Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS DAYA SAING KEDELAI DI KABUPATEN SUMENEP Miftah Farid; Ida Ekawati; Ika Fatmawati
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 6 No 1 (2009): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.624 KB) | DOI: 10.24929/fp.v6i1.546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis daya saing kedelai ditinjau dari segi keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif, 2) Mengkaji dampak kebijakan pemerintah terhadap usahatani kedelai di Kabupaten Sumenep. Analisis yang digunakan adalah matrik kebijakan atau Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil analisis menunjukkan bahwa usahatani kedelai di Kabupaten Sumenep mempunyai keunggulan komparatif dan mempunyai keunggulan kompetitif. Dampak kebijakan pemerintah terhadap input dan output memberikan dampak positif terhadap usahatani kedelai di Kabupaten Sumenep. Begitu juga dampak kebijakan pemerintah terhadap input dan output secara keseluruhan berdampak positif terhadap usahatani kedelai di Kabupaten Sumenep.
UJI EFEKTIVITAS PUPUK CAIR URINE SAPI SEBAGAI SUBSTITUSI PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa) Ika Fatmawati
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 7 No 1 (2010): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.453 KB) | DOI: 10.24929/fp.v7i1.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk cair urine sapi sebagai substitusi dari pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi (Oryza sativa). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang tersusun secara faktorial yang terdiri dari faktor I berupa dosis pupuk cair urine sapi, terdiri dari pupuk cair urine sapi 5 liter/ha (A1), pupuk cair urine sapi 10 liter/ha (A2), pupuk cair urine sapi 15 liter/ha (A3) dan faktor II berupa dosis pupuk urea, terdiri dari urea 150 kg/ha (B1), urea 100 kg/ha (B2), urea 50 kg/ha (B3), urea 0 kg/ha (B4). Analisis yang digunakan adalah analisis ragam dengan menggunakan uji F, kemudian diuji dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) atau Uji Duncan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi yang nyata antara perlakuan pupuk cair urine sapi dengan pupuk urea terhadap semua variabel yang diamati. Perlakuan pupuk cair urine sapi juga tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian urea 150 kg/ha merupakan perlakuan terbaik pada variabel tinggi tanaman umur 48 HST, 58 HST, dan 68 HST, jumlah anakan, jumlah malai, panjang malai, jumlah gabah isi, dan produksi per ha (GKP).
KESIAPAN MASYARAKAT TERHADAP PERENCANAAN PENGEMBANGAN AGROWISATA JAMU RAMUAN MADURA DI KABUPATEN SUMENEP Ika Fatmawati; Arfinsyah Hafid A; Sendy Ralistiya
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 9 No 1 (2012): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.251 KB) | DOI: 10.24929/fp.v9i1.572

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap perencanaan pengembangan Agrowisata Jamu Ramuan Madura di Kabupaten Sumenep dan (2) untuk mengetahui kesiapan masyarakat terhadap perencanaan pengembangan Agrowisata Jamu Ramuan Madura di Kabupaten Sumenep. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja di Desa Matanair Kecamatan Rubaru dengan pertimbangan berdasarkan penelitian sebelumnya (Fatmawati et al. (2012) dan Ralistiya et al. (2012) bahwa Desa Matanair merupakan daerah yang berpotensi untuk dikembangkan Agrowisata Jamu Ramuan Madura. Hasil analisis menunjukkan bahwa masyarakat Desa Matanair siap terhadap perencanaan pengembangan Agrowisata Jamu Ramuan Madura walaupun perlu sosialisasi karena masih banyak yang belum mengetahui adanya perencanaan tersebut.
STRATEGI PEMASARAN PUPUK BOKASHI DI CV. SUMBER ALAM DESA GUNG-GUNG KECAMATAN BATUAN KABUPATEN SUMENEP Fathol Mu’ien; Ika Fatmawati; Imam Juhari
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 11 No 1 (2014): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.059 KB) | DOI: 10.24929/fp.v11i1.574

