Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Eksplorasi Alat Laboratorium Kimia Untuk Menumbuhkan Minat Sains Siswa SMP Negeri 13 Maluku Tengah Tehubijuluw, Hellna; Souhoka, Fensia Analda; Rutu, Irwan
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i3.941

Abstract

Banyak siswa tingkat SMP belum memiliki pemahaman yang cukup tentang alat-alat laboratorium kimia, yang sering kali menyebabkan rasa cemas saat menghadapi praktikum perdana. Melalui kegiatan ini, siswa SMP Negeri 13 Maluku Tengah diberikan informasi awal serta latihan dasar penggunaan alat laboratorium, dengan tujuan memupuk minat terhadap ilmu sains, khususnya kimia. Kegiatan melibatkan analisis kebutuhan, penyusunan konten ajar, serta pelaksanaan sesi interaktif berbasis teori dan praktik. Pelaksana kegiatan adalah tim dosen dari Program Studi Kimia Universitas Pattimura, dan peserta mencakup siswa kelas VII sampai IX. Berdasarkan evaluasi, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai identifikasi alat, fungsinya, serta penggunaan yang aman. Kegiatan ini juga mempererat hubungan kemitraan antara sekolah dan perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan sains di wilayah Maluku.
Sosialisasi KUHP Nasional (UU No. 1 Tahun 2023) Peningkatan Pemahaman Hukum Bagi Remaja Di Negeri Itawaka Tentang Kenakalan Remaja Gresya N. Dias; Aldo Poipessy; Calvin Handel; Agrehstacia Dos Reis; Rani J Miru; Fensia Analda Souhoka
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8457

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman hukum remaja mengenai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional), khususnya yang berkaitan dengan kenakalan remaja. Kegiatan ini dilaksanakan di Negeri Itawaka melalui metode sosialisasi hukum, penyuluhan, serta diskusi interaktif yang melibatkan partisipasi aktif para peserta. Sasaran kegiatan adalah remaja usia sekolah yang berada pada masa perkembangan dan rentan terhadap pengaruh lingkungan pergaulan, media sosial, serta tekanan dari teman sebaya. Beberapa bentuk kenakalan remaja yang ditemukan di lingkungan Negeri Itawaka antara lain membolos sekolah, perkelahian antar teman, penggunaan bahasa yang tidak sopan, merokok pada usia sekolah, serta kurangnya kedisiplinan dalam mematuhi aturan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Perilaku tersebut apabila tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi tindakan yang lebih serius dan berpotensi melanggar hukum. Oleh karena itu, kegiatan ini memberikan pemahaman kepada remaja mengenai pengertian kenakalan remaja, faktor penyebab, bentuk-bentuk perilaku menyimpang, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan sesuai dengan ketentuan KUHP Nasional. Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman mengenai pergaulan remaja di lingkungan mereka. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai jenis-jenis kenakalan remaja dan dampak hukumnya, yang terlihat dari keaktifan peserta selama kegiatan berlangsung serta hasil evaluasi akhir. Melalui kegiatan ini diharapkan remaja dapat meningkatkan kesadaran hukum serta membentuk karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan Manajemen Konflik dan Mediasi Sosial Dalam Meningkatkan Keharmonisan Masyarakat Theovilia lucia Bernadus; Putri Selvia Kibas; Deborah Sharon Sakalessy; Natasia Riry; Gery Latuihamallo; Bais Ubrusun; Aldrian Touwe; Fensia Analda Souhoka
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8496

Abstract

Konflik merupakan fenomena sosial   tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat. Sebagai makhluk sosial, manusia senantiasa berinteraksi dengan sesama yang membawa perbedaan pendapat, kepentingan, nilai, kebiasaan, latar belakang budaya, serta cara pandang terhadap suatu permasalahan. Perbedaan tersebut berpotensi menjadi pemicu konflik apabila tidak dikelola dengan baik. Konflik yang tidak terselesaikan secara tepat dapat menimbulkan dampak negatif yang serius, seperti pertengkaran antarindividu, penurunan rasa saling percaya, perpecahan kelompok masyarakat, hingga terganggunya stabilitas dan keharmonisan lingkungan sosial. Di sisi lain, konflik juga memiliki potensi positif jika dikelola secara konstruktif, yaitu sebagai  hubungan sosial, peningkatan kualitas komunikasi, serta penciptaan solusi inovatif melalui proses musyawarah. Program sosialisasi manajemen konflik dan mediasi sosial hadir sebagai bentuk pengabdian masyarakat untuk meningkatkan keharmonisan sosial di tingkat desa. Kegiatan dilaksanakan di Gereja desa dengan sasaran utama masyarakat desa, aparat desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan pemudi. Melalui pendekatan sosialisasi partisipatif yang mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, sesi tanya jawab mendalam, serta simulasi praktik mediasi, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai pengertian konflik, berbagai penyebabnya, dampak positif dan negatif, strategi pengelolaan konflik secara positif, serta tahapan-tahapan mediasi sosial. Program ini berhasil mencapai realisasi 100% dengan tingkat partisipasi aktif yang sangat tinggi dari seluruh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengelola serta menyelesaikan konflik secara damai melalui prinsip musyawarah dan komunikasi efektif. Program sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan dalam memperkuat keharmonisan, rasa saling percaya, serta persatuan di masyarakat desa.
Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair di Negeri Itawaka Gino M. Sopaheluwakan; Melsa Risakotta; M. Farhan Tuanaya; Maria Magdalena Romrome; Lisna Tuhuteru; Fensia Analda Souhoka
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8596

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan pupuk organik cair (POC) sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan di Negeri Itawaka. Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat akan pupuk yang mudah diperoleh, ekonomis, dan dapat mendukung produktivitas tanaman hortikultura seperti tomat, cabai, dan kangkung yang dikembangkan di wilayah tersebut. Metode pelaksnaan kegiatan meliputi tahap sosialisasi mengenai manfaat dan fungsi pupuk organik cair, dilanjutkan dengan pelatihan praktik pembuatan POC menggunakan bahan-bahan organik yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat melalui penyampaian materi, demonstrasi pembuatan, serta diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan limbah organik sebagai bahan pupuk serta kemampuan peserta dalam membuat dan mengaplikasikan pupuk organik cair pada tanaman. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan pertanian yang lebih ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta meningkatkan produktivitas tanaman secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung pembuatan POC. Peserta diberikan pemahaman mengenai manfaat pupuk organik cair, bahan dan alat yang digunakan, serta tahapan pembuatannya. Selanjutnya, dilakukan praktik pembuatan POC dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga dan bahan alami lainnya.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan pupuk organik cair. Masyarakat mampu mempraktikkan secara mandiri proses pembuatan POC serta mulai mengaplikasikannya pada lahan pertanian. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, menekan biaya produksi, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan