Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINDAKAN TENAGA KEFARMASIAN DAN KEPERAWATAN DI UOBK RSUD dr. SLAMET GARUT TERHADAP OBAT SISA, RUSAK DAN OBAT KEDALUWARSA DI RUMAH Risa Susanti; Novia Fahrina Purnama Sari; Dina Nirwana Suwinda; Asman Sadino; Hesti Renggana; Elsa Nabila Septiawati
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 10 No 2 (2025): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/fk8s9117

Abstract

Tenaga kesehatan terutama tenaga kefarmasian dan keperawatan merupakan tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam penggunaan dan pengelolaan obat yang akan digunakan pasien, sehingga tenaga kesehatan tersebut hendaknya sudah memahami tentang bagaimana penggunaan dan pengelolaan obat yang baik dan benar. Obat sisa, obat rusak dan obat kedaluwarsa di rumah dapat mencemari lingkungan serta berisiko terhadap kesehatan masyarakat apabila tidak dikelola dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tindakan petugas kefarmasian dan keperawatan terhadap pengelolaan obat di rumah. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif dengan pendekatan cross-sectional dengan teknik consecutive sampling. Pada penelitian ini terdapat 87 responden yang berpartisipasi, yang terdiri dari 14 apoteker, 6 tenaga teknis kefarmasian (TTK) dan 67 perawat. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif, dimana hasil penelitian menunjukan seluruh responden (100%) memiliki obat yang tidak terpakai di rumah, sebanyak 13,8% responden memiliki obat rusak dan 10,3% responden mempunyai obat kedaluwarsa di rumah. Tingkat pengetahuan terhadap obat sisa, obat rusak dan obat kedaluwarsa di rumah menunjukan presentase paling tinggi ada pada kategori kurang dengan presentase 65,5%. Sedangkan pada tindakan terhadap obat sisa, obat rusak dan obat kedaluwarsa di rumah, persentase paling tinggi ada pada kategotri cukup sesuai dengan presentase 73,6%. Maka berdasar dari hasil penelitian ini, sudah dilakukan tindak lanjut yaitu dengan pembuatan banner tentang pengelolaan obat di rumah yang telah dipajang di depan IFRS.
STUDI EMPIRIS TUMBUHAN GENUS GONIOTHALAMUS DALAM RAMUAN ANTI NYAMUK PADA SUKU DI KALIMANTAN Yuniarti Suryatinah; Muhammad Rasyid Ridha; Risa Risa; Dani Sujana; Putri Helena Junjung Buih; Lukman Mahdi; Hema Novita Rendati; Novia Fahrina Purnama Sari
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/yqhecw91

Abstract

Kalimantan adalah salah satu daerah yang memiliki  jenis penyakit yang ditularkan oleh vektor nyamuk, khususnya penyakit malaria yang masih menjadi masalah kesehatan terus berlanjut. Pulau Kalimantan di Indonesia  memiliki biodiversitas bahan alam dan keanekaragaman suku budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan empiris dari tumbuhan genus Goniothalamus dalam ramuan anti nyamuk pada suku di Kalimantan, Indonesia. Penelitian ini adalah riset multiyears tahun 2012, 2015 dan 2017 untuk studi etnomedisin tumbuhan obat dan jamu di Indonesia (RISTOJA). Penelitian dilakukan dengan indepth interview terhadap pengobat tradisional (battra) menggunakan pedoman kuesioner terstruktur dengan teknik bebas. Analisis data penelitian secara deskriptif menjelaskan deskripsi ramuan anti nyamuk dari tumbuhan genus Goniothalamus. Pada hasil analisa diketahui ramuan anti nyamuk yang secara empiris telah digunakan pada 3 Suku di Kalimantan Indonesia yaitu ramuan dari tumbuhan spesies Goniothalamus sp pada Suku Bukat di Kalimantan Barat, dan ramuan dari tumbuhan spesies Goniothalamus macrophyllus (Blume) Hook.f. & Thomson pada Suku Lundayeh di Kalimantan Timur dan Suku Dayak Abai di Kalimantan Utara. Mayoritas ramuan anti nyamuk dari tumbuhan genus Goniothalamus pada Suku Kalimantan di Indonesia menggunakan bagian batang dan sebagian besar menggunakan teknik pembakaran dalam metode pengolahan. Pengembangan tumbuhan Goniothalamus sebagai anti nyamuk dapat menjadi alternatif pengelolaan pengendalian vektor atau bioinsektisida alami yang lebih ramah lingkungan di masa mendatang
Implementasi Pendampingan Sertifikasi Halal pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Dapur Trifa Aditya Maulana Perdana Putra; Khoirunnisa Muslimawati; Nabila Hadiah Akbar; Okta Mutia Sari; Putri Helena Junjung Buih; Novia Fahrina Purnama Sari; Muhammad Ariq Atthalla Akbar; Azizah Akbariani Ahmad
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1171

Abstract

Sertifikasi halal merupakan instrumen krusial bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing pasar. Namun, banyak pelaku UMKM masih menghadapi kendala administratif dan teknis dalam memenuhi regulasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Program ini bertujuan untuk mengakselerasi proses sertifikasi halal bagi UMKM "Dapur Trifa" di Banjarbaru melalui pendampingan administratif dan penyusunan dokumen SJPH.Metode pelaksanaan kegiatan meliputi empat tahap utama: survei awal untuk identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi regulasi halal secara daring, pendampingan intensif penyusunan dokumen, serta verifikasi lapangan. Materi edukasi difokuskan pada alur pendaftaran melalui sistem Sihalal, syarat administrasi, dan pengendalian titik kritis pada proses produksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra secara signifikan, terutama pada aspek pendaftaran resmi dan urgensi Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan tingkat keberhasilan post-test mencapai 100% pada poin tersebut. Program ini berhasil menyelesaikan legalitas usaha mitra dengan terbitnya NIB pada 7 November 2025. Selain itu, tim pendamping berhasil menyusun draf final dokumen SJPH yang mencakup data bahan baku, alur produksi, dan manual halal yang telah diverifikasi secara langsung di lokasi produksi. Dengan selesainya dokumen ini, UMKM Dapur Trifa kini siap untuk melakukan pengajuan (submit) resmi ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi model pendampingan bagi UMKM pangan lainnya di wilayah Kalimantan Selatan.
Edukasi ”Kenali Skincare Aman dari Kemasan” pada Ibu-Ibu di Puskesmas Sungai Ulin Naura Azmira; Henny Maryani; Risa Susanti; Yuniarti Suryatinah; Hema Novita Rendati; Lukman Mahdi; Novia Fahrina Purnama Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i2.18810

Abstract

Perawatan kulit (skincare) telah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat, terutama di kalangan perempuan. Peningkatan tren ini mendorong tingginya penggunaan produk skincare di berbagai lapisan masyarakat. Namun, hal tersebut belum diimbangi dengan pemahaman terkait keamanan produk, sehingga berisiko terhadap penggunaan skincare ilegal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di lingkungan Puskesmas Sungai Ulin, mengenai pemilihan skincare aman berdasarkan kemasan. Edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif menggunakan media leaflet dan banner kepada 24 ibu-ibu di Puskesmas Sungai Ulin. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 82,92% menjadi 99,17% dengan peningkatan sebesar 19,60%. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta terkait skincare aman. Dengan demikian, kegiatan edukasi kesehatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadi lebih kritis dan selektif dalam memilih produk skincare yang aman. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Perawatan Kulit, Keamanan Produk, Kemasan Skincare, Puskesmas Skincare has become an important part of people’s lifestyles, especially among women. This growing trend has led to increased use of skincare products across various segments of society. However, this increase has not been accompanied by adequate understanding of product safety, thereby increasing the risk of using illegal skincare products. This activity aims to increase the knowledge of women in the Sungai Ulin Community Health Center regarding the selection of safe skincare products based on packaging. Education was delivered through interactive lectures, accompanied by leaflets and banners to 24 women at the Sungai Ulin Community Health Center. Knowledge measurements were conducted using pretest and posttest questionnaires. The results showed an increase in the average score from 82.92% to 99.17%, with an improvement of 19.60%. This indicates that the educational intervention was effective in enhancing participants’ understanding of safe skincare. Therefore, this health education activity is expected to encourage the community to become more critical and selective in choosing safe skincare products.
Peningkatan Pengetahuan Melalui Pemberian Informasi DAGUSIBU Sediaan Farmasi di Posyandu Pemurus Dalam Nurul Istiqomah; Okta Muthia Sari; Dian Kusuma Putra; Novia Fahrina Purnama Sari; Hema Novita Rendati; Lukman Mahdi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 3, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v3i4.16745

