Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENGENDALIKAN DIABETES MELITUS BERBASIS BUDAYA LOKAL Mahendro Prasetyo Kusumo; Nur Hidayah; Nabila Ardia Pramono
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.477 KB) | DOI: 10.18196/ppm.39.121

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang diakibatkan rendahnya dukungan sosial untuk melakukan perilaku sehat. Dukungan soasial tersebut dapat dilakukan melalui edukasi yang disampaikan oleh kader. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader untuk mendampingi pasien DM di masyarakat dalam mengendalikan glukosa darah. Metode yang digunakan adalah pelatihan kader dan diskusi kelompok. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2020. Pelatihan diikuti oleh 29 kader yang mewakili setiap dusun di Desa Sidokarto. Kader diberi buku pemantauan kencing manis atau diabetes mellitus (DM) sebagai buku panduan. Materi yang diberikan tentang manajemen DM dan cara komunikasi yang baik. Materi ini disampaikan oleh dokter layanan primer. Hasil evaluasi menunjukkan nilai skor rata-rata adalah 27.71 (15 kader memiliki skor di atas rata-rata dan seluruh kader memiliki lebih dari 75% jawaban benar). Sebagian besar kader memberikan respons positif terkait materi DM yang diberikan. Keberlanjutan program kader pintar DM dapat dilakukan untuk melaksanakan tugasnya secara konsisten sebagai salah satu upaya pengendalian DM di Desa Sidokarto. Diharapkan program ini bisa diimplementasikan secara maksimal, sehingga bisa menjadi desa percontohan dalam mengendalikan DM. Pelatihan ini mampu meningkatkan pengetahuan kader tentang cara mengendalikan glukosa darah pasien DM.
PREVENTING NON-COMMUNICABLE DISEASES IN TOURIST SITES THROUGH HEALTHY CANTEEN MANAGEMENT Mahendro Prasetyo Kusumo; Kusbaryanto Kusbaryanto; Muhammad Eko Atmojo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.411 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.608

Abstract

Background: Cadre involvement is important to increase public knowledge and awareness of diet control. Dietary control contributes to the reduction in the prevalence of NCDs. Objective: To explore the involvement of cadres in improving dietary control behavior to control NCDs. Methods: This community service was carried out in Sendangtirto Village, Berbah District, Sleman Regency Yogyakarta. Qualitative method with action research design used to explore the involvement of cadres in implementing diet. The selection of participants was purposive sampling. Data was collected using interview, FGD, and observation techniques. Triangulation and member checking are carried out to validate the resulting data. The data processing process begins with transcription, open coding, axial coding and the preparation of themes. Data were analyzed using NVivo software. Results and implication: The qualitative data analysis concluded that there were five themes, namely: 1) the purpose of implementing a diet, 2) a model of implementing a diet based on cadre empowerment, 3) obstacles to implementing a diet, 4) efforts to improve the implementation of a diet, and 5) efforts in NCDs control. Implications: Empowerment of cadres is one form of activity that can increase the active role of the community in healthy behavior. This active role encourages people to be more active in conveying their personal experiences in controlling their eating patterns. Conclusion: Empowerment of cadres increases the active role of the community in controlling diet to control
PENGELOLAAN KANTIN SEHAT DI TEMPAT WISATA SEBAGI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR Mahendro Prasetyo Kusumo; Kusbaryanto Kusbaryanto; Muhammad Eko Atmojo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.319 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.609

