Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PKM Olahan Gondo di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Putu Wida Gunawan; Ni Wayan Nursini; Ida Bagus Agung Yogeswara
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v5i2.2313

Abstract

Desa Timpag terkenal dengan penghasil gondo. Pemanfaatan gondo umumnya hanya dibuat sebagai sayur plecing tetapi oleh Ibu Ayu, gondo dapat diolah menjadi keripik yang rasanya digemari. Pengolahan yang bersifat tradisional menyebabkan keripik yang dihasilkan berminyak dan tidak tahan lama. Keripik gondo dipasarkan di warung-warung sekitar di desa Timpag. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu memperbaiki kualitas dan inovasi olahan gondo, pengurusan P-IRT, mendesain kemasan yang menarik, dan ecommerce melalui pelatihan dan pendampingan. Perbaikan kualitas keripik gondo melalui pengolahan dengan penggunaan vaccum frying dan pengeringan menggunakan spinner. Inovasi olahan gondo berupa puding gondo dan keripik gondo dengan variasi rasa (barbeque, keju, balado dan jagung manis). Kemasan digunakan plastik klip tebal dengan direkatkan menggunakan sealer, yang kemudian diberi label. Untuk memperluas area pemasaran produk dilakukan secara e-commerce melalui website. Hasil yang didapat setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan terjadi peningkatan kualitas dan inovasi olahan gondo, mitra mempersiapkan pengurusan P-IRT, kemasan dan label yang menarik, area pemasaran yang semakin luas sehingga berdampak dengan peningkatan omset dan pemasukan Ibu Ayu.
Effect of loloh sembung (Blumea balsamifera) maturity stage on antioxidant activity I Gusti Ayu Wita Kusumawati; I Nengah Reyunika; Ida Bagus Agung Yogeswara; I Gede Mustika; I Made Wisnu Adi Putra; Umar Santoso; Yustinus Marsono
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 6, ISSUE 1, 2018
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.892 KB) | DOI: 10.21927/ijnd.2018.6(1).1-6

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Loloh sembung (Blumea balsamifera) adalah minuman tradisional masyarakat Bali yang digunakan untuk mengobati penyakit. Perbedaan kematangan daun sembung akan mempengaruhi aktivitas antioksidan loloh sembung.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan loloh sembung yang dibuat dari berbagai jenis kematangan daun sembung yang diekstrak dengan menggunakan pelarut air.Metode: Serbuk daun sembung pada tingkat kematangan yang berbeda (muda, dewasa dan tua) direbus untuk menghasilkan loloh sembung. Analisis kandungan antioksidan meliputi analisis total fenolik, total kandungan flavonoid dan aktivitas antioksidan ferric reducing antioxidant power (FRAP).Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa daun sembung dengan tingkat kematangan tua menunjukkan kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan yang tinggi dibandingkan dengan daun dewasa dan muda, yaitu masing-masing sebesar 0,85±0,005 GAE/g dan 0,66 ±0,003 mmol Fe2+/g sampel. Sedangkan, daun dengan tingkat kematangan dewasa menunjukkan total flavonoid yang tinggi, yaitu sebesar 0,39±0,006 QE/g. Berdasarkan korelasi Pearson, perbedaan tingkat kematangan daun menunjukkan korelasi positif dengan kandungan total fenolik, total flavonoid dan aktivitas antioksidan (FRAP).Kesimpulan: Perbedaan tingkat kematangan daun sembung menunjukkan korelasi positif dengan kandungan total fenolik, total flavonoid dan aktivitas antioksidan (FRAP). Penelitian ini menunjukkan bahwa loloh sembung berpotensi sebagai minuman fungsional yang memanfaatkan kearifan lokal. KATA KUNCI: tingkat kematangan daun, total fenolik, total flavonoid, FRAP ABSTRACT Background: A Loloh sembung (Blumea balsamifera) is a traditional herbal drink from Bali and widely used to treat several diseases by Balinese people. Sembung leaf at different maturity stages would affect antioxidant activity of loloh sembung.Objectives: The objective of the research was determined antioxidant activity of loloh sembung prepare from different maturity stages of sembung leaf and extracted using water.Methods: Sembung leaves powder at different maturity stages (young, mature and old) was boiled to produce loloh sembung. The analyses of antioxidant activity of loloh sembung included total phenolic content (TPC), total flavonoid content (TFC) and ferric reducing antioxidant power (FRAP).Results: The results showed that old leaves were significantly higher in TPC and FRAP values compare to mature and young leaves, i.e 0.8575±0.005 GAE/g and 0.6625±0.003 mmol Fe2+/g sample respectively. However, the mature leaves revealed significantly high TFC, i.e 0.3972±0.006 QE/g. Based on Pearson’s correlation coefficient, the difference of maturity stage exhibited positive correlation with TPC, TFC and FRAP.Conclusion: The different of maturity stage exhibite showed positive correlation with TPC, TFC and FRAP. This study suggested that loloh sembung had a promising prospect as functional drink based on local wisdom.KEYWORDS: leaf maturity stage, loloh sembung, total flavonoids, total phenolic (italic)
METODE COOKING SEBAGAI UPAYA PENGENTASAN GIZI KURANG DAN GIZI LEBIH BALITA DI DESA CATUR, KINTAMANI, BANGLI, BALI Ni KETUT WIRADNYANI; Ni Wayan Nursini; Ni Putu Eny Sulistyadewi; Purwaningtyas Purwaningtyas; I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Ida Bagus Agung Yogeswara; I Gede Mustika; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.206 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1376

