Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERAN MEDIASI KOMITMEN DALAM PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN DI PT GRAHA MANDIRI ABADI MAKASSAR Benyamin Goeliling Abdoellah; Muhlis Ruslan; Chahyono Chahyono
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.5961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kepemimpinan dan Disiplin Kerja terhadap Loyalitas Karyawan melalui peran mediasi Komitmen pada PT Graha Mandiri Abadi di Kota Makassar. Studi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami dinamika internal perusahaan, khususnya faktor-faktor yang membentuk dan memperkuat loyalitas karyawan dalam konteks organisasi lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Teknik analisis data yang diterapkan adalah Structural Equation Modeling (SEM), dengan populasi penelitian sebanyak 100 orang karyawan yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepemimpinan dan Disiplin Kerja secara signifikan berpengaruh positif terhadap Komitmen Karyawan. Selain itu, Komitmen juga terbukti memberikan pengaruh positif terhadap Loyalitas Karyawan. Temuan penting dari penelitian ini adalah peran mediasi Komitmen yang signifikan dalam menjembatani pengaruh Kepemimpinan dan Disiplin Kerja terhadap Loyalitas. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas kepemimpinan dan penerapan disiplin yang konsisten sangat diperlukan dalam memperkuat komitmen, yang pada akhirnya berimplikasi pada peningkatan loyalitas karyawan. Kontribusi orisinal dari penelitian ini terletak pada pembuktian empiris peran mediasi Komitmen dalam konteks perusahaan lokal di Makassar, yang juga memberikan implikasi praktis bagi organisasi sejenis di wilayah yang sama. This study aims to analyze the influence of Leadership and Work Discipline on Employee Loyalty through the mediating role of Commitment at PT Graha Mandiri Abadi in Makassar City. The research is motivated by the need to understand the internal dynamics of organizations, particularly the key factors that shape and strengthen employee loyalty within the context of local enterprises. A quantitative approach with a causal associative research design was employed. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM), involving the entire population of 100 employees selected through a saturated sampling technique. The findings indicate that Leadership and Work Discipline have a significant positive influence on Employee Commitment. Furthermore, Commitment is found to significantly influence Employee Loyalty. A critical finding of this study is the significant mediating role of Commitment in the relationship between Leadership, Work Discipline, and Loyalty. This implies that enhancing leadership quality and consistently enforcing work discipline are crucial in fostering commitment, which in turn contributes to increased employee loyalty. The original contribution of this research lies in its empirical validation of the mediating role of Commitment within a specific local corporate setting, providing practical implications for similar organizations operating in the same region.
EFEK MEDIASI MOTIVASI KERJA PADA PENGARUH KARAKTERISITIK INDIVIDU DAN EMPLOYEE ENGAGEMENT TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT PLN (PERSERO) UP2D MAKASSAR Ahmad Faiz R Faiz; Chahyono Chahyono; Muhlis Ruslan
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.5964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mediasi motivasi kerja dalam hubungan antara karakteristik individu dan employee engagement terhadap kinerja karyawan di PT PLN (Persero) UP2D Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 75 responden yang merupakan karyawan aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu dan employee engagement memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dan kinerja karyawan. Temuan penting lainnya adalah bahwa motivasi kerja secara signifikan memediasi hubungan antara karakteristik individu dan employee engagement terhadap kinerja. Nilai R-square menunjukkan bahwa motivasi kerja mampu menjelaskan variabilitas sebesar 70,1%, sedangkan kinerja karyawan dipengaruhi sebesar 73,4% oleh variabel yang diteliti. Hal ini menegaskan bahwa peningkatan karakteristik individu dan employee engagement dapat mendorong motivasi kerja yang lebih tinggi, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kinerja. Implikasi praktis dari penelitian ini menyarankan agar manajemen memperkuat program pengembangan individu, pelatihan berkelanjutan, serta menciptakan sistem penghargaan yang adil untuk meningkatkan motivasi dan keterikatan kerja karyawan. Penelitian ini juga merekomendasikan eksplorasi variabel lain yang mungkin berpengaruh dalam model hubungan ini, seperti kepemimpinan, budaya organisasi, atau kepuasan kerja.   