Kecemasan merupakan salah satu gangguan psikologis yang paling umum dialami remaja dan cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Masa remaja ditandai oleh perubahan biologis, kognitif, emosional, dan sosial yang kompleks, sehingga individu lebih rentan terhadap tekanan psikologis. Gangguan kecemasan yang tidak ditangani dapat memengaruhi prestasi akademik, hubungan sosial, risiko depresi, dan perilaku maladaptif. Salah satu pendekatan psikoterapi yang terbukti efektif adalah Terapi Kognitif-Perilaku (Cognitive Behavioral Therapy/CBT), yang menekankan restrukturisasi kognitif dan modifikasi perilaku maladaptif. Artikel ini bertujuan mengkaji efektivitas CBT dalam menurunkan kecemasan remaja berdasarkan tinjauan literatur di bidang psikologi dan konseling. Hasil sintesis penelitian menunjukkan bahwa CBT secara konsisten menurunkan gejala kecemasan, meningkatkan keterampilan koping, dan memperkuat kepercayaan diri remaja dalam menghadapi situasi pemicu kecemasan. Intervensi ini efektif baik dalam setting individual, kelompok, maupun keluarga, dan efeknya dapat bertahan jangka panjang bila didukung oleh lingkungan sosial dan pemantauan profesional. Namun, efektivitas CBT dipengaruhi oleh faktor seperti tingkat keparahan kecemasan, motivasi individu, dukungan keluarga, kualitas hubungan terapeutik, dan kompetensi terapis. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi psikolog, konselor, dan praktisi pendidikan dalam merancang intervensi berbasis bukti untuk membantu remaja mengatasi kecemasan.