Abstract

The purpose of community service by the Dhyana Pura University Nutrition Program Study applying the cooking method is to provide knowledge, skills to Posyandu, foster mothers who have under-fives and more. The solution that has been given by the method of cooking by moist heat and dry heat in processing various food ingredients from plant and animal origin makes a menu of less nutrition and more nutrition through lectures, demonstrations and question and answer methods. The results of the post-test stated that 88% of the posyandu community and foster mothers with less and more nutrition in toddlers aged 2 -5 years knew how to use the cooking method in making teplon pizza, purple sweet potato bread and pudding, soup pumkin, egg dishes, soto radish, capcay, breaded catfish satay, pumpkin bread, green bean juice, in the presentation of the lectures as well as the skills and target of achieving solutions that partners expect to increase from the pre-test results of 11,5%. From this activity the knowledge and ability of foster mothers and posyandu groups increased regarding the cooking method used in processing plant and animal food ingredients for alleviating the problem of undernutrition and increased by 22%. Keywords: Over nutrition, less nutrition, Moist heat, Dry heat, Catur Village
Diversifikasi Olahan Ubi Ungu Di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Ni Wayan Nursini; Putu Wida Gunawan; Ida Bagus Agung Yogeswara
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 7 No. 2 (2021): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.241 KB) | DOI: 10.31940/bp.v7i2.66-70

Abstract

Kegiatan PKM di unit usaha Sari Boga yang dilakukan oleh tim dosen pengabdian Universitas Dhyana Pura bertujuan untuk melakukan diversifikasi olahan ubi ungu. Rendahnya umur simpan produk yang telah dihasilkan oleh usaha Sari Boga menjadi masalah utama yang dihadapi oleh mitra, sehingga mitra membutuhkan aneka olahan produk ubi ungu yang memiliki umur simpan lebih lama. Kegiatan dilakukan dengan cara pelatihan dan pendampingan yaitu dengan metode penyuluhan, diskusi dan praktek. Diversifikasi olahan ubi ungu yang dihasilkan berupa nastar, putri salju, cookies, brownies dan kastengel. Secara keseluruhan mitra menyukai hasil diversifikasi olahan ubi ungu berdasarkan uji organoleptik. Keberlangsungan program PKM terus dipantau dengan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberhasilan mitra dalam membuat aneka olahan ubi ungu.
Penerapan Teknologi Pengeringan Ubi Ungu dan Pemasaran Berbasis Digital I Gusti Ayu Wita Kusumawati I Gusti Ayu; Putu Wida Gunawan; Ni Wayan Nursini; Ida Bagus Agung Yogeswara
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v5i1.1348

Abstract

Pengolahan klepon berbahan dasar ubi ungu telah dilakukan oleh UMKM Sele Tangi Bali, tetapi produk yang dihasilkan memiliki umur simpan yang rendah. Hal ini juga berdampak pada pemasaran produk yang hanya dapat dipasarkan di daerah sekitar. Oleh karena itu kegiatan PkM ini dilakukan dengan tujuan menerapkan teknologi tepat guna dalam mengolah bahan baku menjadi produk yang memiliki umur simpan yang lebih lama dan pemasaran berbasis digital. Metode kegiatan dilakukan dengan empat tahapan yaitu pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada mitra, meliputi pengolahan daya tahan bahan baku; teknik pengemasan dan desain kemasan; daya tahan produk; dan pemasaran digital. Hasil kegiatan PkM menunjukkan bahwa mitra mampu menerapkan teknologi tepat guna yang diberikan oleh tim PkM sehingga mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki daya tahan produk yang lebih lama, kemasan dan desain logo yang menarik serta areal pemasaran yang semakin luas sehingga berdampak dengan kenaikan omset dan pendapatan mitra.
Upaya Peningkatan Imunitas Tubuh melalui Edukasi Pangan dan Gizi bagi Pegawai dan Dosen di LLDIKTI Wilayah VIII: Efforts to Improve Body Immunity through Food and Nutrition Education for Employees and Lecturers in LLDIKTI Region VIII I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Ni Wayan Nursini; Ida Bagus Agung Yogeswara; Ni Putu Eny Sulistyadewi; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; Ni Ketut Wiradnyani; Ida Bagus Ketut Mantra; Purwaningtyas Kusumaningsih; I Gede Mustika
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1151.957 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v4i1.1373

