Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PROFIL BERPIKIR KRITIS SISWA SMAS KATOLIK LAMAHOLOT WITIHAMA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS LITERASI DIGITAL (Study kasus di smas katolik lamaholot kecamatan witihama NTT) yohanes dewanto lama; Muhammad Naharuddin Arsyad
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 16 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8265065

Abstract

The background of this research is to see that Critical Thinking in the Literacy era is needed or must be owned by a student to be able to compete in the midst of globalization and modernization. However, there is no research that examines students' critical thinking, specifically for students of the Lamaholot Private Senior High School, Witihama Catholic High School. So the fear is that, don't let the nation's successors, especially in history lessons which record flashbacks of life from ancient times to present times, forget the importance of the critical thinking profile that educators don't have. Because, the pattern of critical thinking is one of the ways of thinking that is carried out in developing history lessons and also developing the mindset of students at SMAS Lamaholot Witihama Catholic School. The purpose of this study was to determine the development of a digital literacy-based history learning process at Lamaholot Witihama Catholic High School and to find out students' critical thinking processes in learning history as a basis for developing digital literacy-based learning methods using the YouTube application to improve critical thinking for history learning. The results of this research are expected to provide awareness to the nation's next generation to always apply and develop critical thinking profiles especially for the development of history learning based on digital literacy. Because, the profile of critical thinking in history lessons in the era of digital literacy opens insights to be able to develop and compete in an ideal way of thinking. This study uses a descriptive qualitative research method by analyzing interviews conducted with informants or informants. This research will be conducted in Adonara, East Flores Regency, East Nusa Tenggara province. Informants or resource persons in this study were teachers and students at SMAS Catholic Lamaholot.
Pelatihan Pemanfaatan Kahoot Sebagai Game-Based Learning Pada Guru Madrasah Ibtidaiyah Muhammad Naharuddin Arsyad; Dany Miftahul Ula; Arif Wahyu Hidayat; Sari Mellina Tobing
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 11 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v3i11.9536

Abstract

Keberadaan media pembelajaran mendorong proses pembelajaran menjadi pembelajaran yang menarik. Dengan proses pembelajaran berbasis game-based learning ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk semangat belajar. Salahsatu aplikasi yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran berbasis game-based learning adalah Kahoot. Adapun tujuan dan sasaran dari kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan para guru dalam hal pembuatan media pembelajaran berbasis game based-learning yaitu aplikasi Kahoot. Aplikasi ini dipilih karena memiliki beberapa kelebihan yaitu lebih interaktif dan dilengkapi dengan sistem pengawasan bagi aktivitas siswa. Metode kegiatan ini dimulai dengan pemberian pre-test, pemberian materi melalui ceramah, dilanjutkan dengan prakteksecara langsung menggunakan aplikasi Kahoot, diskusi tanya jawab dan terakhir adalah evaluasi/post test. Kegiatan pelatihan penggunaan aplikasi Kahoot pada guru-guru di MI Roudlotul Ulum Mojosari ini mendapatkan hasil yang baik dimana terjadi peningkatan kemampuan peserta dalam penguasaan aplikasi Kahoot ini yang dimulai dari pembuatan akun, pengenalan fitur-fitur dan mempraktekkan membuat materi dan kusi/soal-soal interaktif sesuai mata pelajaran yang diampuh.
The Lowokwaroe Prison Museum as a Historical Building in Malang City Ate, Roni Ririn Ole; Arsyad, Muhammad Naharuddin
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/juspi.v9i1.25043

Abstract

The Lowokwaroe Prison Museum is a museum that plays a significant role in preserving history and culture in Malang City. This study aims to understand how this museum contributes to the formation of the cultural identity of the Malang community and how the cultural elements in the museum can increase historical awareness among the younger generation. The background of this study is the importance of the role of museums in preserving cultural and historical heritage, as well as the challenges faced in maintaining the relevance of museums in the digital era. The method used in this study is a qualitative descriptive method with data collection through interviews, observations, and documentation studies. The results show that the Lowokwaroe Prison Museum functions not only as a place to store historical artifacts, but also as an active educational center in disseminating knowledge about the struggle for independence. The cultural elements in the museum, such as colonial architecture and a collection of artifacts reflecting the lives of prisoners, successfully create a deep and meaningful learning experience. This study concludes that the museum has an important role in building historical awareness and cultural identity of the Malang community.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KELAS X SMAN 1 WEWEWA TIMUR Malo, Hensliani; Naharuddin Arsyad, Muhammad; Sugiantoro, Sugiantoro
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 3 No. 2 (2021): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v3i2.328