Abstract

Latar belakang: Berbagai upaya pencegahan PTM belum memberikan hasil yang maksimal. Tingginya prevalensi tersebut disebabkan oleh makanan yang tidak sehat, termasuk makanan yang disediakan di objek wisata. Tujuan: Mengeksplorasi pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan kantin sehat sebagai upaya pengendalian PTM. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman. Metode kualitatif dengan desain action research digunakan untuk mengeksplorasi pengetahuan masyarakat tentang pengolahan makanan sehat untuk mengendalikan PTM. Pemilihan partisipan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara, FGD, dan observasi. Triangulasi dan member checking dilakukan untuk memvalidasi data yang dihasilkan. Proses pengolahan data dimulai dengan melakukan transkrip, open coding, axial coding dan penyusunan tema. Data dianalisis menggunakan software NVivo. Hasil: Hasil analisa data terdapat tiga tema utama, yaitu 1) manfaat kantin sehat di area agrowisata, kendala pengelolaan kantin sehat, 2) strategi memaksimalkan keberadaan kantin sehat, dan 3) peran pemerintah daerah terhadap pengelolaan kantin sehat dan sistem pengelolaan kantin sehat. Implikasi: Kantin sehat merupakan salah satu bentuk fasilitas pendukung di objek wisata yang dapat membantu Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mengendalikan PTM. Pengendalian PTM melalui sektor pariwisata ini merupakan salah satu inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Kesimpulan: Kantin sehat merupakan salah satu upaya promotif dalam mengendalikan PTM yang melibatkan sektor pariwisata.
PENDIDIKAN HUKUM KESEHATAN BAGI KADER DAN ANGGOTA POSBINDU Ahdiana Yuni Lestari; Mahendro Prasetyo Kusumo; Danang Wahyu Muhammad
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.214 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.636

Abstract

Masalah kesehatan masyarakat yang dihadapi saat ini adalah makin meningkatnya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM), antara lain penyakit jantung, diabetes melitus, kanker, dan penyakit paru obstruktif kronis. Kegiatan Posbindu PTM di dusun Bopongan meliputi screening terhadap penyakit tidak menular. Apabila ditemukan ada warga yang hasilnya menyimpang, maka disarankan untuk mendapat pelayanan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pengobatan rutin. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban Kader dan Anggota Posbindu sebagai salah satu subyek hukum kesehatan dalam meningkatkan kualitas kesehatan di Dusun Bopongan. Metode dalam pengabdian ini adalah penyuluhan, diskusi dan pelatihan menggunakan alat screening kesehatan dan pemeriksaan kesehatan terkait penyakit sindrom metabolik. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa: (1) Sebelum dilakukan penyuluhan hukum, terdapat 1% Kader Posbindu dan 27% Anggota Posbindu yang belum memahami hak dan kewajibannya. Setelah dilakukan penyuluhan seluruh Kader Posbindu memahami hak dan kewajiban tersebut, tetapi terdapat 13% Anggota Posbindu masih belum memahaminya. Namun setelah dilakukan pendampingan dan monev, seluruh Kader dan Anggota Posbindu memahami hak dan kewajibannya; (2) Kader dan Anggota Posbindu yang menderita sindrom metabolik menjadi lebih sadar akan hak dan kewajibannya serta lebih memperhatikan pola hidup sehat. Peran Kader Posbindu dan Puskesmas Banguntapan 2 menjadi lebih penting.
PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI ANAK DI PANI ASUHAN Ikhlas Muhammad Jenie; Zulkhah Noor; Mahendro Prasetyo Kusumo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.03 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.795

Abstract

Panti asuhan merupakan lembaga usaha untuk meningkatkan kesejahteraan anak dalam pengentasan ketelantaran anak. Panti Asuhan Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta (PAY Lowanu) merupakan salah satu panti asuhan yang tertua di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. PAY Lowanu mempunyai enam puluh tujuh anak asuh. Dari komunikasi personal terdapat masalah yang dihadapi anak asuh PAY Lowanu saat ini, yakni penurunan kemampuan kognitif dan psikomotor. Hal ini terkait dengan kondisi pandemi Covid-19 setahun terakhir ini. Diusulkan solusi masalah berupa survei aktivitas fisik pada anak-anak panti. Apabila hasil kuesioner menunjukkan aktivitas fisik yang kurang atau rendah maka dilakukan pembekalan mengenai dasar-dasar olahraga. Diharapkan pembekalan tersebut dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan anak asuh PAY Lowanu untuk melakukan olahraga yang baik dan benar, yang selanjutnya dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan kemampuan kognitif dan psikomotor anak asuh PAY Lowanu. Gambaran iptek transfer materi ilmu pengetahuan Fisiologi Olahraga terkait dengan adaptasi tubuh saat berolahraga, peresepan olahraga, dan kebugaran jasmani.
PKM Perilaku Sadar Sampah Bagi Siswa Muhammad Eko Atmojo; Sakir Sakir; Mahendro Prasetyo Kusumo; Anwar Kholid
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.394 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v3i2.455

