Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

HUBUNGAN SIKLUS MENSTRUASI, KESEHATAN MENTAL, DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA SANTRI Novela Eka Candra Dewi; Nurisa Pujiati; Mukhlish Hidayat
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p05

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting yang harus diperhatikan pada masa remaja, khususnya bagi remaja santri yang hidup di lingkungan pesantren dengan keterbatasan fasilitas dan pengawasan ketat. Kondisi ini dapat memengaruhi perilaku kebersihan diri, kestabilan emosional, serta keteraturan siklus menstruasi yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara siklus menstruasi, kesehatan mental, dan personal hygiene dengan kesehatan reproduksi pada remaja santri. Pendekatan kuantitatif dengan analisis SmartPLS (Partial Least Squares Structural Equation Modeling) digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel laten. Kriteria inklusi remaja SMA yang masih aktif dan bersedia diteliti dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan merupakan kuesioner yang telah diuji validitas dan realibilitas. Nilai R² sebesar 0,525, yang berarti 52,5% variasi kesehatan reproduksi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen. Variabel personal hygiene memiliki pengaruh terbesar terhadap kesehatan reproduksi (koefisien 0,573), diikuti kesehatan mental (0,242), dan siklus menstruasi (0,073). Seluruh indikator memiliki nilai loading factor > 0,7 menunjukkan validitas dan reliabilitas yang baik. Perilaku personal hygiene dan kesehatan mental berperan signifikan dalam meningkatkan kesehatan reproduksi remaja santri. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan program edukasi kesehatan reproduksi yang kontekstual di lingkungan pesantren. Secara keseluruhan, responden memiliki karakteristik yang relatif homogen dari segi jenis kelamin, agama, dan usia. 
Implementation of E-Healthy Application in Islamic Boarding Schools to Optimize Health Management for Students Novela Eka Candra Dewi; Maulidiyah Junnatul Azizah Heru; Mukhlish Hidayat
Health and Technology Journal (HTechJ) Vol. 3 No. 5 (2025): October 2025
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/htechj.v3i5.374

Abstract

Effective health management in Islamic boarding schools is crucial to safeguard students’ well-being, particularly in settings with limited healthcare resources. Traditional health monitoring methods are often insufficient for timely interventions. This study evaluates the implementation of the E-Healthy application as a digital solution to optimize health management in Islamic boarding schools. A descriptive study was conducted among 36 students recruited using simple random sampling. The mean perceived ease of use score was 44.3 (SD = 5.0), with 75.0% of students rating the application as easy to use. The median perceived usefulness score was 49.0 (range 38–55), with 88.9% of students agreeing that the application was beneficial for health monitoring. Both outcomes demonstrated statistically significant positive perceptions (p < 0.05, 95% CI). The E-Healthy application is user-friendly and perceived as valuable in supporting student health management. Its integration into Islamic boarding schools has the potential to strengthen health systems in line with WHO digital health priorities and the United Nations Sustainable Development Goals (SDG 3: Good Health and Well-Being). Future research should evaluate long-term health outcomes and scalability across diverse educational institutions.
Penerimaan Diri Penderita Kusta Dengan Stigma: Studi Fenomenologi Mukhlish Hidayat; Arif Rahman Hakim; Edy Suryadi Amin; Nindawi; Sofyan; Novela Eka Candra Dewi
Indonesian Health Science Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v6i1.171

