Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Physical Activity Patterns in Lecturers During Covid-19 Pandemic: A Qualitative Study Mahendro Prasetyo Kusumo
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol 10, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta in Clollaboration with ADMMIRASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.v10i1.10829

Abstract

A sedentary lifestyle has associated with the work of a lecturer. A sedentary lifestyle is one of the Non-Communicable Diseases (NCDs) causes. This study aims to explore physical Activity Patterns in Lecturers during the COVID-19 Pandemic. This study used qualitative research from July to September 2020. Interviews were conducted with sixteen lecturers is divided into two groups. The data collection was through in-depth interview techniques by telephone. Participants were determined by purposive sampling. The number of participants is seventeen. The analyzing data process through transcripts, coding, and determining themes was performed using In-Vivo software. Credibility criteria and triangulation is done to ensure valid data. The results of this study show that the desired pattern of physical activity is to use free time, even though they have difficulty managing time and lack motivation. There is a need for health policy at the university to apply a healthy lifestyle, such as walking between buildings, using stairs, doing independent exercise between working hours, procuring bicycles for transportation between buildings, and maximizing sports facilities management. Conclusion: The physical activity pattern of lecturers mostly utilizes the free time to walk between buildings, go to mosques, and long distances parking to the premises in the university environment.
Model Edukasi Program Aktivitas Fisik Berbasis Masyarakat dalam Menurunkan Glukosa Darah Mahendro Prasetyo Kusumo; Sakir Sakir; Muhammad Eko Atmojo
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13, No 1 (2022): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v13i1.3782

Abstract

Perilaku menetap merupakan faktor risiko terbesar terjadinya Diabetes Mellitus (DM) atau komplikasinya. Salah satu penyebab perilaku menetap adalah kurangnya pengetahuan tantang pentingnya aktivitas fisik dalam mengendalikan glukosa darah untuk mencegah terjadinya DM. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengenalkan pentingnya aktivitas fisik menggunakan model edukasi berbasis pemberdayaan masyarakat untuk mengendalikan glukosa darah, terutama pada pasien DM. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 50 peserta, yang terdiri dari 29 masyarakat tidak terdiagnosis DM dan 21 masyarakat terdiagnosis DM. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa metode edukasia yang dilanjutkan dengan praktik aktivitas fisik dapat meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya aktivitas fisik dalam menurunkan glukosa darah. Edukasi kesehatan dilakukan pada masyarakat yang menderita DM maupun masyarakat umum. Setelah edukasi kesehatan, dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan latihan bersama. Simpulan pengabdian masyarakat ini adalah model edukasi program aktivitas fisik berbasis masyarakat dalam bentuk diskusi kelompok dan praktik langsung aktivitas fisik dapat meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya mengendalikan glukosa darah. Saran, pemerintah dan institusi pendidikan perlu meningkatkan upaya preventif dan promotif untuk meningkatkan perilaku aktivitas fisik dalam upaya mengendalikan DM di wilayah kabupaten Sleman lainnya.
PENINGKATAN KEGIATAN OPERASIONAL KLINIK PRATAMA AL-IKHLAS MUHAMMADIYAH BOROBUDUR Nur Hidayah; Mahendro Prasetyo Kusumo
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.748 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.3967