Abstract

Masyarakat cenderung tidak mengetahui tata cara pengelolaan obat dengan tepat, yang berpotensi mengakibatkan dampak buruk pada kesehatan individu dan masyarakat secara keseluruhan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) sediaan farmasi di Posyandu Pemurus Dalam. Metode dalam kegiatan ini adalah ceramah edukasi kesehatan dengan media leaflet, yang disampaikan kepada masyarakat saat kegiatan posyandu. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap yaitu perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan obat. Kegiatan diikuti 12 peserta yang merupakan masyarakat di wilayah kerja Posyandu Pemurus Dalam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang pengelolaan sediaan farmasi yang tepat, dengan peningkatan pengetahuan rerata pretest ke postest sebesar 11,67%. Kesimpulan kegiatan ini pemberian informasi mengenai DAGUSIBU membantu dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan obat yang tepat. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Farmasi, Lingkungan, Obat The community often lacks awareness of proper procedures for obtaining, using, storing, and disposing of medicines, which can have adverse effects on individual and community health. This community service activity aims to provide information related to the DAGUSIBU (Obtain, Use, Store, and Dispose) of pharmaceutical preparations at the Pemurus Dalam Posyandu. The method used in this activity is counselling through leaflets distributed to the community during posyandu activities. The activity was carried out in several stages, namely planning, preparation, and implementation. Evaluation was conducted through pretests and posttests to measure the effectiveness of the counseling in improving the community's understanding of drug management. The activity was attended by 12 community members from the Pemurus Dalam Posyandu working area. The results of the activity showed an increase in community knowledge about the proper management of pharmaceutical preparations, with an average increase in scores from the pretest to the posttest of 11,67%. This activity concludes that providing information about DAGUSIBU increases community knowledge and understanding of proper medicine management.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Pengenalan Konsep Kefarmasian Pada Pelajar SDN Akar Bagantung Lukman Mahdi; Nashrul Wathan; Muhammad Ikhwan Rizki; Satrio Wibowo Rahmatullah; Novia Fahrina Purnama Sari; Hema Novita Rendati; Risa Susanti; Yuniarti Suryatinah; Nur Mahdi; Rina Astiyani Jennah; Dinna Fitria Kumala
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v11i1.397

Abstract

Kesehatan menjadi fondasi penting bagi anak untuk merespons tantangan berbagai penyakit di era ini. Anak perlu distimulasi sedini mungkin untuk membangun karakter peduli kesehatan diri sendiri dan lingkungan. Meskipun saat ini informasi mudah diakses, kemampuan anak dalam menyaring informasi masih kurang sehingga perlu edukasi secara langsung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelajar SDN Akar Bagantung, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta kefarmasian. Sebanyak 32 pelajar menjadi responden. Teknik edukasi menggunakan pembelajaran aktif yakni ceramah interaktif, video pembelajaran, dan simulasi. Tingkat pengetahuan siswa diukur menggunakan kuesioner sebelum (pretest) dan setelah pembelajaran (posttest). Hasil evaluasi menunjukkan sebanyak 68,75% siswa SDN Akar Bagantung menunjukkan peningkatan pengetahuan terkait PHBS dan kefarmasian. Nilai rata-rata gabungan pelajar setelah diberi edukasi adalah 95,31. Edukasi menggunakan pembelajaran aktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan pelajar SDN Akar Bagantung mengenai perilaku hidup bersih dan sehat serta kefarmasian.