Abstract

Latar Belakang: Gangguan psikologis pada penderita kusta semakin meningkat akibat meningkatnya insidensi. Individu mengalami gangguan internal, seperti rasa tidak aman, malu, dan takut dihindari. Sedangkan yang berasal dari faktor eksternal seperti stigmatisasi, isolasi sosial, dan diskriminasi komunitas. Permasalahan tersebut terjadi berlarut larut sehingga berdampak pada masalah ekonomi penderita kusta yang memilih untuk tidak berinteraksi dengan masyarakat bahkan tidak bekerja sebab penderita kusta takut dikucilkan oleh masyarakat. Tujuan: untuk mengekplorasi penerimaan diri penderita penyakit kusta dalam kehidupan sehari-hari. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang berfokus pada pendekatan fenomenologis. Partisipan yang diambil pada penelitian ini berjumlah 11 orang yang memiliki kriteria merupakan penderita penyakit kusta di wilayah kerja Puskesmas Talango. Langkah analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data Colaizzi. Hasil : Penelitian ini menghasilkan 3 tema, yaitu Perubahan saat sakit dengan subtema perubahan interaksi social dan perubahan kondisis ekonomi, penerimaan diri penderita kusta dengan subtema bentuk dan waktu serta hambatan , dan optimisme dengan subtema keinginan penderita kusta. Kesimpulan: Penyakit kusta tidak hanya berdampak terhadap fisik akan tetapi juga berdampak terhadap psikososial dan status ekonomi, stigma merupakan salah satu hal yang mempengaruhi masalah tersebut dikarenakan masih ada stigma dan penolakan dari masyarakat yang mempengaruhi penerimaan diri pada masyarakat. Hal itu merupakan kemampuan individu dalam mengolah koping menjadi lebih baik yang tidak terlepas dari dukungan keluarga yang optimal.
PLAY THERAPY ADVENTURE: PETUALANGAN PERMAINAN UNTUK ANAK KUAT WILAYAH TERDAMPAK SEMERU Riris Chintya Helieniastuti; Musviro Musviro; Nurul Hayati; Novela Eka Candra Dewi; Zakiyah Fauziyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.56398

Abstract

Erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak psikologis pada anak usia sekolah sebagai kelompok rentan. Anak terdampak bencana berisiko mengalami stres, kecemasan, penarikan diri sosial, dan gangguan konsentrasi. Keterbatasan anak dalam mengekspresikan pengalaman traumatis secara verbal memerlukan pendekatan yang sesuai dengan tahap perkembangan, salah satunya melalui terapi bermain (play therapy). Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Play Therapy Adventure: Petualangan Permainan untuk Anak Kuat bertujuan memperkuat resiliensi dan mendukung pemulihan psikososial anak melalui aktivitas menyanyi dan bermain puzzle. Metode yang digunakan adalah supportive education berbasis terapi bermain yang dilaksanakan pada 1–5 Desember 2025 di MI Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Kegiatan dilakukan oleh dosen Keperawatan Anak dan Maternitas bersama dua mahasiswa. Pendekatan kualitatif digunakan melalui observasi partisipatif, wawancara singkat, dan catatan reflektif fasilitator dengan analisis tematik. Hasil kegiatan menunjukkan empat tema utama, yaitu terbukanya ekspresi emosi melalui aktivitas menyanyi, peningkatan konsentrasi dan rasa percaya diri melalui puzzle, terbangunnya kembali interaksi sosial, serta penguatan konsep “Anak Kuat” sebagai bentuk resiliensi. Secara keseluruhan, intervensi ini efektif menurunkan perilaku pasif dan meningkatkan kesejahteraan psikososial anak pascabencana. Program ini layak direplikasi sebagai model dukungan psikososial berbasis komunitas.
Implementation of E-Healthy Application in Islamic Boarding Schools to Optimize Health Management for Students Novela Eka Candra Dewi; Maulidiyah Junnatul Azizah Heru; Mukhlish Hidayat
Health and Technology Journal (HTechJ) Vol. 3 No. 5 (2025): October 2025
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/htechj.v3i5.374

Abstract

Effective health management in Islamic boarding schools is crucial to safeguard students’ well-being, particularly in settings with limited healthcare resources. Traditional health monitoring methods are often insufficient for timely interventions. This study evaluates the implementation of the E-Healthy application as a digital solution to optimize health management in Islamic boarding schools. A descriptive study was conducted among 36 students recruited using simple random sampling. The mean perceived ease of use score was 44.3 (SD = 5.0), with 75.0% of students rating the application as easy to use. The median perceived usefulness score was 49.0 (range 38–55), with 88.9% of students agreeing that the application was beneficial for health monitoring. Both outcomes demonstrated statistically significant positive perceptions (p < 0.05, 95% CI). The E-Healthy application is user-friendly and perceived as valuable in supporting student health management. Its integration into Islamic boarding schools has the potential to strengthen health systems in line with WHO digital health priorities and the United Nations Sustainable Development Goals (SDG 3: Good Health and Well-Being). Future research should evaluate long-term health outcomes and scalability across diverse educational institutions.
Family-Centered Tepid Water Sponging for Thermoregulation in Pediatric Complex Febrile Seizures: A Single-Case Study Musviro Musviro; Selia Calita Putri; Nurul Hayati; Novela Eka Candra Dewi
Health and Technology Journal (HTechJ) Vol. 4 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/htechj.v4i3.725

