit Tidak Menular Mustajab, Abdullah Azam; Setiani, Fibrinika Tuta; Purnamasari, Ika; Raharyani, Anisa Ell; Astuti, Banar; Khotimah, Triani Husnul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16429

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) menjadi isu dunia termasuk di Indonesia. Pergeseran penyakit yang awalnya didominasi penyakit menular sekarang didominasi penyakit tidak menular. PTM jika tidak ditangani segera dan tepat bisa mengakibatkan komplikasi penyakit seperti penyakit jantung, gagal ginjal dan stroke. Kegiatan melakukan skrining faktor risiko dan pemberian konseling terkait dengan penyakit tidak menular pada Pegawai UNSIQ Wonosobo. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan melakukan skrining faktor risiko PTM, pengukuran antropometri (pengukuran berat badan, tinggi badan dan lingkar perut), pemeriksaan kesehatan (pengecekan gula darah, kolesterol dan asam urat) dan diberikan konseling penyakit tidak menular. Pegawai antusias mengikuti kegiatan skrining faktor risiko dan pemberian konseling terkait dengan penyakit tidak menular. Pegawai yang mengikuti kegiatan pengabdian ini sebanyak 128 orang, setelah dilakukan skrining PTM dan pemeriksaan kesehatan, pegawai aktif melakukan tanya jawab pada saat sesi konseling penyakit tidak menular. Semakin dini terdeteksi terkait dengan penyakit tidak menular maka akan semakin cepat pula diberikan penanganan sehingga kesehatan bisa terpantau dan terjaga. Kata Kunci: Deteksi Dini, Konseling, Faktor Risiko, Penyakit Tidak Menular  ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) have become a global issue, including in Indonesia. The shift in disease that was initially dominated by infectious diseases is now dominated by non-communicable diseases. NCDs if not treated immediately and appropriately can cause complications such as heart disease, kidney failure and stroke. The activity is to conduct risk factor screening and provide counseling related to non-communicable diseases for UNSIQ Wonosobo Employees. Method: this community service activity is carried out by conducting NCD risk factor screening, anthropometric measurements (measurement of weight, height and waist circumference), health checks (checking blood sugar, cholesterol and uric acid) and providing counseling for non-communicable diseases. Employees enthusiastically participated in risk factor screening activities and provided counseling related to non-communicable diseases. Employees who participated in this community service activity were 128 people, after NCD screening and health checks, employees actively asked questions during the non-communicable disease counseling session. The earlier it is detected related to non-communicable diseases, the faster the treatment will be provided so that health can be monitored and maintained.  Keywords: Counseling, Early Detection, Non-Communicable Disease, Risk Factors
PENGARUH TERAPI NON FARMAKOLOGI DALAM MENGURANGI KECEMASAN PADA IBU HAMIL DI ERA PANDEMI COVID 19 : LITERATUR REVIEW Setiani, Fibrinika Tuta; Resmi, Dewi Candra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jik.v10i2.1524

Abstract

Objective: To determine the effect of non-pharmacological therapy in reducing anxiety inpregnant women in the era of COVID-19 pandemic. Method: The method used in this Literature review is to search for publication resultsbetween 2019-2020 through MIDLINE, ProQuest, Google Scoolar, and PubMed searches. The search results obtained using the Boolean method in the form of full text and pdf, thenreviewed using the CASP (Critical Appraisal Skill Program), extracted then discussed andconcluded. Results: The results of literature reviews from four related journals that met the criteria of theresearchers showed that social support, Murottal Al-Qur'an therapy, yoga for pregnantwomen and motivational interviewing had an effect on reducing anxiety in pregnant women. Conclusion: Non-pharmacological therapy in the management of anxiety for pregnantcy inthe era of COVID-19 pandemic can be carried out with social support, Murottal Al-Qurantherapy, yoga for pregnant women and motivational interviewing
LITERATUR REVIEW: PENERAPAN TERAPI NON FARMAKOLOGIS TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DENGAN ANEMIA Resmi, Dewi Candra; Setiani, Fibrinika Tuta
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jik.v10i2.1526

