Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN SENAM HIPERTENSI UNTUK MENGONTROL TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI DESA CIHIDEUNG TAHUN 2024 Epriliyani, Adinda; Kusmiran, Eny
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/yf8ng449

Abstract

Hipertensi dikenal dengan heterogeneous group of disease, yaitu hipertensi dapat menyerang setiap orang dari berbagai kelompok sosial ekonomi. (Munasifah, 2023). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan program senam hipertensi sebagai upaya untuk menurunkan tekanan darah pada warga di RW 08, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, pada tahun 2024. Metode yang dilakukan ada tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan senam dilakukan dua kali seminggu selama 30 menit yang dihadiri oleh 21 warga. Sebelum dan setelah senam, tekanan darah peserta diukur untuk menilai perubahan yang terjadi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebelum intervensi, rata-rata tekanan darah masuk dalam kategori Hipertensi Derajat II pada senam hari pertama. Setelah pelaksanaan senam hipertensi hari kedua, rata-rata tekanan darah turun dalam kategori Hipertensi Derajat I, hal ini menunjukkan adanya pengaruh dari senam hipertensi terhadap penurunan tekanan darah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa senam hipertensi dapat memberikan dampak positif dalam menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi
Potensi Antimikroba Pada Teh Kombucha Bunga Kecombrang (Etlangia elatior) Fadhilah, Fitri Rahmi; Pakpahan, Suyarta; Rezaldi, Firman; Kusmiran, Eny; Cantika, Erika; Julinda, Olvia; Muhammad, Riszal
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i1.186

Abstract

Latar Belakang: Salah satu minuman probiotik yang terbuat dari bunga kecombrang yang difermentasi bersama scoby (biang kombucha), dan substrat gula disebut kombucha teh bunga kecombrang. Peningkatan konsentrasi gula dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur patogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombucha bunga kecombrang terhadap aktivitas pertumbuhan bakteri patogen gram positif dan gram negatif serta jamur patogen berdasarkan variasi konsentrasi gula. Perlakuan konsentrasi gula yang digunakan adalah 20%, 30%, dan 40%. Metode: Penelitian menggunakan metode difusi cakram dengan menggunakan bakteri uji Escherichia coli dan Staphylococcus aureus serta jamur uji Candida albicans untuk mengetahui diameter zona bening yang terbentuk berdasarkan  sifat anti mikroba kombucha. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 40% merupakan konsentrasi gula pada fermentasi kombucha bunga kecombrang yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans dengan diameter masing-masing 14 mm, 10,3 mm dan 12 mm. Setelah data digabungkan dengan zona hambat terhadap C. albicans, diperoleh hasil yang berbeda nyata pada konsentrasi gula 40% dengan p-value (0,000). Kesimpulan: Fermentasi kombucha teh bunga kecombrang mempunyai spektrum yang luas dan berpotensi sebagai minuman probiotik dalam meningkatkan imunitas dengan menghambat laju pertumbuhan bakteri patogen dan ragi.
Analysis of Hemodialysis Duration as a Determining Factor of Quality of Life in Patients with Chronic Kidney Disease : A Cross-Sectional Study at Regional General Hospital, Bandung Regency, 2024 Kusmiran, Eny; Tentry Fuji Purwanti; Hani Hanafiah
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 2 (2026): January
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i2.953

Abstract

Background: Chronic kidney disease (CKD) is a progressive global health problem, with hemodialysis serving as a vital life-sustaining therapy. The therapy duration potentially impacts patients’ quality of life due to physical, psychological, and social challenges. Purpose: This study aimed to investigate the relationship between the duration of hemodialysis and quality of life among CKD patients at Regional General Hospital, Bandung Regency, Indonesia. Methods: A cross-sectional correlational design was employed in May 2024 involving 80 CKD patients undergoing hemodialysis, recruited by accidental sampling. Duration of hemodialysis was obtained from medical records, while quality of life was measured using the validated Kidney Disease Quality of Life Short Form (KDQOL-SF36). Data were analyzed using descriptive statistics and the Chi-Square test, with significance set at α = 0.05. Results: The mean age of participants was 46.3 ± 8.9 years; 56.3% were male. Patients undergoing hemodialysis for more than 24 months constituted 45.0% of the sample. Quality of life was reported as good by 57.5% of respondents, moderate by 30.0%, and poor by 12.5%. A significant association was found between hemodialysis duration and quality of life (p < 0.001), with longer treatment durations correlating with better quality of life 86.1% of patients treated over 24 months reported good quality of life compared to 35.5% in those treated under 12 months. Conclusion: Longer duration of hemodialysis is significantly associated with improved quality of life among CKD patients, potentially reflecting enhanced coping and adaptation mechanisms. These findings highlight the necessity for holistic nursing care programs tailored to treatment duration to optimize patient outcomes.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Kontrol Pengobatan Pada Pasien Hipertensi Di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit AMC Sari, Ria; Istianah, Istianah; Sutisna, M. Iqbal; Kusmiran, Eny
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.9196