Abstract

ABSTRAKKegiatan operasional sebuah klinik yang berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemilik mendukung tercapainya visi dan misi klinik. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kegiatan operasional Klinik Pratama Al-Ikhlas Muhammadiyah Borobudur untuk memperbaiki kinerja klinik yang selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. Metode yang digunakan adalah studi kasus menggunakan observasi partisipatif dengan mensinergikan kegiatan pengabdian masyarakat dosen Magister Administrasi Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan kegiatan operasional Klinik Al-Ikhlas Muhammadiyah Borobudur (Klinik) bekerja sama dengan Ranting Aisyiyah Borobudur 3 dan Cabang Borobudur. Hasil dari pengabdian masyarakat adalah peningkatan kegiatan operasional klinik dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Borobudur dan warga masyarakat yang berada di sekitar klinik. Hasil dari pengabdian masyarakat yang lain adalah peningkatan motivasi dari sumber daya manusia klinik untuk memperbaiki kinerjanya sehingga klinik dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Kata kunci: peningkatan; kegiatan operasional; kinerja; klinik pratama.  ABSTRACTThe clinic's operational activities that work according to the provisions that have been set in regulations and stakeholder policy can support the clinic to achieve the clinic’s vision and mission. This community service aimed to improve the operational activities of Klinik Pratama Al-Ikhlas Muhammadiyah Borobudur, especially in improving the clinic’s performance which decreases in recent years. The method applied was a case study using participatory observation by synergizing both the community service of the master of Hospital administration lecturers, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, and clinics operational of Klinik Pratama Al-Ikhlas Muhammadiyah Borobudur which collaborate with Aisyiyah Borobudur Branch 3 and Borobudur Branch. The result of this community service was the improvement of the clinic’s operational activities in providing health service to the community, especially the residents of Muhammadiyah dan Aisyiyah Borobudur and also the residents around the clinic. Besides, another result of the community service was the enhancement of the motivation of clinical human resources to improve the clinical performance, so the clinic can carry out its function properly.                                                              Keywords: improvement; operational activities; performance; pratama clinic.
Analisis Angka Rujukan Di Rumah Sakit Umum Daerah Ampana Analysis of High Reference Number in Ampana Hospital Ferly Junita Lahay; Mahendro Prasetyo Kusumo; Iman Permana
Jurnal Admmirasi Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Rumah Sakit, Jenjang Pasca Sarjana (S2), Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47638/admmirasi.v3i2.38

Abstract

Momentum peningkatan kualitas dan perawatan kesehatan yang terjangkau untuk semua masyarakat telah melahirkan Universal Health Coverage (UHC). Sebagai bagian dari strategi Indonesia untuk mencapai tujuan UHC, investasi besar telah dilakukan untuk meningkatkan akses kesehatan bagi masyarakat miskin, sehingga pelaksanaan berbagai skema asuransi kesehatan ditujukan untuk masyarakat miskin dan hampir miskin dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pelayanan kesehatan tidak lagi terpusat di rumah sakit atau faskes tingkat lanjutan, namun pelayanan kesehatan harus dilakukan secara berjenjang, dimulai dari pelayanan kesehatan tingkat pertama, tingkat kedua dan tingkat ketiga. Fenomena yang dihadapi selama pelaksanaan program JKN diantaranya berhubungan dengan sistem rujukan berjenjang yang masih belum optimal dilihat dari adanya peningkatan progresif pasien di rumah sakit, baik karena kendala yang berhubungan dengan kompetensi dokter umum di faskes tingkat pertama, sarana prasarana, ataupun berhubungan dengan aturan-aturan dari sistem rujukan itu sendiri. Hal ini dianggap perlu dipelajari dan diteliti dalam rangka memperbaiki dan mengefektifkan pelayanan kesehatan baik di tingkat pelayanan primer dan khususnya di tingkat pelayanan sekunder dalam hal ini di Rumah Sakit Umum (RSU) Ampana.. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Inti dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kecenderungan tingginya angka rujukan pasien BPJS dari PPK I ke PPK II di Kabupaten Tojo Una-Una. Pelaksanaan rujukan di lima puskesmas terpilih di Kabupaten Tojo Una-Una, menunjukkan tiga dari lima puskesmas tersebut memiliki angka rujukan yang tinggi, dimana rasio rujukan lebih dari 15%, meliputi Puskesmas Ampana Timur 27,3%, Puskesmas Ampana Barat 24,28%, Puskesmas Marowo 11,6%, Puskesmas Ampana Tete 25,76%, dan Puskesmas Wakai 0,65%. Dari analisis rujukan diatas, dapatlah kita lihat bahwa penyebab tingginya angka rujukan disebabkan oleh faktor Sumber Daya Manusia (SDM), fasilitas atau sarana prasarana, dan aturan terkait sistem rujukan berjenjang dari PPK I ke PPK II belum diterapkan dengan baik.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENGENDALIKAN DIABETES MELITUS BERBASIS BUDAYA LOKAL Mahendro Prasetyo Kusumo; Nur Hidayah; Nabila Ardia Pramono
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.477 KB) | DOI: 10.18196/ppm.39.121