Abstract

Tujuan penelitian ini, yaitu 1) Untuk mengetahui bagaimana mengimplementasikan model pembelajaran daring. 2) Untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam implementasi pembelajaran daring, dan 3) Untuk mengetahui faktor pendukung dalam proses pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 di kelas X SMA N 1 Wewewa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian PTK (penelitian tindakan kelas) dengan teknik analisis deskriptif. Analisis data hasil penelitian diperoleh dari proses mencari dan menyusun secara sistematis, data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan lapangan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Implementasi model pembelajaran daring pada kelas I yaitu dengan memanfaatkan beberapa macam aplikasi, seperti WhatApp dan Zoom dengan hasil keaktifan siswa pada siklus 1 sebesar 65% dan hasil belajar sebesar 26% yang tuntas, sedangkan siklus 2 menunjukkan bahwa hasil keaktifan siswa sebesar 78,3% dan hasil belajar sebesar 71% yang tuntas. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada siklusnya. 2) Faktor penghambat dalam implementasi pembelajaran daring yaitu, kurangnya efektifitas dan efisiensi waktu, minimnya antusias siswa dan minimnya siswa akan pemahaman materi. 3) Faktor pendukung pembelajaran daring yaitu, sekolah memfasilitasi wifi untuk guru di sekolah, dan siswa diberikan kuota internet gratis.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING BERBASIS MEDIA FILM UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERISTIWA SEKITAR PROLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA SISWA KELAS VII IPS DI SMP KATOLIK MARSUDISIWI BLIMBING KOTA MALANG triyanti Nahak, Yasintha; Naharuddin Arsyad, Muhammad
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 2 No. 2 (2020): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v2i2.359

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang diperoleh dari guru mata pelajaran IPS kelas VII SMPK Marsudiswi Blimbing Malang. Pada tahun 2020/2021 diketahui bahwa dari 100 % siswa masih 25 % siswa yang belum mencapai KKM 75. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII IPS SMPK Marsudisiwi Blimbing Malang dengan mengunakan model pembelajaran bermain peran (role playing) berbasis media film pada materi pidato proklamasi kemerdekaan indonesia. Dengan KKM 75 % maka rumusan masalah yang peneliti ambil sesuai judul adalah Bagimanakah penerapan model pembelajaran role playing, Bagimanakah dampak penerapan model pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa,Bagimanakah dampak penerapan model pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)Penelitian ini dilaksanakan di SMPK Marsudisiwi Blimbing Malang tahun 2020/2021 dengan subjek penelitian siswa kelas VII IPS 20 siswa. Penelitian ini terbagi menjadi dua siklus, siklus I terdiri dari dua pertemuan dan siklus II terdiri dari dua pertemuan. Tahap setiap siklus terdiri dari perencanaan/observasi dan refleksi, instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, lembar observasi dan kuesioner analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif.dengan KKM 75 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model role playing dapat meningkatakan motivasi dan hasil belajar siswa. dilihat dari motivasi pada siklus I menunjukan motivasi “baik “, yaitu 100 % motivasi pada siklus II menunjukan motivasi baik. Dan peresentase siswa pada siswa baik siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Hasil belajar siklus I yang diperoleh siswa adalah 55,75 dengan peresentasi mencapai KKM 15 % hasil belum memenuhi target peneliti baik dari segi nilai rata-rata dengan kategori belum mencapai KKM yang ditargetkan oleh peneliti adalah 100 % kurang hasil belajar siswa pada siklus II dengan kategori baik. Hasil belajar dan peresentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I dan siklus II telah mencapai ketuntasan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan model pembelajaran bermain peran (role playing). Dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII IPS SMPK Marsudisiwi Blimbing Malang pada materi pidato proklamasi kemerdekaan indonesia. Dilihat dari motivasi pada awal siklus I terdapat 3 orang dengan kategori sangat tinggi, sedangkan siswa dengan kategori tinggi terdapat 17 orang. Maka motivasi awal baik yaitu 100 %. Dengan hasil belejar siklus I.Rata- rata hasil belajar aspek kognitif siswa meningkatkan pada siklus I yaitu 55,75 menjadi 86,5 pada siklus II. Peresentase siswa yang mecapai KKM 75 mengalami peningkatan dari 15 % pada siklus I menjadi siklus II 100 % pada siklus II. Hasil belajar siswa aspek afektif pada siklus 1 adalah 63,44 % mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 73 % sedangkan 42 persentase motivasi minimal baik siswa sejak awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran tidak mengalami perubahan tetap 100 % pada kategori sangat tinggi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VISUALIZATION AUDITORY KINESTETIC (VAK) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SMPN MONCOK Naharuddin Arsyad, Muhammad; Nuryati, Helensiana
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 1 No. 2 (2019): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v1i2.381

