Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penerapan Teknologi Filtrasi Berbasis Biofilter Dan Karbon Aktif Untuk Meningkatkan Kualitas Air Kolam Wisata Ngipik Fallo, Trisno; Nurhadi; Nugroho, Andri Prasetyo; Setyowati, Putri Ratna; Ginting, Febri Angelia; Nurullisa, Faras Dessyana; Anggara , Doni
Solidaritas: Jurnal Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2025): Solidaritas: Jurnal Pengabdian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolam Wisata Ngipik di Desa Danguran, Kabupaten Klaten, mengalami penurunan kualitas air yang ditandai oleh meningkatnya kekeruhan, bau tidak sedap, dan perubahan warna air akibat akumulasi bahan organik dari aktivitas pengunjung dan keterbatasan sistem pengelolaan air. Kondisi ini berdampak pada kenyamanan pengunjung, kualitas lingkungan, serta keberlanjutan fungsi ekonomi kolam wisata. Sebagai upaya penyelesaian masalah, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menawarkan penerapan teknologi filtrasi berbasis biofilter dan karbon aktif yang bersifat ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah dioperasikan oleh masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi survei kondisi awal kualitas air, perancangan dan instalasi unit filtrasi, pelatihan teknis pengelolaan dan perawatan sistem, serta pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat pengelola kolam wisata. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kualitas air sebelum dan sesudah penerapan teknologi, serta penilaian peningkatan pemahaman masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan kualitas air kolam, yang ditandai oleh penurunan kekeruhan, stabilitas pH dalam rentang baku mutu, serta penurunan kadar besi terlarut. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat menunjukkan peningkatan kapasitas dalam pengelolaan lingkungan perairan. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi filtrasi berbasis biofilter dan karbon aktif efektif diterapkan sebagai solusi berkelanjutan dalam pengelolaan kolam wisata berbasis masyarakat.
EDUKASI DAN SOSIALISASI PEREMPUAN BERDAYA LINGKUNGAN DAN EKONOMI DI BANK SAMPAH GONDANGAN SEJAHTERA Setyowati, Putri Ratna; Ginting, Febriyanti Angelia; Fallo, Trisno; Aridito, Muhammad Noviansyah; Laksono, Gangsar Edi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36622

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Di tingkat provinsi, pengelolaan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan tantangan operasional dan kebutuhan peningkatan partisipasi masyarakat. Pemerintah Daerah DIY telah mendorong penerapan ekonomi sirkular sebagai solusi terhadap persoalan sampah, dengan menekankan pada prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, Rethink). Hal tersebut juga berperan sebagai strategi utama untuk menurunkan beban TPA dan meningkatkan praktik pengelolaan berbasis masyarakat. Kondisi ini menegaskan pentingnya intervensi edukasi dan program lokal yang berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, kegiatan “Edukasi dan Sosialisasi Perempuan Berdaya Lingkungan dan Ekonomi di Bank Sampah Gondangan Sejahtera” hadir sebagai bentuk nyata dari sinergi antara kesadaran lingkungan dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Program ini bertujuan pada peningkatan kapasitas perempuan dalam pengelolaan sampah rumah tangga, pelatihan daur ulang, serta penguatan nilai ekonomi melalui sistem tabungan dan produksi berbasis limbah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan berbasis edukasi dan sosialiasi. Data primer diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan hasil pretest-post-test, serta kuisoner. Jenis sampah yang terbanyak yaitu plastik sejumlah 87,30% dan kertas 92,70%. Sedangkan sampah organik paling sedikit dikumpulkan ke Bank Sampah dikarenkan nasabah dihimbau untuk mengolah secara mandiri sampah organik. Hal ini menunjukkan bahwa sampah anorganik dapat dikaryakan menjadi sirkular ekonomi sehingga perempuan dapat berdaya ekonomi dan lingkungan.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar dan antusias. Para peserta memberikan tiga pertanyaan mengenai tips pengolahan sampah organik di rumah terutama nasi basah. Kemudian narasumber dapat menjawab pertanyaan dengan baik. Rata-rata hasil pretest yaitu 54,53% dan hasil post-test 86,67%, dengan peningkatan 32,13%. Hal tersebut membuktikan bahwa edukasi dan sosialisasi ini dapat meningkatkan pengetahuan pengurus Bank Sampah Gondangan Sejahtera.Kata kunci: Bank Sampah, Peran Perempuan, Ekonomi, Lingkungan. ABSTRACTAt the provincial level, waste management in the Special Region of Yogyakarta (DIY) shows operational challenges and the need to increase community participation. The Yogyakarta Regional Government has encouraged the implementation of the circular economy as a solution to the waste problem, by emphasizing the 5R principle (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, Rethink). It also serves as a key strategy to reduce the burden on landfills and improve community-based management practices. This condition confirms the importance of sustainable local educational interventions and programs. In this context, the activity "Education and Socialization of Women with Environmental and Economic Empowered at the Gondangan Sejahtera Waste Bank" is present as a tangible form of synergy between environmental awareness and women's economic empowerment. This program aims to increase women's capacity in household waste management, recycling training, and strengthen economic value through a waste-based savings and production system. This activity was carried out with an education-based and socialization-based counseling method. Primary data were obtained through direct observation, in-depth interviews, and pretest-post-test results, as well as questionnaires. The most types of waste are plastic at 87.30% and paper at 92.70%. Meanwhile, the least organic waste is collected at the Waste Bank, and customers are encouraged to process organic waste independently. This shows that inorganic waste can be made into a circular economy so that women can be economically and environmentally empowered. This community service activity ran smoothly and enthusiastically. The participants gave three questions regarding tips for processing organic waste at home, especially wet rice. Then the resource person can answer the question well. The average pretest result was 54.53% and post-test result was 86.67%, with an increase of 32.13%. This proves that this education and socialization can increase the knowledge of the management of the Gondangan Sejahtera Waste Bank.Keywords: Waste Banks, Women's Role, Economy, Environment.