Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Penelitian

SIMULASI ANTENA DIPOLE ½ λ DENGAN FREKUENSI KERJA 128,4 MHz UNTUK RADIO PEMANCAR ATIS MENGGUNAKAN SOFTWARE SIMULASI DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG ade irfansyah; sudrajat sudrajat; lailatul fitriyah
Jurnal Penelitian 27-35
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v4i4.473

Abstract

VHF telecommunications radio equipment, especially ATIS equipment is equipment used to inform information around the airport, such as weather, taxiways, runaway, etc. ATIS equipment works on frequencies between 118-137 MHz. The problem that arises is in the ATIS equipment that is the lack of antenna beam coverage on the ATIS radio transmitter, which is <100 NM, while the normal ATIS beam range is in the range of 150-200 NM. The author simulates dipole antenna ½ λ using the CST studio SUITE software application and compares the results of the simulation with the antenna specifications on the current ATIS equipment. Antenna simulation is done by making antenna dimensions and calculating the wavelength parameters, antenna length, antenna gap width, then the simulation results with the antenna length of 1040 mm and a gap of 5.545 mm, and a diameter of 3 mm, the results obtained are VSWR of 1.51 and return loss of -13,804, with a bandwidth of 12.13 MHz. These parameters were compared with the ATIS equipment antenna specifications at Bandung Husein Sastranegara International Airport and there was an increase in parameters after simulating.
STUDI KELAYAKAN TEKNIS: ILS FLIGTH INSPECTION MENGGUNAKAN PESAWAT TANPA AWAK ade irfansyah; Achmad Setiyo Prabowo; Totok Warsito; Teguh Imam Suharto
Jurnal Penelitian 48-57
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v5i2.496

Abstract

Keselamatan penerbangan dan pengendalian pergerakan pesawat udara memerlukan pelayanan fasilitas navigasi penerbangan yang akurat, handal dan dapat dipercaya. Untuk mencapai tingkat keselamatan yang diinginkan, maka dibuatlah suatu prosedur pemeliharaan terhadap standar fasilitas navigasi penerbangan. Fasilitas navigasi penerbangan senantiasa memberikan pelayanan yang maksimum kepada para pemakai, dengan memberikan informasi yang seragam sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pemeriksaan fisik pola pancaran elektromagnetik di ruang udara dan fasilitas navigasi penerbangan harus dilakukan untuk menentukan kualitas derajat akurasi dan informasi yang diberikan dan untuk meyakinkan keakuratan fasilitas tersebut. Pada partikel ini akan menjelaskan beberapa faktor kelayakan terutama dari sisi teknis pada proses flight inspection Instrumen Landing System (ILS) menggunakan wahana pesawat tanpa awak. Menguji kelayaan teknis menggunakan metode TELOS yaitu melihat beberapa faktor yang akan menetukan suatu desain dinyatakan layak. Faktor-faktor tersebut adalah Teknis, Ekonomi, Legal/ hukum, operasional dan Sechedul/ jadwal. Faktor kelayakan teknis melihat teknologi yang digunakan pada penelitian ini, jika sudah tersedia dan personel juga menguasai maka nilainya 9.5 s.d 10 Teknologi yang diginakan pada penelitian ini adalah teknologi yang sudah lama di aplikasikan seperti: teknologi Portable ILS Receiver sebagai peralatan gorund check, Acces Point Wi-Fi, Ground station yeng mengguakan PC, dan pesawat tanpa awak dengan MTOW (Maksimum Take Off Weight) sebesar 12 Kg. Dari penelusuran data dan hasil analisis, faktor kelayakan teknis mendapatkan hasil nilai rata-rata sebesar 9.5 melampaui batas kelayakan sebesar 8. Fator teknis dinyatakan layak dan selanjutkan akan dikombinasikan kembali bersama beberapa faktor lainnya untuk dibut nilai rat-rata yang baru
PORTABLE AVIATION NAVIGATION CALIBRATION SYSTEM BASED ON RASPBERRY PI, HACK RF ONE, AND SOFTWARE DEFINED RADIO COMMUNICATION SYSTEM ade irfansyah; Mohamad Rifai; Yuyun Suprapto; Meita Maharani; Bambang Bagus Harianto
Jurnal Penelitian 215-226
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v6i3.588

Abstract

Calibration procedures for the aviation navigation system which involve full size aircraft and its crew may be considered risky and high cost . This paper introduces the state of the art communication system to provide lower cost and flexible solutions based on Raspberry Pi, and SDR device Hack RF One, equipped with proper and aviation-related sensors, which later may be treated as unmanned aerial vehicle payload to replace flying aircraft aviation instruments. Design principles which mainly consist of both flexible communication and operating feasibility are explained in early of this paper. As a preliminary method, simple FSK modulation coupled with data integrity mechanisms are implemented to realize reliable but fast sensor data transmission. Data communication rate under a single board computer environment may achieve 40 kbps. Proposed system achieved a data transmission success rate as high as 88% in reasonable condition. In addition, the discussion of further system development is presented.
EVALUASI KINERJA ANTENA MICROSTRIP SINGGLE, ARRAY 1X2 DAN ARRAY 1X4 PADA FREKUENSI 3.2 GHZ Nyaris Pambudiyatno; Bambang Bagus Harianto; Ade Irfansyah
Jurnal Penelitian 147-158
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v7i2.905

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisa karakteristik antena pada frekuensi 3.2 GHz yang meliputi nilai return loss, VSWR, gain, bandwidth dan angular width (3dB) .Karakteristik antena telah didesain menggunakan simulasi yang dibuat dengan substrat fr-4 dengan konstanta dielektrik =4.3 dan ketebalan substrat = 1.6 mm dan patch dari copper dengan ketebalan patch 0.035 mm. Antenna single dibuat terlebih dahulu untuk mendapatkan parameter yang diinginkan kemudian dilanjutkan pembuatan antenna array 1x2 dan 1x4. Feeding antenna array disusun dengan menggunakan teknik wilkinson power divider pada sisi patch nya. Perencanaan antena array memiliki tujuan untuk meningkatkan nilai gain antena maupun nilai keterarahan (directivity) antena. Dari hasil simulasi didapatkan nilai berturut turut mulai dari antena single, antenna array 1x2 dan antenna array 1x4 yang meliputi return loss -21,5 dB,-15,06 dB dan -13,25 dB. Nilai SWR masing masing 1.2,1,4 dan 1,5. Nilai gain masing masing 5,67 dB, 8.5 dB dan 11.35 dB. Bandwidth antena didapatkan sebesar 78.7, 77.2 dan 82.3. Angular width didapatkan sebesar 98.90, 86.50 dan 79.20.