Abstract

This study aims to identify the relationship between family support and medication adherence in hypertensive patients at the Internal Medicine Department of AMC Hospital. The research method used is a correlational design with a cross-sectional approach, involving 61 respondents undergoing hypertension treatment. The results show that 41% of respondents have inadequate family support, and 54.1% are non-adherent to medication control. Analysis using Chi-Square test produced a p-value of <0.001, indicating a significant relationship between family support and adherence. Good family support positively influences patients' adherence to therapy, highlighting the importance of enhancing family involvement in the treatment process to prevent further complications.
EFEKTIVITAS PROGRAM EDUKASI MANAJEMEN KEBERSIHAN MENSTRUASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN PRAKTIK KESEHATAN MENSTRUASI DI SMPN 1 PASEH TAHUN 2026 Elysia, Nadira; Kusmiran, Eny; Ramadhan, Arieni; rustandi, Budi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.9269

Abstract

Latar Belakang: Manajemen kebersihan menstruasi yang kurang baik pada remaja putri dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi sehingga diperlukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik kesehatan menstruasi. Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program edukasi manajemen kebersihan menstruasi terhadap pengetahuan dan praktik kesehatan menstruasi pada siswi di SMPN 1 Paseh Tahun 2026. Bahan dan metode. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi experiment melalui one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VIII SMPN 1 Paseh sebanyak 274 orang, dengan sampel 74 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling melalui cluster random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil. Sebelum intervensi, tingkat pengetahuan siswi sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 39 responden (52,7%), dan praktik kesehatan menstruasi sebagian besar juga berada pada kategori cukup sebanyak 38 responden (51,4%). Setelah diberikan program edukasi, tingkat pengetahuan meningkat menjadi kategori baik pada 71 responden (95,9%), sedangkan praktik kesehatan menstruasi meningkat menjadi kategori baik pada 69 responden (93,2%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dengan nilai p < 0,001, serta terdapat perbedaan yang signifikan pada praktik kesehatan menstruasi sebelum dan sesudah edukasi dengan nilai p < 0,001. Kesimpulan. Program edukasi manajemen kebersihan menstruasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik kesehatan menstruasi siswi di SMPN 1 Paseh Tahun 2026.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN NY.T DENGAN GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULAR AKIBAT CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DITANDAI ADANYA EDEMA PARU DENGAN INTERVENSI FISIOTERAPY PURSED LIPS BREATHING DI RUANG ICU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LEMBANG TAHUN 202 Erika, Erika; Istianah, Istianah; Kusmiran, Eny; Rustandi, Budi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.9288

