Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Hubungan tingkat pengetahuan terhadap kejadian anemia pada wanita usia subur (WUS) di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Tahun 2021 Sondang Selviana Silitonga; Marinawati Ginting
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 1 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia masih menjadi salah satu kesehatan masyarakat yang paling banyak dijumpai dibelahan dunia. Anak-anak dan wanita usia subur (WUS) adalah kelompok yang paling berisiko, dengan perkiraan prevalensi anemia pada balita sebesar 47 persen, pada wanita hamil sebesar 42 persen, dan pada wanita yang tidak hamil usia 15-49 tahun sebesar 30 persen. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jambi, kejadian anemia di Puskesmas Putri Ayu sebanyak 141 orang Apabila anemia pada WUS tidak diatasi akan mengakibatkan risiko kematian maternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap kejadian anemia pada wanita usia subur (WUS) di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Tahun 2021.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi yang akan dilakukan pada bulan September tahun 2021. Populasi penelitian adalah seluruh wanita usia subur yang berkunjung ke Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi pada bulan Agustus 2021. Sampel dalam penelitian ini sebanyak diambil dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami anemia sebanyak 26 responden (72,2%) dan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 31 responden (86,1%) tentang anemia.Tidak ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap kejadian anemia pada wanita usia subur (WUS) dengan p value 1,000 > 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap kejadian anemia pada wanita usia subur (WUS). Untuk itu, diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan informasi dan meningkatkan pelayanan kesehatan pada wanita usia subur yang memiliki tanda dan gejala anemia untuk mencegah terjadinya anemia sejak dini.
Gambaran Persepsi Perawat Terhadap Link And Match Pendidikan Keperawatan Dengan Institusi Pelayanan Kesehatan di Provinsi Jambi Tahun 2022 Aguspairi; Marinawati Ginting; Sondang Silitonga
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 1 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi Republik Indonesia bertanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerintah terus berupaya agar kualitas pendidikan di Indonesia sejajar dengan kualitas pendidikan negara lain di dunia. Salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan adalah menyelaraskan pendidikan dengan dunia industri. Pemerintah mengeluarkan PP Nomor 29 tahun 1990 yang isinya antara lain terkait instruksi untuk mempersiapkan siswa SMK menjadi tenaga siap kerja, menjadi dasar perancangan konsep link and match Sejak dirumuskan tahun 1993, realisasi “link and match” terus disempurnakan, mulai dari sistem ganda (magang) hingga kampus merdeka. Pendidikan tenaga kesehatan termasuk pendidikan keperawatan sejak awal berdiri sudah menerapkan kuriklum dengan menyelaraskan pendidikan dengan dunia industri khususnya industri pelayanan kesehatan. Hasil analisis terlihat bahwa lulusan D.III keperawatan lebih banyak menyatakan sesuai (78,6%) antara ilmu yang diperoleh selama di kampus sesuai dengan praktik saat setelah bekerja di rumah sakit, jika dibandingkan dengan jenjang pendidikan D.V, S1 dan S2 keperawatan/kesehatan yang menyata-kan sesuai hanya 55,1%. Terkait dengan pengelolaan manajemen terlihat bahwa, sebagian besar (68%) responden menyatakan bahwa sesuai atau selaras antara ilmu yang diperoleh selama di kampus dengan pengelolaan manajemen di rumah sakit atau dengan kata lain sebagian besar resonden menyatakan ada link and match dunia pendidikan dengan dunia kerja
Hubungan Status Gizi dan Infeksi Terhadap Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Hamil di RSUD Prof. Dr. H. M. Chatib Quzwain Sarolangun Tahun 2022 Nia Nurzia; Marinawati Ginting; Sondang Selviana; Mutia Zahara Basroil; Odri Angnes; Kalimah Kalimah
SCIENTIA JOURNAL Vol. 12 No. 1 (2023): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan kelainan ketuban pada kehamilan dimana normalnya ketuban pecah dan keluar saat terjadinya kontraksi rahim menjelang persalinan, namun ketuban pecah sebelum saat persalinan tiba. Menurut WHO 2021 Angka Kematian Ibu (AKI) tertinggi secara global sebanyak 295.000, dengan resiko kematian ibu sebesar 211 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Menurut profil Kesehatan Indonesia tahun 2021 yang dihimpun dari pencatatan program kesehatan keluarga di Kementerian Kesehatan jumlah AKI tertinggi meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2021 angka kematian di Indonesia sebesar 7.389. Terjadi peningkatan AKI dibandingkan tahun 2020 sebanyak 4.627 kematian ibu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja faktor - Faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini di RSUD Chatib Quzwain Sarolangun Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Analitik. Pendekatan penelitian menggunakan metode cross sectional. Populasi dari KPD ini yaitu sebanyak 372 ibu hamil yang terdata sebagai KPD selama 1 tahun terakhir yaitu tahun 2022. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 79 orang ibu hamil dengan KPD. Data diperoleh dari data skunder rekam medis dan buku register pasien KPD dan di analisis menggunakan uji chi – square. Berdasarkan tabel Uji Statistik dapat diketahui bahwa dari uji chi – square diperoleh hasil karakteristik responden yaitu umur (P – value = 0,10) lebih besar dari sig α (0,05), dan karakteristik pada paritas (P – value = 0,000) lebih kecil dari sig α (0,05). Selanjutnya status gizi (P – value = 0,450) lebih besar dari sig α (0,05) dan Selanjutnya infeksi (P – value = 0,001.) lebih kecil dari sig α (0,05). Sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan pada ksarkteristik paritas dan variabel Infeksi dengan kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu hamil. Diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk mengevaluasi kembali tentang hubungan status gizi dan infeksi terhadap kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Hamil di RSUD Prof Dr. H.M. Chatib Quzwain Sarolangun Tahun 2022.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesiapan Ibu Menghadapi Masa Menopause di Desa Pulau Rengas Ulu Wilayah Kerja Puskesmas Sondang Selviana; Aguspairi; Marinawati Ginting; Ismail Usman
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 2 No. 1 (2023): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah wanita didunia yang memasuki fase menopause diperkirakan mencapai 1,94 milyar orang. Populasi wanita yang mengalami menopause di dunia mencapai 894 juta orang dan diperkirakan pada tahun 2030 mendatang jumlah perempuan di dunia yang memasuki masa menopause akan mencapai 1,2 milyar orang. Jenis penelitian adalah survey analitik serta desain penelitian yang digunakan adalah crosssectional dengan jumlah populasi 144 orang dengan sampel sebanyak 60 orang dan teknik pengambilan sampel adalah sismatik random sampling. Pengumpulan berupa kuisioner yang dibagikan pada seluruh ibu yang berusia 45-59 tahun di Desa Pulau Rengas Ulu wilayah kerja puskesmas Bangko Barat. Proses analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan metode komputerisasi dan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara sikap ibu (p=0,00), dukungan suami (p=0,009) terhadap kesiapan ibu menghadapi masa menopause (p=0,144). Diharapkan puskesmas Bangko Barat dapat meningkatkan pnyuluhan dan akan direncanakan puskesmas Bangko Barat pada tahun 2023 akan membuat RPK penyuluhan kepada ibu yang berusia 45-59 tahun tentang penyuluhan kesiapan ibu menghadapi masa menopause dan bekerja sama dengan tim lansia puskesmas, bidan serta kader
HUBUNGAN SELF MANAGEMENT/MANAJEMEN DIRI DENGAN STATUS TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA KLINIK INTERNATIONAL SOS KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2023 Nurhayati; Marinawati Ginting
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 2 No. 2 (2023): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyandang hipertensi di dunia meningkat setiap tahunnya. Ada sekitar 1,13 Miliar orang yang artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Sala satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan manajemen diri sehingga dalam meningkatkan keberhasilan dalam mengatasi hipertensi.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan self management dengan status tekanan darah pasien hipertensi di Wilayah Kerja Klinik International SOS Kalimantan Timur 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi dengan jumlah sampel 58 orang menggunakan proportional random sampling dengan uji chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa self management pasien hipertensi berada dalam kategori baik sebanyak 36 orang (62,1 %), status tekanan darah pasien hipertensi berada dalam kategori terkontrol sebanyak 40 orang (69,0%), kategori tidak terkontrol sebanyak 18 orang (31,0%). Hasil uji statistik (Chi-Square) didapatkan bahwa p-value (0,005) < α (0,05) maka berarti terdapat hubungan yang bermakna antara manajemen diri dengan status tekanan darah pasien hipertensi di wilayah kerja Klinik Internasional SOS Kalimantan Timur Tahun 2023.Sebagai ujung tombak pemberi layanan, maka petugas kesehatan disarankan rutin melaksanakan monitoring dan evaluasi serta melakukan pemeriksaan secara berkala melalui kunjungan rumah untuk meningkatkan manajemen diri pasien hipertensi.
