Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja dan konflik peran terhadap kinerja karyawan melalui self-efficacy pada personel ACO di PERUM LPPNPI Cabang MATSC. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori untuk menjelaskan hubungan kausalitas antar variabel. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert yang disebarkan kepada 50 personel ACO menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS, melalui evaluasi outer model (validitas konvergen, validitas diskriminan, dan uji reliabilitas) serta inner model (R-square, F-square, Q-square, dan uji kecocokan model). Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan metode bootstrapping untuk menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, namun berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-efficacy. Konflik peran tidak berpengaruh signifikan terhadap self-efficacy, namun berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, stres kerja terbukti berpengaruh tidak langsung secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui self-efficacy, sedangkan konflik peran tidak terbukti berpengaruh tidak langsung secara signifikan terhadap kinerja karyawan melalui self-efficacy. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-efficacy memainkan peran mediasi yang penting dalam meningkatkan kinerja karyawan, khususnya dalam hubungan antara stres kerja dan kinerja. Sementara itu, konflik peran memengaruhi kinerja karyawan secara langsung tanpa mediasi yang signifikan melalui self-efficacy. Oleh karena itu, penguatan self-efficacy menjadi strategi kunci dalam manajemen sumber daya manusia di lingkungan kerja bertekanan tinggi