Abstract

The Covid 19 pandemic and unhealthy life style may lead to depression and anxiety followed by a decreasing of immune system. A healthy diet affects a person’s health and immune system. Objective: To provide education to the community, especially employees and lecturers in the LLDIKTI region VIII work environment, regarding food consumption and nutrition that can prevent stress and increase endurance during a pandemic. Methods: The activity begins with preparation, implementation and evaluation. Education is carried out using virtual media through zoom meetings, which are in the form of webinar series containing lectures and discussions. At the beginning of the activity, partners are given a pre-test and at the end of the discussion partners are given a post-test. Community service activities are carried out from October 13, 2021, to November 13, 2021. The evaluation was carried out using a knowledge questionnaire based on the material presented by the speaker.  The results of the community service activities showed an increase in partner knowledge about food and nutrition consumption that can prevent stress and increase endurance during a pandemic. Suggestion: It is necessary to conduct training and assistance in hygiene food processing to produce processed innovations that can be used to increase body immunity.
PENGARUH SUMBER KARBON TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASAM GAMMA AMINOBUTIRAT (GABA) LACTOBACILLUS PLANTARUM PH715 Ni Wayan Nursini; Ida Bagus Agung Yogeswara
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 3 (2020): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1379.696 KB)

Abstract

ABSTRAKAsam Gamma-Aminobutyric (GABA) adalah asam amino non-protein yang diproduksi melaluidekarboksilasi glutamate oleh enzim glutamate dekarboksilase (GAD). Produksi GABA oleh bakteriasam laktat dapat ditingkatkan melalui pengaturan komposisi nutrisi pada media tumbuh salahsatunya adalah penggunaan sumber karbon. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatanproduksi GABA Lactobacillus plantarum PH715 pada berbagai sumber karbon. Media pertumbuhanyang digunakan ada;ah MRS dengan 2% MSG dan 1% sumber karbon. Sumber karbon yangdigunakan yaitu fruktosa, glukosa, laktosa dan sukrosa. Peningkatan konsentrasi GABAmenggunakan metode TLC densitometry, populasi bakteri dengan metode pengenceran dansebar, pH dengan pH meter. Dari hasil penelitian didapatkan penambahan 1% fruktosamenghasilkan GABA 341,67±4,55 μg/ml, pada pH 3,9533±0,006 dan populasi8,9433±0,17cfu/ml, penambahan 1% glukosa menghasilkan GABA 338,60±8,64 μg/ml, denganpH 3,9567±0,006 dan populasi 9,1400±0,11cfu/ml, penambahan 1% laktosa menghasilkan GABAtertinggi 383,86±2,39 μg/ml pada pH 4,0233±0,011 dan populasi 9,3900±0,10 cfu/ml danpenambahan 1% sukrosa menghasilkan GABA 312,70±5,70 μg/ml, pada pH 3,9433±0,006 danpopulasi 8,9410±0,07cfu/ml. Simpulannya adalah penambahan 1% sumber karbon mampumeningkatan produksi GABA secara signifikan (p<0,05).Kata Kunci : gaba, lactobacillus plantarum, sumber karbon
IDENTIFIKASI KOMPONEN FLAVONOID EKSTRAK KULIT LIMAU Citrus amblycarpa (HASSK) OCHSE MENGGUNAKAN THIN LAYER CHROMATOGRAPHY I Gusti Ayu Wita Kusumawati; I Made Wisnu Adhi Putra; Ida Bagus Agung Yogeswara
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 3 (2020): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.555 KB)

Abstract

ABSTRAKKandungan flavonoid yang terkandung pada varietas jeruk dapat berfungsi sebagai antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari stress oksidatif yang menyebabkan terjadinya penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen flavonoid yang terkandung pada ekstrak kulit limau. Kulit limau yang telah dikeringkan, diekstraksi dengan perebusan dalam 100 ml air selama 7 menit. Identifikasi komponen flavonoid pada ekstrak kulit limau dilakukan dengan menggunakan Thin Layer Chromatography (TLC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit limau mengandung kuersetin dan rutin yang merupakan golongan flavonoid. Ekstrak kulit limau berpotensi digunakan sebagai sumber antioksidan alami.Kata kunci: ekstrak kulit limau, flavonoid, thin Layer Chromatography
PKM PEMANFAATAN MALTODEKSTRIN DALAM PEMBUATAN BUMBU MIE KELOR GUD DI DESA BUAHAN, TABANAN Ni Wayan Nursini; Ida Bagus Agung Yogeswara; I Gusti Ayu Wita Kusumawati
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 5 (2022): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.145 KB)