HUBUNGAN TINGKAT STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD RADEN MATTAHER JAMBI TAHUN 2023 M. Sandita Siregar; Marinawati Ginting; Nia Nurzia; Sondang Selviana
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 3 No. 1 (2024): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Work stress often occurs among workers in the health sector. Borril and Charnley (2012) in Yana (2014) stated that although all professional staff in hospitals are at risk of stress, nurses have higher levels of stress.Nurses act as important liaisons in a hospital, one example is a surgical room nurse. The duties and responsibilities of operating room nurses are not light things to bear. Performance is real behavior displayed by each person as a work achievement produced by employees in accordance with their role in the company.The performance of nurses in this room in 2015 showed that 51.8% of nurses still had sufficient performance. Work stress is one of the things that influences employee performance. The aim of this research was to determine the relationship between work stress levels and the performance of surgical room nurses at RSU Raden Mattaher Jambi.This research design uses descriptive observational with a cross sectional approach. The population was all 65 operating room nurses. The sampling method used is total sampling. The independent variable is the level of work stress and the dependent variable is the nurse's performance. Data collection uses questionnaire sheets and statistical tests. The results of the chi-square test obtained a p-value of 0.018<0.05, which means that Ho was rejected, so it was concluded that there was a relationship between work stress and the performance of surgical room nurses at the Central Surgery installation at the Raden Mattaher General Hospital, Jambi in 2023.The high level of work stress of nurses is related to nurses' performance being at an adequate level. The lower the level of work stress, the better the nurse's performance will be. To reduce work stress levels, nurses need to carry out work stress management training so that performance becomes better.The suggestion from this research is that RSUD Raden Mattaher Jambi can make more efforts to reduce work stress in operating room nurses and in other rooms or units
Pengetahuan Ibu, Dukungan Keluarga, dan Pencegahan ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Bahar IV Kabupaten Muaro Jambi Sri Utami; Rica Triseptinora; Marinawati Ginting
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: ISPA merupakan penyakit yang menyebabkan kematian dan kesakitan tertinggi pada anak yaitu sebanyak 4.25 juta setiap tahunnya. ISPA yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi dan berbahaya dari penyakit ISPA adalah pneumonia. Oleh sebab itu pengetahuan ibu dan dukungan keluarga sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan ISPA pada baita. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasi dengan desain penelitian cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan dukungan keluarga terhadap upaya pencegahan ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Bahar IV Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Bahar IV Kabupaten Muaro Jambi sebanyak 3103 responden dengan sampel 61 responden. Penelitian ini dilakukan pada pada tanggal 26 - 31 Agustus 2025 di Wilayah Kerja Sungai Bahar IV K Muaro Jambi. Tehnik pengambilan sampel purposive sampling. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi square. Hasil: Sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik tentang upaya pencegahan ISPA pada balita sebanyak 30 (49,2%),  dukungan keluarga yang baik 39 (63,9%),  upaya pencegahan ISPA pada balita sebanyak 31 (67,2%). Ada hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga  dengan upaya pencegahan ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Bahar IV Kabupaten Muaro Jambi dimana p-value   = 0,000 (<0,05) Pengetahuan ibu dan dukungan keluarga sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan ISPA pada baita. Diharapkan kepada petugas kesehatan di Puskesmas dapat memberikan penyuluhan tentang pengetahuan Ibu dan dukungan keluarga tentang upaya pencegahan ISPA pada balita.
Hubungan Sosial Budaya Terhadap Pemberian ASI Ekslusif pada Ibu Menyusui di Posyandu Desa Rantau Karya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi Tahun 2025 Sri Mardhiah; Subang Aini Nasution; Dwi Rahmawati; Eprina Intami; Marinawati Ginting
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI Eksklusif merupakan makanan terbaik untuk bayi. Global Breasfeeding scorecard di dunia menyatakan tingkat menyusui tetap lebih rendah dari target, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sosial budaya dengan pemberian ASI eksklusif. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 14 Agustus 2025 di Puskesmas Desa Rantau Karya, melibatkan 38 ibu yang memiliki anak usia 0-2 tahun sebagai sampel. Hasil uji statistik menunjukkan p=0,000, sehingga hipotesis alternatif diterima, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara faktor sosial budaya dan praktik pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,2% ibu memberikan ASI eksklusif, meskipun masih di bawah target nasional. Faktor sosial budaya, seperti dukungan keluarga dan norma masyarakat, terbukti berperan penting dalam keberhasilan pemberian ASI. Pengetahuan dan sikap ibu juga mempengaruhi keputusan untuk menyusui secara eksklusif