Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PEMBELAJARAN INTERAKTIF Jasa Ringan Hati Gulo; Dichi Akbar Wahyudi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran interaktif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai literatur, artikel ilmiah, dan publikasi open access yang relevan mengenai pembelajaran interaktif dan keterampilan berpikir kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif, melalui berbagai bentuk seperti diskusi, problem-based learning, media digital interaktif, dan pembelajaran kolaboratif, mampu mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar. Keterlibatan ini memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, serta menarik kesimpulan secara sistematis. Pembelajaran interaktif juga meningkatkan kemandirian belajar, motivasi, refleksi, serta kemampuan komunikasi dan kerja sama, yang semuanya berkontribusi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan pembelajaran interaktif menjadi strategi efektif dalam menciptakan proses belajar yang bermakna dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Dengan demikian, pembelajaran interaktif tidak hanya mendukung penguasaan materi akademik, tetapi juga membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan kreatif yang penting untuk menghadapi tantangan kehidupan nyata.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN VIDEO PEMBELAJARAN DENGAN POWERPOINT Yarnati Hulu; Dichi Akbar Wahyudi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar siswa Sekolah Dasar yang menggunakan media video pembelajaran dan media PowerPoint berdasarkan kajian pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (literature review) dengan menganalisis artikel jurnal nasional yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2020–2024). Data yang dianalisis meliputi nilai rata-rata hasil belajar dan persentase ketuntasan belajar siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua media pembelajaran memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa SD, namun media video pembelajaran cenderung lebih efektif dibandingkan PowerPoint. Media video mampu meningkatkan pemahaman dan ketuntasan belajar siswa karena menyajikan materi secara visual dan audio. Oleh karena itu, media video pembelajaran direkomendasikan sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif pada jenjang sekolah dasar.
PENGARUH PROGRAM EKSTRAKURIKULER SENI DAN BUDAYA TERHADAP KREATIVITAS DAN EMOSIONAL ANAK Yertiti Giawa; Dichi Akbar Wahyudi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kreativitas dan emosional anak merupakan bagian penting dalam proses pendidikan yang berorientasi pada pembentukan individu secara utuh. Program ekstrakurikuler seni dan budaya di sekolah berperan sebagai ruang belajar non-akademik yang mendukung ekspresi diri, penguatan karakter, dan pengelolaan emosi anak. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program ekstrakurikuler seni dan budaya terhadap kreativitas dan perkembangan emosional anak berdasarkan hasil kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional yang relevan dengan topik ekstrakurikuler seni dan budaya, kreativitas anak, serta perkembangan emosional anak. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang sistematis dan komprehensif mengenai hubungan antara keterlibatan anak dalam kegiatan seni dan budaya dengan perkembangan kreativitas dan emosionalnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa program ekstrakurikuler seni dan budaya memberikan kontribusi signifikan dalam menstimulasi kemampuan berpikir kreatif, imajinatif, dan fleksibel pada anak, sekaligus membantu anak mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi secara konstruktif. Kegiatan seni dan budaya juga memperkuat kecerdasan emosional anak yang tercermin dalam perilaku sosial, kepercayaan diri, dan sikap positif terhadap proses belajar. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi program ekstrakurikuler seni dan budaya sebagai bagian integral dari praktik pendidikan di sekolah.
PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DISEKOLAH DASAR Imelda Gaindra Daeli; Dichi Akbar Wahyudi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dasar memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan kebiasaan belajar siswa, yang menjadi dasar bagi perkembangan minat belajar mereka. Lingkungan belajar di sekolah dasar memberikan rangsangan fisik, sosial, dan akademik yang memengaruhi keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh lingkungan belajar terhadap minat belajar siswa sekolah dasar melalui studi pustaka. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen ilmiah yang relevan mengenai pendidikan dasar, minat belajar, dan lingkungan belajar. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan menyintesiskan konsep, temuan penelitian terdahulu, serta hubungan antara lingkungan belajar dan minat belajar siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas lingkungan belajar yang mencakup aspek fisik, sosial, dan akademik berperan penting dalam menumbuhkan minat belajar siswa. Ruang kelas yang nyaman, interaksi sosial yang positif, serta pengelolaan pembelajaran yang terstruktur dan sesuai dengan perkembangan anak, secara bersama-sama menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Hubungan antara lingkungan belajar dan minat belajar bersifat dinamis dan saling memengaruhi, di mana lingkungan belajar yang kondusif mendorong siswa untuk lebih aktif, antusias, dan konsisten dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga mendukung pencapaian hasil belajar yang optimal.
Etika Penggunaan Data dalam Penelitian Mahasiswa PGSD: Pencegahan Pelanggaran Privasi Anak Dinda Ramadhani; Dichi Akbar Wahyudi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman dan praktik mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Battuta mengenai etika penggunaan data anak dan perlindungan privasi dalam riset pendidikan. Di era digital, mahasiswa PGSD sering berinteraksi dengan subjek rentan, sehingga pemahaman terhadap UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) menjadi sangat krusial. Penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 40 mahasiswa semester 5 dan 7 yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara teoritis pemahaman mahasiswa berada pada kategori "Tinggi" dengan skor rata-rata 42,2, namun terdapat kesenjangan antara pemahaman normatif dan sikap praktis. Temuan. "paradoks etika" pada indikator praktis, di mana responden cenderung mentoleransi pengambilan data tanpa izin selama dianggap tidak membahayakan (skor rata-rata 2,3). Hal ini mengindikasikan bahwa prinsip kehati-hatian belum sepenuhnya terinternalisasi. Penelitian ini merekomendasikan revitalisasi kurikulum metodologi penelitian yang mengintegrasikan modul perlindungan data pribadi untuk memperkuat integritas profesional calon guru.
Peran Guru Kelas dalam Integrasi Pembelajaran Sosial Emosional untuk Mengurangi Kecemasan Belajar Siswa Kelas IV SD Mifta Huljanah; Dichi Akbar Wahyudi
Jurnal Ilmu Manajemen, Bisnis dan Ekonomi Vol 3 No 6 (2026): In Press
Publisher : PT Maju Malaqbi Makkarana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59971/jimbe.v3i6.956

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi bagaimana peran guru kelas dalam mengintegrasikan Social Emotional Learning (SEL) untuk menurunkan kecemasan belajar pada siswa kelas IV SD. SEL adalah pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi social-emosional siswa melalui peningkatan kesadaran diri, pengelolaan diri, dan kepedulian terhadap orang lain, yang berdampak pada kesejahteraan emosional siswa serta keterlibatan mereka dalam proses belajar. Desain penelitian berupa eksperimen semu yaitu One-Group Pretest-Posttest, melibatkan 25 siswa dalam satu kelas. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi SEL secara sistematis oleh guru kelas menurunkan tingkat kecemasan belajar secara bermakna, ditandai dengan peningkatan kemampuan regulasi emosi, rasa percaya diri, dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Temuan ini sejalan dengan kajian yang menunjukkan bahwa program SEL berkontribusi pada perkembangan kompetensi sosial emosional dan kesejahteraan siswa SD serta dapat mengurangi gejala kecemasan dan stres belajar. Implikasinya menekankan pentingnya pelatihan guru dan strategi pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan emosional siswa untuk menciptakan iklim kelas yang aman, mendukung, dan kondusif.