Abstract

Febrile seizures in children, if prolonged and repeated, can cause serious complications for the child. Hyperthermia is a major nursing problem in children with febrile seizures, which can increase the risk of recurrent seizures if not treated immediately. A family-centered care approach is important in child care. The purpose of this study was to evaluate the use of tepid water sponges within a family-centered care approach to improve thermoregulation in children with febrile seizures. The research method was a case study. The participant in this study was a 3-year-old boy who was treated in the Bougenville Ward of Dr. Haryoto Lumajang Regional Hospital, with a medical diagnosis of complex febrile seizures, with nursing problems of hyperthermia and no history of allergies/extreme cold, the child did not have open wounds or severe infections, no dermatitis/severe eczema and the child did not experience severe respiratory disorders or unstable circulation. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation. The assessment results showed that the patient experienced increased body temperature, red skin, increased skin temperature, and tachycardia. The nursing problem that emerged was hyperthermia. The intervention carried out refers to the Indonesian Nursing Intervention Standards (SIKI), namely the management of external cooling hyperthermia using compresses soaked in tepid water, with a family-centered care approach. Family involvement is carried out through education and direct assistance during the action to increase family participation in child care. After 2 days of implementation, the results were a decrease in body temperature of 0.9–1.3°C, decreased redness, improved skin temperature, and decreased tachycardia. A tepid water sponge can help initiate peripheral vasodilation, increasing heat loss and lowering the child's body temperature. A tepid water sponge with a family-centered care approach can be used as a non-pharmacological intervention in the treatment of hyperthermia in children with febrile seizures
E-SIABA SEBAGAI MEDIA EDUKASI DIGITAL DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG DEMAM ANAK Lingga Zelly Hofalia; Zainal Munir; Novela Eka Candra Dewi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v17i1.645

Abstract

Background: Fever is one of the most common health problems in children and often causes anxiety among parents. Inappropriate handling due to limited knowledge can worsen the child's condition. Objective: This study aimed to determine the effect of electronic education based on chayote and shallots (E-SiaBa) on parental knowledge in managing fever in children. Methods: The research used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 75 parents with toddlers at Posyandu Mawar, Wringin Village, were involved as respondents. The intervention was delivered through an audio-visual educational video for one week. Data were collected using questionnaires and analyzed using the Wilcoxon test. Results: The results showed a significant increase in parental knowledge after the intervention (p = 0.000). Conclusion: In conclusion, E-SiaBa is effective in improving parental knowledge in managing childhood fever. This media can be an alternative educational tool that is practical, accessible, and based on local wisdom.
HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DAN SELF ESTEEM DENGAN KECENDERUNGAN BODY DYSMORPHIC DISORDER PADA MAHASISWI DEWASA AWAL Putri Dwi Sagita; Sri Astutik Andayani; Novela Eka Candra Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58588

