Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH JARAK DAN POLA PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) PADA PERBAIKAN TANAH LEMPUNG LUNAK = EFFECT OF DISTANCE AND PATTERN OF PREFABRICATED VERTICAL DRAIN FOR IMPROVEMENT OF SOFT CLAY SOIL Aspara, Wimpie Agoeng Noegroho; Fitriani, Eka Nur
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.892 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i1.102

Abstract

AbstractIf a structure for reasons of technical, economic, social, or startegic is to be built on a soft ground, then there are usually two problems to be solved, namely the low geotechnical bearing capacity and large soil deformation with sometimes differential settlement. Pre-compression is a foundation soil compression process with the provision of temporary loading (preloading) before actually constructing a building. Pre-fabricated vertical drain is a synthetic drainage system installed vertically inside soft soil layers. Soil condition at the project activity is a relatively very soft clay soil with relatively high coefficient of consolidation resulting in very long period of consolidation process. Therefore, it is needed advance soil improvement by prealoding of pre-fabricated vertical drain. Spacings of installed PVD vary, those are 50 cm, 100 cm, 150 cm, and 200 cm with a pattern of triangles and rectangles. Based on the analytical calculation, it is resulted that optimum PVD distance to achieve 90% consolidation is 150 cm with a triangular pattern. The time of consolidation was achieved within four months. AbstrakKetika suatu struktur karena alasan-alasan teknis, ekonomi, sosial, atau strategis terpaksa didirikan di atas tanah lunak, maka biasanya ada dua masalah geoteknik yang harus dipecahkan yaitu daya dukung yang rendah dan penurunan serta beda penurunan yang besar. Prakompresi adalah suatu proses pemampatan tanah pondasi dengan jalan pemberian pembebanan sementara (prabeban/preloading) sebelum konstruksi yang sesungguhnya didirikan. Prefabricated vertical drain (PVD) adalah sistem drainase buatan yang dipasang vertikal di dalam lapisan tanah lunak. Kondisi tanah di lokasi kegiatan relatif sangat lunak dengan koefisien konsolidasi relatif sangat tinggi mengakibatkan proses konsolidasi berjalan relatif sangat lama. Untuk itu diperlukan perbaikan tanah terlebih dahulu dengan prealoading menggunakan PVD. Jarak spasi antar PVD yang dipasang bervaiasi yaitu 50 cm, 100 cm, 150 cm, dan 200 cm dengan pola konfigurasi segitiga dan segiempat. Berdasarkan hasil perhitungan secara analitis didapatkan jarak optimum PVD untuk mencapai konsolidasi 90% adalah 150 cm dengan pola segitiga dengan proses konsolidasi dicapai selama waktu penurunan 4 bulan.
IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN (JST) PADA PRODUKTIVITAS PEKERJAAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN Eka Nur Fitriani; Budi Susetyo
Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2018.v07.i2.02

Abstract

Prefabricated vertical drain merupakan teknik perbaikan tanah dengan prinsip mengeluarkan kadar air pori di dalam tanah sehingga mempercepat waktu penurunan tanah. Saat ini metode prefabricated vertical drain banyak digunakan untuk pembangunan khususnya yang berdiri di atas tanah lunak. Selama ini, waktu pekerjaan prefabricated vertical drain ditentukan berdasarkan pengalaman pekerjaan prefabricated vertical drain di proyek-proyek terdahulu. Saat ini, jaringan syaraf tiruan telah digunakan dalam teknik dan manajemen konstruksi untuk prediksi, analisis risiko, pengambilan keputusan, optimasi sumber daya, klasifikasi, dan seleksi. Untuk perhitungan produktivitas pekerjaan prefabricated vertical drain dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan (JST) digunakan model algoritma backpropagation. Arsitektur backpropagation terdiri dari layar masukan, layar tersembunyi, dan layar keluaran. Pelatihan backpropagation terdiri dari tiga fase yaitu fase maju, fase mundur, dan modifikasi bobot. Pelatihan jaringan syaraf tiruan (JST) backpropagation menggunakan software matlab. Dari hasil analisis didapat bahwa jaringan syaraf tiruan (JST) backpropagation dapat digunakan pada perhitungan produktivitas pekerjaan prefabricated vertical drain.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PEKERJAAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN MENGGUNAKAN METODE TIME STUDY Eka Nur Fitriani; Suprapti Suprapti
Konstruksia Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Konstruksia Vol 12 No. 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.344 KB) | DOI: 10.24853/jk.12.1.27-34

