Yudelnilastia, Yudelnilastia
UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENANAMAN NILAI KARAKTER SOPAN SANTUN PADA ANAK-ANAK DI LEMBAGA NON FORMAL RUMAH ANAK SHOLEH CABANG PURUS KOTA PADANG Yudelnilastia Yudelnilastia; M Yusuf
Mau'izhah Vol 9 No 1 (2019): Volume IX No.1 Januari – Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.003 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v9i1.19

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untukmendeskripsikan cara penanaman nilai karakter sopan santunpada anak-anak di Rumah Anak Sholeh Cabang Purus KotaPadang.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitiankualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan yangdigunakan dalam penelitian ini sebanyak 4 (empat) orang yangterdiri dari 3(tiga) orang mentor, dan 1 (satu) orang manajerRumah Anak Sholeh dengan mengumpulkan data melaluiobservasi dan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisisdata dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikankesimpulan. Dan teknik keabsahan data dilakukan dengantriangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu,kemudian memilah dan memilih data yang sesuai denganbatasan penelitian. Lalu menyajikannya dalam bentukpernyataan yang relevan dan akhirnya mengambil kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan diLembaga Non Formal Rumah Anak Sholeh cabang Purus KotaPadang ada tiga hal yang dapat disimpulkan, yaitu: pertama,cara penanaman nilai karakter sopan santun terhadap anakanakdi lembaga tersebut pada Tahap Zero Awal dengan caramengosongkan tentang emosional anak terhadap apapunmasalah yang mereka hadap di luar. Kedua, cara penanamannilai karakter sopan santunterhadap anak-anak pada TahapHero dengan cara pembiasaan, nasehat dan motivasi melaluipermainan. Dan yang ketiga cara penanaman nilai karakterterhadap anak-anak pada Tahap Zero akhir yaitu memastikananak-anak sudah mengetahui, memahami dan mengamalkan nilai karakter sopan santun yang dibiasakan selama prosespembinaan tersebut melalui sikap anak.
Pendidikan Literasi dalam Keluarga: Optimalisasi Aktifitas Read Aloud dalam Keluarga Komunitas Sumbar Membacakan Nyaring Yudelnilastia Yudelnilastia; Annisa Fetri,Rahmi
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol 6 (2022): The 6th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktifitas read aloud yang digagas oleh komunitas Sumbar Membacakan Nyaring merupakan aktifitas sederhana yang dilakukan orangtua dengan cara membacakan buku kepada anak dengan cara yang menarik sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak. Aktifitas ini dilakukan di dalam keluarga dengan tujuan membudayakan membaca menjadi aktifitas yang menyenangkan dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktifitas read aloud sebagai pendidikan literasi pada anak usia dini dalam keluarga komunitas Sumbar Membacakan Nyaring dengan cara mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan read aloud tersebut. Di antaranya yaitu: a) Bagaimanakah keterlibatan kedua orangtua dalam aktifitas read aloud; b) Bagaiamana pemilihan buku yang tepat dalam aktifitas read aloud ; c)Bagaimana cara pembiasaan aktifitas read aloud dalam keluarga. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan hasil sebagai berikut: a)Ayah dan Ibu dari keluarga Komunitas Sumbar Membacakan Nyaring terlibat aktif dalam menemani anak dalam aktifitas read aloud; b) Pemilihan buku untuk aktifitas read aloud dilihat dari segi usia anak dan tujuan materi yang ingin disampaikan kepada anak; c)Pembiasan aktifitas read aloud dilakukan anggota komunitas Sumbar Membacakan Nyaring di dalam keluarga masing-masing dengan membacakan buku pada anak minimal sepuluh sampai lima belas menit setiap hari.
Inspirasi Surat ‘Abasa Terkait Konsep Pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Difabel Yudelnilastia Yudelnilastia
Mau`izhah : Jurnal Kajian Keislaman Vol 12 No 2 (2022): Volume XII No. 2 Juli - Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55936/mau`izhah.v12i2.112