Abstract

Sampah merupakan salah satu permasalahan klasik yang dihadapi oleh setiap negara, sehingga perlu ada treatment baru untuk menanggulangi sampah. Salah satu tritmen yang bisa digunakan untuk menanggulangi sampah adalah melakukan pendidikan terhadap siswa sejak usia dini, terutama dalam hal perilaku siswa dalam membuang sampah. Dengan adanya edukasi sadar sampah sejak dini maka akan sangat membantu sekali dalam hal pengurangan volume sampah. Dalam pelaksaan edukasi terhadap sampah ini ada beberapa hal yang harus di sosialisasikan kepada pihak sekolah baik guru maupun siswa-siswi. Dalam pelaksanaan sosialisasi kepada siswa ada beberapa hal yang disampaikan diantaranya adalah pemahaman dalam memilah sampah serta mengelola sampah melalui reduce, reuse, dan recycle (3R). Dengan dilakukannya edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah maka sangat diharapkan bisa membantu siswa-siswi dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekitarnya.
Skema Alokasi Biaya Promosi Kesehatan untuk Mengendalikan DM di Kabupaten Sleman: Studi Kasus Mahendro Prasetyo Kusumo; Wisnu Murti Yani
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.67670

Abstract

Latar Belakang: Program promosi kesehatan (Promkes) menjadi kunci utama dalam mengendalikan Diabetes Melitus (DM) di Indonesia. Rendahnya alokasi biaya Promkes menjadi salah satu penyebab meningkatnya prevalensi DM, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kabupaten Sleman memiliki prevalensi DM tertinggi setelah Kota Yogyakarta.Tujuan: Mengidentifikasi skema alokasi biaya Promkes di Kabupaten Sleman untuk mengendalikan DM di Kabupaten Sleman.Metode: Penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan terdiri dari lima pemangku kebijakan di Kabupaten Sleman. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Triangulasi dan member checking dilakukan untuk validasi data kualitatif.Analisis data dilakukan menggunakan open code.Hasil: Analisis data menghasilkan koding penting yang diidentifikasi dan dikelompokkan menjadi tiga domain, yaitu: 1) implementasi program Promkes 2) skema alokasi dana Promkes, dan 3) sumber pembiayaan Promkes. Prosedur pengajuan dana kegiatan Promkes rumit dan tidak jelas. Perlu disosialisasikan tata cara pengajuan biaya Promkes di setiap fasilitas pelayanan kesehatan primer. Selain itu, diperlukan strategi untuk mengajukan pembiayaan Promkes di Kabupaten Sleman melalui APBN, APBD, DAK, bagi hasil pajak dan dana desa.Kesimpulan: Skema alokasi biaya Promkes untuk mengendalikan DM di Kabupaten Sleman dapat dilakukan melalui pengajuan dari Puskesmas. Alokasi dana tersebut bersumber dari APBN, APBD, DAK, bagi hasil pajak, dan dana desa.
Overview of the Implementation of Health Promotion Programs for Diabetes Mellitus Patients in Hospital Diana Dewi Hestia; Mahendro Prasetyo Kusumo
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 1 No 10 (2022): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v1i10.95

Abstract

Introduction: Health promotion is an effort to create people to improve and maintain their health. Improper implementation of Health Promoting Hospital (HPH) can increase recurrence and mortality rates, decrease patient satisfaction, and increase patient care costs in hospitals. Various epidemiological studies show a tendency to increase the incidence and prevalence of Type 2 Diabetes Mellitus in various parts of the world. The WHO organization predicts a large increase in the number of Type 2 Diabetes Mellitus patients in the coming years. Objective: This study aims to describe the implementation of health promotion programs in Type 2 Diabetes Mellitus patients in the hospitals. Method: The type of this research is a descriptive analysis with a quantitative approach. The population in this study were outpatients for Type 2 Diabetes Mellitus at the Internal Medicine Polyclinic in Panembahan Senopati Bantul Hospital and PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital. The sampling technique used is quota sampling, the number of sample used is 440 patients. The instrument used is a questionnaire. Data analysis in this study used categorical description analysis. Result and Discussion: The results showed that 83.3% (out of 233 DM patients at Panembahan Senopati Hospital Bantul) and 64.3% (out of 207 DM patients at PKU Hospital Yogyakarta City) stated that health promotion at the hospital was good. The results of the study on patient assessment standards and patient information and intervention standards also showed good results. Conclusion: So it can be concluded that health promotion in Panembahan Senopati Bantul Hospital and PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital in general is good
Implementasi Program Pengendalian Diabetes Mellitus dan Hipertensi Melalui Media Watshapp Selama Pendemi Covid-19 Mahendro Prasetyo Kusumo; Yanuar Primanda Primanda
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.14286