Abstract

Sumber Alam merupakan satu-satunya agroindustri lokal yang memperoleh izin dari Departemen Pertanian untuk memproduksi pupuk organik di Kabupaten Sumenep. Agar mampu bersaing dengan agroindustri lain, diperlukan strategi pemasaran pupuk bokashi, sehingga dapat memperoleh hasil yang optimum dari setiap penggunaan sumber daya yang ada. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi lingkungan internal CV. Sumber Alam, (2) mengidentifikasi lingkungan eksternal CV. Sumbe Alam, (3) merumuskan dan merekomendasikan alternatif strategi pemasaran yang sesuai bagi CV. Sumber Alam. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Matriks Internal Factor Evaluation (IFE), Matriks External Factor Evaluation (EFE), Analisis Strengths, Weaknesseses, Opportunities and Threats (SWOT), serta Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Dari perhitungan didapatkan total skor terbobot 3,105 untuk IFE dan total skor terbobot 2,77 untuk EFE. Dari kedua nilai tersebut, maka diketahui bahwa CV. Sumber Alam dalam memasarkan pupuk bokashi menempati posisi sel IV, kondisi Grow and Build dengan strategi intensif (Market Penetration, Market Development dan Product Development), CV. Sumber Alam harus melakukan strategi S-O yakni meningkatkan produksi, meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan layanan kepada konsumen.
ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KACANG METE GORENG CENTRA MENTE MADURA DI SUMENEP Zainudin Zainudin; Ika Fatmawati; Amir Hamzah
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 11 No 1 (2014): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.882 KB) | DOI: 10.24929/fp.v11i1.578

Abstract

Dalam kondisi persaingan bisnis, sikap konsumen sangat berpengaruh terhadap suatu produk karena memiliki hubungan yang sangat signifikan terhadap keputusan pembelian suatu produk. Sikap konsumen juga mempengaruhi keputusan konsumen seperti harga, rasa, dan kemasan yang merupakan faktor pendorong dalam proses keputusan pembelian suatu produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dan pengaruh sikap konsumen terhadap keputusan pembelian kacang mete goreng Centra Mente Madura di Sumenep. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli dan mengkonsumsi pruduk kacang mete goreng Centra Mente Madura di Sumenep. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah Korelasi Berganda dan Regresi Berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa sikap konsumen dari segi rasa, harga, dan kemasan memiliki hubungan yang kuat (74,7%) dalam mempengaruhi keputusan pembelian kacang mete goreng. Dari hasil ketiga variabel T1, T2, dan T3 secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen (Y) terhadap kacang mete goreng.
POTENSI AGRIBISNIS USAHA TANI KELAPA DI KABUPATEN SUMENEP Imra’atut Tamimah; Ika Fatmawati; Arfinsyah Hafid Anwari
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 15 No 1 (2018): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.909 KB) | DOI: 10.24929/fp.v15i1.642

Abstract

Kelapa adalah salah satu komoditas di Wilayah Nusantara yang paling luas penyebarannya. Kelapa merupakan bagian yang melekat di kehidupan masyarakat dengan peran yang berbeda-beda, peran kelapa yaitu untuk memenuhi kebutuhan sosial dan budaya hingga untuk kepentingan ekonomi, sehingga kelapa dijuluki tree oflife, pohon kehidupan. Penelitian ini bertujuan yaitu : (1). Untuk mengetahui potensi sumber daya agribisnis kelapa di Kabupaten Sumenep. (2). Untuk mengetahui potensi pasar agribisnis kelapa di Kabupaten Sumenep. Penentuan lokasi penelitian dilaksanakan secara sengaja (purposive sampling) dengan mempertimbangkan bahwa Kabupaten Sumenep adalah salah satu Daerah sentra produksi kelapa dengan produktivitas yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan data sekunder, yaitu data yang didapat secara tidak langsung melalui pelantara seperti data yang diambil dari literatur dan lembaga-lembaga terkait yang mempunyai hubungan dengan penelitian ini. Metode analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif yang meliputi analisis LQ, trend permintaan dan trend penawaran. Hasil analisis menunjukkan Sumber daya agribisnis tanaman kelapa di Kabupaten Sumenep memiliki potensi sebagai basis pertumbuhan dan memiliki keunggulan komparatif sehingga hasilnya selain bisa untuk memenuhi kebutuhan seluruh Kabupaten Sumenep juga bisa dikirim keluar Wilayah Kabupaten Sumenep. Potensi pasar agribisnis dapat terlihat dari penawaran dan permintaan kelapa di Kabupaten Sumenep pada tahun 2016 diperkirakan mencapai sebesar 43.069 ton dan 5.550 ton. Produksi kelapa mampu memiliki surplus (kelebihan) penawaran yang memenuhi di Kabupaten Sumenep.
Persepsi Masyarakat Madura Terhadap Peran Tumbuhan Etnofarmaka di Kabupaten Sumenep Dody Kurniawan; Ika Fatmawati
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 16 No 2 (2019): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1720.992 KB) | DOI: 10.24929/fp.v16i2.809

