Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI TAS CANTIK BAGI IBU-IBU RUMAH TANGGA DI LINGKUNGAN PIMPINAN CABANG ‘ASIYIYAH SENAPELAN Aryani, Nini; Neli Putri, Asri; Wilyanita, Nopa; Efriani, Efriani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v%vi%i.%p

Abstract

Sampah plastik masih saja menjadi permasalahan di tengah-tengah masyarakat terutama bagi kelestarian alam. Pembuangan sampah plastik ke dalam air dan tanah akan berakibat kesengsaraan alam. Sampah plastik yang terlalu lama tertimbun di dalam tanah, tertumpuk ataupun hanyut dalam perairan maka yang terjadi adalah pemanasan global yang berdampak pada kehidupan manusia itu sendiri. Untuk menghindari pencemaran lingkungan oleh limbah plastik maka perlu dilakukan pengolahan kembali, seperti mengolahnya menjadi tas cantik. Tas menjadi pilihan karena pemberdayaan ekonomi kreatif mulai di galakkan oleh kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif (Kemenparekraf), dimana tas ini akan termasuk kedalam industri kreatif Kriya sekaligus Fashion yang dapat menjadi nilai jual tinggi dan diharapkan dapat menjadi peningkatan ekonomi di lingkungan sekitarnya. Ibu-ibu rumah tangga dapat diberdayakan untuk mengolah sampah plastik menjadi tas dan memiliki peluang usaha dalam meningkatkan perputaran roda ekonomi. Setelah mengikuti kegiatan pendampingan pembuatan tas cantik dari sampah plastik dalam bentuk pelaksanaannya berupa pelatihan selama 2 hari maka peserta akan memiliki kesadaran pentingnya peduli terhadap sampah rumah tangga terutama plastik yang dapat diolah menjadi produk. Dengan meningkatnya kesadaran, pengetahuan dan keterampilan diharapkan masyarakat dapat menjaga keberlangsungan dalam mengolah sampah plastik menjadi tas cantik sebagai peluang usaha.
The Influence of Student Activities, School Climate, and Learning Media on the Quality of Economic Learning Asri Neli Putri; Bambang Sumardjoko; Harsono Harsono; Endang Fauziati; Markhamah Markhamah; Sabar Narimo
Jurnal Inovasi Pendidikan Ekonomi (JIPE) Vol 14, No 2 (2024): Jurnal Inovasi Pendidikan Ekonomi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/011317200

Abstract

This research aims to analyze the influence of student activities, school climate, and learning media on the quality of learning in economics subjects. In this context, survey research is used through multiple regression analysis conducted on high school students with a sample of 226 people. Meanwhile, the sample drawing method adopts a simple random sampling. The results show that 86.1% of the variation in the social character of students can be explained by learning quality, while the difference from 100%-86.1% is obtained from external factors. The variables of school climate, learning media, and student activity have a beta coefficient of 0.423, 0.74, and 0.32, respectively.
PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI TAS CANTIK BAGI IBU-IBU RUMAH TANGGA DI LINGKUNGAN PIMPINAN CABANG ‘ASIYIYAH SENAPELAN Aryani, Nini; Neli Putri, Asri; Wilyanita, Nopa; Efriani, Efriani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v%vi%i.%p

Abstract

Sampah plastik masih saja menjadi permasalahan di tengah-tengah masyarakat terutama bagi kelestarian alam. Pembuangan sampah plastik ke dalam air dan tanah akan berakibat kesengsaraan alam. Sampah plastik yang terlalu lama tertimbun di dalam tanah, tertumpuk ataupun hanyut dalam perairan maka yang terjadi adalah pemanasan global yang berdampak pada kehidupan manusia itu sendiri. Untuk menghindari pencemaran lingkungan oleh limbah plastik maka perlu dilakukan pengolahan kembali, seperti mengolahnya menjadi tas cantik. Tas menjadi pilihan karena pemberdayaan ekonomi kreatif mulai di galakkan oleh kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif (Kemenparekraf), dimana tas ini akan termasuk kedalam industri kreatif Kriya sekaligus Fashion yang dapat menjadi nilai jual tinggi dan diharapkan dapat menjadi peningkatan ekonomi di lingkungan sekitarnya. Ibu-ibu rumah tangga dapat diberdayakan untuk mengolah sampah plastik menjadi tas dan memiliki peluang usaha dalam meningkatkan perputaran roda ekonomi. Setelah mengikuti kegiatan pendampingan pembuatan tas cantik dari sampah plastik dalam bentuk pelaksanaannya berupa pelatihan selama 2 hari maka peserta akan memiliki kesadaran pentingnya peduli terhadap sampah rumah tangga terutama plastik yang dapat diolah menjadi produk. Dengan meningkatnya kesadaran, pengetahuan dan keterampilan diharapkan masyarakat dapat menjaga keberlangsungan dalam mengolah sampah plastik menjadi tas cantik sebagai peluang usaha.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Siswa dalam Berwirausaha di SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru Suparmi, Suparmi; Rambe, Paijan; Putri, Asri Neli; Warni, Shanti; Alim, Melvi Lesmana
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur seberapa besar faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa-siswi dalam berwirausaha di SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengambilan data yang digunakan adalah kuisioner dan observasi. Secara garis besar teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui tinggi rendahnya faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam berwirausaha di SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru adalah statistik deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Faktor dominan yang mempengaruhi minat siswa dalam berwirausaha dilihat dari faktor instrinsik, yaitu: motivasi, kebutuhan akan pendapatan, harga diri dan perasaan senang. Berdasarkan jumlah persentase dari kategori kecenderungan yang tinggi, sub variabel motivasi sebesar 82,8%, kebutuhan akan pendapatan sebesar 67,2%, harga diri sebesar 55,2% dan perasaan senang sebesar 17,2%. Diantara keempat sub variabel dari faktor instrinsik, sub variabel motivasi merupakan faktor yang paling dominan dalam membuat minat siswa dalam berwirausaha. 2) Faktor dominan yang mempengaruhi minat siswa dalam berwirausaha dilihat dari faktor ekstrinsik, yaitu: lingkungan keluarga, peluang dan pendidikan. Berdasarkan persentase ketiga sub variabel tersebut berada pada posisi kategori kecenderungan yang tinggi, sub variabel lingkungan keluarga sebesar 84,5%, peluang sebesar 22,4%, dan pendidikan sebesar 17,2%. Diantara ketiga sub variabel dari faktor ekstrinsik, sub variabel lingkungan keluarga merupakan faktor yang paling dominan dalam membuat minat siswa dalam berwirausaha. 3) Faktor dominan yang mempengaruhi minat siswa-siswi dalam berwirausaha dilihat dari faktor instrinsik dan faktor ekstrinsik adalah faktor ekstrinsik.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Suparmi , Suparmi; Murdy, Khairi; Putri, Asri Neli; Marliza, Leni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis proyek terhadap peningkatan berpikir kritis siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental and non-equivalent pretest posttest control group design. Analisis data untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan SPSS versi 24 dengan statistik non parametrik (uji normalitas, uji Wilcoxon, uji N-Gain, uji Mann-Whitney dan uji Effect Size). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan berpikir kritis siswa yang lebih besar pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran proyek (project learning) dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional (ceramah). Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney Zcount dihitung dengan Sig sebesar -2,208. nilai 0,027. Karena Ha diterima oleh kriteria keputusan, maka nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa pada saat mempelajari redistribusi pendapatan nasional, rata-rata berpikir kritis siswa pada kelas Eksperimen lebih tinggi daripada kelas Kontrol. Model pembelajaran berbasis proyek kemudian berdampak pada peningkatan berpikir kritis siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan berpikir kritis siswa lebih efektif daripada teknik tradisional (ceramah)