Abstract

Prefabricated vertical drain merupakan teknik perbaikan tanah dengan prinsip mengeluarkan kadar air pori di dalam tanah sehingga mempercepat waktu penurunan tanah. Saat ini metode prefabricated vertical drain banyak digunakan untuk pembangunan khususnya yang berdiri di atas tanah lunak. Selama ini, waktu pekerjaan prefabricated vertical drain ditentukan berdasarkan pengalaman pekerjaan prefabricated vertical drain di proyek-proyek terdahulu. Metode time study dapat digunakan sebagai perhitungan dalam menentukan produktivitas pada pekerjaan konstruksi, contohnya pada pekerjaan pemasangan prefabricated vertical drain. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung produktivitas prefabricated vertical drain yang meliputi pekerjaan pembuatan titik, pemacangan PVD, pemotongan PVD dengan menggunakan metode time study, yang berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi pemasangan PVD salah satunya yaitu ketinggian rig. Dilakukan pengamatan pada proyek dengan ketinggian rig 18 m dan 24 m. Dari hasil penelitian di dapatkan waktu pelaksanaan untuk kedalaman pemasangan 14 m, ketinggian rig 18 m serta mesin dasarnya excavator PC 200 didapatkan standard time pada produktivitas pekerjaan prefabricated vertical drain per-m panjang yaitu 0,089 menit (5,340 detik). Sedangkan pada kedalaman pemasangan 21 m, ketinggian rig 24 m serta mesin dasarnya PC 300 didapatkan standard time pada produktivitas pekerjaan prefabricated vertical drain per-m panjang 0,084 menit (5,040 detik). Berdasarkan perhitungan didapatkan bahwa semakin besar mesin dasar maka semakin besar nilai produktivitas pekerjaanya.
SISTEM DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN (ECODRAIN) DI DEPO BACK UP AREA KBN SBU KAWASAN MARUNDA Anom Wibisono; Eka Nur Fitriani; Paksi Dwiyanto Wibowo
Konstruksia Vol 14, No 1 (2022): Jurnal Konstruksia Vol 14 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.14.1.40-50

Abstract

Perkembangan suatu kawasan akan diikuti oleh terjadinya perubahan fungsi lahan secara besar-besaran, kawasan konservasi beralih menjadi kawasan produksi, permukaan tanah yang hijau vegetatif berubah menjadi kawasan kedap air, sehingga mencegah rembesan air hujan ke dalam tanah secara alami dan menghasilkan koefisien limpasan yang terus membesar dari waktu ke waktu, yang secara langsung mempengaruhi sistem drainase kawasan permukiman dan/atau drainase perkotaan. Saat ini dikenal paradigma baru mengenai drainase, yaitu pembuangan massa air dengan mengalirkan limpasan air hujan ke saluran pembuangan air terdekat, sedangkan pradigma baru ialah secepat mungkin menyimpan limpasan air hujan dengan meresapkannya ke dalam tanah melalui sumur resapan, waduk, kolam retensi dan sebagainya dengan konsep drainase berwawasan lingkungan (ecodrain). Hasil penelitian menunjukkan sistem drainase berwawasan ecodrain dilakukan pada bangunan depo dengan menggunakan kombinasi saluran tertutup dari konstruksi beton, untuk di bagian tengah depo, dengan ukuran 800x800 mm. Saluran terbuka, untuk di bagian tepi, keliling depo ditambah dengan 45 sumur resapan dimensi 10cm kedalamaman 20cm. Komposisi ecodrain dengan sistem saluran rencana mereduksi debit runoff  0,1211m3/detik menjadi zero runoff.
Sosialisasi Penerapan Drainase Secara Terpadu Berwawasan Lingkungan (Ecodrain) di area pemukiman Kelurahan Kembangan Utara Bernadette Detty Kussumardianadewi; Eka Nur Fitriani; Suprapti Suprapti; Lily Kholida
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 03 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i03.999