Abstract

Salah satu wilayah di Pulau Madura yang memiliki kontribusi besar dalam produksi tanaman obat adalah Kabupaten Sumenep. Sumenep juga dikenal sebagai pusat pembuatan ramuan obat tradisional. Peran pentingnya etnofarmaka sebagai sediaan bahan baku obat tradisional di lingkungan masyarakat Sumenep perlu ditanamkan dari generasi ke genarasi berikutnya. Adanya interaksi tersebut membentuk persepsi sebagai rangsangan dalam sikap dan tindakan manusia terhadap tanaman obat. Maka penting bagi peneliti untuk menelaah lebih lanjut mengenai persepsi masyarakat Madura terhadap peran tanaman etnofarmaka di Kabupaten Sumenep. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan peran etnofarmaka sebagai bahan baku sediaan obat tradisional pada masyarakat Madura; 2)Mengetahui persepsi masyarakat mendasarkan gol umur terhadap peran etnofarmaka; 3)Mengetahui prioritas peran tumbuhan etnofarmaka di kalangan masyarakat Madura. Penelitian dilakukan di Kecamatan Rubaru, Ambunten, Lenteng, Manding dan Batuan. Penentuan lokasi tersebut ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa kelima Kecamatan tersebut merupakan sentra produksi beberapa macam tanaman biofarmaka di Kabupaten Sumenep. Metode analisa yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menggambarkan presepsi masyarakat Madura mengenai etnofarmaka dengan menggunakan Skala Likert serta digunakan observasi berpartisipasi dalam menelaah lebih lanjut peran etnofarmaka dalam presepsi masyarakat. Adapun Hasil dari penelitian ini adalah jenis penggunaan tanaman Etnofarmaka untuk penyakit di Kabupaten Sumenep seperti Jahe untuk pengobatan batuk, masuk angin, obat bisul; Kencur untuk pengobatan batuk, selesai melahirkan; Kunyit untuk pengobatan panas dalam, tipus, panu, tidak nafsu makan; Temu Ireng untuk pengobatan tidak nafsu makan, batuk, cacingan; Temulawak untuk pengobatan kolesterol, demam; Lengkuas untuk pengobatan rematik, ganguan pencernaan; Temu Kunci untuk pengobatan gangguan lambung; Mengkudu untuk lemah jantung, keputihan; dan Lidah Buaya untuk pengobatan batuk, rambut rontok, luka; penggunaan Etnofarmaka secara urut pada usia terbesar dengan 38% terdapat pada umur 41-50 tahun, kemudian 24% pada kisaran umur 20-30 tahun, dan 22% pada umur antara 31-40 tahun, sedangkan 16% pada umur 51-60 tahun dan dibawah 20 tahun sangat sedikit; dan Prioritas peran tumbuhan Etnofarmaka di kalangan masyarakat Madura sebagai tumbuhan pengobatan dengan tingkat kemudahan mendapatkan, dapat digunakan di semua golongan usia, tingkat kesesuaian kebutuhan oleh masyarakat dan penggunaan tanpa efek samping.
Analisis Kelayakan Budidaya Tambak Udang Vannamei Semi Intensife di Desa Lapa Taman Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep Hilal Hilal; Ika Fatmawati
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 16 No 2 (2019): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1720.989 KB) | DOI: 10.24929/fp.v16i2.812

