Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran interaktif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai literatur, artikel ilmiah, dan publikasi open access yang relevan mengenai pembelajaran interaktif dan keterampilan berpikir kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif, melalui berbagai bentuk seperti diskusi, problem-based learning, media digital interaktif, dan pembelajaran kolaboratif, mampu mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar. Keterlibatan ini memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, serta menarik kesimpulan secara sistematis. Pembelajaran interaktif juga meningkatkan kemandirian belajar, motivasi, refleksi, serta kemampuan komunikasi dan kerja sama, yang semuanya berkontribusi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan pembelajaran interaktif menjadi strategi efektif dalam menciptakan proses belajar yang bermakna dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Dengan demikian, pembelajaran interaktif tidak hanya mendukung penguasaan materi akademik, tetapi juga membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan kreatif yang penting untuk menghadapi tantangan kehidupan nyata.