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang diakibatkan rendahnya dukungan sosial untuk melakukan perilaku sehat. Dukungan soasial tersebut dapat dilakukan melalui edukasi yang disampaikan oleh kader. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader untuk mendampingi pasien DM di masyarakat dalam mengendalikan glukosa darah. Metode yang digunakan adalah pelatihan kader dan diskusi kelompok. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2020. Pelatihan diikuti oleh 29 kader yang mewakili setiap dusun di Desa Sidokarto. Kader diberi buku pemantauan kencing manis atau diabetes mellitus (DM) sebagai buku panduan. Materi yang diberikan tentang manajemen DM dan cara komunikasi yang baik. Materi ini disampaikan oleh dokter layanan primer. Hasil evaluasi menunjukkan nilai skor rata-rata adalah 27.71 (15 kader memiliki skor di atas rata-rata dan seluruh kader memiliki lebih dari 75% jawaban benar). Sebagian besar kader memberikan respons positif terkait materi DM yang diberikan. Keberlanjutan program kader pintar DM dapat dilakukan untuk melaksanakan tugasnya secara konsisten sebagai salah satu upaya pengendalian DM di Desa Sidokarto. Diharapkan program ini bisa diimplementasikan secara maksimal, sehingga bisa menjadi desa percontohan dalam mengendalikan DM. Pelatihan ini mampu meningkatkan pengetahuan kader tentang cara mengendalikan glukosa darah pasien DM.
PREVENTING NON-COMMUNICABLE DISEASES IN TOURIST SITES THROUGH HEALTHY CANTEEN MANAGEMENT Mahendro Prasetyo Kusumo; Kusbaryanto Kusbaryanto; Muhammad Eko Atmojo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.411 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.608

Abstract

Background: Cadre involvement is important to increase public knowledge and awareness of diet control. Dietary control contributes to the reduction in the prevalence of NCDs. Objective: To explore the involvement of cadres in improving dietary control behavior to control NCDs. Methods: This community service was carried out in Sendangtirto Village, Berbah District, Sleman Regency Yogyakarta. Qualitative method with action research design used to explore the involvement of cadres in implementing diet. The selection of participants was purposive sampling. Data was collected using interview, FGD, and observation techniques. Triangulation and member checking are carried out to validate the resulting data. The data processing process begins with transcription, open coding, axial coding and the preparation of themes. Data were analyzed using NVivo software. Results and implication: The qualitative data analysis concluded that there were five themes, namely: 1) the purpose of implementing a diet, 2) a model of implementing a diet based on cadre empowerment, 3) obstacles to implementing a diet, 4) efforts to improve the implementation of a diet, and 5) efforts in NCDs control. Implications: Empowerment of cadres is one form of activity that can increase the active role of the community in healthy behavior. This active role encourages people to be more active in conveying their personal experiences in controlling their eating patterns. Conclusion: Empowerment of cadres increases the active role of the community in controlling diet to control
PENGELOLAAN KANTIN SEHAT DI TEMPAT WISATA SEBAGI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR Mahendro Prasetyo Kusumo; Kusbaryanto Kusbaryanto; Muhammad Eko Atmojo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.319 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.609

Abstract

Latar belakang: Berbagai upaya pencegahan PTM belum memberikan hasil yang maksimal. Tingginya prevalensi tersebut disebabkan oleh makanan yang tidak sehat, termasuk makanan yang disediakan di objek wisata. Tujuan: Mengeksplorasi pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan kantin sehat sebagai upaya pengendalian PTM. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman. Metode kualitatif dengan desain action research digunakan untuk mengeksplorasi pengetahuan masyarakat tentang pengolahan makanan sehat untuk mengendalikan PTM. Pemilihan partisipan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara, FGD, dan observasi. Triangulasi dan member checking dilakukan untuk memvalidasi data yang dihasilkan. Proses pengolahan data dimulai dengan melakukan transkrip, open coding, axial coding dan penyusunan tema. Data dianalisis menggunakan software NVivo. Hasil: Hasil analisa data terdapat tiga tema utama, yaitu 1) manfaat kantin sehat di area agrowisata, kendala pengelolaan kantin sehat, 2) strategi memaksimalkan keberadaan kantin sehat, dan 3) peran pemerintah daerah terhadap pengelolaan kantin sehat dan sistem pengelolaan kantin sehat. Implikasi: Kantin sehat merupakan salah satu bentuk fasilitas pendukung di objek wisata yang dapat membantu Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mengendalikan PTM. Pengendalian PTM melalui sektor pariwisata ini merupakan salah satu inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Kesimpulan: Kantin sehat merupakan salah satu upaya promotif dalam mengendalikan PTM yang melibatkan sektor pariwisata.
PENDIDIKAN HUKUM KESEHATAN BAGI KADER DAN ANGGOTA POSBINDU Ahdiana Yuni Lestari; Mahendro Prasetyo Kusumo; Danang Wahyu Muhammad
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.214 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.636

