Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KAPABILITAS INOVASI ORGANISASI SEBAGAI MEKANISME PENGHUBUNG ANTARA STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT DAN KINERJA UMKM Perwira, Iwan; Hernita, Hernita; Basri, Muhammad; Ayu Kusumaningrum, Retno; Hasfi, Wirawan
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v5i4.4573

Abstract

This research aims to explore the impact of Strategic Human Resource Management (SHRM) on the performance of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) and to identify the role of organisational innovation capability as a mediator in this relationship. Employing a quantitative method, a survey was conducted involving 125 MSME practitioners in Gowa Regency, South Sulawesi, using purposive sampling techniques. The selection criteria for respondents included businesses that have been operational for a minimum of two years and possess a workforce. The data collected were subsequently analysed using path analysis and the Sobel mediation test. The findings indicate that SHRM has a significant positive effect on innovation capability (β = 0.563; p < 0.05) and on MSME performance (β = 0.271; p < 0.05). Furthermore, innovation capability positively contributes to enhancing MSME performance (β = 0.468; p < 0.05). The Sobel test confirms that innovation capability serves as a significant mediating variable in the relationship between SHRM and MSME performance (z = 3.874; p < 0.05). These findings underscore the importance of implementing strategic human resource management practices to enhance MSME performance through innovation, where the development of competencies and an innovation culture are pivotal strategies for improving competitiveness.
Pengaruh Self-Efficacy Dalam Memediasi Stres Kerja dan Konflik Peran Terhadap Kinerja Karyawan Pada Personel ACO di Perum LPPNPI Cabang MATSC Arini Eka Praharsiwi; Iwan Perwira; Hernita
Biram Samtani Sains Vol 10 No 2 (2026): Periode Juni - Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UGP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/pwe26843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja dan konflik peran terhadap kinerja karyawan melalui self-efficacy pada personel ACO di PERUM LPPNPI Cabang MATSC. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori untuk menjelaskan hubungan kausalitas antar variabel. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert yang disebarkan kepada 50 personel ACO menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS, melalui evaluasi outer model (validitas konvergen, validitas diskriminan, dan uji reliabilitas) serta inner model (R-square, F-square, Q-square, dan uji kecocokan model). Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan metode bootstrapping untuk menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, namun berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-efficacy. Konflik peran tidak berpengaruh signifikan terhadap self-efficacy, namun berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, stres kerja terbukti berpengaruh tidak langsung secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui self-efficacy, sedangkan konflik peran tidak terbukti berpengaruh tidak langsung secara signifikan terhadap kinerja karyawan melalui self-efficacy. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-efficacy memainkan peran mediasi yang penting dalam meningkatkan kinerja karyawan, khususnya dalam hubungan antara stres kerja dan kinerja. Sementara itu, konflik peran memengaruhi kinerja karyawan secara langsung tanpa mediasi yang signifikan melalui self-efficacy. Oleh karena itu, penguatan self-efficacy menjadi strategi kunci dalam manajemen sumber daya manusia di lingkungan kerja bertekanan tinggi