Abstract

Body Dysmorphic Disorder (BDD) merupakan gangguan mental serius yang ditandai dengan kekhawatiran berlebihan terhadap penampilan fisik, meskipun kekurangan tersebut tidak nyata atau sangat minimal. Mahasiswi dewasa awal, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi, rentan terhadap BDD karena faktor sosial, psikologis, dan budaya, termasuk citra tubuh dan self-esteem  yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dan self-esteem  dengan kecenderungan BDD pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi dewasa awal di Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid, dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner skala Likert untuk mengukur citra tubuh, self-esteem , dan kecenderungan BDD. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswi memiliki citra tubuh sedang hingga rendah dan tingkat self-esteem  yang sedang. Ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara citra tubuh dengan kecenderungan BDD (p < 0,05) dan antara self-esteem  dengan kecenderungan BDD (p < 0,05). Selain itu, citra tubuh dan self-esteem  secara simultan berkontribusi signifikan terhadap kecenderungan BDD. Citra tubuh yang negatif dan self-esteem  yang rendah berhubungan dengan meningkatnya kecenderungan Body Dysmorphic Disorder. Oleh karena itu, penting bagi institusi pendidikan dan tenaga kesehatan untuk memberikan intervensi berupa edukasi dan promosi kesehatan mental dalam upaya meningkatkan citra tubuh positif dan self-esteem  pada mahasiswi.
When fluent advice becomes unsafe: evaluating accuracy, uncertainty, and communicative risk in Indonesian AI-generated health responses Novela Eka Candra Dewi
Indonesian Journal of Medical Linguistics Vol. 1 No. 2 (2026): Artificial intelligence, multilingual care, and communicative safety in Indones
Publisher : CV Narasi Khatulistiwa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67490/ijml.v1i2.943

Abstract

Background: AI-generated health advice is increasingly encountered by Indonesian users as a convenient source of explanation, reassurance, and self-care guidance, yet its linguistic fluency may conceal biomedical incompleteness, weak uncertainty marking, and unsafe action cues. Objective: This study aims to evaluate Indonesian AI-generated health responses by examining how accuracy, uncertainty communication, and communicative risk interact across safety-sensitive health domains. Method: Using a qualitative-dominant corpus design, this study analysed 15 Indonesian prompt-response units linked to official public-health references and coded each response for accuracy, completeness, disclaimer relevance, referral specificity, directive force, tone, and risk level. Results: Findings show that only 4 responses were both accurate and complete, whereas 5 were accurate but incomplete, 4 were partially aligned with weak red-flag articulation, and 2 were misleading or unsafe. Uncertainty was often present as generic disclaimer language, but it was not consistently translated into specific referral advice or usable escalation thresholds. Implication: Communicative risk emerged when empathetic, calm, or accessible responses softened urgency, normalised self-management, or implied authority beyond available clinical information. Novelty: This study contributes a linguistic-pragmatic model for AI-health evaluation by demonstrating that safe advice requires alignment between factual accuracy, explicit uncertainty, and responsible communicative force.
INTEGRASI TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) DALAM EVALUASI APLIKASI eMAMA SEBAGAI MEDIA EDUKASI RISIKO KEMATIAN MATERNAL PADA IBU HAMIL Novela Eka Candra Dewi; Nurul Hayati
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i03.p04

Abstract

Kematian maternal masih menjadi permasalahan kesehatan global yang signifikan, khususnya di negara berkembang. Rendahnya literasi kesehatan ibu hamil terkait faktor risiko menjadi salah satu penyebab utama. Pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi kesehatan menjadi inovasi strategis dalam meningkatkan edukasi. Aplikasi eMAMA dikembangkan sebagai media edukasi kesehatan ibu hamil, namun efektivitasnya perlu ditinjau dari sisi penerimaan pengguna. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerimaan aplikasi eMAMA sebagai media edukasi risiko kematian maternal pada ibu hamil menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 21 ibu hamil yang menggunakan aplikasi eMAMA, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner berbasis konstruk TAM meliputi perceived ease of use dan perceived usefulness. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Sebanyak 81% responden menyatakan aplikasi mudah digunakan dengan nilai mean 44,95 (SD=5,172). Sebanyak 90,5% responden menyatakan aplikasi bermanfaat dengan median 48 (39-55). Temuan menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan berkontribusi terhadap persepsi kebermanfaatan aplikasi dalam meningkatkan pemahaman risiko kematian maternal. Integrasi TAM efektif dalam mengevaluasi penerimaan aplikasi eMAMA. Aplikasi ini berpotensi menjadi media edukasi digital yang mendukung peningkatan literasi kesehatan ibu hamil.