Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EVALUASI KINERJA CNC TURNING MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN SIX BIG LOSESS PADA BENGKEL XYZ Pratama, Ryo Dharma Aji; Syakhroni, Akhmad
JURNAL LOGISTICA Vol. 3 No. 2 (2025): VOL.3.NO.2. JUNI 2025
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/logistics.v3i2.592

Abstract

Penggunaan dan pemanfaatan mesin CNC turning di Bengkel XYZ belum optimal. Selama proses produksi, sering terjadi lost time, yang mengakibatkan produksi tidak berjalan denganlancar. Hal ini menyebabkan kerugian bagi UMKM karena hasil produksi yang diperoleh berada di bawah target yang telah ditetapkan. Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Lossesdapat digunakan untuk mengevaluasi tingkatproduktivitas mesin serta mengidentifikasi losessyang paling berpengaruh terhadap rendahnya nilaiOEE. Selanjutnya, analisis lebih mendalamdilakukan dengan menggunakan diagram fishboneuntuk mengidentifikasi faktor penyebab kerugianyang paling dominan, diikuti dengan usulanperbaikan menggunakan metode 5W+1H untukmengurangi losess yang ada. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa nilai OEE masih di bawah85%, yaitu sebesar 75%. Dari nilai ini, perhitungansix big losses menunjukkan bahwa losess terbesarberasal dari equipment failure loss dengan nilai10,51%. Setelah analisis menggunakan diagram fishbone, faktor penyebab losess dapat diidentifikasi, antara lain dari Mesin, Lingkungan, Manusia, dan Metode. Usulan untuk mengurangi lost time meliputimenjaga kebersihan dan perawatan alat yang digunakan pada mesin, memberikan pelatihan dan mendisiplinkan operator, serta melakukanpenjadwalan rutin untuk perawatan alat, dan lain-lain.
Analisis Tata Letak Fasilitas untuk Meminimasi Ongkos Material Handling Menggunakan Metode Computerized Allocation Of Facilities Techniques (CRAFT) Azhar, Dicky Maulana; Fatmawati, Wiwiek; Sagaf, Muhammad; Syakhroni, Akhmad
Jurnal Teknik Industri Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.4.1.6-12

Abstract

CV. Cita Nasional merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan susu sapi murni menjadi susu segar melalui proses Pasteurisasi dan Homogenisasi, produk tersebut dikemas dalam bentuk cup dan purepack (plastik) dengan merek dagang "SUSU SEGAR NASIONAL". Permasalahannya di lantai produksi berupa banyaknya penumpukan bahan material in process di ruang mixing sehingga bisa mengganggu jalanya produksi. Adanya departemen yang saling memiliki hubungan kedekatan erat serta rangkaian proses kerja ditempatkan secara berjauhan seperti dari gudang flavor ke ruang mixing. Alat angkut yang digunakan untuk memindahkan hasil produksi antar departemen yaitu berupa Handpallet, dan pipa namun terdapat juga perpindahan yang dilakukan secara manual seperti perpindahan dari gudang flavour ke ruang mixing. Permasalahan tersebut menyebabkan proses produksi menjadi semakin lama. Maka untuk mengatasi hal tersebut, diperlukannya pengoptimalan tata letak fasilitas guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja. Metode Computerized Allocation of Facilities Techniques (CRAFT) dapat menghasilkan rancangan tata letak yang lebih efektif dan efisien. Setelah dilakukanya pengolahan data didapatkan hasil layout usulan terpilih dari software Winqsb. jarak perpindahan material pada layout awal yaitu sebesar 1.333 m/hari. Sementara itu, pada layout usulan total jarak perpindahan didapatkan angka sebesar 1.243,68 m/hari. Sehingga, terdapat selisih jarak perpindahan material sebesar 89,32 m/hari. Selanjutnya OMH pada layout awal yakni sebesar Rp 55.861,65/hari. Sementara itu, pada layout usulan total OMH didapatkan angka sebesar Rp 50.196,73/hari. Sehingga, terdapat selisih total ongkos material handling yakni sebesar Rp 5.664,92/hari yang menunjukkan adanya efisiensi perpindahan material pada layout usulan dibandingkan dengan layout awal sebesar 10,14%.
Perancangan Penjadwalan Perawatan dengan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) pada Mesin DZM-350 Asyari, Muhammad Akhid Alwi; Syakhroni, Akhmad
Jurnal Teknik Industri Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.4.1.21-28

