Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Efektivitas Peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Banda Tangah Daerah Irigasi (DI) Banda Pamujaan dalam Pengelolaan Jaringan Irigasi Tersier di Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok Yuri Gita Putri; Yuerlita Yuerlita; Ferdhinal asful
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 2, No 2 (2020): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i2.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan faktor-faktor yang mempengaruhi peran P3A Banda Tangah dalam mengelola jaringan irigasi tersier di Kecamatan Lubuk Sikarah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam dengan informan kunci, dan survei. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas peran P3A Banda Tangah dalam pengelolaan jaringan irigasi tersier dalam kategori tinggi yakni dengan skor 50,83. Hal ini karena P3A Banda Tangah menjalankan perannya dengan baik, mulai dari operasi jaringan irigasi, pemeliharaan jaringan irigasi, rehabilitasi jaringan irigasi dan penanganan konflik. Faktor faktor efektivitas peran P3A Banda Tangah yaitu kepemimpinan P3A dengan skor 14,43, waktu pertemuan P3A dengan skor 7,07, fungsi tugas P3A dengan skor 2,63, tingkat penguasaan materi oleh PPL dengan skor 8,43 dan tingkat karya PPL dengan skor 5,7. Berdasarkan analisis regresi linear berganda, terdapat 3 faktor yang berpengaruh signifikan terhadap efektivitas peran P3A Banda Tangah yaitu kepemimpinan P3A, waktu pertemuan P3A dan tingkat penguasaan materi oleh penyuluh. Peneliti memberikan saran, untuk peran P3A dalam  pemeliharaan jaringan diharapkan P3A mampu menyediakan papan peringatan untuk tidakan pencegahan di sekitar jaringan irigasi agar petani mampu menjaga kebersihan jaringan irigasi dan untuk kegiatan kegiatan yang diadakan oleh P3A, pengurus dan petani anggota diharapkan mampu meningkatkan partisipasi /keikutsertaannya agar efektivitas peran P3A dapat tercapai optimal.
Analisis Pemasaran Beras Merah Organik di Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Annisa Annisa; Yusri Usman; Yuerlita Yuerlita
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.145

Abstract

Penelitian ini  bertujuan (1)  Mendeskripsikan saluran, lembaga dan  fungsi pemasaran beras  merah organik di Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. (2) Menganalisis efisiensi pemasaran beras merah organik di Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 4 Januari 2019 sampai 2 Februari 2019. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode survey. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode pengambilan sampel secara sengaja (purposive), sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari petani, pedagang pengumpul / pedagang pengecer. Untuk tujuan pertama dilakukan analisis deskriptif, untuk tujuan kedua digunakan analisis kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) saluran pemasaran yang terbentuk dalam sistem pemasaran beras merah oganik ada dua saluran dimana setiap lembaga pemsaran melakukan fungsi pemasaran yang terdiri dari fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi fasilitas yang berbeda-beda. (2) Margin pemasaran yang diperoleh yaitu pada saluran 2 sebesar Rp. 5.377,23/kg. Bagian yang diterima oleh petani yang paling besar adalah pada saluran 1 yaitu sebesar 47,02 % serta saluran yang paling efisien adalah saluran 1 yaitu sebesar 25,95%.Kata Kunci: Pemasaran, Beras Merah Organik, Margin, Pendapatan, EfisiensiThis study aims to (1) Describe the channels, institutions and functions of marketing organic red rice in Batang Anai District, Padang Pariaman Regency. (2) Analyzing the efficiency of marketing organic red rice in Batang Anai District, Padang Pariaman Regency. This research was conducted on January 4, 2019 until February 2, 2019. The data used in this study were primary data and secondary data. The method used is the survey method. The sampling method used was purposive sampling method, the sample used in this study consisted of farmers, collectors / retailers. For the first purpose descriptive analysis is carried out, for the second purpose quantitative analysisis used. The results of the analysis show that (1) the marketing channels formed in the organic red rice marketing system there are two channels where each marketing institution performs a marketing function consisting of different exchange functions, physical functions, and functions of facilities. (2) Marketing margins obtained are on channel 2 of Rp. 5,377.23 / kg. The largest portion received by farmers is on channel 1 hich is 47,02% and the most efficient channel is channel 1, which is 25.95%. Keywords: Marketing, Organic Red Rice, Marketing Margin, Parts received by farmers, and Marketing Efficiency