Abstract

Kegiatan pengabdian masyrakat ini memfokuskan kepada sosialisasi penerapan drainase secara terpadu berwawasan lingkungan (ecodrain) di Kelurahan Kembangan Utara, melalui program-program pengabdian masyarakat dengan menggunakan pendekatan inklusif dan berbasis teknologi. Permasalahan genangan air pada saat intensitas hujan tinggi.di daerah yang padat penduduk karena buruknya sistem drainase, sehingga penanganannya perlu direncanakan dengan tepat dengan konsep drainase berwawasan lingkungan. Metode penanganan saluran drainse terpadu berwawasan lingkungan adalah dengan metode ecodrain. Metode ecodrain dapat dilakukan melalui membuatan sumur resapan, dan penampung air hujan. Data akan dikumpulkan dari pemangku kepentingan dan warga di area perumahan lingkungan kelurahan Kembangan Utara serta survey langsung ke lokasi. Hasil dari kegiatan ini berkontribusi pada literatur yang ada tentang ecodrain, program pengabdian masyarakat, pendidikan inklusif, dan integrasi teknologi. Rekomendasi diberikan kepada masyarakat sekitar untuk meningkatkan implementasi teknologi ramah lingkungan dan dampak program pengabdian masyarakat di kalangan civitas akademika sebagai bagian dari masyarakat melalui keilmuan dan pengetahuan yang dimiliki.
Penerapan Pengelolaan Drainase Berwawasan Lingkungan (Ecodrain) di Kelurahan Kembangan Utara Eka Nur Fitriani; Reza Ferial Ashadi; Bernadette Detty Kussumardianadewi; Suprapti Suprapti
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 02 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i02.1005

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini memfokuskan kepada penerapan pengelolaan drainase secara terpadu berwawasan lingkungan (ecodrain) di Kelurahan Kembangan Utara. Permasalahan yang sering muncul di area perkotaan khususnya daerah yang padat penduduk yaitu genangan air pada saat intensitas hujan tinggi. Hal ini disebabkan karena buruknya sistem drainase yang ada di daerah tersebut. Pradigma lama mengenai penanganan drainase yaitu secepatnya mengalirkan limpasan air hujan ke saluran atau bada air terdekat sedangkan paradigma baru sedapat mungkin menahan dulu, meresapkan ke dalam tanah melalui sumur resapan, waduk, kolam retensi dan sebagainya serta konsep drainase berwawasan lingkungan. Salah satu metode penanganan saluran drainase terpadu berwawasan lingkungan adalah dengan metode ecodrain. Salah satunya yaitu pemanfaatan air hujan dengan pembuatan sumur-sumur resapan penampung air hujan guna mengurangi volume limpasan air hujan yang akan mengalir ke saluran drainase dan sungai. Hasil dari kegiatan ini adalah pembuatan sumur resapan dengan menggunakan modular tank dan non woven geotextile sebagai filtrasi di kantor kelurahan Kembangan Utara. Sumur resapan yang dibuat dapat menampung air sebanyak 0,63 m3 yang diharapkan dapat mengurangi permasalahan banjir yang terjadi di daerah Kelurahan Kembangan Utara.
Interaksi Antara Parameter Kuat Geser Tanah dan Adhesi Tanah Geosintetik pada Tanah Berpasir Simatupang, Pintor Tua; Fitriani, Eka Nur
Konstruksia Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.15.2.30-38

Abstract

Material geosintetik telah diterapkan sebagai bahan material teknik sipil di bidang geoteknik. Dalam perencanaan perkuatan tanah dengan geosintetik diperlukan parameter kekuatan geser antara geosintetik dengan tanah. Telah dilakukan studi sebelumnya mengenai parameter kuat geser tanah dengan menggunakan pengujian uji geser langsung, akan tetapi pengujian masih terbatas pada material geosintetik berupa woven geotextile, nonwoven geotextile, dan geomembran sedangkan saat ini sudah berkembang material geosintetik lainnya yang digunakan sebagai perkuatan pada tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter kuat geser tanah antara geosintetik dan tanah dengan menggunakan pengujian uji geser langsung. Material geosintetik yang digunakan yaitu  woven geotextile, nonwoven geotextile, geomembran, geocomposite, dan geogrid. Jenis tanah yang digunakan merupakan tanah pasir yang ada di pantai Pangandaran dan 2 sampel tanah yang terdapat di daerah Kabupaten Pangandaran. Analisis dilakukan terhadap hasil pengujian uji geser langsung antara geosintetik dan tanah. Jenis tanah yang digunakan merupakan tanah pasir yang ada di pantai Pangandaran, tanah Cijulang dan tanah Cimerak. Analisis dilakukan terhadap hasil pengujian uji geser langsung antara geosintetik dan tanah. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa kekuatan geser antar muka yang terjadi tidak hanya dipengaruhi oleh jenis material geosintetik saja, akan tetapi butiran tanah juga mempengaruhi pada kekuatan geser antar muka yang dihasilkan. Ketiga sampel tanah merupakan tanah yang mengandung pasir, sehingga untuk tanah berpasir nilai rasio d/f pada geogrid berkisar antara 0,83 – 0,96; geotekstile woven nilai rasio d/f berikisar antara 0,78 – 0,88; pada geocomposite yang merupakan gabungan antara geotekstile non woven yang diperkuat dengan serat-serat polyester memiliki nilai rasio d/f berkisar antara 0,70 – 0,80; pada geotekstil non woven berkisar antara 0,69 – 0,79 sedangkan geomembrane nilai rasio d/f berkisar antara 0,54 – 0,62.
Penanggulangan Longsoran Dengan Menggunakan Geocell Fitriani, Eka Nur; Ashadi, Reza Ferial
Konstruksia Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.15.1.137-144