This study aims to analyze the mediating effect of work motivation on the relationship between individual characteristics and employee engagement on employee performance at PT PLN (Persero) UP2D Makassar. A quantitative approach was employed, utilizing Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS) analysis. Data were collected through questionnaires distributed to 75 employees. The results reveal that both individual characteristics and employee engagement positively and significantly influence work motivation and employee performance. Another significant finding is that work motivation plays a mediating role in the relationship between individual characteristics and employee engagement with employee performance. The R-square values indicate that work motivation accounts for 70.1% of the variance, while employee performance is explained by 73.4% of the studied variables. These findings highlight that improving individual characteristics and enhancing employee engagement contribute to increased work motivation, ultimately leading to better performance outcomes. The practical implication of this study suggests that management should prioritize employee development programs, continuous training, and fair reward systems to sustain motivation and engagement. Furthermore, the study recommends future research to investigate other potential influencing factors, such as leadership, organizational culture, or job satisfaction, to enrich the understanding of employee performance dynamics.
EVALUASI PELAKSANAAN ANGGARAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI MELALUI MANAJEMEN OPERASIONAL KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN UTAMA MAKASSAR Fitriani Fitriani; Haeruddin Saleh; Chahyono Chahyono
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.5974

Abstract

Kinerja Pegawai, Pelaksanaan Anggaran, Manajemen Operasional, Pengaruh Langsung, dan Variabel Mediasi menjadi fokus utama dalam penelitian ini yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pelaksanaan anggaran terhadap kinerja pegawai melalui peran manajemen operasional sebagai variabel mediasi. Kinerja pegawai merupakan refleksi dari keberhasilan instansi dalam mencapai tujuan organisasi pada periode tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 68 responden yang merupakan pegawai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan anggaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Pelaksanaan anggaran yang dilakukan tepat waktu dan sesuai perencanaan memberikan ruang bagi pegawai untuk menyelesaikan pekerjaan secara efektif. Selain itu, manajemen operasional terbukti memiliki peran signifikan sebagai variabel mediasi dalam memperkuat pengaruh pelaksanaan anggaran terhadap kinerja pegawai. Dengan manajemen operasional yang berjalan optimal, proses pelaksanaan anggaran menjadi lebih efisien, sehingga berimplikasi pada peningkatan kinerja pegawai secara keseluruhan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pelaksanaan anggaran tidak hanya berdampak langsung terhadap kinerja, tetapi juga secara tidak langsung melalui penguatan aspek manajemen operasional di lingkungan kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Makassar. Employee Performance, Budget Implementation, Operational Management, Direct Influence, and Mediating Variable are the central themes of this study, which aims to analyze the impact of budget implementation on employee performance through operational management as a mediating variable. Employee performance reflects the success of an organization in achieving its goals within a specific period. This research employs a quantitative approach using Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) for data analysis. The sample consists of 68 respondents who are employees of the Office of Harbormaster and Port Authority of Makassar. The findings reveal that budget implementation has a positive and significant influence on employee performance. Timely and well-planned budget execution allows employees to complete their tasks effectively. Furthermore, operational management plays a significant mediating role in strengthening the effect of budget implementation on employee performance. Effective operational management ensures the smooth execution of the budget process, thereby contributing to improved overall employee performance. The study concludes that budget implementation not only has a direct impact on performance but also an indirect influence through the enhancement of operational management practices within the Office of Harbormaster and Port Authority of Makassar.