Analisis Keikutsertaan Petani Dalam Asuransi Usahatani Padi (AUTP) Di Kecamatan Pariaman Timur Fadillah Elhusna; Melinda Noer; Yuerlita Yuerlita
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Pelaksanaan program AUTP di Kecamatan Pariaman Timur, (2) Keikutsertaan petani dalam asuransi usahatani padi di Kecaamatan Pariaman Timur. Penelitian ini dilakukan pada 01 – 30 April 2019. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode survey. Metode pengambilan sampel menggunakan rumus slovin sehingga sampel yang  digunakan  dalam  penelitian  berjumlah  34  Sampel.  Data  dianalisis  secara  kualitatif  untuk  memperoleh informasi mengenai keikutsertaan petani pada Asuransi Usahatani Padi secara mendalam dan komprehensif. Selain itu, dengan pendekatan kualitatif diharapkan dapat diungkapkan situasi dan permasalahan yang dihadapi petani dalam keikutsertaan AUTP. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan program AUTP di Kecamatan Pariaman Timur yang mulai diterapkan sejak April 2016 telah dilaksanakan sesuai dengan pedoman pelaksanaan yang disusun oleh Direktorat jendral prasarana dan sarana kementrian pertanian dalam aspek Pengorganisasian,persyaratan mengikuti AUTP,risiko yang dijamin AUTP, ganti rugi dalam AUTP, penetapan Premi dan jangka waktu pertanggungan dalam Asuransi Usaha Tani Padi. (2) Petani  di  Kecamatan  Pariaman Timur yang ikut serta dalam program asuransi usaha tani ini masih banyak yang belum memahami bagaimana tahapan dalam program AUTP. Petani merasa keberatan jika harus menunggu total kerusakan pada lahannya sebanyak 75% per petakan.Kata Kunci: Keikutsertaan, Asuransi, Petani, PremiThis research aims to analyze (1) the implementation of the AUTP program in East Pariaman District, (2) The participation of farmers in rice farming insurance in Pariaman Timur District. This research was conducted on 01- 30 April 2019. The data used in this study were primary data and secondary data. The method used is the survey method. The sampling method uses Slovin formula so that the samples used in the study amounted to 34 samples. Data were analyzed qualitatively to obtain information about the participation of farmers in Rice Farm Insurance in depth and comprehensively. In addition, a qualitative approach is expected to reveal the situation and problems faced by farmers in the participation of AUTP. The results of the analysis show that (1) the implementation of the AUTP program in Pariaman Timur Subdistrict which began to be implemented since April 2016 has been carried out in accordance with the implementation guidelines compiled by the Directorate General of infrastructure and facilities of the Ministry of Agriculture in Organizing aspects, requirements to follow AUTP, risks guaranteed by AUTP, change loss in AUTP, stipulation of premiums and the period of coverage in Rice Farm Business Insurance. (2) Many farmers in the Pariaman Timur District who participated in the farming insurance program still did not understand the stages in the AUTP program. Farmers object if they have to wait for a total damage of 75% per plot. Keywords: Decisions, Insurance, Farmers,premium
Strategi Pengembangan Usahatani Nilam (Pogostemon cablin) di Nagari Kajai Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat Putri Setia Ningsih; Yuerlita Yuerlita; Yusri Usman
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Untuk mendeskripsikan teknis budidaya   nilam di Nagari Kajai Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat. (2) Merumuskan strategi yang tepat untuk pengembangan usahatani nilam di Nagari Kajai Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 Maret-15 April 2019. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode pengambilan responden secara sengaja (purposive) yang terdiri dari pihak internal dan eksternal usahatani nilam. Data untuk tujuan pertama dianalisis dengan analisa deskriptif yaitu mendeskripsikan teknis budidaya tanaman nilam yang dilakukan oleh petani nilam di Nagari Kajai Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, untuk tujuan kedua dianalisis dengan analisa deskriptif kuantitatif dengan menggunakan Matriks IFE, Matriks EFE, Matriks SWOT dan Diskusi Partisipatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) teknis budidaya yang dilakukan oleh petani sebagian telah sesuai berdasarkan anjuran/literatur yang ada, seperti: melakukan pembersihan lahan, penyulaman, penyiangan, cara panen, waktu panen dan pasca panen yang telah sesuai. Namun, dalam beberapa kegiatan masih ada yang belum sesuai dengan anjuran/literatur, seperti: belum menggunakan bibit unggul, umur tanaman untuk bibit belum sesuai, tidak melakukan penyemaian bibit, pengolahan tanah belum maksimal, pengaturan jarak tanam dan pengendalian penyakit belum dilakukan, pemanenan dan penyulingan belum sesuai. (2) Strategi yang disarankan untuk pengembangan usahatani nilam di Nagari Kajai Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat adalah meningkatkan kualitas sumberdaya manusia petani nilam, pemberdayaan kelompok tani, mengoptimalkan peran penyuluhan tanaman nilam, menyediakan lembaga informasi pasar untuk minyak nilam bagi petani, dan meningkatkan produksi dan kualitas tanaman serta minyak nilam yang dihasilkan.Kata Kunci: Strategi, Pengembangan usahatani, NilamThis research aims to analyze (1) To describe the technical patchouli cultivation in Nagari Kajai, Talamau District, West Pasaman Regency. (2) Formulate the right strategy for developing patchouli farming in Nagari Kajai, Talamau District, West Pasaman Regency. This research was conducted on March 15-April 15 2019. The data used in this study were primary data and secondary data. The method used is descriptive method. The method of taking respondents intentionally (purposive) consisting of internal and external parties patchouli farming. Data for the first purpose were analyzed by descriptive analysis, which was to describe the technical patchouli cultivation carried out by patchouli farmers in Kajai Nagari, Talamau Subdistrict, West Pasaman Regency, for the second purpose analyzed by quantitative descriptive analysis using IFE Matrix, EFE Matrix, SWOT Matrix and Participatory Discussion. The results of the analysis show that (1) the cultivation techniques carried out by farmers are partly in accordance with existing recommendations / literature, such as: doing land clearing, replanting, weeding, how to harvest, harvest time and post-harvest that are appropriate. However, in some activities there are still those that are not in accordance with the recommendations / literature, such as: not using superior seeds, the age of the plants for seedlings is not appropriate, not seeding seedlings, processing is not maximal, planting spacing and disease control have not been done, harvesting and distillation is not appropriate. (2) The suggested strategy for developing patchouli farming in Nagari Kajai, Talamau Sub-District, West Pasaman Regency is to improve the quality of patchouli farmer human resources, empower farmer groups, optimize the role of patchouli extension, provide market information for patchouli oil for farmers, and increase production and the quality of plants and patchouli oil produced. Keywords: Strategy, Development Farming, Patchouli
Kontribusi Sektor Pertanian Sebagai Basis Perekonomian Kabupaten Lima Puluh Kota Berliani Fitri Adella; Melinda Noer; Yuerlita Yuerlita
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i1.435

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kontribusi Sektor Pertanian sebagai Basis Perekonomian Kabupaten Lima Puluh Kota”. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kecenderungan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota selama periode tahun 2010-2020, mengidentifikasi subsektor basis dan nonbasis, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di subsektor pertanian basis Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa runtun waktu (time series) dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Lima Puluh Kota dan Provinsi Sumatera Barat tahun 2010-2020 dan produksi per subsektor pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota dan Provinsi Sumatera Barat tahun 2016-2020. Hasil analisis didapat kesimpulan, selama 10 tahun terakhir pertumbuhan PDRB Sektor Pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki trend pertumbuhan yang negatif walaupun kontribusinya terhadap PDRB Kabupaten Lima Puluh Kota adalah yang terbesar. Subsektor basis pada sektor pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota adalah subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura, dan subsektor perkebunan. Proporsional Shift memiliki nilai negatif pada subsektor tanaman pangan sedangkan Differential Shift memiliki nilai negatif pada subsektor perkebunan.
