Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perilaku Merokok pada Pengunjung Warkop (Warung Kopi) terhadap Level Pengetahuan dan Sikap Sebagai Penikmat Kopi Rahmat Pannyiwi; Achmad Hilal; Yona Sahalessy; Tri Wahyuni; M. Khalid Fredy Saputra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2489

Abstract

Warung kopi (warkop) menjadi tempat yang sering dikunjungi masyarakat untuk bersosialisasi sambil menikmati kopi. Namun, perilaku merokok di warkop menjadi kebiasaan yang masih sulit dihindari oleh sebagian besar pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dengan level pengetahuan dan sikap pengunjung sebagai penikmat kopi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Sampel terdiri dari 100 pengunjung warkop di kota X yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara perilaku merokok dengan pengetahuan dan sikap pengunjung terhadap kesehatan. Mayoritas responden memiliki pengetahuan sedang namun tetap melakukan perilaku merokok di warkop. Disarankan adanya edukasi lebih lanjut dan pembatasan area merokok di warkop.
Hubungan Kualitas Air Minum dengan Kejadian Diare pada Anak Balita di Wilayah Perkotaan Indrayadi; Achmad Hilal; Glory Gelarich Simanjuntak; Yermi; Andi Kamal M. Sallo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2957

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita di Indonesia. Kualitas air minum yang buruk, khususnya di wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi, dapat meningkatkan risiko penularan diare. Mengetahui hubungan kualitas air minum dengan kejadian diare pada anak balita di wilayah perkotaan. Penelitian observasional dengan desain cross-sectional dilakukan pada 120 rumah tangga yang memiliki anak balita di Kecamatan X Kota Y. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, serta uji kualitas air (parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi). Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil menunjukkan 45,8% air minum rumah tangga tidak memenuhi standar kualitas, dan 38,3% balita mengalami diare dalam 3 bulan terakhir. Analisis statistik menemukan hubungan signifikan antara kualitas air minum dengan kejadian diare (p=0,002). Kualitas air minum yang buruk berhubungan dengan meningkatnya kejadian diare pada anak balita. Upaya peningkatan akses air bersih dan edukasi higienitas perlu diperkuat untuk mencegah diare di wilayah perkotaan.
Hubungan Budaya Lokal dengan Praktik Perawatan Kehamilan dan Persalinan pada Masyarakat Tradisional Sri Nuriana; Achmad Hilal; Nahdah; Hartati; Riska Sabriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7233

Abstract

Budaya lokal memiliki peran penting dalam membentuk perilaku kesehatan masyarakat, termasuk dalam praktik perawatan kehamilan dan persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara nilai, norma, dan kepercayaan budaya lokal dengan praktik perawatan ibu hamil serta proses persalinan pada masyarakat tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap ibu hamil, dukun beranak, dan tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki pengaruh signifikan terhadap pola perawatan kehamilan dan pilihan tempat persalinan. Faktor kepercayaan terhadap kekuatan spiritual, pantangan makanan, dan peran dukun beranak masih menjadi elemen dominan dalam proses tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai budaya lokal dalam program kesehatan ibu dan anak agar pelayanan kesehatan menjadi lebih kontekstual dan diterima oleh masyarakat.
Peran Kearifan Lokal dalam Praktik Pencegahan Penyakit Menular di Komunitas Adat Achmad Hilal; Sapnita; Lili Amaliah; Baso Witman Adiaksa; Yermi; Yanti mustarin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7238

Abstract

Kearifan lokal merupakan sistem nilai, norma, dan praktik sosial yang diwariskan secara turun-temurun dalam suatu komunitas adat. Dalam konteks kesehatan masyarakat, kearifan lokal berperan penting sebagai bentuk adaptasi sosial terhadap lingkungan dan upaya mempertahankan keseimbangan hidup, termasuk dalam pencegahan penyakit menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran kearifan lokal dalam praktik pencegahan penyakit menular di komunitas adat, serta mengevaluasi potensinya untuk diintegrasikan dengan strategi kesehatan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif etnografi, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, serta dokumentasi kebiasaan masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal berperan dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat melalui ritual adat, pantangan sosial, serta penggunaan tanaman obat tradisional. Selain itu, struktur kepemimpinan adat berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial yang menjaga konsistensi penerapan nilai-nilai kesehatan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara kearifan lokal dan program kesehatan berbasis masyarakat dapat meningkatkan efektivitas pencegahan penyakit menular, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses layanan medis formal. Oleh karena itu, pengakuan dan pemberdayaan sistem pengetahuan lokal menjadi langkah strategis dalam membangun ketahanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.