Abstract

UD. Ambyar Snack menghadapi tantangan berupa kerusakan pada mesin DZM-350 akibat kurangnya perencanaan perawatan yang sistematis. Hal ini berdampak pada tingginya waktu henti operasional, meningkatnya biaya pemeliharaan, dan menurunnya produktivitas. Penelitian ini berfokus pada perancangan jadwal perawatan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) untuk meningkatkan keandalan mesin, mengurangi kerusakan, dan menekan biaya perawatan. Melalui analisis FMEA, Fishbone Diagram, serta perhitungan MTTF dan MTTR, penelitian ini mengidentifikasi penyebab kerusakan utama dan menyusun jadwal perawatan yang optimal. Dengan melibatkan karyawan dalam proses perawatan, penelitian ini diharapkan mampu menciptakan kesadaran kolektif yang mendukung keberlanjutan operasional dan meningkatkan efisiensi serta produktivitas UD. Ambyar Snack secara keseluruhan. 
PERANCANGAN MESIN PENGHANCUR LIMBAH MULTIPLEX DAN BLOCKBOARD DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ASPEK ERGONOMI DAN EKONOMI Syakhroni, Akhmad; Ernawati, Rieska; Dwi Prasetyowati, Sri Arttini; Sobri Bagasghani, Iqbal
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 10 No. 2 (2022): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v10i2.290

Abstract

Abstrak: Perancangan Mesin Penghancur Limbah Multiplex dan Blockboard dengan Mempertimbangkan Aspek Ergonomi dan Ekonomi. Meningkatnya pesanan furniture CV. Bahana Raya mengakibatkan melimpahnya limbah kayu. CV. Bahana Raya menghasilkan limbah potongan multiplex dan blockboard rata-rata 5-7 m3 /hari. Limbah multiplex yang berupa potongan dan serpihan kayu tersebut, selama ini hanya digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak dan sisanya dibakar begitu saja sebagai sampah. Limbah multiplex dan blockboard yang berupa potongan-potongan dan serpihan kayu yang tidak lagi dimanfaatkan. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan solusi dalam penanganan limbah yang ada berupa penciptaan mesin Penghancur limbah multiplex dan blockboard. Peneliti ingin mengembangkan alat atau mesin yang mampu mengatasi semua kelemahan tersebut. Dengan mempertimbangkan aspek ergonomi dan ekonomi, peneliti dapat menentukan merancang mesin yang sesuai dengan kebutuhan dan menyesuaikan postur pekerja. Hasil dari penelitian ini adalah terciptanya sebuah mesin Penghancur Limbah Multiplex dan Blockboard yang memiliki beberapa keunggulan dari mesin serupa yang sudah ada, hasil serbuk yang lebih halus sesuai dengan kriteria bahan baku MDF (0,43 g/m3). Dari segi analisis ekonomi hasil perhitungan payback period mesin Penghancur Limbah Multiplex dan Blockboard diperoleh 48 hari. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut menjadi solusi atas permasalahan penanganan limbah di CV. Bahana Raya Kata kunci: Mesin Penghancur Limbah Multiplex dan Blockboard ; multiplex; blockboard; Ergonomi; Payback Period Abstract: Design Of Multiplex dan Blockboard Waste Machine by Considering Ergonomics and Economics Aspects. Increased orders for furniture CV. Bahana Raya results in an abundance of production waste. CV. Bahana Raya produces an average of 5-7 m3/day of multiplex and blockboard waste. So far, the multiplex waste in the form of pieces and wood chips has only been used as fuel for stoves to cook employee lunches and the rest is simply burned as waste. Multiplex and blockboard waste in the form of pieces and chips of wood that are no longer being used. This research was conducted to provide solutions in waste handling in the form of the creation of multiplex and blockboard waste crushing machines. Researchers want to develop tools or machines that are able to overcome all these weaknesses. By considering ergonomic and economical aspects, researchers can determine which machine to design according to the needs and adjust the worker's posture. The result of this research is the creation of a Multiplex and Blockboard Waste Crusher machine which has several advantages over similar existing machines, finer powder according to the criteria for MDF raw material (0.43 g/m3). In terms of economic analysis, the results of calculating the payback period for the Multiplex and Blockboard Waste Crusher machines are 48 days. Based on the results of these calculations, it is a solution to the problem of waste handling at CV. Bahana Raya Keywords: Axiomatic Design of multiplex and blockboard waste machine; multiplex; blockboard; Ergonomic; Payback Period
Analisis Persediaan Bahan Baku Dengan Metode Analisis Always Better Control (ABC) Dan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Fitriadi, Ayub Mohammad Khoirul; Syakhroni, Akhmad; Mas'idah, Eli
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.1.157-165

