Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF MENGGUNAKAN SOFTWARE AFTER EFFECT CC Fepryna Yenti
Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya optimalisasi Pembelajaran Jarak Jauh(PJJ), khususnya diera pandemic covid 19 yaitu dengan pemberian video pembelajaran. Melalui video diharapkan siswa lebih mudah untuk memahami dan mengulang materi pembelajaran di rumah. Salah satu yang dapat digunakan yaitu media pembelajaran berbasis multimedia interaktif menggunakan software adobe after effect CC yang valid, praktis dalam pembelajaran matematika khususnya di SMP Negeri 2. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4-D models yang dimodifikasi. Model ini terdiri dari 4 tahap yakni define, design, develop dan dissiminate. Namun pada penelitian ini hanya menggunakan 3 tahapan dari 4-D models, yaitu tahap define, design, dan develop pada tahap define dilakukan analisis kebutuhan, analisis siswa, analisis kurikulum, dan analisis materi terkait permasalahan dalam dalam pembelajaran matematika. Pada tahap design dilakukan perancangan dan penyusunan materi aritmatika sosial pada media berdasarkan hasil analisis kebutuhan. Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran matematika berbasis multimedia interaktif menggunakan software adobe after effect CC yang dikembangkan valid dengan nilai rata-rata hasil validasi yaitu 74%. Nilai praktikalitas modul yang diperoleh dari angket respon siswa berada pada kategori praktis yaitu 72%. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran matematika berbasis multimedia interaktif menggunakan softwareadobe after effect CC yang dihasilkan sudah valid dan praktis.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAPA HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DIMASA PANDEMI COVID-19 Fepryna Yenti
Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya hasil belajar matematika siswa MTsN 2 Payakumbuh pada penerapan pembelajaran daring masa pandemi COVID-19 salah satu penyebabnya adalah belum adanya media audio visual yang diberikan guru dalam pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio visual (Video) terhadap hasil belajar matematika siswa. Ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan disain the design Randomized Control Group Only Design. Populasi adalah seluruh siswa kelas VII tahun Pelajaran 2021-2022 MTsN 2 Payakumbuh. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Ada dua sampel yaitu Sampel yang digunakan yaitu kelas VII-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-3 sebagai kelas control. Uji hipotesis menggunakan uji t, dengan hasil $t_{hitung}=2,04$ dan $t_{tabel}=1,67$, karena $t_{hitung}>t_{tabel}$ maka dapat diartikan yang berarti bahwa terdapat pengaruh penggunaan media audio visual(video) terhadap hasil belajar siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP N 1 BASO Melia Roza; Fepryna Yenti; Majidah Khairani
Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih baik dibanding siswa dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas tujuh di SMPN 1 Baso. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan Randomized control group only design. Populasi penelitian adalah siswa kelas tujuh SMPN 1 Baso yang terbagi atas tujuh kelas dengan jumlah siswa 138 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas $VII_{1}$ sebagai kelas eksperimen sebanyak 20 orang siswa dan siswa kelas $VII_{2}$ sebagai kelas kontrol sebanyak 20 orang siswa yang diambil melalui simple random sampling. Instrumen penelitian adalah tes akhir berupa soal essay berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah matematis. Hasil tes akhir akan digunakan untuk uji hipotesis dengan uji-t dengan $\alpha=0,05$ dan $dk=36$ Analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen lebih tinggi bila dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan uji t diperoleh bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan model pembelajaran inkuiri lebih baik dibandingkan siswa dengan model pembelajaran konvensional.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT FASILITATOR AND EXPLAININGTERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA Fepryna Yenti; Melia Roza; Sefrinal Sefrinal
Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman konsep matematis merupakan salah satu tujuan pembelajaran matematika sehingga kemampuan ini sangat diharapkan dapat berkembang dan mengalami peningkatan. Namun, diperoleh fakta bahwa pemahaman konsep matematis siswa kelas X MIPA masih rendah. Model pembelejaran Student Fasilitator And Explaining diharapkan mampu memfasilitasi siswa dalam peningkatan pemahaman konsep matematis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematis siswa yang belajar dengan model pembelajaran Student Fasilitator And Explaining lebih baik daripada pemahaman konsep matematis siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Desain penelitian eksperimen yang digunakan adalah Randomized Control Group Only Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling. Uji yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji t, dengan kesimpulan akhir diperoleh bahwa pemahaman konsep matematika siswa menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Student Fasilitator And Explaining lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa menggunakan Pembelajaran Konvensional.