Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Uji Aktivitas Daya Hambat Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Dan Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococus aureus Fani Rahmawati; Riza Dwiningrum; Afi Sania Rosanti; Wina Safutri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3660

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen penyebab berbagai infeksi, yang saat ini menunjukkan peningkatan resistensi terhadap beberapa antibiotik. Salah satu upaya untuk mengatasi resistensi ini adalah pemanfaatan bahan alam yang memiliki potensi antibakteri, seperti daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun jambu biji (Psidium guajava L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya hambat kombinasi ekstrak etanol daun pepaya dan daun jambu biji terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi kombinasi ekstrak 25% dan 30% pada perbandingan (1:1), (1:2),  (2:1), dan (3:2). Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat pertumbuhan bakteri. Hasil diameter zona hambat penelitian ini yaitu kontrol positif (21,27±1,07 mm) kategori sangat kuat, perlakuan 1 dengan perbandingan 1:1 (9,41±1,10 mm) kategori sedang, perlakuan 2 dengan perbandingan 1:2 (9,80±1,16mm) kategori sedang, perlakuan 3 dengan perbandingan 2:1 (8,94±2,21 mm) kategori sedang, perlakuan 4 dengan perbandingan 3:2 (8,55±0,97 mm) kategori sedang. Analisis data menggunakan uji ANOVA menghasilkan nilai signifikansi p=0.835 (p < 0,05) yang menunjukkan tidan ada perbedaan bermakna.  
Optimization of Lip Cream Formula with Teak Leaf Extract (Tectona grandis L.f.) and Carnauba Wax Base Using the Simplex Lattice Design Method Anik Zahrotul Mungizah; Afi Sania Rosanti; Riza Dwiningrum; Mida Pratiwi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i3.4284

Abstract

Lip cream is a decorative cosmetic preparation that functions to beautify and moisturize the lips. However, most lip cream still use synthetic colorants that are toxic and cause irritation, such as Rhodamin B. Therefore, teak leaf extract (Tectona grandis L.f.), which contains anthocyanins, wa chosen as the base due to its physical properties that support the stability of the formulation. This study aimed to optimize the lip cream formula using a combination of teak leaf extract and carnauba wax, analyzed through the Simplex Lattice Design method. The study used an observational method involving various formulations with different concentrations of teak leaf extract and carnauba wax, followed by evaluation of physical properties, including organoleptic characteristics, ph, homogenity, protective ability, spreadability, and adhesion. The optimal formula was found at 5% teak leaf extract and 15% carnauba wax, with an average ph of 6, spreadability of 6,2 cm, and adhesion of 4,11 seconds. The preparation appeared homogeneous, stable, and effective in protecting the lips. The combination of teak leaf extract and carnauba wax can be formulated into a natural lip color cometic preparation that meets quality standards, maintains stability, and is safe for use.
Formulasi Dan Uji Stabilitas Sediaan Body Scrub Kombinasi Beras Ketan Hitam (Oryza Sativa Var. Glutinosa) Dan Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) Umi Hani Azizzah; Sintia Fira Lestari; Nadia Dwi Oktaviani; Afi Sania Rosanti
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Radikal bebas dapat merusak kolagen dan elastin kulit, menyebabkan keriput dan kulit kusam. Efek ini dapat dicegah dengan antioksidan alami, seperti yang terkandung dalam beras ketan hitam (Oryza sativa var. glutinosa) dan kayu secang (Caesalpinia sappan L.). Kedua bahan alam ini berpotensi dikembangkan menjadi sediaan body scrub yang bermanfaat untuk perawatan kulit.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi stabilitas serta karakteristik mutu fisik sediaan body scrub dari kombinasi beras ketan hitam dan ekstrak kayu secang.Metode: Penelitian eksperimental laboratorium dengan sembilan formula yang terdiri dari variasi konsentrasi beras ketan hitam (5%, 7%, 9%) dan ekstrak kayu secang (1%, 3%, 5%). Kayu secang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, viskositas, stabilitas, dan uji hedonik.Hasil: Ekstrak kayu secang yang diperoleh memiliki rendemen 12,27% dan positif mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin. Semua formula body scrub menunjukkan karakteristik semi padat, beraroma vanilla, dan memenuhi standar mutu fisik yang baik untuk pH (7,5-7,9), homogenitas, daya sebar (5,3-6,2 cm), daya lekat (>4 detik), viskositas (20.000-32.666 cPs), serta stabil selama 6 siklus uji. Formula 9 (ekstrak kayu secang 5%) merupakan formula yang paling disukai panelis. Analisis statistik menunjukkan variasi konsentrasi berpengaruh signifikan terhadap pH (p<0,05), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap daya sebar, daya lekat, dan viskositas (p>0,05).Kesimpulan: Kombinasi beras ketan hitam dan ekstrak kayu secang dapat diformulasikan menjadi sediaan body scrub yang memenuhi persyaratan mutu fisik dan stabil. Formula 9 (ekstrak kayu secang 5%) paling disukai panelis.
Formulasi Dan Uji Stabilitas Sediaan Body Scrub Kombinasi Beras Ketan Hitam (Oryza Sativa Var Glutinosa) Dan Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) Umi Hani Azizah; Sintia Fira Lestari; Nadia Dwi Oktaviani; Afi Sania Rosanti
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13177

Abstract

Latar Belakang: Body scrub merupakan sediaan kosmetik yang digunakan untuk membersihkan kulit dan mengangkat sel kulit mati yang disebabkan oleh radikal bebas. Efek dari radikal bebas tersebut dapat dicegah dengan antioksidan alami, salah satunya dengan penggunaan beras ketan hitam (Oryza sativa var glutinosa) dan kayu secang (Caesalpinia sappan L.). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan karakteristik mutu fisik sediaan body scrub kombinasi beras ketan hitam dan ekstrak kayu secang. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan variasi konsentrasi beras ketan hitam 5%, 7%, 9% dan ekstrak kayu secang 1%, 3%, 5%. Kayu secang diekstraksi dengan metode maserasi dalam etanol 96% dan dilakukan skrining fitokimia senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, viskositas, stabilitas, dan uji hedonik. Hasil: Hasil ekstraksi kayu secang menghasilkan rendemen sebesar 12,27% dengan warna coklat kemerahan dan aroma khas kayu secang. Skrining fitokimia menunjukkan ekstrak kayu secang positif mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin, namun negatif terhadap saponin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula memiliki bentuk semi padat, beraroma vanilla, dengan warna yang berbeda-beda sesuai konsentrasi. Nilai pH (7,5-7,9), homogenitas (homogen), daya lekat (5,10-6,43 detik), dan viskositas (20.000-32.666 cps) memenuhi rentang syarat yang baik pada sediaan body scrub. Uji stabilitas menunjukkan semua formula stabil selama 6 siklus. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa formula F9 (5% ekstrak kayu secang) memperoleh tingkat kesukaan tertinggi berdasarkan aspek warna, aroma, dan tekstur. Analisis statistik parameter daya sebar, daya lekat, viskositas menunjukkan nilai signifikansi (p>0,05), sehingga variasi konsentrasi tidak berpengaruh signifikan terhadap karakteristik mutu fisik sediaan body scrub. Namun pada parameter pH menunjukkan nilai signifikansi (p<0,05) sehingga berpengaruh signifikan terhadap variasi konsentrasi. Kesimpulan: Kombinasi beras ketan hitam dan ekstrak kayu secang dapat diformulasikan menjadi sediaan body scrub dengan karakteristik fisik yang baik dan stabil.