Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PROFIL SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DENGAN BERBAGAI METODE PENGERINGAN I Gusti Agung Ayu Dewi Landari; I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Ni Wayan Nursini; Ida Bagus Agung Yogeswara
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.1.7-16.2023

Abstract

Buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) diketahui memiliki kandungan senyawa flavonoid yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan karena memiliki aktivitas seperti antibakteri, antivirus, antioksidan, antijamur, anti inflamasi, antimutagenik dan antihipertensi. Tingginya kadar air pada buah mengkudu dapat mengakibatkan adanya perubahan secara biologi dan kimia, sehingga diperlukan alternatif proses pengeringan untuk mengurangi kadar air dan menjaga kandungan senyawa flavonoid. Buah mengkudu dapat menghasilkan banyak manfaat dari senyawa flavonid dengan cara mengekstrak tanaman tersebut. Salah satu tahapan ekstraksi buah mengkudu yaitu melakukan pengeringan untuk mendapatkan senyawa flavonoid yang optimal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil senyawa flavonoid ekstrak buah mengkudu dari berbagai metode pengeringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap tiga perlakuan dan tiga ulangan sehingga di dapatkan 9 unit percobaan, dengan pengeringan buah mengkudu yaitu pengeringan matahari langsung, pengeringan diangin-anginkan dan pengeringan oven kemudian simplisia buah mengkudu dianalisis kadar airnya menggunakan metode gravimetri. Bubuk kering buah mengkudu dimaserasi menggunakan etanol 96%. Kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan metode LCMS/MS QTOF.Hasil dari penelitian yaitu rata-rata kadar air bubuk buah mengkudu metode pengeringan matahari langsung, diangin-anginkan dan dioven berturut-turut adalah 12,64%, 14,11% dan 9,38%. Adapun golongan senyawa flavonoid yang terdapat pada ekstrak buah mengkudu dengan berbagai metode pengeringan yaitu flavonol, isoflavon, flavone dan flavanone.  Kandungan komponen profil senyawa flavonoid yang terdapat pada ekstrak buah mengkudu dengan metode pengeringan matahari langsung, metode pengeringan diangin-anginkan dan metode pengeringan oven berturut-turut yaitu sebanyak 9 senyawa flavonoid, 10 senyawa flavonoid dan 2 senyawa flavonoid.
Pelatihan Hygiene Sanitasi Pengelola Destinasi Wisata Di Kota Denpasar I Gusti Ayu Wita Kusumawati; Ida Bagus Agung Yogeswara
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 7 No. 1 (2023): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.063 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v7i1.2508

Abstract

Kurangnya pengetahuan pengelola destinasi wisata mengenai pentingnya hygiene sanitasi bagi suatu destinasi wisata dapat mengakibatkan ketidaknyaman wisatawan saat berkunjung bahkan menjadi tempat penyebaran penyakit. Hygiene sanitasi yang buruk pada suatu destinasi wisata dapat mempengaruhi kunjungan kembali oleh wisatawan. Oleh karena itu pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan pengelola destinasi wisata selaku mitra pengabdian mengenai cara sanitasi dan menerapkan hygiene sanitasi di destinasi wisata yang mereka kelola. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui workshop menggunakan metode ceramah, diskusi dan pelatihan cara mengolah sampah organik dengan menggunakan komposter. Kegiatan pengabdian yang dilakukan menghasilkan peningkatan pengetahuan mitra mengenai cara melakukan sanitasi di destinasi wisata yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia serta penerapannya pada destinasi wisata yang mereka kelola. Penerapan hygiene sanitasi pada destinasi wisata akan memberikan implikasi dengan kenyaman wisatawan dan kunjungan kembali yang akan dilakukan oleh wisatawan.
PRODUKSI ASAM GAMMA AMINOBUTIRAT (GABA) LACTOBACILLUS PLANTARUM PH715 PADA SUSU TERFERMENTASI Ni Wayan Nursini; Ida Bagus Agung Yogeswara
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/argipa.v8i1.8369

Abstract

Fermentation has a great potential to increase gamma amynobutiric acid (GABA) content, one of which is fermented milk. In particular, fermentation by lactic acid bacteria can produce GABA in its most natural and suitable form. The purpose of this study was to examine the potential of Lactobacillus plantarum PH715 to produce GABA as a starter for fermented milk. Temperature and incubation time are factors that affect the production of GABA in fermented milk. The pH measurement with pH meter, population with scatter method, GABA content produced was analysed quantitatively using UPLC. Based on the observation, L. plantarum PH715 is a gram-positive bacteria, bacil-shaped, purple in colour, catalase negative and does not produce gas. The pH value at the fermentation time of 48 hours with a temperature of 37°C and 43°C has met the pH requirements as fermented milk, which are 4.21 and 4.25. The population of L. plantarum PH715 at incubation times of 0, 12, 24, 36 and 48 hours at temperatures of 37°C and 43 °C met the probiotic requirements. The highest GABA content of fermented milk by L. plantarum PH715 was at an incubation temperature of 37°C for 48 hours with the addition of 2% MSG at 2.09mg/mL.
Penerapan Hygiene Sanitasi dan Keselamatan Kerja Pada UMKM Setan Bali Ni Wayan Nursini; Ida Bagus Agung Yogeswara; Putu Wida Gunawan; I Gusti Ayu Wita Kusumawati
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 7 NOMOR 2 SEPTEMBER 2023 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v7i2.11036

