Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pelatihan Kebersihan Destinasi Wisata Bagi Kelompok Sadar Wisata Di Kabupaten Klungkung Kusumawati, I Gusti Ayu Wita; Yogeswara, Ida Bagus Agung
Jurnal Abdimas Perbanas Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Perbanas
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/jap.v5i2.709

Abstract

The unpleasantness of tourists visiting a tourist destination can be caused by the cleanliness of the tourist destination area that is sometime ignored by the caretakers. Tourist destinations that are not kept clean can also cause diseases. Tourist destination managers play an important role in recreating a clean tourist destination. This community service activity was carried out to improve the knowledge of tourism awareness groups that operate tourist destinations in Klungkung Regency. This activity was carried out using course, discussion as well as workshop methods. After the course, the knowledge about the management and application of cleanliness in tourist destinations has showed some improvement. Through this activity, it is hoped that the partners can implement cleanliness in tourist destinations and give contribution to the increase of tourists visiting the tourist destinations.
Melangkah lebih jauh dengan mie kelor gud: Eksplorasi tepung, rasa dan bumbu instan yang menggugah selera Nursini, Ni Wayan; Yogeswara, Ida Bagus Agung; Kusumawati, I Gusti Ayu Wita
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v7i1.19378

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) adalah tanaman bernilai tinggi yang dapat ditemui di daerah tropis dan subtropis yang dapat dinikmati dalam bentuk olahannya. Bapak I Wayan Sumerta Dana Arta yang biasa disapa Pak Wayan Mokoh dari Desa Buahan, Tabanan, merintis usaha memanfaatkan daun kelor menjadi mie dengan nama “mie kelor gud” sejak tahun 2019. Permasalahan yang dihadapi yaitu daun kelor cepat rontok dan tidak tahan lama, sedikitnya varian rasa yaitu goreng dan kuah serta bumbu mie yang terasa kurang bervolume. Metode yang digunakan yaitu community development dengan cara sosialisasi, pelatihan pendampingan dan evaluasi. Melalui kegiatan pengabdian ini kami menawarkan solusi: 1) pengolahan daun kelor menjadi tepung, 2) penambahan varian rasa yaitu varian rasa betutu dan ikan, 3) penambahan maltodekstrin pada bumbu. Hasil yang didapatkan dari kegiatan PKM ini 1)Peningkatan pengetahuan sebesar 76,36% terkait pembuatan dan manfaat penggunaan tepung kelor, 2) Meningkatnya jumlah varian rasa menjadi mie kelor goreng, mie kelor kuah, mie kelor betutu dan mie kelor ikan, 3) peningkatan pengetahuan terkait maltodekstrin dan pemanfaatannya sebesar 76,63% dan menghasilkan bumbu yang lebih bervolume. Disimpulkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan terhadap bahan baku, varian rasa dan bumbu yang lebih baik.