Abstract

Udang Vannamei (litopenaeus vannamei) merupakan udang introduksi yang secara ekonomis bernilai tinggi sebagai komoditi ekspor, yang mulai diizinkan masuk ke Indonesia melalui SK menteri kelautan dan perikanan RI. No.41/2001. Usaha budidaya Udang Vannamei merupakan usaha yang prospektif untuk di kembangkan pada daerah Sumenep yang memiliki wilayah pesisir luas seperti Desa Lapa Taman. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui budidaya tambak udang vannamei semi intensif di Desa Lapa Taman Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep. (2) Untuk mengetahui kelayakan tambak udang vannamei semi intensif di budidayakan di Desa Lapa Taman Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lapa Taman Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep. Tekhnik pengambilan data dalam penentuan sampel penelitian yang akan dilakukan yaitu dengan sengaja (purpossive) menggunakan teori menurut Surachman (1985). Analisis yang digunakan adalah analisis kelayakan, Net B/C Ratio, IRR, dan Payback Period. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha budidaya Udang Vannamei di Desa Lapa Taman layak dengan nilai sebesar Rp.680,864,505.85, Net B/C Ratio sebesar 56.65%, IRR sebesar 3.23, dan PP sebesar 3.94.
STRATEGI PENGEMBANGAN JAMU RAMUAN MADURA DI KABUPATEN SUMENEP Ika Fatmawati; Nur Qoudry Wijaya
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 18 No 1 (2021): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v18i1.1365

Abstract

Salah satu daerah yang terkenal dengan brand jamu adalah Madura.Industri Jamu Ramuan Madura masih banyak memilki kendala di tengah keberhasilan yangtelah adakarena maraknya peredaran jamu berbahan baku kimia, dalam hal ini dikarenakan daya saing dan kemampuan nilai jual produk jamu dari usaha mikro yang belum terstandarisasi sesuai ketentuan Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat terhadap produk jamu ramuan Madura berdasarkan studi perilaku konsumen.Untuk mengetahui strategi pemasaran yang tepat pada produk jamu ramuan Madura yaitu menggunakan analisis SWOT sebagai metode pengolahan data kemudian dipilah dalam IFAS dan EFAS 347, 62 dan 355 artinya faktor eksternal lebih kuat daripada faktor internal. Hasil penelitian berdasarkan skor IFAS dan EFAS. Strategi yang tepat untuk diterapkan pada produsen jamu Ramuan Madura yaitu: (a) Meningkatkan promosi dan memperluas daerah pemasaran Oleh karena ini untuk mengembangkan jamu ramuan Madura harus mampu memanfaatkan peluang pemasaran, (b) Modifikasi Kemasan, (c) Teknologi mengurangi aroma menyengat pada jamu, (d) adanya pelatihan dan pendampingan dalam mengurus ijin.
PERMINTAAN DAN PENAWARAN JAHE DI ERA PANDEMI Ika Fatmawati P; Heny Dianawati
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 19 No 1 (2022): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v19i1.1977

Abstract

Di Indonesia penyebaran covid 19 terdeteksi sejak maret 2020, untuk mencegah penularannya dengan menjaga kekebalan sistem imun. Banyak informasi beredar di kalangan masyarakat bahwa mengonsumsi tanaman herbal dapat meningkatkan sistem imun pada tubuh. Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan surat edaran dirjen pelayanan kesehatan nomor HK.02.02/iv/2243/2020 tentang pemanfaatan obat tradisional untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan. Budidaya tanaman herbal di kabupaten Sumenep saat ini mempunyai prospek sangat tinggi karena di era pzandemi dan akibat gaya hidup masyarakat back to nature. Hal ini juga tidak lepas dari maraknya berbagai macam minuman herbal yang mampu berkontribusi cukup besar. Semakin bertambahnya pemanfaatan tanaman herbal diantaranya sebagai minuman herbal, obat herbal, makanan, maupun industri kosmetik menyebabkan semakin tinggi permintaan akan tanaman herbal salah satunya adalah jahe. Melonjaknya permintaan jahe membuat para petani kesulitan memenuhi permintaan sehingga mendatangkan bahan dari luar daerah. Pentingnya proyeksi permintaan dan penawaran supaya dapat memenuhi jumlah permintaan agar tidak terjadi kekurangan ataupun surplus jahe. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran jahe di Kabupaten Sumenep di era pandemi covid-19. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja, pengambilan data menggunakan data sekunder yang berkaitan langsung dengan objek penelitian. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan alat analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor yang mempengaruhi permintaan jahe di Kabupaten Sumenep di era pandemi covid-19 adalah jumlah penduduk. (2) Faktor yang mempengaruhi penawaran jahe di Kabupaten Sumenep di era pandemi covid-19 adalah luas areal panen jahe.