Abstract

Latar Belakang: Congestive heart failure (CHF) merupakan kondisi jantung dalam memompa darah secara efektif sehingga menyebabkan penumpukan cairan, slaah satunya edema paru yang dapat menimbulkan gangguan pernapasan. Kondisi ini memerlukan penatalaksanaan medis dan keperawatan yang tepat untuk meningkatkan status respirasi pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah teknik pernafasan pursed lips breathing untuk membatu meningkatkan ventilasi dan menurukan sesak nafas. Tujuan : menganalisis penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem kardiovaskular akibat congestive heart failure (CHF) yang ditandai dengan edema paru melalui intervensi fisioterapi pursed lips breathing. Metode : metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi pada pasien Ny. T di ruang ICU RSUD Lembang tahun 2026. Pengumpulan data dilakukan mellaui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Hasil : penerapan intervensi menunjukan adanya perbaukan kondisi respirasi pasien yang ditandai dengan penurunan keluhan sesak napas, peningktanan saturasi oksigen, serta perbaikan pola pernafasan setelah dilakukan latihan pursed lips breathin. Kesimpulan : intervensi pursed lips breathing dapat memabtu meningkatkan fungsi pernapasan pada pasien CHF yang mengalami edema paru sehingga dapat dijadikan sebagai salah Satu intervensi keperawatan dalam mengatasi gangguan pola nafas.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Dengan Media Audiovisual Terhadap Dependent Care Agency Orang Tua Dalam Penanganan Diare Anak Di Komunitas Tahun 2026 Jamidah, Aliyah Aisyah; Kusmiran, Eny; Ramadhan, Arieni; Istianah, Istianah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering terjadi pada anak dan dapat menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani dengan tepat. Kemampuan orang tua dalam melakukan perawatan anak yang mengalami diare sangat penting untuk mencegah terjadinya dehidrasi dan komplikasi lanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah melalui pendidikan kesehatan dengan media audiovisual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan media audiovisual terhadap dependent care agency orang tua dalam penanganan diare anak di wilayah komunitas Puskesmas Ciwaruga. Metode: Penelitian ini menggunakan desain one group pretest–posttest. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 88 orang tua dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dependent care agency dengan skala ordinal (tinggi, sedang, rendah). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Dependent care agency sebelum intervensi sebagian besar responden berada pada kategori sedang (72,7%). Dependent Care Agency setelah intervensi, kategori sedang (52,3%) dan tinggi (47,7%). Uji statistik menunjukkan p-value 0,001 (< 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan media audiovisual efektif terhadap dependent care agency orang tua dalam penanganan diare anak
Analisis Asuhan Keperawatan Pada Ny.I Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler Akibat CHF (Congestive Heart Failure) Dengan Penerapan Intervensi Posisi Semi Fowler Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen Di Ruang ICU RSUD Cililin Tahun 2025 Yulianti, Yuli; Manumara, Theophylia Melisa; Kusmiran, Eny; Manalu, Lisbet Octavia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Congestive heart failure (CHF) adalah kondisi di mana jantung mengalami kesulitan dalam memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metaboslime tubuh. Perubahan posisi tubuh dapat memengaruhi parameter hemodinamik non-invasif, salah satu intervensi keperawatan yang dapat diterapkan adalah pemberian posisi semi fowler berperan dalam mempermudah jalannya udara menuju paru paru serta memfasilitasi masuknya oksigen sehingga menyebabkan peningkatan saturasi oksigen. Tujuan. menganalisis efektivitas penerapan posisi semi fowler terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien CHF (Congestive heart failure). Metode. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik yang menggunakan metode pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, pemeriksaan fisik, wawancara, dan studi dokumentasi. Intervensi yang diberikan adalah posisi semi fowler. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan saturasi oksigen sebelum dan sesudah intervensi. Hasil. hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi posisi semi fowler yang diberikan selama perawatan mampu meningkatkan saturasi oksigen pada pasien CHF (Congestive Heart Failure) serta frekuensi napas dalam batas normal, pasien tampak tenang dan pasien dapat beristirahat dengan baik. Simpulan. penelitian ini menunjukan bahwa posisi semi fowler merupakan intervensi efektif untuk meningkatkan saturasi oksigen, mengurangi gejala sesak, pada pasien CHF (Congestive Heart Failure).
RELATIONSHIP BETWEEN PAIN INTENSITY WITH SLEEP QUALITY OF PATIENT POST CAESAREAN SECTION IN RS TK. II DUSTIRA CIMAHI YEAR 2017 Hevy Amelia Noviyanti; Eny Kusmiran; Marlin Sutrisna
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v4i2.63

Abstract

ABSTRACT Background. Cesarean section is an artificial birth, in which the fetus is born through an incision in the abdominal wall and uterine wall and the weight of the fetus is above 500 grams. Impacts that occur after caesarean section are pain and sleep disorders. Aim. To know the relation of pain intensity with sleep quality of mothers post cesarean section. Research methods. Using cross sectional approach. The sample of the study were 42 post-cesarean mothers taken by accidental sampling technique. The data was collected at RS TK. II Dustira Cimahi using Maternal Pain Questionnaire (MPQ) questionnaire for pain intensity measurement and The Sleep Sleep Quality Index (PSQI) for sleep quality measurement, in May 2017. Data analysis using Chi-Square test . Results. The highest intensity of pain occurred in the client after cesarean section with severe pain intensity with 22 respondents (52,4%) and uncomfortable there were 20 respondents (47,6%) and more than most client experience poor sleep quality that is 28 respondents ( 66.7%) but there are still clients who experienced good sleep quality 14 respondents (33.3%). The statistical test results obtained p significance number p = 0,000 thus p <α (0.000 <0.05), then H0 is rejected. Conclusion. There was a significant relationship between the intensity of pain and sleep quality in post-caesarean section patients. Keywords: Cesarean Section, Pain, Sleep Quality  
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT PELAKSANA DI INSTALASI RAWAT INAP Handri Gumelar; Eny Kusmiran; Mokhamad Sandi Haryanto
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v6i2.264