Abstract

Dalam penanggulangan longsoran dengan geosintetik salah satunya adalah menggunakan Geocell. Telah dilakukan studi sebelumnya mengenai analisis kestabilan lereng dengan menggunakan Geocell, untuk itu perlu dilakukan penelitian terkait dengan analisis penggunaan Geocell pada penanganan longsoran. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kedalaman cell dan jarak antara Geocell pada kestabilan lereng dalam penanganan longsoran. Manfaat dari penelitian ini yaitu memberi pengetahuan pada praktisi dalam menganalisis penanggulangan longsoran dengan menggunakan Geocell. Analisis dilakukan pada lereng yang telah terjadi kelongsoran di area pabrik daerah Banten dan dianalisa dengan menggunakan software yang berbasis finite element method. Kedalaman cell yang akan dianalisis yaitu 10 cm, 15 cm dan 20 cm dengan jarak antara Geocell yaitu 25 cm, 50 cm dan 75 cm. Dari hasil analisis didapatkan bahwa variasi perkuatan Geocell dengan angka keamanan optimal yaitu Geocell dengan ketinggian cell 20 cm dan jarak vertikal antar Geocell 25 cm.
Pengaruh Penguncian Modular Blok Pada Perkuatan MSE Wall Fitriani, Eka Nur; Suprapti, Suprapti
Konstruksia Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.1.41-49

Abstract

Banyak struktur tegak menggunakan MSE (Mechanically Stabilized Earth) wall dengan permukaan modular blok beton yang diperkuat menggunakan geogrid. Telah dilakukan studi sebelumnya mengenai analisis kestabilan MSE wall, yang dimana dalam prakteknya menggunakan kuat tarik pada analisisnya. Untuk itu perlu dilakukan penelitian terkait dengan pengaruh penguncian modular blok beton terhadap gaya tarik pada perkuatan Dinding MSE. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kekuatan tarik yang terjadi akibat pengaruh penguncian modular blok beton. Manfaat dari penelitian ini yaitu memberi pengetahuan pada praktisi dalam menganalisis dinding MSE. Penelitian dilakukan dengan studi pustaka pada pengujian kuat tarik (pull out) skala laboratorium modular blok dengan dua kondisi yaitu dengan konektor dan tanpa pin konektor, setelah itu hasil dari kekuatan konektor dimasukkan ke dalam analisis perhitungan MSE Wall. Dari hasil analisis perhitungan MSE Wall didapatkan bahwa modular blok dengan menggunakan pin konektor dapat meningkatkan angka keamanan dari stabilitas eksternal struktur MSE Wall.
Sosialisasi Penerapan Drainase Secara Terpadu Berwawasan Lingkungan (Ecodrain) di area pemukiman Kelurahan Kembangan Utara Kussumardianadewi, Bernadette Detty; Fitriani, Eka Nur; Suprapti, Suprapti; Kholida, Lily
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 03 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i03.999

Abstract

Kegiatan pengabdian masyrakat ini memfokuskan kepada sosialisasi penerapan drainase secara terpadu berwawasan lingkungan (ecodrain) di Kelurahan Kembangan Utara, melalui program-program pengabdian masyarakat dengan menggunakan pendekatan inklusif dan berbasis teknologi. Permasalahan genangan air pada saat intensitas hujan tinggi.di daerah yang padat penduduk karena buruknya sistem drainase, sehingga penanganannya perlu direncanakan dengan tepat dengan konsep drainase berwawasan lingkungan. Metode penanganan saluran drainse terpadu berwawasan lingkungan adalah dengan metode ecodrain. Metode ecodrain dapat dilakukan melalui membuatan sumur resapan, dan penampung air hujan. Data akan dikumpulkan dari pemangku kepentingan dan warga di area perumahan lingkungan kelurahan Kembangan Utara serta survey langsung ke lokasi. Hasil dari kegiatan ini berkontribusi pada literatur yang ada tentang ecodrain, program pengabdian masyarakat, pendidikan inklusif, dan integrasi teknologi. Rekomendasi diberikan kepada masyarakat sekitar untuk meningkatkan implementasi teknologi ramah lingkungan dan dampak program pengabdian masyarakat di kalangan civitas akademika sebagai bagian dari masyarakat melalui keilmuan dan pengetahuan yang dimiliki.