Human Immunodeficiency Virus masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius, terutama pada kelompok remaja. Kurangnya pengetahuan, sikap yang kurang mendukung, serta motivasi yang rendah dalam pencegahan HIV dapat meningkatkan risiko penularan dan munculnya stigma terhadap orang dengan HIV. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yangmenarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik remaja, salah satunya melalui Dart Game, untuk meningkatkan efektivitas penyampaian informasi kesehatan. Menganalisis pengaruh media Dart Game terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan motivasi siswa mengenai pencegahan HIV di SMKN 14 Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest. Sampel berjumlah 32 siswa kelas XII yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan motivasi sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Terjadi peningkatan pada seluruh variabel setelah pemberian intervensi. Proporsi responden dengan pengetahuan kategori baik meningkat dari 69,2% menjadi 87,5%, sikap positif meningkat dari 62,5% menjadi 100%, dan motivasi kategori tinggi meningkat dari 53,1% menjadi 93,8%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa media Dart Game berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,001), dan motivasi (p=0,000) mengenai pencegahan HIV. Media Dart Game efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan motivasi siswa dalam pencegahan HIV serta berpotensi menjadi alternatif media edukasi kesehatan yang inovatif, menyenangkan, dan mudah diterapkan di lingkungan sekolah untuk mendukung upaya promotif dan preventif.