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeahui dan memahami tafsir surat ‘Abasa terkait proses pembelajaran PAI untuk difabel dan juga memahami konsep seorang guru Pendidikan Agama Islam dalam mendampingi anak difabel selama proses pembelajaran PAI berdasarkan surah ‘Abasa, mulai dari pemilihan metode, materinya dan sikap yang seharusnya seorang pendidik lakukan berdasarkan tafsir surat ‘Abasa ini. Jenis penelitian ini adalah kajian kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi materi dengan prinsip relevansi dan recency yaitu kemutakhiran referensi. Adapun langkahnya yaitu mendefenisikan masalah penelitian terkait konsep pembelajaran difabel, mempelajari sumber-sumber terkait yang dibahas, menyeleksi referensi, merumuskan kata kunci, menjelajah referensi dan menyimpulkan hasilnya. Adapun hasil penelitian ini adalah: 1) Kandungan pokok tafsir surat ‘Abasa memuat tentang penyamaan hak setiap manusia di sisi Allah dalam hal pembelajaran, dengan memerhatikan lingkungan pembelajaran, tujuan atau kebutuhan, metode atau cara yang sesuai dan menciptakan hubungan emosional yang tidak hanya dalam proses pembelajaran tetapi juga berkelanjutan di luar pembelajaran. 2) Konsep Guru PAI untuk difabel berdasarkan inspirasi surat ‘Abasa adalah guru yang memiliki sikap memahami dan mendidik peserta didik difabel sesuai dengan kebutuhan peserta didik tersebut.
Making Learning Fun to Educate Early Childhood Spiritual Intelligence Zulfa, Mona Yulia; Tun, Win Ei Phyu; Arpa, Desi; Silalahi, Micha Felayati; Yudelnilastia, Yudelnilastia; Rahmanita, Rahmanita; Fillaili, Khaira
International Journal of Islamic Studies Higher Education Vol. 3 No. 3 (2024): November
Publisher : Islamic Studies and Development Center in collaboration with Department of Islamic Education Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/insight.v4i1.188

Abstract

The developmental aspect of spiritual intelligence is important and the most fundamental among other intelligences, as it contributes to the formation of a character with integrity, empathy and morality. The importance of developing spiritual intelligence begins at an early age, which can help children understand the values of life. This study aims to improve the spiritual intelligence of early childhood (5-6 years) through role play. This type of research is classroom action research carried out in 2 cycles of 3 meetings each cycle with research subjects totaling fifteen children consisting of six boys and nine girls. Data is collected through observation by observing and recording the symptoms that appear on the object under study and documentation is obtained through archives and documents from early childhood education institutions. The research process was carried out starting from the planning stage, action implementation, observation, and reflection. The results showed an increase in early childhood spiritual intelligence through role-playing, where in the first aspect it has reached a high level of spiritual intelligence, namely 14 people with a percentage of 93.3% in the category of developing as expected. For the second aspect, 13 children were able to behave honestly, politely, and respectfully to friends and teachers with a percentage of 86.6% in the category of developing as expected, and for the third aspect, children have self-confidence through role play obtained by 14 people with a percentage of 93.3%. The results revealed that role play is an important alternative to improve spiritual intelligence for early childhood and the results of this study can be used as initial data for subsequent researchers in studying this problem in different contexts and issues.
Mental Health in Islamic Education Curriculum: Challenges and Future Prospects Yudelnilastia, Yudelnilastia; Rahmanita, Rahmanita; Susanti, Weti; Wardiantoni, Wardiantoni
Al-Hashif: Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): March
Publisher : Institute of Research and Community Service STAI Yayasan Tarbiyah Islamiyah Kota Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental health is a crucial aspect in individual development, especially in Islamic education that emphasizes the balance between spiritual and psychological aspects. This article aims to analyze the integration of mental health in the Islamic education curriculum as well as the challenges and prospects in its implementation. This study uses a qualitative descriptive approach with content analysis. Data were collected through articles with Sinta-accredited journals, books, and relevant research data from Google Scholar, DOAJ, Moraref, and Google Books with a publication period of 2015-2025. The results of the study indicate that although there is awareness of the importance of mental health in Islamic education, implementation in the curriculum still faces various challenges, such as a lack of resources, limited understanding, and resistance from some parties. However, there are positive prospects with the emergence of an Islamic psychology-based approach that can be applied in education. This article recommends the need for collaboration between academics and education practitioners to design a curriculum that is more responsive to mental health issues.
UPAYA GURU DALAM MENGATASI HAMBATAN MEMBACA SISWA KELAS RENDAH DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 3 BUNGO Andryadi; Dini Muawaroh; M. Imamuddin; Januar; Yudelnilastia; Fitri Alrasi
AL-IHTIRAFIAH: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/ihtirafiah.v5i1.5845

Abstract

Salah satu cabang ilmu yang paling awal dipelajari siswa ketika memasuki jenjang Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar adalah mengenal huruf dan membaca karena ilmu membaca adalah ilmu yang disetiap harinya manusia memakai ilmu tersebut. Tetapi, tak sedikit peserta didik mengalami kesulitan untuk memahami konsep dan cara membaca, meskipun terdapat beberapa siswa yang mampu mengenali cara membaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja upaya pendidik untuk mengatasi hambatan dalam pembelajaran membaca pada materi sosialisasi alfabet dan membuat kalimat yang benar di kelas 3 MIN 3 Bungo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat lima upaya yang dilakukan pengajar untuk mengatasi kesulitan peserta didik, meliputi: (1) memastikan kesiapan siswa untuk belajar bahasa Indonesia; (2) pemakaian media atau alat peraga yang konkrit dan relevan dengan materi ajar; (3) memberi soal sesuai dengan kemampuan berfikir dan tingkat kelas siswa (4) guru memberi kebebasan peserta didik buat belajar serta menuntaskan soal menggunakan cara mereka masing-masing serta (5) melakukan pendekatan untuk menghilangkan rasa takut siswa. Melalui upaya tersebut kesulitan siswa pada belajar membaca bisa ditangani dengan baik, sebagai akibatnya siswa akan semakin berkembang serta mampu membaca denga baik.
Penanaman Nilai-nilai Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Read Aloud Yudelnilastia, Yudelnilastia; Zulmuqim, Zulmuqim; Rehani, Rehani
Al-Hashif: Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2023): March
Publisher : Institute of Research and Community Service STAI Yayasan Tarbiyah Islamiyah Kota Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Character education is an effort to help the development of a child's soul, both physically and mentally, from his nature to a better human civilization. The focus of this research is 1) How to implement character education in early childhood through read-aloud activities in the Sumbar Membacakan Nyaring community? 2) What are the supporting and inhibiting factors in character education in early childhood in the Sumbar. Membacakan Nyaring community? The research method used is a qualitative description, with data collection techniques through interviews, observation, and study documents. The data analysis techniques carried out are: 1) Data reduction 2) Data display; 3) Verification and 4) conclusion drawing. Results are: 1) The implementation of character education carried out by families through read-aloud activities has four stages, namely: the preparation stage, the initial stage, the stage during the activity and the stage after the activity; 2) Supporting factors are: the presence of story books equipped with interesting pictures for early childhood, as well as story topics that contain character values that are appropriate to early childhood cognitive development; The inhibiting factor is the busyness of parents because of work outside the home and other family members are less supportive in terms of setting an example.
Kuy Murojaah and Ngafal Ngefeel Communities: A Phenomenological Study of The Quran Community among Generation Z Yudelnilastia, Yudelnilastia; Agustin, Widia
Modern Islamic Studies and Sharia Research Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Pascasarjana UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/missr.v1i1.10011

Abstract

In the midst of the increasingly massive flow of digitalization, Generation Z is showing a new way of caring for spirituality and building a religious community. This research explores in depth the spiritual and social experiences of members of the digital Qur'an community such as Kuy Murojaah and Ngafal Ngefeel, who grow and develop through social media platforms. With a phenomenological approach within the framework of qualitative research, this study traces the meaning of their involvement in murojaah activities and memorization of the Qur'an, not just as a worship routine, but as an expression of religious identity, solidarity, and creativity. The findings of the study reveal that this digital Qur'an community functions as an inclusive and transformative da'wah space, where spiritual values are packaged in a relatable, aesthetic, and emotionally resonant narrative. Religious activities that were once private are now performative and communal, forming a dynamic and contextual religious ecosystem. Generation Z is not only a consumer of da'wah content, but also a producer of meaning that reshapes the relationship between technology, faith, and self-expression. Furthermore, this community becomes a social laboratory where fluid but rooted religious identity negotiations take place, where Qur'anic values are internalized through creative and participatory digital practices. This study recommends strengthening the digital da'wah approach based on experience and affection, as well as the development of a religious curriculum that is able to bridge classical spirituality with the dynamics of contemporary digital culture.   Di tengah arus digitalisasi yang kian masif, Generasi Z menunjukkan cara baru dalam merawat spiritualitas dan membangun komunitas religius. Penelitian ini mengeksplorasi secara mendalam pengalaman spiritual dan sosial anggota komunitas Qur’an digital seperti Kuy Murojaah dan Ngafal Ngefeel, yang tumbuh dan berkembang melalui platform media sosial. Dengan pendekatan fenomenologis dalam kerangka penelitian kualitatif, studi ini menelusuri makna keterlibatan mereka dalam aktivitas murojaah dan hafalan Al-Qur’an, bukan sekadar sebagai rutinitas ibadah, melainkan sebagai ekspresi identitas, solidaritas, dan kreativitas religius.Temuan penelitian mengungkap bahwa komunitas Qur’an digital ini berfungsi sebagai ruang dakwah yang inklusif dan transformatif, di mana nilai-nilai spiritual dikemas dalam narasi yang relatable, estetik, dan penuh resonansi emosional. Aktivitas keagamaan yang dahulu bersifat privat kini menjadi performatif dan komunal, membentuk ekosistem religius yang dinamis dan kontekstual. Generasi Z tidak hanya menjadi konsumen konten dakwah, tetapi juga produsen makna yang membentuk ulang relasi antara teknologi, iman, dan ekspresi diri. Lebih jauh, komunitas ini menjadi laboratorium sosial tempat berlangsungnya negosiasi identitas religius yang cair namun berakar, di mana nilai-nilai Qur’ani diinternalisasi melalui praktik digital yang kreatif dan partisipatif. Studi ini merekomendasikan penguatan pendekatan dakwah digital yang berbasis pengalaman dan afeksi, serta pengembangan kurikulum keagamaan yang mampu menjembatani spiritualitas klasik dengan dinamika budaya digital kontemporer.