Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Islamic Thought of Sheikh Nawawi al-Bantani and His Contribution to Developing Islamic Education Kusbiantoro, Handaru; Syafiq, Ahmad; Prasetyo, Dony Agus; Setyawati, Hidayati Rina; Khoir, Mulyanto Abdul
Ahlussunnah: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 3 (2025): December
Publisher : STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/jie.v4i3.537

Abstract

This study examines the Islamic thought of Sheikh Nawawi al-Bantani and his contribution to Islamic education in the Indonesian archipelago. The method used is qualitative with a literature study approach, analyzing Sheikh Nawawi's original works as well as secondary literature related to his biography, intellectual network, and influence on Islamic education. The results of the study show that Sheikh Nawawi developed more than a hundred works in the fields of interpretation, fiqh, Sufism, tawhid, and morals, emphasizing the integration of sharia, Sufism, and morals as the foundation of holistic education. His thoughts formed a paradigm of Islamic education that is moderate, integrative, and adaptive to the challenges of modernity and globalization. This study affirms the relevance of Sheikh Nawawi's thoughts as a conceptual reference for contemporary Islamic education, strengthening the character of the ummah, and developing Islamic scholarly traditions.
Kontribusi Islamic Worldview terhadap Pembentukan Nilai Spiritual Moral dan Sosial dalam Pendidikan Islam Sumiran, Sumiran; Khafidoh, Khafidoh; Kusbiantoro, Handaru; Syafiq, Ahmad; Firdosi, Akh. Fad
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5224

Abstract

Pendidikan Islam pada era modern menghadapi tantangan paradigmatik yang serius akibat pengaruh globalisasi, sekularisasi, perkembangan teknologi digital, serta penetrasi nilai-nilai asing yang tidak sejalan dengan ajaran tauhid. Kondisi ini menyebabkan pendidikan Islam sering kehilangan orientasi filosofisnya dan tidak lagi berdiri di atas basis pandangan alam yang kokoh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Islamic worldview terhadap pembentukan nilai spiritual, moral, dan sosial dalam pendidikan Islam secara komprehensif. Pendekatan penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan penelusuran kritis terhadap literatur kontemporer yang relevan dalam bidang pendidikan Islam, filsafat pendidikan, dan kajian worldview. Hasil kajian menunjukkan bahwa worldview Islam memiliki peranan sentral dalam membentuk kesadaran ketuhanan, orientasi ibadah, dan penyucian jiwa sebagai nilai spiritual; membangun akhlak mulia, adab, etika tauhidik, serta integritas sebagai nilai moral; dan menumbuhkan persaudaraan, keadilan, empati, serta tanggung jawab sosial sebagai nilai sosial. Integrasi worldview tauhidik dalam kurikulum, pedagogi, dan lingkungan pendidikan terbukti mampu memberikan arah yang jelas bagi pembinaan karakter peserta didik secara holistik di tengah tantangan modernitas. Dengan demikian, revitalisasi Islamic worldview merupakan kebutuhan mendesak dalam pengembangan pendidikan Islam. Pandangan alam tauhidik tidak hanya menjadi dasar normatif, tetapi juga menjadi kerangka praksis yang mengarahkan visi pendidikan, membentuk identitas peserta didik, serta menghadirkan pendidikan Islam yang mampu melahirkan manusia berkarakter spiritual, bermoral luhur, dan berkontribusi positif terhadap kehidupan sosial.
Basis Pendidikan Pesantren sebagai Fondasi Pengembangan Jaringan Intelektual Muslim di Nusantara Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Kusbiantoro, Handaru; Khafidoh, Khafidoh; Firdosi, Akh Fad; Syafiq, Ahmad
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5283

Abstract

Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki kontribusi strategis dalam pembentukan jaringan intelektual Muslim di Nusantara. Karakter pendidikan pesantren yang berbasis pada transmisi ilmu, internalisasi nilai-nilai akhlak, serta relasi kiai–santri telah melahirkan generasi intelektual yang berpengaruh dalam sejarah sosial-keagamaan Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis basis pendidikan pesantren sebagai landasan pengembangan jaringan intelektual Muslim di Nusantara serta menjelaskan bagaimana pola pendidikan pesantren menghasilkan jaringan ulama yang bersifat organik, hierarkis, dan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan kajian kepustakaan (library research) dengan analisis historis dan sosiologis. Hasil menunjukkan bahwa sistem pendidikan berbasis talaqqi, sanad keilmuan, kurikulum kitab kuning, kepemimpinan karismatik kiai, dan tradisi rihlah ilmiah merupakan fondasi utama terbentuknya jaringan intelektual pesantren. Jaringan tersebut telah membentuk struktur otoritas keilmuan yang berpengaruh luas terhadap pembentukan tradisi Islam moderat di Indonesia. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan basis pendidikan pesantren menjadi keharusan untuk menjaga keberlanjutan intelektual Islam Nusantara di era modern.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan basis pendidikan pesantren menjadi keharusan untuk menjaga keberlanjutan intelektual Islam Nusantara di era modern, sekaligus menegaskan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai penjaga tradisi keilmuan Islam, sumber legitimasi intelektual, serta pilar penting dalam menjaga moderasi Islam yang berakar pada budaya lokal.