Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Media Dart Game Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap Dan Motivasi Mengenai Pencegahan HIV Di SMKN 14 Samarinda Muhammad Faruq; Dian Ardyanti; Desie Rahmawati; Hilda
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1256

Abstract

Human Immunodeficiency Virus masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius, terutama pada kelompok remaja. Kurangnya pengetahuan, sikap yang kurang mendukung, serta motivasi yang rendah dalam pencegahan HIV dapat meningkatkan risiko penularan dan munculnya stigma terhadap orang dengan HIV. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yangmenarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik remaja, salah satunya melalui Dart Game, untuk meningkatkan efektivitas penyampaian informasi kesehatan. Menganalisis pengaruh media Dart Game terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan motivasi siswa mengenai pencegahan HIV di SMKN 14 Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest. Sampel berjumlah 32 siswa kelas XII yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan motivasi sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Terjadi peningkatan pada seluruh variabel setelah pemberian intervensi. Proporsi responden dengan pengetahuan kategori baik meningkat dari 69,2% menjadi 87,5%, sikap positif meningkat dari 62,5% menjadi 100%, dan motivasi kategori tinggi meningkat dari 53,1% menjadi 93,8%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa media Dart Game berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,001), dan motivasi (p=0,000) mengenai pencegahan HIV. Media Dart Game efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan motivasi siswa dalam pencegahan HIV serta berpotensi menjadi alternatif media edukasi kesehatan yang inovatif, menyenangkan, dan mudah diterapkan di lingkungan sekolah untuk mendukung upaya promotif dan preventif.
Stres Kerja Guru Dalam Mengajar Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Di SLB X (Studi Fenomenologi) Amanda Stefia; Dian Ardyanti; Emelia Tonapa; Sri Hazanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1349

Abstract

Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) menghadapi tuntutan kerja yang kompleks dalam mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus, yang berpotensi menimbulkan stres kerja dan berdampak pada kesejahteraan psikologis serta kualitas pembelajaran. Menganalisis stres kerja guru dalam mengajar peserta didik berkebutuhan khusus di SLB X berdasarkan faktor penyebab, penilaian awal (primaryappraisal), dan penilaian sekunder (secondary appraisal). Penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipan terhadap 8 informan (1 informan kunci dan 7 informan utama) yang dipilih secara purposive. Data dianalisis secara tematik berdasarkan faktor penyebab stres, primary appraisal, dan secondary appraisal. Penilaian awal(primary appraisal), sebagian besar guru memaknai tugas mengajar sebagai tantangan dan panggilan hati, namun sebagian menilai situasi tertentu sebagai ancaman. Penilaian sekunder (secondary appraisal), dukungan rekan sejawat, keluarga, dan forum diskusi guru menjadi faktor utama yang membantu guru bertahan menghadapi tekanan kerja. Stres kerja guru SLB dipengaruhi oleh kesiapan latar belakang pendidikan dan keragaman karakteristik peserta didik, namun dapat dikelola melalui penilaian kognitif yang positif serta dukungan sosial yang memadai.
Efektivitas Media Bermain Puzzle dalam Meningkatkan Kebiasaaan Hand Hygiene terhadap Anak Tunagrahita di SLB Negeri Samarinda Muhammad Turmin Aldiansyah; Dian Ardyanti; Irma Desylia Maharani; Sri Hazanah
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v5i3.8667

Abstract

Children with intellectual disabilities (tunagrahita) have limited intellectual function and adaptive behavior that require special attention in implementing clean and healthy living behaviors, including hand hygiene. Data from East Kalimantan Province shows that only 12.6% of children with disabilities aged 5–17 years routinely wash their hands correctly, and a preliminary study at SLB Negeri Samarinda found that no hand hygiene education had been provided and that students with intellectual disabilities had low knowledge regarding this matter. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of puzzle game media in improving hand hygiene knowledge and attitudes among children with intellectual disabilities at SLB Negeri Samarinda. The study used a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The research sample was taken using a total sampling technique, involving the entire population of junior high school-level (SMPLB) students with intellectual disabilities, totaling 24 respondents. The results showed that puzzle game media was effective in improving respondents' knowledge and attitudes. Good-category knowledge increased from 33.3% (8 respondents) at pretest to 70.9% (17 respondents) at posttest, while positive attitudes increased from 37.5% (9 respondents) to 91.7% (22 respondents). The significance values obtained for both variables (ρ value = 0.000 < α = 0.05) indicate that puzzle game media had a significant effect on improving respondents' knowledge and attitudes. Puzzle game media is effective in improving hand hygiene knowledge and attitudes among children with intellectual disabilities at SLB Negeri Samarinda.
Pengaruh Edukasi Video Animasi Terhadap Pengetahuan Dan Motivasi Ibu Tentang Pencegahan Stunting Melalui Pemberian MP-ASI Di Wilayah Kerja Puskesmas Trauma Center Ulfah Nabilah; Yona Palin T; Dian Ardyanti; Joko Sapto Pramono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1221

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan kognitif,dan kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya pencegahannya adalah pemberian makananpendamping ASI (MP-ASI) yang tepat, namun pengetahuan dan motivasi ibu masih perluditingkatkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi menggunakan video animasiterhadap pengetahuan dan motivasi ibu tentang pencegahan stunting melalui pemberian MP-ASI diwilayah kerja Puskesmas Trauma Center. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengandesain One Group Pretest–Posttest. Sampel terdiri atas 53 ibu yang memiliki baduta usia 6–23 bulandan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat danbivariat menggunakan Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah intervensiseluruh responden (100%) memiliki pengetahuan baik dan motivasi tinggi. Uji Paired Sample t-testmenunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan (p=0,000) dan motivasi (p=0,025).Edukasi melalui video animasi terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan danmotivasi ibu mengenai pencegahan stunting melalui pemberian MP-ASI sehingga berpotensi menjadimedia edukasi kesehatan yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan stunting.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Tiktok Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Motivasi Pencegahan Anemia Pada Siswi Kelas X Di SMAN 7 Samarinda Lindri Olvia Pasila; Dian Ardyanti; Desie Rahmawati; Hilda
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1013

Abstract

Anemia merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin dalam darah. Rendahnya pengetahuan dan motivasidalam pencegahan anemia meningkatkan risiko terjadinya anemia. Media sosial TikTok berpotensi dimanfaatkansebagai media pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi pencegahan anemia.Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media TikTok terhadap peningkatan pengetahuan danmotivasi pencegahan anemia pada siswi kelas X SMAN 7 Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitiankuantitatif dengan desain pre-experimental, menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Sampelberjumlah 97 siswi kelas X yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkanmenggunakan kuesioner pengetahuan dan motivasi sebelum dan sesudah intervensi video edukasi melalui mediaTikTok selama tujuh hari, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa jumlah responden dengan tingkat pengetahuan kategori baik meningkat dari 90 responden(92,8%) pada pretest menjadi 97 responden (100%) pada posttest. Jumlah responden dengan motivasi kategorikuat juga meningkat dari 50 responden (51,5%) menjadi 63 responden (64,9%). Hasil uji Wilcoxon Signed RankTest menunjukkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui media TikTok terhadap peningkatanpengetahuan (p = 0,014) dan motivasi pencegahan anemia (p = 0,024). Pendidikan kesehatan melalui mediaTikTok berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan motivasi pencegahan anemia pada siswi kelas XSMAN 7 Samarinda sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan kesehatan bagi remaja putri.