Abstract

Beban kerja merupakan sesuatu yang muncul dari interaksi antara tuntutan tugas, lingkungan kerja, keterampilan, perilaku dan persepsi dari pekerja. Beban kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mengakibatkan kelelahan. Kelelahan kerja perawat merupakan gejala yang berhubungan dengan penurunan efesiensi kerja, keterampilan, serta kebosanan pada perawat. Tujuan Penelitian: menganalisis hubungan beban kerja dengan tingkat kelelahan kerja pada perawat pelaksana di Instalasi Rawat Inap Lantai 1 RSUD Sekarwangi. Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan responden sebanyak 58 orang. Cara pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang dipergunakan adalah kuesioner beban kerja adaptasi dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia dengan 15 pertanyaan dan kuesioner kelelahan kerja dari Tarwaka dengan 30 pertanyaan.  Kedua instrumen telah valid dan reliabel.  Analisis data menggunakan uji kategorik tidak berpasangan alternatif chi-square Kolmogorov-Smirnov. Hasil: lebih dari setengah responden mengalami beban kerja berat sebesar 56,9%. Sebagian besar responden mengalami kelelahan tinggi yaitu 67,2%. Tidak terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja nilai (p=0,338). Diskusi: Beban kerja perawat yang tinggi akan menyebabkan kelelahan kerja perawat. Kelelahan kerja akan berdampak pada pelayanan kepada pasien tidak optimal sehingga berisiko terhadap keselamatan pasien. Meskipun hasil analisis hubungan antar variabel secara statistik tidak bermakna, namun pada kajian secara praktik menunjukkan bahwa beban kerja berlebihan dapat memengaruhi kelelahan kerja. Adanya perbedaan temuan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya kemungkinan dapat disebabkan oleh adanya perbedaan lokasi pengambilan data, instrumen penelitian yang digunakan, dan keterbatasan jumlah sampel.  Kesimpulan: Banyak faktor yang memengaruhi kelelahan kerja.  Hasil penelitian dapat menjadi tolak ukur serta pertimbangan untuk dikembangkannya materi pembelajaran tentang beban kerja terhadap kelelahan kerja beserta faktor-faktor lainnya yang akan memengaruhi beban kerja perawat.Kata kunci: Beban kerja, kelelahan kerja, perawatCorrelation Between Workload and Work Fatigue in Executing Nurses in Inpatient InstalationABSTRACTWorkload is something that emerges from an interaction between task demands, work environment, skills, behavior and perceptions of workers. It is one of the factors that can cause fatigue. Nurses’ work fatigue is a symptom correlated with a decrease in work efficiency, skills, and boredom in nurses. Objective: to analyze the correlation between workload and level of work fatigue in executing nurses at the 1st Floor Inpatient Installation of Sekarwangi Regional Hospital. Methods: This research is descriptive analytic with a cross sectional approach with 58 respondents. Samples were taken   using total sampling. The instruments used were an adapted workload questionnaire from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia with 15 questions and a work fatigue questionnaire from Tarwaka with 30 questions. Both instruments were valid and reliable. Data were analyzed using an alternative unpaired categorical chi-square test of Kolmogorov-Smirnov. Results: More than half of the respondents (56.9%) experienced a heavy workload. Most of the respondents (67.2%) experienced high fatigue. There was no correlation between workload and work fatigue (p=0.338). Discussion: Nurses’ high workload would cause nurses’ work fatigue. Work fatigue would have an impact on unsatisfactory service to patients so that it risked patient safety. Although the results of the analysis of the correlation between variables was not statistically significant, the practical study indicated that excessive workload could affect work fatigue. The differences in the findings of this research with previous studies might be due to differences in the location of data collection, the research instruments used, and the limited number of samples. Conclusion: Many factors affect work fatigue. The results of this research can be used as a benchmark and consideration for the development of learning materials about the impact of workload on work fatigue and other factors that will affect the nurses’ workload.Keywords: workload, work fatigue, nurses