Abstract

Masalah kesehatan masyarakat yang dihadapi saat ini adalah makin meningkatnya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM), antara lain penyakit jantung, diabetes melitus, kanker, dan penyakit paru obstruktif kronis. Kegiatan Posbindu PTM di dusun Bopongan meliputi screening terhadap penyakit tidak menular. Apabila ditemukan ada warga yang hasilnya menyimpang, maka disarankan untuk mendapat pelayanan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pengobatan rutin. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban Kader dan Anggota Posbindu sebagai salah satu subyek hukum kesehatan dalam meningkatkan kualitas kesehatan di Dusun Bopongan. Metode dalam pengabdian ini adalah penyuluhan, diskusi dan pelatihan menggunakan alat screening kesehatan dan pemeriksaan kesehatan terkait penyakit sindrom metabolik. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa: (1) Sebelum dilakukan penyuluhan hukum, terdapat 1% Kader Posbindu dan 27% Anggota Posbindu yang belum memahami hak dan kewajibannya. Setelah dilakukan penyuluhan seluruh Kader Posbindu memahami hak dan kewajiban tersebut, tetapi terdapat 13% Anggota Posbindu masih belum memahaminya. Namun setelah dilakukan pendampingan dan monev, seluruh Kader dan Anggota Posbindu memahami hak dan kewajibannya; (2) Kader dan Anggota Posbindu yang menderita sindrom metabolik menjadi lebih sadar akan hak dan kewajibannya serta lebih memperhatikan pola hidup sehat. Peran Kader Posbindu dan Puskesmas Banguntapan 2 menjadi lebih penting.
PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI ANAK DI PANI ASUHAN Ikhlas Muhammad Jenie; Zulkhah Noor; Mahendro Prasetyo Kusumo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.03 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.795

Abstract

Panti asuhan merupakan lembaga usaha untuk meningkatkan kesejahteraan anak dalam pengentasan ketelantaran anak. Panti Asuhan Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta (PAY Lowanu) merupakan salah satu panti asuhan yang tertua di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. PAY Lowanu mempunyai enam puluh tujuh anak asuh. Dari komunikasi personal terdapat masalah yang dihadapi anak asuh PAY Lowanu saat ini, yakni penurunan kemampuan kognitif dan psikomotor. Hal ini terkait dengan kondisi pandemi Covid-19 setahun terakhir ini. Diusulkan solusi masalah berupa survei aktivitas fisik pada anak-anak panti. Apabila hasil kuesioner menunjukkan aktivitas fisik yang kurang atau rendah maka dilakukan pembekalan mengenai dasar-dasar olahraga. Diharapkan pembekalan tersebut dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan anak asuh PAY Lowanu untuk melakukan olahraga yang baik dan benar, yang selanjutnya dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan kemampuan kognitif dan psikomotor anak asuh PAY Lowanu. Gambaran iptek transfer materi ilmu pengetahuan Fisiologi Olahraga terkait dengan adaptasi tubuh saat berolahraga, peresepan olahraga, dan kebugaran jasmani.
PKM Perilaku Sadar Sampah Bagi Siswa Muhammad Eko Atmojo; Sakir Sakir; Mahendro Prasetyo Kusumo; Anwar Kholid
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.394 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v3i2.455

Abstract

Sampah merupakan salah satu permasalahan klasik yang dihadapi oleh setiap negara, sehingga perlu ada treatment baru untuk menanggulangi sampah. Salah satu tritmen yang bisa digunakan untuk menanggulangi sampah adalah melakukan pendidikan terhadap siswa sejak usia dini, terutama dalam hal perilaku siswa dalam membuang sampah. Dengan adanya edukasi sadar sampah sejak dini maka akan sangat membantu sekali dalam hal pengurangan volume sampah. Dalam pelaksaan edukasi terhadap sampah ini ada beberapa hal yang harus di sosialisasikan kepada pihak sekolah baik guru maupun siswa-siswi. Dalam pelaksanaan sosialisasi kepada siswa ada beberapa hal yang disampaikan diantaranya adalah pemahaman dalam memilah sampah serta mengelola sampah melalui reduce, reuse, dan recycle (3R). Dengan dilakukannya edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah maka sangat diharapkan bisa membantu siswa-siswi dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekitarnya.