Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Influence of Student Activities, School Climate, and Learning Media on the Quality of Economic Learning Asri Neli Putri; Bambang Sumardjoko; Harsono Harsono; Endang Fauziati; Markhamah Markhamah; Sabar Narimo
Jurnal Inovasi Pendidikan Ekonomi (JIPE) Vol 14, No 2 (2024): Jurnal Inovasi Pendidikan Ekonomi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/011317200

Abstract

This research aims to analyze the influence of student activities, school climate, and learning media on the quality of learning in economics subjects. In this context, survey research is used through multiple regression analysis conducted on high school students with a sample of 226 people. Meanwhile, the sample drawing method adopts a simple random sampling. The results show that 86.1% of the variation in the social character of students can be explained by learning quality, while the difference from 100%-86.1% is obtained from external factors. The variables of school climate, learning media, and student activity have a beta coefficient of 0.423, 0.74, and 0.32, respectively.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Siswa dalam Berwirausaha di SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru Suparmi, Suparmi; Rambe, Paijan; Putri, Asri Neli; Warni, Shanti; Alim, Melvi Lesmana
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur seberapa besar faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa-siswi dalam berwirausaha di SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengambilan data yang digunakan adalah kuisioner dan observasi. Secara garis besar teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui tinggi rendahnya faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam berwirausaha di SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru adalah statistik deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Faktor dominan yang mempengaruhi minat siswa dalam berwirausaha dilihat dari faktor instrinsik, yaitu: motivasi, kebutuhan akan pendapatan, harga diri dan perasaan senang. Berdasarkan jumlah persentase dari kategori kecenderungan yang tinggi, sub variabel motivasi sebesar 82,8%, kebutuhan akan pendapatan sebesar 67,2%, harga diri sebesar 55,2% dan perasaan senang sebesar 17,2%. Diantara keempat sub variabel dari faktor instrinsik, sub variabel motivasi merupakan faktor yang paling dominan dalam membuat minat siswa dalam berwirausaha. 2) Faktor dominan yang mempengaruhi minat siswa dalam berwirausaha dilihat dari faktor ekstrinsik, yaitu: lingkungan keluarga, peluang dan pendidikan. Berdasarkan persentase ketiga sub variabel tersebut berada pada posisi kategori kecenderungan yang tinggi, sub variabel lingkungan keluarga sebesar 84,5%, peluang sebesar 22,4%, dan pendidikan sebesar 17,2%. Diantara ketiga sub variabel dari faktor ekstrinsik, sub variabel lingkungan keluarga merupakan faktor yang paling dominan dalam membuat minat siswa dalam berwirausaha. 3) Faktor dominan yang mempengaruhi minat siswa-siswi dalam berwirausaha dilihat dari faktor instrinsik dan faktor ekstrinsik adalah faktor ekstrinsik.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Suparmi , Suparmi; Murdy, Khairi; Putri, Asri Neli; Marliza, Leni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis proyek terhadap peningkatan berpikir kritis siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental and non-equivalent pretest posttest control group design. Analisis data untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan SPSS versi 24 dengan statistik non parametrik (uji normalitas, uji Wilcoxon, uji N-Gain, uji Mann-Whitney dan uji Effect Size). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan berpikir kritis siswa yang lebih besar pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran proyek (project learning) dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional (ceramah). Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney Zcount dihitung dengan Sig sebesar -2,208. nilai 0,027. Karena Ha diterima oleh kriteria keputusan, maka nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa pada saat mempelajari redistribusi pendapatan nasional, rata-rata berpikir kritis siswa pada kelas Eksperimen lebih tinggi daripada kelas Kontrol. Model pembelajaran berbasis proyek kemudian berdampak pada peningkatan berpikir kritis siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan berpikir kritis siswa lebih efektif daripada teknik tradisional (ceramah)
The Influence of Wordwall Learning Media on the Interest and Learning Outcomes of Students at Muhammadiyah 1 Vocational School, Pekanbaru Asri Neli Putri; Giska Putri Yani; Suparmi Suparmi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2728

Abstract

Low student learning interest and learning outcomes that have not yet reached the Minimum Competency Criteria (KKM) are challenges in accounting learning at SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru. This study aims to determine the effect of using Wordwall learning media on improving student interest and learning outcomes in grades XI AKL and XI MPLB. The research subjects consisted of two classes, namely the experimental class and the control class. The method used was quantitative with a quasi-experimental design of the nonequivalent control group design. Data collection techniques included a learning interest questionnaire, observation of student activities, and learning outcome tests (pre-test and post-test). The data analysis technique used the t-test (independent sample t-test) with the help of SPSS software. The results showed that there was a significant effect of using Wordwall media on improving student interest and learning outcomes. The average post-test score in the experimental class increased to 85, higher than the control class. In addition, student learning interest scores also increased significantly with a significance value of 0.000 (<0.05). Wordwall media has been proven effective in increasing student engagement, conceptual understanding, and academic achievement in accounting learning.
Pengaruh Penggunaan Tiktok sebagai Sumber Informasi terhadap Literasi Digital Siswa Asri Neli Putri; Suparmi Suparmi; Henri Yanto Daulay; Vicky Rohmatia
SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Vol. 10 No. 2 (2025): SAP
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sap.v10i2.1600

Abstract

This study aims to determine the influence of the use of TikTok as a source of information on students' digital literacy at SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru. This research is based on the high intensity of TikTok use among students. This type of research is quantitative with a simple linear regression approach. The research sample amounted to 67 students who were selected using the Slovin formula. Data were collected through observation, documentation, and questionnaires, then analyzed using validity, reliability, normality, homogeneity, and simple linear regression tests. The results of the study show that the use of TikTok has a positive and significant effect on students' digital literacy. Regression analysis showed an R value of 0.449 with an R Square of 0.201, which means that 20.1% of digital literacy variations can be explained by TikTok use, while 79.9%. The conclusion of this study is that the use of TikTok can contribute to improving students' digital literacy. Therefore, it is recommended that schools and teachers can direct their students to utilize social media, especially TikTok, not only as a means of entertainment, but also as a learning medium and the improvement of critical, wise, and productive digital literacy skills
Pemanfaatan Pojok Baca untuk Menumbuhkan Minat Baca Anak Usia Dini Nia Inamia; Herwina Herwina; Asri Neli Putri
Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi Том 4 № 02 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jimat.v4i02.2269

Abstract

The purpose of this study was to determine and describe the use of reading corners to foster reading interest among 15 children in the Mawar group at Permata Bunda Kindergarten, Pulau Sarak Village. This research method is qualitative, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and triangulation for validation. The results of the study indicate that the use of reading corners that are managed neatly, attractively, and comfortably is effective in increasing children's interest in reading. This is evidenced by the enthusiasm of children visiting the reading corner during playtime, interest in reading books independently, and active participation in reading activities 10 minutes before learning. The contribution of this study for teachers regarding the use of reading corners is that teachers must also serve as good role models, modeling for children to love reading books. It is recommended that teachers continue to motivate and actively involve children to maintain the consistency of their interest in reading.
PENGGUNAAN MEDIA PESAN BERANTAI UNTUK MENINGKATKAN PENGENALAN PEKERJAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Tri Ani; Asri Neli Putri
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 7 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i7.2357