Abstract

Background: Adolescence is a transition period from childhood to adulthood, usually occurs atthe age of 10 to 18 years. The problem that commonly occurs at this age is anemia, this can becaused in adolescence very much need iron to grow and develop besides that bleeding duringmenstruation is one of the factors causing it. Purpose: This study aims to examine theeffectiveness of the application of non-pharmacological therapies in the form of fruit andvegetables that are processed to increase hemoglobin levels in anemia cases experienced byadolescent girls. Methods: Literature review was conducted by collecting published research. The search wasperformed using the keywords Non pharmacological therapy, increased hemoglobin levels, adolescents, anemiaResults: The results of 5 journals with the same criteria as this study indicate that non- pharmacological therapy in the form of drinks or foods from fruits and vegetables has the benefitof increasing HB levels in cases of anemia experienced by adolescent girls. Conclusion: This non-pharmacological therapy in the form of fruit and vegetable drinks is veryeffective in increasing HB levels in cases of anemia experienced by adolescent girls. This stepwill be effective if consumed in a row for 7 to 10 days
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. M UMUR 22 TAHUN DI PUSKESMAS GARUNG KABUPATEN WONOSOBO Lusiana, Lusiana; Romdiyah, Romdiyah; Setiani, Fibrinika Tuta; Handayani, Wahyu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan: November 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jik.v13i2.5874

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) didunia yaitu 303 per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) didunia sebesar 41 per 1000 kelahiran hidup (WHO, 2019). Upaya pemerintah dalam menurunkan AKI dan AKB dengan CoC yaitu memberikan asukan kebidanan secara berkesinambungan dengan metode SOAP. Tujuannya yaitu memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif yang dilakukan secara Continuity of Care. Sampel pada penelitian adalah Ny. M umur 22 tahun yang akan dikaji dari kehamilan, persalinan, BBL, nifas dan KB. Pelaksanaan pengambilan kasus dari tanggal 06 Maret 2023 sampai tanggal 11 Mei 2023. Hasil penelitian pada kehamilan dilakukan pemeriksaan 3 kali, ditemukan bahwa Ny. M mengalami ketidaknyamanan pada ibu hamil yaitu Haemoroid. Asuhan bersalin, BBL, nifas dan KB tidak ada masalah. Kesimpulan pada pengkajian ini yaitu asuhan kebidana sudah sesuai dengan teori dan tidak ada kesenjangan. Saran meningkatan deteksi dini dan pencegahan komplikasi.
STUDI KASUS : ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY B UMUR 27 TAHUN DI PUSKESMAS KEJAJAR 1 WONOSOBO Nining, Nining; Tyarini, Indrawati Aris; Setiani, Fibrinika Tuta; Romdiyah, Romdiyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan: November 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jik.v12i2.7322

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are still relatively high in Indonesia. One of the government’s efforts to overcome this is through the Comprehensive Midwifery Care scheme, which includes integrated midwifery care services starting from Pregnancy, Maternity, Newborn, Postpartum, Neonatal, to Family Planning (KB) written using the SOAP method in descriptive and narrative form and carried out continuous assessment (Continuity of Care). The aim is to provide Comprehensive Midwifery Care which is carried out in a Continuity of Care manner. The subject of this Report is Mrs. B, 27 years old in the Kejajar 1 Health Center area, who was assessed from March 29 2022 to May 9 2022. From the results of the study on pregnancies which were carried out 3 times, it was found that Mrs. B has a high risk of Anemia. At Maternity Mother Care Mrs. B no complications. At the BBL care for the baby, Ny. B no complications. At the Postpartum Mother Care, 3 assessments were carried out and there were no complications. On Neonatal Care By. Mrs. B was done 3 times and there were no complications, and in Family Planning (KB) care there were no complications and the mother wanted to use hormonal contraception, namely injections. The conclusion in this study is that the practice is in accordance with the theory and there are no gaps. Suggestions from the studies that have been carried out are that midwifery services continue to be carried out to increase early detection and prevention of complications.
THE EFFECT OF REPRODUCTIVE HEALTH EDUCATION ON ADOLESCENT GIRLS AS A MEASURE TO PREVENT ADOLESCENT SEXUAL BEHAVIOR Farihah Indriani; Fibrinika Tuta setiani; kurniawan, anang; Sinta Anggariyanti
JIM - Journal International Multidisciplinary Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Rumah Jurnal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jim.v3i2.1915

Abstract

Abstract Reproductive health is a state of complete physical, mental, and social well- being, not merely the absence of disease or infirmity, but also encompasses all aspects related to the reproductive system, its functions, and processes. Adolescence is a period in which an individual develops from the first time they show signs of secondary sexual characteristics until they reach sexual maturity. The research was conducted at SMK X Banyumas. This type of research used a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The population in this study consisted of 72 adolescent girls. The sampling technique used in this study was random sampling. Based on the results of the bivariate analysis using a paired T-test with a sample size of 35 respondents (N=35), the data shows that T-Calculated (23.854) > T-table (0.462) and the p-Value (0.000) < alpha value (0.05), which means that based on the hypothesis that Ha is accepted and Ho is rejected, it can be concluded that there is a difference in the sexual behavior of respondents before and after being given health education about the reproductive system at SMK X Banyumas.