Abstract

Pembelajaran IPS di SMP Negeri Moncok masih terdapat berbagai permasalahan yang menyebabkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar belum optimal. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model Visualization Auditory Kinesthetic. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan desain penelitian one group pre-test post-test design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri Moncok Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling yaitu satu kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik t-Test. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, menggunakan rumus uji t-Test diketahui bahwa t hitung = - 8,172 dan untuk t tabel diperoleh dengan cara nilai @ = 5 % (0,05) dengan derajat kebebasan (df) n-1 atau 29-1 = 28. Pengujian 2 sisi (signifikansi = 0,025) hasil diperoleh untuk t tabel adalah 2,048. Didapatkannya hasil -t hitung < -t tabel (-8,172 < -2,048) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic pada materi interaksi sosial dapat meningkatkan hasil belajar IPS Sosiologi siswa kelas VII SMP Negeri Moncok.
Pengembangan Media Pembelajaran Sejarah Berbasis Wayang Beber Majapahit Binangun untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama Lina Desriana Pratiwi; Muhammad Naharuddin Arsyad; Rizki Agung Novariyanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.2377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran sejarah berbasis budaya lokal, khususnya Wayang Beber Majapahit Binangun, dan menguji kelayakannya pada siswa kelas IXA dan IXB di SMPN 3 Mojokerto dalam pembelajaran kolaboratif mata pelajaran IPS dan Bahasa Daerah Jawa. Metode yang digunakan Research and Development dengan pendekatan model Borg & Gall yang dimodifikasi, melalui tahapan Define, Design, Develop, dan Evaluate (DDDE). Produk media ini berupa panel cerita visual yang menggambarkan peristiwa penting dalam proses berdirinya Kerajaan Majapahit, menggunakan ilustrasi wayang beber. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 87,5%, yang termasuk dalam kategori valid. Uji coba di kelas menunjukkan bahwa media ini berhasil meningkatkan minat belajar, keterlibatan siswa, dan pemahaman terhadap sejarah lokal. Sekitar 90% siswa melaporkan bahwa mereka lebih mudah mengingat urutan peristiwa dan tokoh sejarah melalui media ini. Guru-guru mencatat adanya peningkatan interaksi kelas, meskipun beberapa siswa membutuhkan panduan tertulis untuk mengikuti alur cerita dengan lebih jelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media Wayang Beber Majapahit Binangun efektif dan layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran sejarah yang kontekstual, menarik, dan berbasis kearifan lokal, serta berperan dalam pelestarian budaya dan penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Pelestarian Tradisi Guangan Manten Dalam Upaya Harmonisasi Ritual Adat Dan Agama Kawit Puji Rahayu; Muhammad Naharuddin Arsyad
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 2 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i2.15

Abstract

Agama dan budaya merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia agama melahirkan sebuah kebudayaan dimasyarakat, dan budaya lahir dari perwujuan ide dan gagasan manusia, tradisi guangan manten merupakan sebuh budaya lokal yang lahir dari ide dan gagasan manusia sebagai bagian dari adaptasi manusia dengan lingkungan dan alam sekitarnya. dalam berjalanya waktu tradisi guangan manten mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat, lantaran agama dan budaya lokal yang dinilai tidak lagi sejalan dengan norma-norma agama, namun dalam sejarah berkembangnya agama Islam di Indonesia agama dapat diterima baik melalui akuturasi budaya oleh masyarat pribumi yang mayoritas masih beragama hindu-budha mahayana. penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dalam mengkaji permasalahan yang ada dilapangan dengan observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan dan data yang kemudian data tersebut dioleh dengan menggunakan pendekatan tringulasi untuk mendapatkan fakata dan kesimpulan disajikan dalam bentuk narasi. Wong jowo ojo ilang jawane merupakan wujud pedoman hidup masyarakat Jawa untuk terus melestarikan budaya dan mewarsikan budaya kepada anak-cucu sebagai upaya melestarikan budaya jawa, kebudayaan Jawa merupakan kebudayaan yang lahir dari proses penyesuaian masyarakat terhadap beberapa agama yang berkembang di Indonesia, tradisi guangan manten merupakan hasi perjalanan panjang akuturasi budaya jawa hindu dengan agama Islam yang melahirkan kebudayaan Islam kejawen diera kerajaan mataram Islam sebagai perwujutan harmonisasi budaya dan agama.
Penggunaan Media Komik Strip Berbasis Kultural sebagai Upaya Pelestarian Cerita Rakyat Indonesia Pada Siswa SMA di Kabupaten Malang Nur Hidayat Nur Hidayat; Rizki Agung Novariyanto; Muhammad Naharuddin Arsyad
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i3.2074

Abstract

Cerita rakyat merupakan sebuah kisah atau cerita yang berasal dari masyarakat yang bersifat fiksi atau khayalan karena berisi imajinasi dari pengarangnya. Dewasa ini cerita rakyat jarang diminati oleh generasi muda karena isi yang disajikan monoton hanya berupa narasi teks yang panjang dan gambar yang hanya ada di awal paragraf saja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelayakan penggunaan media komik strip dalam upaya melestarikan cerita rakyat Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dari penelitian ini adalah siswa-siswi SMA Maarif Lawang, Kabupaten Malang diantaranya 5 siswa kelas X dan 5 siswa kelas XI. Media komik yang digunakan dalam upaya pelestarian ini menggunakan media canva dengan tema cerita rakyat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komik strip yang digunakan sebagai media dalam upaya pelestarian cerita rakyat Indonesia sangat layak digunakan, karena disajikan dengan gambar-gambar yang berwarna dan menarik, dialog antar tokoh yang menonjol dan suasana latar yang dapat membawa pembaca ikut dalam alur cerita tersebut. Sehingga pembaca tidak mudah bosan dan cerita rakyat dapat di baca dengan mudah dan efisien. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media komik strip sebagai upaya pelestarian cerita rakyat Indonesia memberikan pengaruh baik terhadap minat baca cerita rakyat.