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi model pemantauan pasien DM dan HT melalui aplikasi WhatsApp (WA) selama pandemi Covid-19. Kabupaten Bantul merupakan salah satu Kabupaten dengan jumlah PTM tertinggi di DIY, termasuk DM dan HT.Tim dan mitra menyepakati tiga masalah prioritas dalam melakukan pematauan DM dan HT, yaitu rendahnya pengetahuan dan perilaku pasien dalam melakukan pemantauan DM dan HT, dan 2) sulitnya melakukan pemantauan DM dan HT di layanan kesehatan selama pandemi Covid-19. Ada 3 (tiga) tahapan dalam melaksanakan solusi yang ditawarkan untuk mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan semakin meningkatnya DM dan HT, yaitu: 1) observasi lingkungan, 2) wawancara dokter, pasien, tokoh masyarakat dan Kader, dan 3) diskusi kelompok pasien HT dan DM di Puskesmas Pundong. Ada tiga tema penting yang dapat digunakan untuk merancang model pemantauan pasien DM dan HT, yaitu: 1) aplikasi WA sebagai media pendukung pemantauan DM dan HT, 2) kemudahan dalam mengendalikan DM dan HT selama pandemi Covid-19, dan 3) kendala penggunaan aplikasi WA. Pemantauan DM dan HT berbasis aplikasi WA merupakan salah satu inovasi yang dapat mempermudah pencegahan komplikasi. Keterbatasan penggunaan aplikasi WA menjadi penghambat dalam penggunaan model ini. Penggunaan aplikasi WA  menggunakan pesan singkat dan video call merupakan model pemantauan DM dan HT yang disukai selama pandemi Covid-19.
Theater Performing Art: a Strategy to Improve Self-efficacy and Social Support in Patient with Type 2 diabetes Mellitus (T2DM) Mahendro Prasetyo Kusumo
Journal of Global Pharma Technology Volume 12 Issue 06 (2020) June 2020
Publisher : Journal of Global Pharma Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.589 KB)

Abstract

Background: The lacks of self-efficacy and social support are two neglected issues in patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM). One of the popular methods to enhance those factors is theater performance art education (TPA), but its evidence in T2DM is lacking. Therefore, this study was aimed to measure the effectiveness of TPA toward social support and self-efficacy in T2DM. Methods: This study used quantitative methods with a quasi-experimental non-equivalent pre post-test control group design. The two variables measured were self-efficacy and social support. The subjects of this study were Prolanist member of patients with T2DM in the four primary health care centers in Sleman Yogyakarta Indonesia. Pre-test and post-test measurement were taken and compared to determine the efficacy of the TPA. Results: 102 subjects were used in this study (32 in control and 70 in intervention group) with women and 45-60 years old age group comprised the majority of the subject population. Mann-Whitney test showed that the self-efficacy score increased more pronouncedly in intervention group compared to control group (Δ mean intervention: 3.34±4.74; Δ mean control: -0.75±3.98; p: 0.000). Same result was also observed in social-support variable (Δ mean intervention: 1.63±1.84; Δ Mean control: 0.38±1.84; p: 0.002). Multiple logistic regression revealed that TPA only significantly affected self-sufficiency (Adjusted OR: 0.173; p: 0.001; 95%CI: 0.062 - 0.479) while barely influenced social support. Conclusion: The implementation of theater performing art-based community empowerment as part of social education helps in improving self-efficacy in patients with T2DM. Keywords: T2DM, Theater performing art, Self-efficacy, Social support.