Abstract

UMKM Sele Tangi (Setan) Bali merupakan industri rumah tangga yang mengolah klepon berbahan dasar ubi ungu. Pengolahan yang tidak higienis dan sanitasi tempat produksi berpengaruh pada kualitas produk yang dihasilkan. Tujuan dilaksanakan PkM pada UMKM Setan Bali adalah untuk menerapkan personal hygiene dan peralatan, sanitasi tempat produksi serta keselamatan kerja para pekerja. Metode PkM dilakukan dengan cara ceramah, diskusi dan praktek mengenai cara mencuci tangan yang baik dan benar, penggunaan penutup kepala, sarung tangan dan masker saat melakukan produksi, hygiene peralatan, sanitasi tempat produksi dan keselamatan kerja serta cara melakukan penanggulangan terhadap kecelakaan kerja. Hasil pre-test menunjukkan bahwa pengetahuan mitra terhadap personal hygiene, hygiene peralatan, sanitasi tempat produksi dan keselamatan kerja yaitu masing-masing sebesar 73,81%; 71,43%; 71,43%; dan 85,71%. Sedangkan hasil post-test menunjukkan bahwa setelah pelatihan, pengetahuan mitra terhadap personal hygiene, hygiene peralatan, sanitasi tempat produksi dan keselamatan kerja meningkat masing-masing menjadi 95,24%; 85,71%; 100%; dan 100%. Dengan menerapkan hygiene, sanitasi dan keselamatan kerja pada proses produksi dapat meningkatkan mutu produk yang dihasilkan.
Pelatihan Pengolahan Kudapan Berbahan Dasar Protein Hewani di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Widhya Asih Badung Kusumawati, I Gusti Ayu Wita; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah; Sulistyadewi, Ni Putu Eny; Yogeswara, Ida Bagus Agung; Nursini, Ni Wayan; Kusumaningsih, Purwaningtyas; Wiradnyani, Ni Ketut; Mantra, Ida Bagus Ketut
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 8 No. 2 (2024): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v8i2.3330

Abstract

Masalah gizi yang umumnya terjadi di Indonesia diakibatkan karena minimnya tingkat pengetahuan mengenai menu gizi seimbang. Anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan rentan mengalami malnutrisi. Tujuan dilakukannya kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan pelatihan mengenai olahan berbahan dasar protein hewani untuk memenuhi kebutuhan protein hewani anak yang berada di LKSA Widhya Asih Badung. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan metode pelatihan pengolahan kudapan berbahan dasar protein hewani, yaitu berupa nugget lele, bakso ayam, dan dendeng babi. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan mitra mengenai cara pengolahan kudapan berbahan dasar protein hewani. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mitra dapat mengkonsumsi kudapan berbahan protein hewani yang bervariasi dan bergizi.
Edukasi Gizi Berbasis Kudapan Protein Hewani untuk Meningkatkan Pemahaman dan Pencegahan Stunting pada Anak Sekolah SD Kusumawati, I Gusti Ayu Wita; Yogeswara, Ida Bagus Agung; Mantra, Ida Bagus Ketut; Nursini, Ni Wayan; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah; Sulistyadewi, Ni Putu Eny; Kusumaningsih, Purwaningtyas; Sumadewi, Ni Luh Utari; Kurniati, Ni Made; Wasita, Rai Riska Resty
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Februari 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v5i1.71

Abstract

masalah gizi pada anak usia sekolah, terutama stunting, masih menjadi tantangan di banyak daerah Indonesia, termasuk di Kabupaten Karangasem. Program pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi gizi kepada siswa SD Negeri 2 Bunutan melalui penyuluhan dan pemberian kudapan tinggi protein hewani. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan pemberian contoh kudapan bergizi berupa bahan pangan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang pentingnya konsumsi gizi, khususnya protein hewani, serta perubahan kebiasaan makan yang lebih sehat. Diharapkan, kegiatan ini dapat berkontribusi dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di daerah tersebut.   Nutritional problems in school-age children, especially stunting, are still a challenge in many regions in Indonesia, including Karangasem Regency. This community service program aims to provide nutritional education to students of SD Negeri 2 Bunutan through counseling and providing high-protein animal snacks. The methods used include lectures, demonstrations, and providing examples of nutritious snacks in the form of local food ingredients. The results of the activity showed an increase in student knowledge about the importance of nutritional consumption, especially animal protein, as well as changes in healthier eating habits. It is hoped that this activity can contribute to efforts to reduce the prevalence of stunting in the area.
EDUKASI KESEHATAN SALURAN CERNA SEBAGAI UPAYA DALAM MENCEGAH STUNTING PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 11 SANUR Nursini, Ni Wayan; Lestari, Putu Indah; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra; Yogeswara, Ida Bagus Agung
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.1956

Abstract

Stunting is a condition of stunted physical growth in children due to malnutrition, a serious problem that can have a long-term impact on the health, education and development of school-age children. In addition, the incidence of stunting is also related to the health condition of the gastrointestinal tract, especially the balance of the normal flora population. When a child's digestive tract is healthy and nutrient absorption is maximized, it indirectly reduces the risk of nutritional problems, especially stunting. This PKM activity aims to provide education, training and assistance to teachers, students and parents regarding stunting prevention so that they can contribute to realizing the Golden Generation 2045.  Community Development is the method used in PKM, technically the activities are carried out by socialization, education, training, mentoring and monitoring. This PKM activity targets 5th and 6th grade students of SDN 11 Sanur who are early adolescents who need to get education and knowledge related to stunting. Based on the activities that have been carried out, an increase in understanding related to stunting is 76,63%. The increase in understanding related to gastrointestinal health has also increased by 84,09%. This community service program is very beneficial for the partner community and is able to increase the partner community's understanding of things to improve health status in an effort to prevent stunting.
Diversifikasi Olahan Ubi Ungu Di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan Kusumawati , I Gusti Ayu Wita; Nursini , Ni Wayan; Gunawan, Putu Wida; Yogeswara, Ida Bagus Agung
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 7 No. 2 (2021): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v7i2.66-70

Abstract

Kegiatan PKM di unit usaha Sari Boga yang dilakukan oleh tim dosen pengabdian Universitas Dhyana Pura bertujuan untuk melakukan diversifikasi olahan ubi ungu. Rendahnya umur simpan produk yang telah dihasilkan oleh usaha Sari Boga menjadi masalah utama yang dihadapi oleh mitra, sehingga mitra membutuhkan aneka olahan produk ubi ungu yang memiliki umur simpan lebih lama. Kegiatan dilakukan dengan cara pelatihan dan pendampingan yaitu dengan metode penyuluhan, diskusi dan praktek. Diversifikasi olahan ubi ungu yang dihasilkan berupa nastar, putri salju, cookies, brownies dan kastengel. Secara keseluruhan mitra menyukai hasil diversifikasi olahan ubi ungu berdasarkan uji organoleptik. Keberlangsungan program PKM terus dipantau dengan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberhasilan mitra dalam membuat aneka olahan ubi ungu.
Pelatihan Kebersihan Destinasi Wisata Bagi Kelompok Sadar Wisata Di Kabupaten Klungkung Kusumawati, I Gusti Ayu Wita; Yogeswara, Ida Bagus Agung
Jurnal Abdimas Perbanas Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Perbanas
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/jap.v5i2.709

Abstract

The unpleasantness of tourists visiting a tourist destination can be caused by the cleanliness of the tourist destination area that is sometime ignored by the caretakers. Tourist destinations that are not kept clean can also cause diseases. Tourist destination managers play an important role in recreating a clean tourist destination. This community service activity was carried out to improve the knowledge of tourism awareness groups that operate tourist destinations in Klungkung Regency. This activity was carried out using course, discussion as well as workshop methods. After the course, the knowledge about the management and application of cleanliness in tourist destinations has showed some improvement. Through this activity, it is hoped that the partners can implement cleanliness in tourist destinations and give contribution to the increase of tourists visiting the tourist destinations.
Melangkah lebih jauh dengan mie kelor gud: Eksplorasi tepung, rasa dan bumbu instan yang menggugah selera Nursini, Ni Wayan; Yogeswara, Ida Bagus Agung; Kusumawati, I Gusti Ayu Wita
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v7i1.19378

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) adalah tanaman bernilai tinggi yang dapat ditemui di daerah tropis dan subtropis yang dapat dinikmati dalam bentuk olahannya. Bapak I Wayan Sumerta Dana Arta yang biasa disapa Pak Wayan Mokoh dari Desa Buahan, Tabanan, merintis usaha memanfaatkan daun kelor menjadi mie dengan nama “mie kelor gud” sejak tahun 2019. Permasalahan yang dihadapi yaitu daun kelor cepat rontok dan tidak tahan lama, sedikitnya varian rasa yaitu goreng dan kuah serta bumbu mie yang terasa kurang bervolume. Metode yang digunakan yaitu community development dengan cara sosialisasi, pelatihan pendampingan dan evaluasi. Melalui kegiatan pengabdian ini kami menawarkan solusi: 1) pengolahan daun kelor menjadi tepung, 2) penambahan varian rasa yaitu varian rasa betutu dan ikan, 3) penambahan maltodekstrin pada bumbu. Hasil yang didapatkan dari kegiatan PKM ini 1)Peningkatan pengetahuan sebesar 76,36% terkait pembuatan dan manfaat penggunaan tepung kelor, 2) Meningkatnya jumlah varian rasa menjadi mie kelor goreng, mie kelor kuah, mie kelor betutu dan mie kelor ikan, 3) peningkatan pengetahuan terkait maltodekstrin dan pemanfaatannya sebesar 76,63% dan menghasilkan bumbu yang lebih bervolume. Disimpulkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan terhadap bahan baku, varian rasa dan bumbu yang lebih baik.