Abstract

Persediaan merupakan suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu atau persediaan barang-barang yang masih dalam pengerjaan atau proses produksi ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam proses produksi. PT. Pijar Sukma adalah sebuah industry yang bergerak dalam bidang manufaktur pembuatan berbagai jenis perabotan rumah tangga serta dalam mempersiapakan kebutuhan bahan baku dengan menggunakan perkiraan, belum adanya perencanaan yang tepat, sehingga mengakibatkan biaya yang dikeluarkan dalam membeli bahan baku dan biaya penyimpanan cenderung besar. PT. Pijar Sukma melakukan produksi dengan bahan baku utama adalah kayu bayor dan kayu mahoni. Setelah itu elemen yang mempengaruhi kelancaran proses produksi yaitu diantaranya pekerja, bahan baku utama, bahan baku pendamping, dan mesin – mesin produksi. Seperti halnya pada bulan Desember 2021, terdapat jumlah persediaan bahan baku kayu mahoni sebanyak 71,5 m^3. Akan tetapi, jumlah permintaan sebesar 85,8 m^3. sehingga terdapat kekurangan bahan baku paling rendah sebesar -14,3 m^3.Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa jumlah persediaan dan permintaan seringkali tidak sesuai atau tidak akurat. Dengan demikian, penggunaan EOQ diharapkan mampu mengoptimalkan bahan baku, dan mengurangi resiko yang mengakibatkan pemesanan tidak terpenuhi.
Strategi Penjadwalan Produksi dengan Metode Campbell Dudex Smith dan Heuristic Palmer Bagaskara, Wingga Wahyu; Khoiriyah, Nuzulia; Syakhroni, Akhmad
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.1.174-182

Abstract

Penelitian ini dilakukan di UD.Mustika Putra Rimba yang merupakan salah satu indutri manufactur dibidang furniture yang menghasilkan produk seperti kusen, pintu, jendela dan lain lain. Dalam persaingan pasar dibutuhkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa mengancam perusahaan terkait output seperti yang diharapkan dalam waktu yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menjadwalkan produksi yang efektif agar tidak terjadi penumpukan job, mengurangi waktu menganggur dan mampu meminimalkan waktu pengerjaan total (makespan). Penelitian ini menggunakan Metode Campbell Dudex Smith dan Heuristic Palmer menggunakan perhitungan manual untuk mengetahui waktu pengerjaan total yang minimum, urutan job dan idle time. Data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara dan data sekunder berupa melihat waktu proses produksi. Hasil penelitian ini memperlihatkan jika menggunakan metode CDS ada 2 jenis perhitungan yaitu CDS konvensional dengan hasil nilai total makespan 305 menit dengan urutan 1-4-3-2. Sedangkan CDS parsial menghasilkan makespan 310 menit dengan urutan 4-1-3-2 dan heuristik palmer menghasilkan nilai makespan sebesar 315 menit dengan urutan 3-1-2-4. Dengan perbandingan kedua metode tersebut nilai makespan CDS konvensional lebih minimum dengan total nilai 305 menit urutan 1-4-3-2 mampu meminimasi lamanya waktu pengerjaan total, mengurangi waktu menganggur dan minumunya makespan dapat menghasilkan produksi tepat waktu sesuai yang diharapkan bagi perusahaan.
PERANCANGAN MESIN PENGHANCUR LIMBAH MULTIPLEX DAN BLOCKBOARD DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ASPEK ERGONOMI DAN EKONOMI Syakhroni, Akhmad; Ernawati, Rieska; Dwi Prasetyowati, Sri Arttini; Sobri Bagasghani, Iqbal
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 10 No. 2 (2022): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v10i2.290

