Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Seblang Dance's Cultural Semantics: Conserving the Oseng Tribe to Promote Banyuwangi's Cultural Tourism Mukarromah, Inayatul; Qomariyah, Dewi Nurul; Hayuningtyas, Nina; Khodijah, Siti; Lindayani, Lilik Rita
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1614

Abstract

This study aims to identify the semiotic meaning embedded in each ornament worn by Seblang dancer and contribute substantially to the Oseng language and tribe, preserving this culture is closely related to the growth of Banyuwangi's tourism industry.  The phases of gathering data are observation interviews, and documentation. This study employed data analysis techniques from the interactive model of Miles and Huberman (Miles Huberman, 2015), which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the research on the semiotic perspective and multimodal Seblang dance reveal that it functions as both a cultural symbol performance to support Tourism industry as heritage cultural tourism. It is aesthetically packaged and presented to attract international and domestic tourists. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna semiotik yang terkandung dalam setiap ornamen yang dikenakan oleh penari Seblang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi bahasa dan suku Oseng, pelestarian budaya ini erat kaitannya dengan perkembangan industri pariwisata Banyuwangi.  Fase pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dari model interaktif Miles dan Huberman (Miles Huberman, 2015), yang meliputi pengumpulan data, pengurangan data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian dari perspektif semiotik dan multimodal tarian Seblang menunjukkan bahwa tarian ini berfungsi sebagai simbol budaya dan pertunjukan yang bertujuan untuk meningkatkan industry pariwisata sebagai budaya warisan. Tarian ini dikemas dan disajikan secara estetis untuk menarik wisatawan internasional dan domestik.
Language Variations for Tourism Sectors around of English and Dutch Colonial Buildings: Sociolinguistics and Ethnolinguistics Studies Inayatul Mukarromah; Sitti Zulaihah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i1.4666

Abstract

The purpose of this research is to know the language variations through Sociolingustics and ethnolinguistics studies in the English heritage and colonial building areas. The approach used in this research is qualitative. The strategy of in this research designed by combining the qualitative research design from Lincoln (2003) with the descriptive qualitative research design from Permadi (2013). The research results in the emergence of code-mixing and code-switching in society. There are several languages are spread in those cultural heritage, such as: Chinese, Melayu, Arabic, Bugis, Maduresse and Indonesia. While, Banyuwangi has Oseng Language.Thus, the conclusion that it is necessary to understand the potential of the language used in society. In this case, not only the text but its use in social and cultural contexts because language does not only depend on its social aspects in the sense of how language is used in social contexts and culture but then how language finally can be an additinaol potention to support colonial tourism destination in Banyuwangi.  AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi bahasa melalui pendekatan sosiolingusitik dan ethnolingusitik di Kawasan cagar budaya Inggrisan dan dua bangunan kolonial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini dirancang dengan mengkomibansi antara desain penelitian kualitatif dari Lincoln (2003) dan desain kualitatif deskriptif Permadi (2013).  Hasil penelitian yang didapat bahwa terdapat campur kode dan alih kode dalam kehidupan di masyarakat. Ada beberapa bahasa yang tersebar dalam warisan budaya tersebut, seperti: Cina, Melayu, Arab, Bugis, Madura dan Indonesia. Dengan demikian, kesimpulan dalam penelitian ini adalah perlunya memahami potensi bahasa yang digunakan dalam masyarakat. Dalam hal ini, bukan hanya teksnya tetapi penggunaannya dalam konteks sosial dan budaya karena bahasa tidak hanya bergantung pada aspek sosial dan budaya saja tetapi bagaimana bahasa kemudian bisa dijadikan sebagai potensi tambahan untuk menunjang destinasi pariwisata kolonial di Banyuwangi.