Kontribusi Sektor Pertanian Sebagai Basis Perekonomian Kabupaten Lima Puluh Kota Berliani Fitri Adella; Melinda Noer; Yuerlita Yuerlita
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 1 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i1.435

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kontribusi Sektor Pertanian sebagai Basis Perekonomian Kabupaten Lima Puluh Kota”. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kecenderungan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota selama periode tahun 2010-2020, mengidentifikasi subsektor basis dan nonbasis, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di subsektor pertanian basis Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa runtun waktu (time series) dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Lima Puluh Kota dan Provinsi Sumatera Barat tahun 2010-2020 dan produksi per subsektor pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota dan Provinsi Sumatera Barat tahun 2016-2020. Hasil analisis didapat kesimpulan, selama 10 tahun terakhir pertumbuhan PDRB Sektor Pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki trend pertumbuhan yang negatif walaupun kontribusinya terhadap PDRB Kabupaten Lima Puluh Kota adalah yang terbesar. Subsektor basis pada sektor pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota adalah subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura, dan subsektor perkebunan. Proporsional Shift memiliki nilai negatif pada subsektor tanaman pangan sedangkan Differential Shift memiliki nilai negatif pada subsektor perkebunan.
Analisis Modal Sosial Dalam Pengelolaan Jaringan Irigasi Tersier Pada Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tuah Sakato Kecamantan Kuranji Kota Padang Firges, Hega Hegia; Yuerlita, Yuerlita; Hidayat, Rian
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 3 (2023): December
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i3.463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan pengelolaan jaringan irigasi tersier Gunung Nago Kanan yang dikelola oleh P3A Tuah Sakato, dan (2) Menganalisis modal sosial P3A Tuah Sakato dalam mengelola jaringan irigasi tersier Gunung Nago Kanan. Penelitian ini dilaksanakn dengan metode survey dengan Ketua P3A, Tuo Banda, Juru Pengairan dan Ketua Kelompok Tani sebagai informan kunci dan anggota P3A sebagai responden dalam penelitian ini . Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan jaringa irigasi trsier Hasil data akan dianalisis menggunakan metode miles dan hubermann. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan jaringan irigasi tersier yang dilakukan oleh P3A Tuah Sakato mencakup operasi jaringa irigasi, pemeliharaan, rehabilitasi, pengerahan sumberdaya dan penyelesaian konflik. hubungan timbal balik anggota P3A Tuah Sakato berada pada kategori sedang hingga kuat, sedangkan partisipasi berada pada kategori sedang dan kuat, sedangkan tindakan proaktif , modal sosial pada pengelolaan irigasi yang dilakukan oleh anggota P3A Tuah Sakato berada pada kategori sedang dan beberapa variabel ada yang berada pada kategori kuat dan lemah. 
Pemberdayaan Petani Dalam Program Echo Green di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman Danny Sinaga, Markus Agrifa; Yuerlita, Yuerlita; Budiman, Cipta
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 2 (2023): August
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i2.472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keterlibatan petani pada proses pemberdayaan dalam program ECHO Green di Kecamatan Lubuk Alung, (2) Mendeskripsikan manfaat pelaksanaan program ECHO Green bagi petani di Kecamatan Lubuk Alung. Penelitian ini dilakukan pada bulan April – Juni 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Program ECHO Green merupakan program yang bertujuan untuk mempromosikan inisiatif ekonomi hijau oleh petani perempuan dan generasi muda di sektor pertanian berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan petani dalam program ECHO Green sudah melibatkan petani pada kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Manfaat yang dirasakan oleh petani setelah mengikuti program ECHO Green meliputi manfaat pribadi yaitu bertambahnya pengetahuan dan keterampilan petani, manfaat sosial yaitu terjalinnya kerjasama/gotong royong antar petani melalui jejaring JAPTA GEMPAR, manfaat materi yaitu berkurangnya biaya produksi petani untuk pembelian pupuk dan pestisida karena petani mampu membuat pestisida nabati dan pupuk organik untuk memenuhi kebutuhan pupuk dan ada juga petani yang memanfaatkannya sebagai peluang usaha untuk menambah penghasilan petani. Dari hasil penelitian ini diharapkan petani dapat terus berupaya dalam menerapkan sistem pertanian yang berkelanjutan dan mempromosikan pertanian berkelanjutan kepada petani lainnya.