Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Integrasi Tata Letak Pohon dan Penilaian Risiko dalam Perancangan Koridor Jalan di Kota Bogor Syam, Fariz Harindra; Permata, Nike Dyah; Rahmandari , Adlia Vidya
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 20 No 1 (2026): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v20i1.318

Abstract

Urban street trees provide essential ecosystem services, including thermal regulation, carbon sequestration, and aesthetic enhancement. However, poorly maintained or structurally compromised trees pose significant safety risks, such as branch failure or complete collapse. This study explores the integration of tree risk assessment into the design of urban street corridors to improve safety and sustainability. Field observations were conducted along Salak street and Pangrango street in Bogor, Indonesia, using the Visual Tree Assessment (VTA) method and the International Society of Arboriculture (ISA) Basic Tree Risk Assessment protocol. Seven sample trees were evaluated for structural defects, site conditions, and potential targets. Results indicate that trees located along road edges exhibit higher risk levels compared to those in open spaces, primarily due to restricted root zones, codominant stems, and excessive crown size. Approximately 70% of roadside trees fall within medium to high-risk categories, with imminent failure observed in cases of severe trunk inclination and root damage. Recommended mitigation strategies include crown pruning to reduce load, removal of hazardous codominant stems, relocation of nearby infrastructure, and routine monitoring at monthly intervals. Integrating tree risk management into corridor planning ensures that urban green infrastructure remains both functional and safe, supporting long-term resilience and public safety
PENILAIAN KUALITAS VISUAL RTH PERMUKIMAN DENGAN PENDEKATAN VISUAL RESOURCES ASSESSMENT PROCEDURE (VRAP) DI TAMAN MEBERE Dyah, Nike; Tamimi, Nadhil; Amalia, Nazirah
Arsitekno Vol. 13 No. 1 (2026): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v13i1.26135

Abstract

Perkembangan kawasan perkotaan yang pesat berimplikasi pada berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH), sehingga diperlukan evaluasi kualitas RTH sebagai ruang publik yang berfungsi ekologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengunjung dan kualitas visual lanskap RTH Taman Mebere, Kelurahan Lasoani, Kota Palu, sebagai dasar perumusan rekomendasi penataan dan pengelolaan RTH. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, pengukuran tapak, dokumentasi, serta wawancara dengan pengunjung pada waktu kunjungan aktif. Analisis kualitas visual lanskap menggunakan metode modifikasi Visual Resources Assessment Procedure (VRAP) dengan pembagian zona visual, yaitu zona visual dan tepi, zona inti bawah, zona inti atas, dan zona pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas visual Taman Mebere bervariasi antar zona. Zona inti bawah memiliki kualitas visual tertinggi yang didukung oleh keberadaan elemen air, keragaman vegetasi, dan intensitas aktivitas pengguna. Zona inti atas dan zona pendukung menunjukkan kualitas visual sedang hingga tinggi yang berfungsi menjaga kesinambungan pengalaman visual. Sementara itu, zona visual dan tepi memiliki kualitas visual rendah–sedang dan memerlukan penguatan identitas visual. Secara keseluruhan, keberagaman vegetasi, elemen air, dan aktivitas pengguna merupakan faktor utama pembentuk kualitas visual taman. Rekomendasi perbaikan diarahkan pada penguatan identitas kawasan, peningkatan kualitas vegetasi, optimalisasi zona transisi, serta integrasi fungsi ekologis dan sosial untuk mewujudkan RTH yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
KONSEP PLACEMAKING DAN KUALITAS FISIK PEDESTRIAN: STUDI KASUS TROTOAR JALAN MOH. HATTA, KOTA PALU Isti Nugroho; Nike Dyah Permata; Cahyani Cahyani; Dui Buana Mustakima
JAMBURA Journal of Architecture Vol 8, No 1 (2026): Vol 8, No 1 (2026) JJoA : Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v8i1.34811

Abstract

ABSTRACT. This research examines the physical quality of sidewalks on Moh. Hatta Street in Palu City is a vital public space that is often overlooked in urban planning. The core problem lies in the low quality of these sidewalks compared to national standards and their impact on Placemaking. The study aims to analyze the physical condition of the sidewalks post-revitalization based on SNI and PUPR Guidelines, evaluate their Placemaking potential, and formulate recommendations. Using field observations and a descriptive-comparative analysis, sidewalk physical data were compared with existing standards. The results indicate that the sidewalks on Moh. Hatta Street is far below national standards in terms of width (only 17% compliant), height, and slope. Essential supporting facilities, such as lighting, seating, and crosswalk markings, were also minimal or absent. The discussion reveals that these physical discrepancies significantly hinder Placemaking potential, limiting comfort, accessibility, diverse activities, and social interaction. In conclusion, these sidewalks primarily function as transit paths, necessitating holistic interventions that integrate physical improvements with Placemaking principles to create vibrant and meaningful urban spaces.ABSTRAK. Penelitian ini mengkaji kualitas dari fisik trotoar Jalan Moh. Hatta di Kota Palu sebagai ruang publik vital, yang diabaikan dalam perancangan kota. Trotoar sebagai infrastruktur dasar perkotaan memiliki peran yang melampui dari fungsi sebagai ruang pergerakan. Trotoar bertranformasi menjadi ruang sosial vital yang mendukung interaksi dan dinamika kehidupan perkotaan. Keberadaan jalur pejalan kaki tidak hanya sebagai ruang integrasi dalam Kawasan namun area publik yang memiliki peran penting terjadinya aktivitas sosial kota. Permasalahan utama adalah rendahnya kualitas trotoar Jalan Moh. Hatta dibandingkan dengan  standar fasilitas pejalan kaki yang ada dan dampak terhadap konsep placemaking. Tujuan studi ini untuk menganalisis kondisi fisik trotoar Jalan Moh Hatta Palu dengan Standar Nasional Indonesia dan Pedoman Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki. Metode observasi lapangan dan analisis deskriptif komparatif, data fisik trotoar dibandingkan dengan standar.  Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa trotoar Jalan Moh. Hatta jauh dari kesesuaian standar nasional dan pedonman teknis fasilitas pejalan kaki. Trotoar Jalan Moh. Hatta saat ini lebih berfungsi sebagai jalur transit semata dan belum mampu bertransformasi menjadi ruang publik sebagaimana prinsip Placemaking. Pemenuhan standar teknis adalah fondasi esensial namun upaya Placemaking yang berkelanjutan memerlukan intervensi holistik yang tidak hanya memperbaiki fisik sesuai standar, tetapi juga mengintegrasikan desain yang berpusat pada manusia untuk mendorong interaksi sosial, meningkatkan kenyamanan, dan memfasilitasi beragam aktivitas yang menghidupkan ruang publik.