ANALISIS BUDAYA ORGANISASI WELLBEING DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI PT PLN (PERSERO)  UP3 MAKASSAR SELATAN Khairil Anwar; Sukmawati Mardjuni; Chahyono Chahyono
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.5982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Budaya Organisasi Wellbeing, Kompensasi, dan Employee Engagement terhadap Kinerja Pegawai pada PT PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional guna mengidentifikasi hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel. Sampel penelitian terdiri dari 116 responden yang merupakan pegawai aktif di lingkungan PT PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan. Teknik analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (SmartPLS) guna menguji pengaruh langsung dan mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya Organisasi Wellbeing dan Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Employee Engagement. Selain itu, Budaya Organisasi Wellbeing dan Kompensasi juga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung melalui peran mediasi Employee Engagement. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peningkatan budaya kerja yang mendukung kesejahteraan serta kebijakan kompensasi yang adil dan kompetitif dalam mendorong keterlibatan dan produktivitas pegawai. Oleh karena itu, manajemen perlu mengembangkan strategi peningkatan Budaya Organisasi Wellbeing dan sistem kompensasi sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kinerja pegawai secara optimal. This study aims to analyze the effect of Organizational Culture Wellbeing, Compensation, and Employee Engagement on Employee Performance at PT PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan. A quantitative approach with a correlational method was employed to identify both direct and indirect relationships among the studied variables. The sample consisted of 116 active employees from the PT PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan environment. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with the Partial Least Squares (SmartPLS) technique to assess both direct and mediating effects. The results indicate that Organizational Culture Wellbeing and Compensation have a positive and significant effect on Employee Engagement. Furthermore, Organizational Culture Wellbeing and Compensation also positively and significantly influence Employee Performance, both directly and indirectly through the mediating role of Employee Engagement. These findings highlight the importance of promoting a workplace culture that supports employee wellbeing, along with implementing fair and competitive compensation policies to foster employee involvement and productivity. Therefore, it is essential for the management to continuously enhance Organizational Culture Wellbeing and Compensation systems as strategic efforts to optimize employee performance.
EFIKASI DIRI DAN TUNTUTAN KONTROL DIRI TERHADAP PROKRASTINASI PERAN PEMEDIASI PERILAKU PROAKTIF PADA USAHA BISNIS START-UP DIGITAL DI KOTA MAKASSAR Nurlifiana S Sudirman; Chahyono Chahyono; Muhlis Ruslan
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v8i2.6012

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh efikasi diri dan tuntutan kontrol diri terhadap prokrastinasi dengan perilaku proaktif sebagai mediator pada pengusaha start-up digital di Makassar. Data diperoleh dari 118 responden menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan perangkat lunak WarpPLS 8.0. Hasil menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku proaktif serta berpengaruh negatif terhadap prokrastinasi. Tuntutan kontrol diri juga berpengaruh positif terhadap perilaku proaktif, namun berkontribusi meningkatkan prokrastinasi akibat kelelahan psikologis. Perilaku proaktif berperan sebagai mediator yang mengurangi dampak negatif tuntutan kontrol diri terhadap prokrastinasi. Implikasi praktis penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan efikasi diri dan perilaku proaktif untuk mengurangi prokrastinasi pada pengusaha start-up digital. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan longitudinal guna mendalami dinamika variabel-variabel tersebut. This study also contributes to the literature on performance management and job satisfaction in the military organizational context. This study aims to analyze the influence of self-efficacy and self-control demands on procrastination, with proactive behavior as a mediator among digital start-up entrepreneurs based in Makassar. Data from 118 respondents were collected through questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) with WarpPLS 8.0. Results indicate that self-efficacy has a significant positive effect on proactive behavior and a significant negative effect on procrastination. Self-control demands also positively influence proactive behavior but contribute to increased procrastination due to psychological fatigue. Proactive behavior acts as a mediator mitigating the negative impact of self-control demands on procrastination. Practical implications highlight the importance of enhancing self-efficacy and proactive behavior to reduce procrastination among digital start-up entrepreneurs. Future research is recommended to adopt a longitudinal approach to deepen the understanding of these variable dynamics.