Abstract

ABSTRAKKelor (Moringa oleifera) adalah tanaman bernilai tinggi yang dapat ditemui di daerah tropis dan subtropis. Manfaat kelor telah banyak dirasakan oleh masyarakat yang dikonsumsi dalam bentuk olahannya seperti ice, permen jelly, mie kelor. Salah satu masyarakat Desa Buahan, Tabanan yang bernama Bapak I Wayan Sumerta Dana Arta yang biasa disapa Pak Wayan Mokoh merintis usaha memanfaatkan daun kelor menjadi mie dengan nama “mie kelor gud” sejak tahun 2019. Permasalahan yang dihadapi yaitu rendahnya pengetahuan terkait pemanfaatan bahan pengisi untuk membuat bumbu mie yang lebih bervolume. Oleh karena itu tim pengabdi menawarkan solusi penambahan maltodekstrin pada bumbu sehingga bumbu menjadi lebih bervolume. Berdasarkan hasil pendampingan dan pelatihan pengunaan bahan pengisi yaitu maltodekstrin dalam pembuatan bumbu didapatkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 76,63% dan menghasilkan bumbu yang lebih bervolume. Sampai saat ini pesanan mie kelor sangat diminati sehingga pesanan terus meningkat selain di Bali juga dari luar daerah seperti Subang, Surabaya, Bekasi, Bogor dan Jakarta.Kata kunci: maltodekstrin, bumbu, mie kelor
STUDI EPIDEMOLOGI HIV/AIDS DI KABUPATEN JEMBRANA BALI Made Nyandra; Ida Bagus Agung Yogeswara
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 2, No 2 (2018): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.942 KB)

Abstract

ABSTRAKKecepatan pertumbuhan epidemologi HIV/AIDS dapat disebabkan karena melakukan hubungan seksualdengan resiko yang tinggi misalnya dengan bergonta-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom,menggunakan jarum suntik yang tidak steril ataupun telah digunakan berulang misalnya yang terjadi padapara pengidap ketergantungan pada obat-obat terlarang, faktor ekonomi, broken home dan homoseksual.Penderita HIV/AIDS memiliki profesi yang beragam dan yang terbesar berprofesi sebagai ibu rumah tangga.Sumber epidemi HIV/AIDS yang tidak jelas dapat menyebabkan kecepatan pertumbuhannya, sehingga perludilakukan penelusuran data epidemologi. Penelitian ini menggunakan metode wawancara untuk mengetahuisumber infeksi HIV/AIDS, lama mengetahui status HIV/AIDS, pekerjaan pasangan, dan perasaan respondenserta tanggapan keluarga dan masyarakat saat mengetahui bahwa responden terinfeksi HIV/AIDS.Epidemologi HIV/AIDS di Kabupaten Jembrana disebabkan karena hubungan heteroseksual yaitu sebesar12,5% dan 80% masing-masing responden wanita dan pria, homoseksual sebesar 8% responden pria, tertularoleh pasangan yaitu sebesar 87,5% dan 12% masing-masing responden wanita dan pria.Kata kunci : HIV, AIDS, faktor resiko, epidemologiABSTRACTGrowing HIV/AIDS prevalence can be caused by high risk-sexual behaviour, such as partners changewithout using condoms, the application of re-used or non-sterile needles of drugs-addicted people, economyfactor, broken home and homosexuals. HIV/AIDS sufferers have a diverse professions and the largestpopulation with HIV/AIDS are housewives. Unclear source of the HIV/AIDS epidemic can cause the speedof its growth, therefore the epidemiological data is necessary. This study was an observational experimentusing the interview method to find out the source of HIV/AIDS infection, the duration of knowledge ofHIV/AIDS status, partners job, and the feelings of respondents and family, and community responses whenthey found out their HIV/AIDS status. Results showed that HIV/AIDS in Jembrana Regency that was causedby heterosexual relationships were 12.5% and 80% for female and male respondent respectively. Inhomosexual respondents, the prevalence of HIV/AIDS was 8% for male and no HIV/AIDS was found inwomen. In the partner respondents, the prevalence of HIV/AIDS were 87.5% and 12% for female and malerespondents respectively.Keywords: HIV, AIDS, risk factor, epidemology