Abstract

This study aims to analyze the use of chain messages as a medium to enhance the introduction of professions in Early Childhood Education (PAUD) and its implications for PAUD educator competency standards. The method employed is a qualitative literature review with a descriptive-analytical approach. Data were collected from various relevant sources, including scientific journals, books, and government regulations, and analyzed using content analysis. The results indicate that chain message games are effective in introducing professions because they involve visual stimulation, verbal communication, and multisensory activities that align with brain-based learning principles (Suyadi, 2020). The implementation of this method carries significant implications for PAUD teacher competencies, including pedagogical competency in designing brain-friendly games, professional competency in integrating knowledge from child development, communication, and neuroscience, social competency in building healthy communication ecosystems, and personality competency in creating a fun and non-stressful learning environment. The study concludes that chain message media is an innovative and relevant solution to introduce professions to young children while also strengthening the professional image of PAUD educators.
Media Loose Parts dalam Pembelajaran PAUD: Systematic Literature Review 2021–2026 Nur Azizah; Asri Neli Putri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi kurikulum merdeka pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuntut penggunaan media pembelajaran yang fleksibel, ekonomis, serta mampu menstimulasi kreativitas secara berorientasi pada anak. Salah satu alternatif inovatif yang banyak diteliti adalah media loose parts (bahan lepas pasang). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran, efektivitas, dan kontribusi media loose parts dalam pembelajaran anak usia dini berdasarkan artikel ilmiah terakreditasi SINTA yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2021–2026. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadopsi protokol PRISMA. Pencarian artikel dilakukan pada basis data Google Scholar, Garuda, Crossref, DOAJ, dan SINTA. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat, terpilih 24 artikel jurnal yang relevan untuk dianalisis mendalam. Hasil tinjauan pustaka sistematis menunjukkan bahwa penggunaan media loose parts secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, pemecahan masalah (problem-solving), motorik halus, kecerdasan spasial, serta kemampuan sosial-emosional anak usia dini. Fleksibilitas bahan loose parts dari alam maupun sintetis merangsang imajinasi tanpa batas karena tidak memiliki instruksi tunggal (open-ended). Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan taksonomi dan klasifikasi jenis loose parts yang paling efektif berdasarkan aspek perkembangan anak pra-sekolah. Implikasi teoritis dan praktis riset ini menekankan pentingnya pelatihan pedagogis bagi guru PAUD dalam merancang tata letak dan memfasilitasi pembelajaran berbasis loose parts di kelas.
Peran Dongeng Digital dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini: Systematic Literature Review (2020–2025) Nurul Ardila; Asri Neli Putri
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan salah satu indikator utama perkembangan kognitif dan bahasa pada anak usia dini yang menjadi fondasi komunikasi interpersonal di masa depan. Di era digital, pemanfaatan media konvensional mulai bertransformasi menjadi media berbasis teknologi, salah satunya melalui dongeng digital (digital storytelling). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran, efektivitas, dan mekanisme dongeng digital dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak usia dini berdasarkan literatur ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2025. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR). Proses seleksi artikel menggunakan protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) melalui basis data Google Scholar, Garuda, Crossref, DOAJ, dan SINTA. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 20 artikel jurnal yang relevan untuk dianalisis. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa penggunaan dongeng digital secara signifikan meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui visualisasi interaktif, pengayaan kosakata (vocabulary acquisition), stimulasi auditori, dan penguatan struktur kalimat. Dongeng digital yang dikombinasikan dengan metode interaktif (tanya jawab dan bermain peran) terbukti lebih efektif dibandingkan dengan metode pasif. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan komprehensif mengenai karakteristik media dongeng digital yang paling optimal dalam menstimulasi aspek ekspresif dan reseptif bahasa anak. Implikasi dari penelitian ini menuntut integrasi media digital yang terukur dalam kurikulum PAUD serta pendampingan aktif oleh guru dan orang tua.
Pengaruh Tayangan Youtube terhadap Kemampuan Berbahasa Anak Usia 4-5 tahun Ana Ana Maryam; Asri Neli Putri
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i3.2824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas menonton YouTube terhadap kemampuan berbahasa anak usia 4-5 tahun. Perkembangan teknologi digital yang pesat menyebabkan anak usia dini semakin mudah mengakses platform video seperti YouTube. Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai dampak konsumsi konten digital terhadap perkembangan bahasa anak pada masa golden age. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 60 anak usia 4-5 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari 3 Taman Kanak-Kanak di Kota DURI. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kemampuan berbahasa yang telah divalidasi dan kuesioner intensitas menonton YouTube yang diisi oleh orang tua. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara intensitas menonton YouTube terhadap kemampuan berbahasa anak (r = 0,612; p < 0,05), dengan koefisien determinasi R² = 0,375 yang berarti YouTube berkontribusi sebesar 37,5% terhadap kemampuan berbahasa anak usia 4-5 tahun. Temuan ini mengindikasikan bahwa konten YouTube yang tepat dan terstruktur dapat menjadi media stimulasi bahasa yang efektif bagi anak usia dini, namun perlu pengawasan dan pendampingan orang tua secara aktif