Abstract

Abstrak: Perancangan Mesin Penghancur Limbah Multiplex dan Blockboard dengan Mempertimbangkan Aspek Ergonomi dan Ekonomi. Meningkatnya pesanan furniture CV. Bahana Raya mengakibatkan melimpahnya limbah kayu. CV. Bahana Raya menghasilkan limbah potongan multiplex dan blockboard rata-rata 5-7 m3 /hari. Limbah multiplex yang berupa potongan dan serpihan kayu tersebut, selama ini hanya digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak dan sisanya dibakar begitu saja sebagai sampah. Limbah multiplex dan blockboard yang berupa potongan-potongan dan serpihan kayu yang tidak lagi dimanfaatkan. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan solusi dalam penanganan limbah yang ada berupa penciptaan mesin Penghancur limbah multiplex dan blockboard. Peneliti ingin mengembangkan alat atau mesin yang mampu mengatasi semua kelemahan tersebut. Dengan mempertimbangkan aspek ergonomi dan ekonomi, peneliti dapat menentukan merancang mesin yang sesuai dengan kebutuhan dan menyesuaikan postur pekerja. Hasil dari penelitian ini adalah terciptanya sebuah mesin Penghancur Limbah Multiplex dan Blockboard yang memiliki beberapa keunggulan dari mesin serupa yang sudah ada, hasil serbuk yang lebih halus sesuai dengan kriteria bahan baku MDF (0,43 g/m3). Dari segi analisis ekonomi hasil perhitungan payback period mesin Penghancur Limbah Multiplex dan Blockboard diperoleh 48 hari. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut menjadi solusi atas permasalahan penanganan limbah di CV. Bahana Raya Kata kunci: Mesin Penghancur Limbah Multiplex dan Blockboard ; multiplex; blockboard; Ergonomi; Payback Period Abstract: Design Of Multiplex dan Blockboard Waste Machine by Considering Ergonomics and Economics Aspects. Increased orders for furniture CV. Bahana Raya results in an abundance of production waste. CV. Bahana Raya produces an average of 5-7 m3/day of multiplex and blockboard waste. So far, the multiplex waste in the form of pieces and wood chips has only been used as fuel for stoves to cook employee lunches and the rest is simply burned as waste. Multiplex and blockboard waste in the form of pieces and chips of wood that are no longer being used. This research was conducted to provide solutions in waste handling in the form of the creation of multiplex and blockboard waste crushing machines. Researchers want to develop tools or machines that are able to overcome all these weaknesses. By considering ergonomic and economical aspects, researchers can determine which machine to design according to the needs and adjust the worker's posture. The result of this research is the creation of a Multiplex and Blockboard Waste Crusher machine which has several advantages over similar existing machines, finer powder according to the criteria for MDF raw material (0.43 g/m3). In terms of economic analysis, the results of calculating the payback period for the Multiplex and Blockboard Waste Crusher machines are 48 days. Based on the results of these calculations, it is a solution to the problem of waste handling at CV. Bahana Raya Keywords: Axiomatic Design of multiplex and blockboard waste machine; multiplex; blockboard; Ergonomic; Payback Period